
""Akhirnya sampai juga."" Ucap Aksa lega yang baru saja menginjak puncak, Mata elangnya langsung mencari sosok gadisnya.
""Hos..hos..hos.."" desah Dirgan tersengal. Niat hati di awal pendakian, ingin menggoda Tiko, eh..malah dirinya yang di susahkan oleh teman dari Morgan itu. ""Merepotkan."" Dengusnya ke Tiko, karena dirinya kecapean menarik tangan Tiko agar tidak pingsan di ujung pendakian.
""Dirgan, thanks."" Tulus Tiko. seraya tangannya yang berisi kue kering satu toples di arahkan, ke arah sahabat Bintang itu.
""Aku tulus, tidak meminta sogokan."" lagak Dirgan, Namun tangannya langsung menyambar toples tersebut.
""Hah?"" Aneh Tiko memandang ke pergian Dirgan ke arah teamnya Bintang.
Sementara Aksa, Sudah secepat kilat berada di dekat Bintang, membuat Morgan mendengus tidak suka, Mantan Bintang itu tidak tahu menahu soal hubungan orang yang ada di depannya. Bahkan semua murid pun tidak ada yang tahu hubungan Asmara Aksa dan Bintang, termasuk Dirgan, sebagai sahabat baik Dirgan pun sama, tidak tahu.
""Best friend."" Panggil Dirgan ke Bintang. Bintang langsung menoleh ke belakang seraya memamerkan senyum manisnya ke arah Dirgan.
Aksa pun menoleh malas. ""Aah..satu lagi pengganggu datang."" Gumam nya saat berhasil membuat Morgan pergi, kini Dirgan yang muncul.
""Buka mulut...! A..a...a..!"" Dirgan datang datang langsung menyuapkan kue yang dari Tiko ke dalam mulutnya Bintang.
""mmm.. makasih..enak.."" puji Bintang dengan suara yang tidak jelas karena mulutnya di penuhi oleh makanan.
""Sini, Aku juga mau.."" Kesal Aksa ingin merebut toples plastik yang di apit Dirgan di pinggangnya, Namun tidak bisa karena Dirgan lebih cepat menepis tangan Aksa.
""Enak saja, bawah sendiri."" songong Dirgan lalu pergi memulai tugas studynya.
""Bagus lah pergi."" Gumam Aksa.
""Pria dingin, Apa kamu lapar ?"" tanya Bintang kasihan.
Aksa menggeleng. ""Aku hanya ingin menggoda sahabat mu itu."" sahutnya tersenyum manis.
""kamu ini.."" sahut Bintang. ""Apa kamu cemburu..?"" lanjutnya menggoda.
""eum.. sangat, aku tidak suka ada pria lain yang mendekati dirimu selain diriku."" Nada Aksa seperti orang yang sedang marah.
""Astaga, aku hanya menggodamu, kenapa kamu malah marah?"" Dengus Bintang.
""Aku tidak marah."" elak Aksa.
""dengar ya, pria dingin..! kamu itu tidak pantas cemburu ke Dirgan, dia itu sahabat rasa saudara bagiku. susah,senang,sakit, Aku selalu berbagi dengannya, Begitu sebaliknya."" Kesal Bintang.
__ADS_1
""Tapi, Dirgan itu menyukai mu."" Tebak Aksa. sebagai pria ia mengerti sebatas sahabat sampai mana? dan sebagai rasa suka sangat terlihat di diri Dirgan ke Bintang.
""Yaak..sok tahu. Mana ada begitu? apa kamu lupa? Dirgan itu banyak ceweknya, jadi mana mungkin dia suka sama aku.!"" Ketus Bintang.
""itu cuma topeng."" sahut dengus Aksa.
""Yaak..! Sudah sana, lakukan tugasmu, ngapain di sini terus."" Malas Bintang lalu pergi meninggalkan Aksa.
""Kok dia yang marah ?"" Monolog Aksa dan mau tidak mau harus melakukan tugas sekolahnya, urusan Bintang belakangan, pikirnya.
Sebagian murid sudah selesai mengerjakan tugasnya, dan memilih istirahat seraya menikmati indahnya pemandangan dari atas gunung. Bintang dan Morgan pun sudah selesai.
""Aaahh.. kenapa malah mati."" Bintang menggoyang goyangkan layar pipih nya yang butuh di cas. ia mendengus kesal, karena tidak bisa menghubungi Oma Opanya.
""pake ini."" tawar Morgan menyodorkan handphone miliknya.
""Tid--""
""Pake saja"" Morgan menarik tangan Bintang lalu menaruh handphone miliknya di telapak tangan gadis itu.
""Baiklah.."" Bintang melirik ikon wallpaper handphone Morgan yang berada di tangannya, jantungnya tidak karuan melihat gambarnya sendiri yang sedang tertawa riang bersama orang yang duduk bersila di atas rerumputan, di sebelahnya.
