BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 78


__ADS_3

Angin malam berhembus menerpa kulit Dirgan yang sedang mengendarai mogenya menuju festival yang di inginkan Bintang, Dinginnya hembusan angin itu menyapa setiap inci pori pori kulitnya yang hanya menggunakan baju selengan.


""Bin, kamu dingin tidak.?" pekik Dirgan dengan sedikit menurunkan kecepatan motornya.


""Tidak, aku kan pakai jaket kamu.?"" sahut Bintang berteriak sebab angin begitu bising.


""Apa kamu dingin.?"" Lanjutnya.


""iya..sangat.?"" Jujur Dirgan.


""ya sudah , berhentikan saja motornya, kamu saja yang memakai jaket."" tawar Bintang perhatian.


Dirgan tersenyum simpul, mana tega dirinya membiarkan pacar dalam diamnya merasa kedinginan tanpa ada jaket yang menghalangi pori pori kulitnya. lebih baik dirinya sebagai lelaki yang merasakan dinginnya malam, dari pada harus Bintang yang merasakan itu.


""Tidak usah, nanti malah kamu yang kedinginan, tapi kalau bisa peluk aku saja lebih erat."" Sungging Dirgan.


Mendengar permintaan Dirgan, Bintang spontan memeluk tubuh sahabatnya dari belakang dengan begitu erat, berniat menyalurkan kehangatan tubuhnya ke Dirgan.


""Apa masih dingin. ?"" Tanya Bintang pas di daun telinga Dirgan yang tertutup oleh helm.


Dirgan semakin memperlambat lajuh mogenya, dengan sungging nakal di bibirnya. ""Sedikit.?"" sahut Dirgan penuh kemenangan.


""Aku rela kedinginan asalkan ada kamu yang menghangatkan ku."" nakal Dirgan dalam hati.


""Kenapa motornya semakin di pelankan? apa ada masalah ?"" Bingung Bintang.


""Tidak, cuma-----!""


""Biar di peluk lebih lama, Gitu.?"" potong Bintang menebak.


""Aaah.. kamu kenapa bisa tahu.!"" Jujur Dirgan.


""Yaak.. pria nakal.?"" cicit Bintang. ""ayo lajukan motornya lebih kencang lagi, aku tidak sabar ingin bermain.""


""Tapi dingin !""


""aku akan memelukmu seperti maumu."" Bintang mengeratkan kembali pelukannya, membuat Dirgan tersungging manis terus menerus.


Dirgan pun melajukan mogenya di atas rata-rata, Bintang semakin mengeratkan pelukannya, bukan hanya sekedar memberi kehangatan untuk Dirgan , tapi dirinya juga takut jatuh dengan laju Dirgan yang seperti ular, Sik sak sit, menghindari kendaraan lainnya.


""apa kamu takut."" ledek Dirgan dengan nada berteriak di selah laju motornya yang sangat kencang.


""Tidak."" Kilah Bintang.


""Kalau begini."" Dirgan sengaja memainkan motornya dengan menaik turunkan kecapatannya sehingga tubuh Bintang bergerak maju mundur sendiri.


""Pria nakal.!"" Cemberut Bintang memukul pundak Dirgan. "" Apa kamu ingin mati tanpa harus menikah dulu,punya anak serta cucu."" Kesal Bintang yang merasakan jantungnya akan copot.

__ADS_1


""Hahaha..."" Dirgan tergelak meledek lalu melajukan motornya dengan benar agar Bintang merasa nyaman di dalam boncengannya.


Beberapa menit berkendara, kini mereka sudah sampai di pintu masuk festival.


Lampu lampu festival malam begitu terang menerangi pasar malam itu, Bintang menatap takjub ke setiap permainan wahana. layaknya anak kecil yang sedang berbinar binar yang tidak sabaran untuk memainkannya.


""Dir, ramai yah.?"" tanya bodoh Bintang.


""rame lah, namanya aja festival, kalau kuburan noh...sepi."" Celetuk Dirgan gemas mencubit pipi Bintang layaknya mencubit pipi anak kecil


""Yaak kamu mah tidak seru."" Cemberut Bintang menepis tangan nakal Dirgan.


Sedetik kemudian Bintang meninggalkan Dirgan yang malah terkikik geli, padahal tidak ada yang lucu di mata Bintang.


""Hey.. tunggu."" Dirgan mensejajarkan langkahnya.


""Kita main itu yuk.. "" Tanpa ada persetujuan Dirgan, Bintang langsung menarik tangan Dirgan ke arah permainan bidik membidik yang menggunakan pisau kecil yang berhadiahkan boneka lucu lucu.


Dirgan langsung mengeluarkan biaya untuk membeli 2 tiket lalu menukarkan tiket itu menjadi sepuluh pisau runcing.


""Ni...buat kamu.!"" Dirgan menyodorkan dua pisau untuk Bintang dan sisanya untuk dirinya.


""Curang..."" Cibik Bintang. "" lihat lah, aku cuma dua dan kamu delapan sendiri."" protesnya.


