BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 116


__ADS_3

Malam pun tiba, acara resepsi pernikahan sedang berlangsung. Pengantin baru itu sedang berdiri di atas pelaminan menyalami satu persatu kerabat kerabatnya. dan sekarang giliran para sahabatnya yang sedang berbaris paling terakhir untuk saling mengantri sembako, Eh ralat... ngantri memberi ucapan hangat kepada Dirgan dan Bintang.


Di mulai dari pria bercap Casanova...Dinata Kedward Abraham. Pria itu tersenyum lebar berjalan kearah Dirgan.


""Bro..ahay.."" Tos Nata ke Dirgan ala persahabatan mereka. Dirgan menyambut antusias dengan senyum yang tak pernah pudar.


""Selamat untuk mu."" Nata mengedipkan matanya menggoda dengan Seringai nakalnya.


""Yap...Thanks, Bro. Btw nyusulnya kapan ?."" Ledek Dirgan.


""Aku belum siap, aku pria bebas."" Sahut Nata santai. ""Dir, setelah ini ? apa kamu sudah siap untuk ehem, aah, ehem.?"" Tanya Nata menggoda dengan senyum jahil. Dirgan melirik Bintang yang sedang bercengkrama dengan Rere.


""Aah, itu mah tidak usah di tanya, ngebet gila."" Bisik Dirgan ke Nata.


""Hati hati di tendang Bintang saat membuka segelnya!!! Bini mu kan galak setingkat setan berwajah Dewi...gores sedikit tangan enteng Bintang akan melayang ke kepala mu atau mungkin kamu akan di kebiri langsung Sebelum menikmatinya."" Goda Nata dengan seringai jahilnya.


Dirgan menelan ludahnya cepat. mencerna ucapan sahabat nakalnya. Benar ! Bintang sangat galak, isterinya sangat reflek memukul jika di coel sedikit saja. kata orang ! kalau malam pertama dengan perawan tuh, akan sakit dan juga berdarah. Kalau pas lagi 'itu' terus Bintang mengamuk bagaimana. ah...Dirgan menggeleng menepis godaan Nata.


""Shut up, Aku tabok tahu rasa, ah.!"" Cibiknya ke Nata. Nata terkekeh geli melihat wajah cemberut Dirgan. ia puas sudah berhasil menggoda mempelai.


""Yang sudah tua minggir, pria tampan melebihi brownies mau mengungkapkan rasa bahagianya ke mempelai."" Biru datang datang menggeser punggung Nata untuk minggir dari hadapan Dirgan. Nata pura pura mual muntah mendengar ke pe-dean Biru. Nata pun pergi dan menghampiri Bintang yang masih asyik dengan Rere dan Reina.


""Selamat, Pak Malik."" Biru sama saja, menyeringai jahil. ""Kamu sudah tua sekarang."" Lanjutnya meledek.


""Yaaak.."" protes Dirgan meninju pelan dada Biru namun senyum hangat terlepaskan ke Biru. ""Jangan nakal anak ingusan, Jomblo merana !."" Balik ejek Dirgan.


""Aku? ingusan ?, Merana ?"" Tunjuk Biru ke dirinya. ""Tenang saja pak tua, Jodoh ku akan datang sendiri, selama ini aku jomblo soalnya tidak ada yang mampu menarik dan menggetarkan hati ku."" Tekan Biru namun terselip candaan di pergerakannya.


""Ya... terserah !"" Malas Dirgan.


""A---!"" Giliran Aksa yang protes ke Biru yang terlalu lama mengobrol, Pria datar itu, sama. mendorong punggung Biru untuk menjauh.


""Aih.."" delik Biru berlalu pergi menemui mempelai wanita.


""Aksa.? "" Canggung Dirgan.

__ADS_1


""Hey, Santai Dir."" Tepuk Aksa pelan di bahu Dirgan. ""Selamat, Bahagia selalu dan kamu yang menang."" Aksa tersenyum hangat nan tulus. Mengaku kalah dengan tantangannya yang dulu.


Dirgan merasa tidak enak, apa kah dirinya menikung ? entah lah...!?


""Thanks, Bro...dan maaf untuk kemenangan ku, apa kamu baik baik saja.?"" Ujar Dirgan yang memang sedikit merasa tidak enak.


""Hey, apa maksud mu ? aku baik baik saja ! dan coba kamu lirik ke gadis itu, dia adalah wanita ku sekarang."" Dirgan memicing ke arah gadis yang di tunjuk Aksa, Namun tertutup dengan tubuh Nata dan Biru, Dirgan malah menangkap wajah istrinya.


""Bintang ?"" Heran Dirgan.