""Karena aku masih mencintaimu, Bintang.!"" Jujur Morgan, menatap lekat manik Bintang.
Bintang tersenyum remeh mendengar pernyataan konyol dari Mantannya itu, jika orang yang duduk di sampingnya masih mencintainya, kenapa harus menghianatinya.
""Aku serius, Bintang. Aku masih mencintaimu.?"" ucapnya meyakinkan.
""Sudahlah Morgan, jangan permainkan aku lagi.!"" malas Bintang. ""Naomi mau di kemanain?""
""Aku akan menjelaskan kesalah pahaman yang kamu lihat di waktu itu, tapi aku mohon dengarkan aku, dan percaya padaku dan jangan menyelanya."" Mohon Morgan.
""sepuluh menit."" Bintang memberi waktu ke Morgan karena ia menghargai orang yang ada di sampingnya, tapi walaupun jika itu benar hanya salah paham saja, tetap percuma karena hatinya sekarang milik Aksa bukan lagi orang yang ada di sampingnya.
""Naomi adalah sahabat ku, seperti dirimu dan Dirgan, dan masalah kamu melihat kami ciuman itu tidak benar.""
Bintang membuang muka, bisa bisanya Morgan mengelak, berarti matanya lah yang buta. orang benar benar ia melihatnya sendiri dengan jelas.
""Maksud ku, Dia yang mencium ku dengan tiba-tiba, katanya tanda perpisahan kami, karena dia akan pindah ke luar negeri."" Jujur Morgan.
__ADS_1
Bintang memegang dadanya, mencoba mengatur nafasnya yang memburu, jika ucapan Morgan benar berarti ia lah yang salah sudah salah paham sampai hubungan mereka putus begitu saja. Tapi di sisi lain, ia juga korban ke salah pahaman tersebut, hatinya juga sakit melihat orang yang di cintainya di cium oleh gadis lain, dan kenapa Morgan baru menjelaskannya sekarang? kemana dia selama satu tahun ini?.
""Bin.."" sentuh Morgan di tangan Bintang. gadis itu melirik tangannya, lalu meneliti mata Morgan mencari kebenaran.
""Percaya kan?"" ucap Morgan meyakinkan.
Bintang menarik tangannya yang di genggam oleh Morgan. ""eum.. percaya. Tapi aku kecewa kepada mu pria humoris, kenapa kamu baru menjelaskannya kepada ku.?""
""Karena baru sempat."" sahutnya. membuat Bintang menyerinyit bingung. ""pengawal mu selalu menghalangi ku, mereka tidak mengijinkan aku mendekati mu.""
""Pengawal?"" Aneh Bintang, ia kan tidak punya pengawal kenapa Morgan ngomong begitu.
""Dirgan dan Biru, Mereka itu diam diam di belakang mu, mempunyai darah sadis, apalagi Biru, mematikan jika di usik.
Bintang tertawa kecil seraya mencari sosok Dirgan, seketika ia berniat ingin mencubit cubit gemas pipi sahabatnya itu. ternyata Dirgan dan Biru sangat perduli dengannya.
""Sweetie, Gimana? Balikan.?"" Tawar Morgan tersenyum manis, Namun Bintang menggeleng cepat.
""Maaf, tidak bisa ! hati ku sudah ada yang punya."" jelasnya dengan sangat berat, Bintang tahu pasti ia sudah menyakiti hati Morgan, tapi inilah kenyataannya, sekarang ada Aksa yang tertulis di hatinya.
Hancur langsung hati Morgan, giliran dia yang memegang dadanya yang sesak, ternyata ia sangat Bodoh, sudah terlambat dalam bertindak, dan ia merutuki kebodohannya itu dengan membatin.
Morgan tersenyum paksa, menatap Bintang dengan mata yang perih. ""Kalau teman, apa kah Boleh.?"" Pintanya seraya melayangkan tangannya ke arah Bintang.
""Apa kamu tidak apa-apa?"" Tanya Bodoh Bintang. Morgan menggeleng.
""Ok..teman."" senyum Bintang seraya membalas tangan Morgan.
Di belakang Morgan dan Bintang, ada Gissel yang merekam mereka, Gadis itu menyeringai, ia mengedit video tanpa suara dan mau menggunakannya untuk memanas manasih Aksa. dan Cepat Kilat ia sudah mengirimkan video tersebut ke nomor Aksa.
Aksa yang sedang melakukan aktivitasnya seketika mengepalkan tangannya, ia tidak berpikir jernih lagi, dengan kesal ia malah meninggalkan aktivitasnya dan berjalan menuruni gunung dengan sendiri tanpa menunggu teman-temannya.
""Eeh..Cowok aneh..kamu mau kemana?"" Tanya Dirgan yang masih melakukan tugasnya bersama teamnya.
""mau turun."" ketus Aksa tanpa menoleh ke orang yang bertanya.
""tch.."" Cuek Dirgan.
Bersambung..
__ADS_1