BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG


__ADS_3

Vero sudah babak belur sedari tadi di hajar oleh Alex dengan keadaan terikat, wajah putih nan tampannya sudah berhiaskan darah segar yang mengalir di hidung dan di sudut bibirnya. berdiri pun sudah tidak sanggup, namun anehnya bibirnya selalu tersenyum manis ke anaknya dan itu yang malah membuat Bintang semakin bersalah sebab gara gara dirinya semua keluarga dalam bahaya, Pikirnya.


Meca Bintang dan Fina sedari tadi menangis tak ada hentinya, dan kini giliran Kemal, Titan, dan Gion sekaligus di hajar dalam ikatannya oleh anak buah dari Fatur. Sama, Om-Om Bintang itupun di ikat berdiri seperti papanya.


Fatur semakin di atas awan saat mendengar isakan yang keluar dari suara Meca, dan itulah yang ia sukai, kini Fatur berada di belakang kursi Meca yang terikat.


""Bagaimana ahli hukum, pertunjukan yang menarik bukan."" Senang Fatur.


""Bunuh saja aku, Fatur ! tapi lepaskan semua keluarga ku dengan selamat."" pinta Meca.


Fina yang mendengar itu langsung melotot ke Meca, walaupun hanya sekedar sahabat namun rasa itu melebihi saudara, ia menyayangi Meca layaknya saudara kandung. dan ia tidak mau melihat Meca mati begitu saja.


""Fatur sialan, pengecut ! lepaskan aku dan lawan aku."" Tantang Fina penuh maksud dengan otak liciknya.


Fatur menoleh ke arah Fina dengan smirk jahatnya, melangkah cepat dan langsung menampar pipi Fina dengan kuat.


""Shit, memang pengecut. !"" Lantang Fina.


""Fina."" Lirih Meca sedih dan menggeleng untuk menyuruh Fina diam.


""Terserah apa kata mu nyonya Malik, dan sebenarnya aku tuh harusnya berterima kasih kepada mu sejak dulu, karena apa.... karena kamu dulu sudah pernah menghajar Garlin sampai babak belur, Aku sebenarnya juga menaruh benci ke dia, gara gara dia hidup ku kacau dan berujung berurusan dengan kalian.""


""Cih, dasar."" Fina membuang ludahnya sembarangan. kesal sebab pancingannya tidak berlaku.


Fatur hanya menyeringai dengan cepat ia beralih ke kursi Meca, Namun kali ini, Fatur malah membuka tali Meca, Entahlah apa yang Fatur pikirkan dan mau saat ini, apa kah ia menginginkan nyawa semua keluarga Bintang, atau hanya Meca saja yang di incarnya.


Meca sendiri hanya bingung kenapa dirinya malah di lepaskan.


""ayo memohon lah dan berlutut di hadapan ku, jika perlu jilat lah sepatu ku agar niat ku untuk membunuh anak anak mu terurungkan."" Fatur sekarang sudah berdiri di tengah tengah ruangan.


Meca mendengar itu, langsung melangkah pelan ke arah Fatur.

__ADS_1


""Ma, Meca, Kaka."" Vero, Kemal, Gion,Fina, dan Titan memanggil dengan suara pilu.


Sementara Bintang menggeleng geleng agar mamanya jangan mau bersimpuh, Bintang rela mati dari pada harus melihat harga diri mamanya di injak injak.


""Jangan ma.."" ingin sekali Bintang berteriak seperti itu, tapi ia hanya bisa berucap dalam hati dengan air mata meleleh sedari tadi.


""Ayo Meca mendekat."" Lirih Fatur menyeringai licik. Meca semakin mendekat.


Di ruangan lain, Nata, Biru dan Dirgan, sudah melumpuhkan lima anak buah Fatur yang menjaga Gilang dengan cara mengendap endap. Gilang dalam keadaan tidak baik baik saja, sedari tadi anak itu pingsan efek dari obat bius, Yang sebenarnya anak itu mempunyai alergi kandungan obat tersendiri. dan salah satunya berada di kandungan obat bius suntik yang di berikan Alex.


""Astaga....detak jantung Gilang melemah."" Periksa Nata menggunakan inisiatif telinga kelincinya saat menopang tubuh adik sepupunya yang tergeletak dengan bom belum aktif di sampingnya.


