BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 69


__ADS_3

""Tenang lah, Bintang."" Aksa mulai bertindak saat Bintang lagi lagi ingin melukai tubuhnya sendiri menggunakan beling yang berserakan.


""Please, queit, ok.!"" Pinta Aksa memeluk tubuh Bintang dari belakang seraya tangan satunya menahan tangan Bintang yang masih memegang benda tajam.


""menjauh dari ku, apa kamu punya otak, hah ? bagaimana kamu dengan santainya menyuruh aku tenang, apa kamu pikir aku dengan senang hati di---"" Bintang tak sanggup melanjutkan kata katanya, ia jadi jijik sendiri dengan tubuhnya karena melihat fotonya yang sedang memeluk agresif tubuh seorang pria di atas ranjang yang hanya menggunakan selimut saja.


Bintang meronta ronta minta di lepaskan oleh Aksa yang sedang memeluknya dari belakang tapi tidak bisa terlepas, tenaganya sudah habis terkuras di makan emosi yang tidak stabil, meluap luap.


""Buang benda tajam itu, kalau tidak mematuhi ku maka foto itu akan menyebar luas, dan automatis seluruh keluarga besar mu akan tahu dan lebih parahnya, nama keluarga besar mu akan tercoreng."" Ancam Aksa. ia terpaksa mengancam Bintang, kalau tidak begitu gadis itu terus meronta dan bisa fatal jika beling tajam itu melukai tubuh Bintang sendiri.


Seketika tangan Bintang melemas menurut menjatuhkan beling tersebut saat mendengar ancaman Aksa.


""Keluarga ? aku membuat malu keluarga ku, hiks...hiks...aku.., aku bukan anak yang baik, aku tidak mau membuat papa dan mama ku kecewa, aku anak yang bodoh. tolong...tolong jangan sebarkan."" Bintang menangis sesenggukan, takut. takut kalau orang tuanya akan hancur di permalukan karena dirinya. mengingat Papa dan mamanya yang mempercayainya seratus persen kepadanya malah membuat Bintang menjadi orang yang gagal karena tidak bisa menjaga diri dengan baik.


""eum, keluarga? jadi please tenang dan menurut lah seperti kucing manis, ok."" pinta Aksa. kartu As-nya ternyata sangat berpengaruh besar terhadap Bintang, ia bisa menjinakkan kucing liar menjadi kucing manis dan penurut.


""apa kamu mengancam ku.?"" ketus Bintang. ia masih meronta minta di lepaskan.


""Tidak, aku hanya memberi peringatan.!"" santai Aksa, ia mencuri curi aroma wangi dari rambut Bintang dari belakang.


""tch, sama saja.!"" kesalnya memukul tangan Aksa yang masih memeluk perutnya dengan erat.


""Lepas Aksa, aku tidak mau di sentuh oleh mu !"" Ronta Bintang masih mencoba melepaskan tangan Aksa.


Aksa terkesiap, namun bukan karena perkataan kebencian Bintang, ia hanya merasa aneh dengan tangannya yang tiba-tiba basah. Merasa penasaran, ia pun melepaskan pelukannya dari Bintang.


""Darah?."" Aksa membolak balikan tangannya yang berdarah. namun tidak merasakan sakitnya di mana. Tersadar dari penasarannya, ia pun menoleh ke tangan Bintang.


""Bin, tangan mu.?"" Ucap Aksa meraih tangan Bintang namun di tepis oleh gadis itu seraya memicing sebal ke Aksa.


""Tangan mu terluka parah, aku akan mengobatinya."" cemas Aksa

__ADS_1


""Jangan hiraukan tangan ku."" Sentaknya.


Aksa tak mengindahkan sentakan Bintang, ia bergeming mencari kotak obat yang terhempas entah kemana.


"" apa pedulinya diri mu, hah ? bukannya kamu senang kalau aku terluka ! apa sih yang ada di otak kamu ? kenapa kamu tega menusuk ku dengan adanya foto itu? menjijikkan.! apa yang kamu mau dari ku ? kamu punya segalanya. jadi ku mohon jangan memeras ku."" Cibir Bintang. ia mencoba tenang, penasaran dengan tingkah laku Aksa yang sangat licik kepadanya.


""Aksa."" kesal Bintang. pria itu masih sibuk sendiri yang entah apa yang di carinya.


