BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 61


__ADS_3

Kemal yang sudah menyampaikan kicauannya di atas panggung serta para pengusaha lainnya sudah pada mencari mangsanya untuk di jadikan rekan bisnis, Nata langsung menyeringai tertuju ke meja Aksa dan ingin membuat Dirgan merasakan gimana rasanya kalau gadis yang di taksir bermesraan bersama pria lain pas di depan matanya.


Nata tidak suka dengan sikap pengecut Dirgan yang tidak mau terang terangan menyatakan perasaannya ke Bintang makanya ia ingin membuat hati Dirgan terbakar.


""Nat, mau kemana.?"" Tanya Dirgan yang akan di tinggal sendiri di meja tersebut.


""Lihat aksiku, jaga baik baik hatimu, ok."" sahut Nata penuh maksud dan beranjak ke meja Aksa dan Bintang.


Nata sudah berdiri di belakang Bintang dengan cepat pria yang sering di sebut Bintang sebagai pria casanova itu langsung memberi kecupan mesra di pipi sepupunya, Bintang.


""Apa yang..."" Bintang sudah siap merongrong kasar namun tertahan saat melihat siapa tersangkanya.


""Nat----?""


""Darling, aku tunggu tunggu lama amat sih."" potong Nata dengan mata berkedip genit. Rayu merayu wanita adalah kebiasaan Nata keturunan mendarah daging dari Kemal.


Nata yang tadinya hanya ingin mengerjai Dirgan malah kebablasan ingin sekalian memanas memanasi hati Aksa saat kepalan serta mata tajam Aksa tertangkap seakan ingin menerkamnya. dan tatapan itu membuatnya tertantang.


Bintang melongo mangap mangap, otak pintarnya tidak sampai, apa yang di lakukan sepupu somplaknya itu.


""Nata..! dasar gila, anjrit, kampret, kutu semut, berani beraninya dia mencium Bintang di tempat umum."" umpat Dirgan yang melihat kegilaan Nata dari tempat duduknya, ia menjadi geram sendiri sampai kepalannya terkepal erat padahal ia tahu jelas kalau Nata hanya sebagai sepupu, Bagaimana kabar Aksa yang tidak tahu sebenarnya hubungan Bintang dan Nata.


""Hey, jaga sikap anda."" Tekan Aksa ke Nata.


Nata tersenyum meledek. "" Maaf tuan, saya terlalu rindu dengan kekasih ku, walau baru di tinggal sebentar."" Sahutnya santai.


""Kekasih.? dasar sepupu somplak."" Batin Bintang yang sudah paham maksud Nata. ia berpikir, Nata akan membantunya beranjak meninggalkan Aksa, padahal niat awal Nata hanya ingin meledek Dirgan.


""Ayo darling, kita lanjutkan di meja ku."" Nata memasang lengannya ke Bintang agar gadis itu bergelayut di sana.


Bintang beranjak dari duduknya dan dengan senang hati menyambut akting gila Nata.


Sementara Alex yang berperan sebagai mata mata Fatur bertanya tanya sendiri, Siapa pria berjas mewah yang bersama Bintang ? pacarnya kah ? kalau benar pacarnya maka rencana Fatur tidak akan bisa berhasil kalau Bintang sampai menikah dengan orang lain.


Alex dan Fatur yang selama ini mematai matai keluarga besar Bintang ternyata tidak mengenali Nata karena Nata mendirikan usahanya sendiri dari nol tanpa ada bantuan dari kemal, identitas asli Nata pun sengaja di sembunyikan oleh Kemal, itu karena permintaan dari Nata sendiri yang ingin tahu sampai dimana kemampuannya.

__ADS_1


""Nona Jaauza, duduk."" Tajam Aksa. ia tidak mau kalau Bintang pergi begitu saja, hatinya sudah mendidih, kalau tempat yang di pijarnya bukan tempat kalangan atas maka Aksa sudah menarik Bintang dari hadapan Nata walaupun Nata itu kekasih Bintang. keinginan memiliki Bintang sudah memuncak, jadi apa pun yang terjadi Bintang harus menjadi miliknya, bagaimana pun caranya, kotor bersih sudah tidak di perdulikannya. Mungkin obsesinya terlalu tinggi untuk memiliki gadis itu.


""Anda harus menemani saya untuk mengajukan perposal ke CEO KEDWARD Software Corp."" Lanjutnya ke Bintang


""KEDWARD Software Corp.?"" Ulang Bintang. Aksa mengangguk.


Bintang langsung menoleh penuh maksud ke Nata yang sudah menyeringai mendengar keinginan Aksa.


""Waaah..kebetulan sekali, aku adalah Dinata Kedward, CEO yang anda maksud tadi."" Nata melayangkan tangannya untuk mengajak Aksa bersalaman.