""Biarkan saja nona, biar kekasihmu yang membidik, biar dia mendapatkan boneka berbentuk hati itu, untuk Nona. lihat lah kekasih ku dia sudah menghabiskan banyak tiket, menggebu gebu ingin mendapatkan boneka itu untuk ku tapi sampai sekarang masih nihil.""


Bintang melirik boneka hati yang di tunjuk oleh pengunjung cewek itu, hatinya tergelitik saat cewek itu menganggap dirinya dan Dirgan sepasang kekasih.


Sementara Dirgan terdiam dengan mata melekat memandang wajah Bintang yang lagi tersungging misterius menatap boneka yang di maksud oleh pengunjung cewek tadi.


""Aaah..sayang, kalau begitu dapatkan boneka itu untuk kekasih mu ini."" Goda Bintang dengan nada genitnya. Dirgan mangap mangap tak bersuara. Heran dengan tingkahnya Bintang.


""Ni...ambil semua."" Bintang mengembalikan dua pisau itu lagi ke Dirgan. ""sepuluh pisau harus bisa mendapatkan boneka itu, kalau tidak, kita PUTUS."" Tantang Bintang penuh penekanan mengatakan putus, dengan hati tergelitik ingin terbahak tapi tertahan sebab pengunjung cewek yang tadi selalu memperhatikan ke arah Dirgan.


Dirgan masih di dalam kehipnotisannya dengan panggilan sayang serta kekasih untuknya dari Bintang.


""Dir."" sentuh Bintang di lengan Dirgan, alisnya pun terangkat. "" apa kamu tidak sanggup.""


Dirgan terkesiap. ""Aku bisa, sepuluh pisau maka boneka pun harus sepuluh."" Dirgan mengedipkan mata genitnya, membuat pengunjung cewek di sampingnya terkesima, iri dengan keromantisan sepasang yang disangkanya sepasang kekasih, padahal hanya sebatas sahabat.


""Romantis sekali."" Cewek itu menyenggol lengan kekasihnya. "" jadi kekasih tuh yang romantis seperti itu, jangan kaku punya sifat."" lanjutnya menyindir keras kekasihnya.


""Semangat."" ucap Bintang.


Dirgan sudah mengambil kuda kuda ingin membidik titik tengah di papan bulat yang berada agak jauh dari hadapannya, ia harus membuktikan ke Bintang, 'Sepuluh pisau maka sepuluh boneka.'


Syut...syut..syut...syut..syut..

__ADS_1


Dirgan dengan cepat melempar pisau itu sekaligus lima secara bergantian.


Bintang berjingkrak heboh saat lima sasaran Dirgan mengenai tepat sasaran.


""Aaah,, hebat."" puji Bintang. Dirgan tersenyum bangga.


""Pak, sini hadiah ku."" Songong Bintang langsung melayangkan tangannya ke bapak penjagah. bapak itu pun langsung memberikan boneka ke Bintang, namun bukan boneka hati yang di maksud oleh pengunjung cewek yang tadi.


""Yaak...Dir."" Bintang bukannya protes ke bapak penjagah perihal boneka, malah merengek ke Dirgan.


Dirgan menatap bapak penjagah paruh baya itu. "" pak , kenapa bukan boneka itu."" Tanya Dirgan menunjuk boneka besar berbentuk hati.


""Kalau itu, harus jeckpot, anda harus melempar sepuluh kali tanpa zonk."" jelas bapak itu.


Dirgan menyeringai. "" tinggal lima dong, pak.""


Bapak itu mengangguk.


Tanpa lama lama, Dirgan melempar pisau lagi dengan cara cepat seperti tadi.


""Mak....rugi aku."" adu sang bapak frustasi. ia tidak percaya pelanggannya dengan mudah mendapatkan boneka yang paling bagus dari yang lainnya.


""hahaha..."" Bintang tertawa senang saat boneka sudah di tangan.


Dengan bangga Bintang memarkan boneka hatinya ke arah cewek yang sedari tadi curi curi pandang ke Dirgan.


""Bagaimana ? "" Ucap Dirgan minta pujian.


""Bagus.!"" Senyum Bintang.


""Begitu doang, lihat lah aku sudah memberi mu sepuluh boneka."" seringai Dirgan.


""Terus apa.?"" tanya Bintang.


""ini..."" nakal Dirgan memanyunkan bibirnya seperti ingin berciuman.


""Yaak..."" protes Bintang. ""Ni...cium..nih.."" Dengan Agresif, Bintang menyodorkan boneka babi ke bibir Dirgan.


""Hahahaha..."" Gelak Dirgan tanpa beban.


""Hiiiiii... romantis amat sih ! aku mau punya cowok romantis dan hebat seperti dia, Tampan pula."" Cewek yang sedari tadi menyaksikan kebersamaan Dirgan dan Bintang, tanpa sadar menghentakan kakinya, kesal iri seraya mengundang telinga sang pacar mendengar ceweknya mendambakan pacar orang lain.


""Kalau mau seperti dia, maka sana ! rebut dia dari kekasihnya yang cantik itu."" Sang Cowok dengan kesal membalas. ia pun memuji kecantikan Bintang di hadapan ceweknya.


""Sekarang kita PUTUS."" lanjutnya berlalu pergi.


Bersambung...

__ADS_1


Vote...Vote...Vote...


__ADS_2