""Menyebalkan."" gerutu Bintang karena tak ada sahutan, ia pun menghentakkan kakinya yang mulai berjalan ke arah pintu. ia mulai marah kembali dengan kebisuan Aksa.


""Ketemu."" Gumamnya meraih kotak obat.


""Jangan coba coba pergi, atau.....?"" Lanjutnya, menghentikan langkah Bintang yang hampir meraih knop pintu.


""Atau apa ?"" Nyalang Bintang tanpa menoleh kebelakang.


""Kamu tahu."" Seringai Aksa yang akan menggunakan kartu As-nya lagi.


""Sial."" Umpat Bintang dalam hati. "" Kamu sangat licik, teganya dirimu memerasku dengan membawa nama keluarga ku.


""Akhirnya."" lirih Aksa.


"" Mau duduk sendiri apa mau di paksa."" Aksa mulai di atas awan.


""Aku bisa duduk sendiri."" sinis Bintang, mata kucingnya mengerlyat memperhatikan isi office yang hancur balau di buatnya.


""tch, duduk di mana.? lihatlah ruangan mu seperti gudang yang di gerogoti pasukan tikus."" ucapnya masih berdiri, tangan yang berdarah menetes ke lantai tak di hiraukannya sama sekali, serasa tidak merasakan sakit.


Aksa menghampiri Bintang yang berdiri di dekat pintu, menarik lembut lengan Bintang untuk mengikutinya. dan Gadis itu pun menurut berjalan.


""eeeeeeh..Aksa."" kaget Bintang yang tiba tiba di angkat dan di duduk kan di atas meja kebesarannya.

__ADS_1


""Mulut di kunci rapat rapat, tenang dan jangan bergerak gerak."" ucap lembut Aksa seraya menghapus jejak air mata yang masih terlihat di pipi Bintang. Sementara Bintang ingin menepis tangan Aksa tapi terhenti saat mendapat plototan ancaman lagi.


Aksa pun mulai mengobati luka tangan Bintang yang cukup dalam terkena beling tajam. Step by step Aksa mengobati luka Bintang dengan hati hati dan penuh kasih sayang.


Bintang menatap dalam dalam wajah Aksa, ia menjadi aneh sendiri dengan sikap Aksa, pertanyaan demi pertanyaan hinggap di otaknya. sebenarnya apa yang di inginkan Aksa? apakah Aksa membencinya sampai harus mengancam dirinya melalui foto tersebut? Tapi kenapa wajahnya tidak menampakkan kebencian kepadanya, Justru wajah cemas dan wajah sendu penuh kasih sayang yang terlihat di depannya.


""Aneh."" Batin Bintang.


""Aku tahu, aku memang tampan hingga mata kucingmu liar kemana mana."" Sindir Aksa yang menyadari dirinya sedang di perhatikan dalam oleh Bintang.


""tch, tampan sih tampan, tapi hatinya tidak."" ketus Bintang.


""apa maksudmu?, aku baik hati, lihatlah apa yang aku perbuat.!"" Bangganya yang masih melilitkan perban medis di tangan Bintang.


""Tidak tahu diri, aku terluka karena ulah mu."" kesal Bintang.


""Aku minta maaf.!"" tulus Aksa tersenyum manis tanpa merasa kan dosa.


""Maaf mu di tolak."" celetuk Bintang.


""kenapa? aku gila karena mu, kamu bukan Bintang lagi yang welcome kepadaku."" Aksa membela diri.


""Hey, tuan Aksara ! sadarkan diri mu dari mimpi masa lalu."" Sindir Bintang.


""eum, aku sadar jadi maafkanlah aku.!"" pintanya.


""tidak semudah itu ! kamu membuat hati dan hidup tenang ku kacau balau, dari dulu sampai sekarang."" Ceplos Bintang membuat Aksa menyunggingkan senyum selidiknya.


""Apa kamu masih punya rasa untuk ku?"" selidik Aksa tepat di depan wajah Bintang.


""Menjauh."" Bintang memalingkan wajah Aksa ke samping menggunakan telunjuknya. Tapi dengan nakalnya, Aksa kembali memasang mukanya di depan wajah sembab Bintang.

__ADS_1


""Rasa itu sudah terkubur dan katakan sekarang apa yang kamu mau dari ku, Apa kamu mau memerasku, hah?"" Bintang mulai kesal lagi kalau sudah menyangkut foto.


****


__ADS_2