""Bodoh.!"" Aksa tersenyum geli setelah menyikut sedikit keras perut Dirgan. ""Masa aku menunjuk istri orang sih ! Aku menunjuk kekasihku sendiri, dan itu adalah Rere.!"" Jelasnya dengan senyum hangat memperhatikan Rere yang lagi tertawa bahagia bersama Bintang.


""Hah ? Kamu dan Si sipit ingus. ?""Dirgan terkejut. Aksa mendelik geli mendengar umpatan Dirgan ke Rere.


""Si sipit juga Bohay lho..!"" Pujinya menghampiri Bintang, dan di susul oleh Dirgan untuk berkumpul bersama.


""Bin, ada gosip hangat lho."" Nata berucap seperti berbisik di telinga Bintang namun sengaja suaranya di tinggikan agar Rere Mendengar.


""Nat, jangan mulai."" Rere langsung mengancam.


""Happy wedding, Culun.!"" Ucap Aksa dan Dirgan masuk di antara mereka. Mantan Bintang itu menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


Bintang menyambut hangat dengan senyum manisnya. ""Thanks."" Sahutnya. Aksa mengangkat tangan Bintang ke bibirnya dan mencium singkat punggung tangan Bintang. ia sengaja ingin menggoda Dirgan sekaligus kekasihnya.


""Yaaaak.."" Dirgan dan Rere kompak menarik pasangannya masing-masing. Nata, Biru, dan Reina terbahak geli. Ternyata Aksa datar datar pintar menggoda, pikir mereka.


Seketika Bintang Mengerti dengan gosip yang di ujarkan oleh Nata.


""Aksa dan Rere.?"" Tanyanya dengan menunjuk sang empu nama bergantian. Aksa mengangguk bangga dengan tangan nakalnya merangkul pinggang Rere. Sementara yang di rangkul semakin merah merona.


""Eheem.."" Dirgan berdehem, ia pura pura mengambek dengan godaan Aksa yang mencium punggung tangan istrinya.


""Santai kali, Honey."" Bintang mencium singkat bibir cemberut itu di hadapan sahabatnya. Dirgan semberiwing dengan senyum khasnya yang menyebalkan bagi Nata dan Biru.


""Cih, Sudah tua woy... kondisikan, aku polos ini.!"" Tutur Biru dengan candanya.

__ADS_1


""Kak Nata, kita coba yuk."" Somplak Reina yang ingin memperagakan keromantisan Bintang dan Dirgan.


Nata menyeringai nakal. ""Ayo baby."" Bibir Nata sengaja di monyongin, cuma menggoda saja..Reina sudah seperti adiknya yang masih labil.


""Beeeh....Minta di hajar kalian pada."" Rere menarik adiknya dari hadapan Nata. menyodorkan gelas yang berisi ke bibir monyong Nata.


""Hahahaha...""Nata tergelak menoyor pelan jidat Rere.


""Dasar pria penjahat kelamin."" Umpat Rere namun terdengar bercanda.


""Hust..!"" Lerai Aksa.


""Kak Rere bersama kak Aksa ! Kak Jaauza dengan Kak Bohay. Aku... Mendapat dua pria tampan."" Centil Reina menggandeng Nata dan Biru sehingga ia ada di tengah tengah kedua adik sepupu itu.


Rere menggeleng malas dengan tingkah centil adiknya. Bintang, Dirgan dan Aksa tergelak tertahan melihat wajah Reina yang ceria menggoda Nata dan Biru.


""Boleh.."" ujar Nata bercanda.


""Ayo kita senang senang."" Timpal Biru menggandeng Reina pergi auto Nata ikut terseret yang di gandeng lengannya oleh Reina.


""Astaga."" pusing Rere yang selalu menjaga adiknya yang lemah lembut tidak seperti dirinya yang mempunyai sisi jiwa brutal.


""Biarkan saja, mereka akan menjaga adikmu, kita pun senang senang."" Ajak Aksa dengan mata berkedip lucu.


""Eum.."" Setuju Rere mengangguk. meninggalkan Bintang dan Dirgan setelah berpamitan.


""Baby.?"" Panggil Dirgan dengan sayang. Bintang menoleh dengan satu alis terangkat.


""Kita senang senang juga, yuk."" Rayunya penuh makna dengan tatapan nakalnya memandang ke tubuh Bintang yang sudah menjadi hak miliknya.


""Apa masih kurang senang, Suamiku ?!"" Bingung Bintang kurang paham dengan kata 'senang senang.'


""Senang senangnya, di tahan dulu...Boy. selesaikan acara ini dulu."" Gion menyahut yang entah kapan berada di antara dirinya dan Bintang yang sedang bersitatap mesra. delikan malas pun terlihat ke papanya yang sedang tersenyum menyebalkan ke arahnya.


Vote....šŸ˜

__ADS_1


__ADS_2