""Jangan jangan Gilang di bius yang mengandung......"" Jeda Biru menebak nebak dan langsung memeriksa detak nadi Gilang.


""Sial,.."" Umpat Biru dan langsung menggendong Gilang dari pangkuan Nata. ""aku akan membawa Gilang kerumah sakit, dia bukan pingsan biasa.""


""eum, hati hati, jaga dia biar kami yang membereskan tikus got itu."" Kata Dirgan dan di angguki Nata.


Mereka berpisah sesuai rencana, Namun kali ini rencananya berubah sedikit sebab kepergian Biru yang harus menolong nyawa Gilang.


""Bintang, Semuanya, maafkan kami yang telat bertindak."" Lirih Dirgan dengan amarah yang tertahan.


Kembali ke inti ruangan....


""Ayo Meca menunduk di hadapan ku, jilat lah sepatu ku untuk memohon, keluarkan suara ahli hukum mu untuk menangis dan meminta minta."" Ujar Fatur senang dengan kejahatannya.


Meca sudah tepat di hadapan Fatur. Matanya meneliti satu persatu keluarganya dan terakhir tertuju ke Bintang yang sedang menggeleng geleng.


""Nyawa Mama pun akan aku korban kan untuk mu, Bintang. apalagi hanya sekedar menjilat sepatu orang, Mama akan melakukannya untuk kalian."" Tulus Meca dalam hati dan bersiap siap menunduk di hadapan Fatur.


Namun.....Gelap, lampu yang tadinya terang mati seketika tanpa ada cahaya sedikitpun.

__ADS_1


Semua merasa bingung, Alex di samping Bintang bersiaga, Meca yang tadinya di hadapan Fatur mundur perlahan agar menjauh dari orang jahat itu, Fatur sendiri siap siap menangkap Meca dalam kegelapan namun tidak ketemu.


""Kenapa mati ? ayo kalian pergi nyalakan lampu."" Teriak Fatur ke anak buahnya. ia pun dengan cepat mengeluarkan senjata apinya.


Di dalam kegelapan, Dirgan melangsungkan rencananya, dengan cepat ia berlari tanpa Suara ke arah Gion, kemal, Titan dan Vero yang tidak ada penjagaan.


""Pa."" Bisik Dirgan ke Gion seraya melepaskan ikatan tali.


""Dirgan."" Gumam Gion terkejut, detik kemudian ia tersenyum bangga.


Gion sudah terlepas kini orang itu membantu melepaskan ikatan tali Titan, dan kemal. Titan dan Kemal pun terkejut tiba tiba ada orang yang melepaskannya.


""Siapa.?"" Tanya Titan. Kemal pun bertanya dengan bisikan dan Gion menjawab malas malasan.


""aku, orang ganteng."" Narsis Gion di situasi tegang.


""Om, aku akan ke posisi Bintang dan Om tolong bantu yang lainnya."" Ucap Dirgan ke Vero yang sudah terlepas.


""Tapi, Dir, Om tidak bisa melihat di situasi gelap."" Bisik Vero.


""Pakai ini."" Sedari berangkat, Dirgan sudah membawa perlengkapan, dengan pintarnya Dirgan membawa kaca mata khusus untuk bisa melihat dalam kegelapan sebab Fina berucap jika Bintang di sekap di Gudang terbengkalai.


Vero meraih dan langsung memasang, Dengan senyum mengembang, ia melihat Nata, Gion, Titan, kemal sedang membereskan anak buah Fatur tanpa suara di dalam kegelapan. Fina sendiri sudah terlepas entah siapa yang melepaskan. Namun Fina juga sudah memakai kaca mata canggih.


Namun senyumannya pudar saat mengerlyatkan matanya ke arah Meca yang sedang mundur mundur ke arah tepat ke hadapan Fatur.


""Mama."" Lirih Vero bergegas menuju ke arah Meca.


Sementara Dirgan, Sedang melumpuhkan Alex, Namun Matanya Membelalak sempurna, tiba tiba lampu sudah menyala seketika.


""Sial....."" Marah Fatur setelah mengetahui keadaan ruangan, ia pun dengan geram mengaktifkan tombol yang tersambung ke Bom yang di pangkuan Bintang sekaligus Bom yang ada di ruangan penyekapan Gilang.

__ADS_1


Bersambung....


Vote....Vote....Vote...


__ADS_2