""Menegangkan, aku tiba-tiba merasakan panas menggigil."" Batin Wiwid yang hanya tenang menyaksikan tatapan dingin Bosnya di timpal tatapan seorang Nata. ia juga mengira kalau Nata adalah kekasih Bintang dan Bosnya itu naksir Bintang dari pandangan pertama pas kejadian di Lobby penyambutan.


""Benarkah.! kalau begitu saya tidak jadi mengajukan proposal."" Aksa sangat terang terangan memperlihatkan ketidak sukaannya kepada Nata sampai proposal yang akan di ajukan bekerja sama dengan Nata di tariknya kembali.


""Baiklah, tidak masalah."" Nata menarik tangannya yang melayang di udara.


""aku juga tidak suka bekerja sama dengan orang yang menyangkut pautkan hal pribadi ke dalam kerjaan, Betul kan Darling?."" Sindir telak Nata. lalu melayang kan pertanyaan ke Bintang untuk membenarkan ucapannya.


""Eum..benar."" celetuk Bintang padahal dirinya sama saja dengan Aksa yang membawa masalah pribadinya.


""Ayo Darling, kita bersenang senang di tempat lain saja."" Nata kembali memanasi hati Aksa, senyum meledek pun tak lupa ia lemparkaan ke wajah Aksa yang sudah mengeras tertahan marah.


""Dengan senang hati."" Timpal Bintang tersenyum manis ke arah sepupunya, senyuman manis itu semakin membuat Aksa mendidih meledak ledak di dalam sana.


""Sialan..! kamu membuat ku marah, Bintang. Aku akan menghukummu."" Geram Aksa yang tidak terima kalau Bintang menjadi milik orang lain.


""Tuan muda ? apa kah saya harus mencari tahu identitas orang itu."" Tawar Alex, penasaran dengan sosok Nata.


""Terserah dan pergilah.!"" Aksa menyahut tanpa membuang perhatian matanya ke Bintang yang sedang berbincang bincang dengan keluarganya, ia semakin panas di kala Nata begitu di welcome hangat oleh semua kerabat Bintang.


""Pak Aksa, saya...""


""Pak Wiwid juga pergilah dan cari perusahaan Software lain, jangan pakai jasa perusahaan orang yang tadi."" potong Aksa memijit pelipisnya yang pusing di buat oleh Bintang.


""Tapi pak, Kedward Crop adalah perusahaan software yang sedang melaju pesat di saat ini.""

__ADS_1


""pak Wiwid."" Bentak Aksa melotot horor ke Wiwid.


""Maaf pak., saya permisi."" Wiwid langsung bergegas cepat dari duduknya, ia tidak mau menjadi sasaran empuk kemarahan Aksa.


""Kamu akan menyesal Bintang."" kesal Aksa.


Hati dan pikirannya sudah gelap, Sugesti yang di tanam oleh Fatur hampir menguasainya tanpa harus menunggu penyelidikan dari anak buahnya, hati yang bertekad untuk memiliki Bintang seutuhnya dengan kasih sayang darinya sudah lenyap terganti dengan hati obsesi penuh tanpa adanya kejernihan untuk Bintang.


""Keluarga mu sudah membuat Bunda ku menderita, maka sebagai balasannya kamu yang harus bertanggung jawab."" Seringainya menatap penuh benci ke semua keluarga Bintang. kini berhasil sudah sugesti dari Fatur dengan sendirinya.


Kini Bintang sedang melepas kangen bersama Biru dan Omnya, Titan. Dirgan yang mempunyai kesempatan bersama Nata langsung dengan cepat menoyor kepala Nata dari belakang hingga kepala itu tertunduk terkaget.


""Aiss.."" Kaget Nata.


Nata yang mengerti kekesalan Dirgan hanya tersenyum meledek ke arah Dirgan.


""Bagaimana aksi ku ? Keren kan, berhasil tidak membuat hati mu berdarah ?"" Nata semakin menggoda Dirgan dengan alis di mainkan naik turun.


""Yaak, aku lempar pakai gadis bohay remuk tuh pusaka."" Kesal Dirgan.


"""Hahaha...boleh tuh, pusaka Kramat ku tidak akan remuk, tapi terjepit kenikmatan."" Celetuk Nata semakin tergelak geli.


""Waaah...mesum, aku akan membawa Mumun kesini untuk tidur di ranjang 'One Night' mu."" Geram Dirgan.


""Bo---!"" Nata terhenti saat engeh siapa yang di maksud Dirgan.


""siapa ? Mumun monyet Gilang ?"" Lanjutnya. Dirgan mengangguk dengan seringainya.


""Ogaa..masa aku sama Monyet eeheem..eheemnya, iiih..."" Tolaknya dengan stay bergidik gidik jijik.


""Hahahaha...Mumun masih perawan lho."" Goda Dirgan.


""Aaaah..Diam."" Bentak Nata.


Kini Nata yang di buat kesal oleh Dirgan.

__ADS_1


__ADS_2