BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BUNUS CHAP NATA


__ADS_3

Dinata Kedward Abraham, Tersenyum mesum melihat wanita yang di bokingnya sedang menari hot seraya melepaskan pakaiannya sendiri satu per satu.


Nata sendiri hanya duduk di sofa dengan kaki satu menempu di kaki satunya dengan wine di tangannya, dan sesekali di sesapnya tanpa membuang pandangannya ke arah wanita yang masih menari menggodanya.


""Menari lah yang lebih hot lagi, itu terlalu biasa."" Nilainya tidak puas.


Dengan musik yang mendukung suasana Apartemen itu. Wanita one night Nata semakin hot menarinya dan sekarang si wanita berjalan mendekati tuannya seraya melepaskan benang terakhir yang menempel di tubuh mulus indah tapi...... entahlah, murahan kali ya?


Nata masih tak bergeming, masih duduk santai tanpa ingin menerkam mangsanya. rasa rasanya ia belum memiliki hasrat untuk bermain lebih cepat. malam masih panjang ini, kenapa harus buru buru, Pikirnya nikmati dahulu pemandangan indah itu.


""Tuan..!"" Manja wanita itu seraya duduk menyamping di pangkuan Nata dengan tubuh polosnya. tangannya bergelayut genit di leher Nata setelah menaruh paksa tangan Nata di buah dadanya.


""Jangan mencium bibir ku."" Elak Nata membuang muka ke samping. wanita itu keheranan Tapi tidak berani bertanya.


Ya..... walaupun penjahat kelamin atau si pria Casanova turunan sifat sang Kemal casanova tobat. ia tidak pernah mau di cium bibirnya oleh wanita murahan. ia jijik akan bertukar Saliva bekas saliva pria becat sepertinya di luaran sana. Cukup dengan celup saja ia lakuin dan sesekali meladeni nafsunya dengan bermain di kedua gunung kembar. Tidak di pungkirinya kalau dirinya adalah seorang laki laki penjahat kelamin, tapi ia tidak pernah memaksa pasangannya, Lo jual gue sikat pakai duit banyak. dan itu hanya berlaku satu malam tidak untuk keduanya mengulangi dengan wanita yang sama.


Nata mendorong tubuh itu untuk turun dari pangkuannya.


""Menari lagi, aku belum puas melihat lekukan tubuh itu.."" Titahnya dengan tangan nakalnya menggeprak b okong sang wanita.


Wanita itu menurut, perintah Nata adalah wajib...bisa bisa tidak akan mendapat tips lebih jika tak memuaskan.


Di luar Apartemen, Si ratunya Nata yakni Yola sedang menekan tombol password unit.


Ceklek. pintu terbuka dan masuk lah ia tepat di ruangan Nata berada.


""Nata gendengggggg. !"" Teriak Yola menggelegar bersedakap pinggang.


Nata terkesiap, apalagi si wanita itu terdiam patung dengan tubuh polosnya.


Mata Yola membulat horor ke wanita bayaran anaknya yang sedang buru buru memakai pakaiannya kembali.

__ADS_1


Nata sendiri awalnya masih datar, tapi kepergian wanita bayaran, ia berdiri di hadapan mamanya dengan wajah terlihat kocak memohon untuk tidak di marahin.


""Mama sayang. ""Manjanya merangkul pundak Yola.


""Apa ? lepas...! tidak ada ruba rubanya tuh kelakuan, kapan kamu nyusul menikah seperti Dirgan dan Aksa, hah. ?"" Cubit Geram Yola di pinggang anaknya. Nata tak meringis padahal sakit.


""Kapan kapan ma ! "" Cengirnya hingga gigi putih itu terlihat semua.


"" Mama tidak mau tahu, mama sudah mengatur jadwal kamu ke ibell, sekretarismu untuk bertemu janji dengan pilihan mama, besok kamu mama jodohkan, titik tidak pakai tolak.


...*******...


Ibell sang sekretaris sedang memandangi bosnya yang sedang mengaca di ruangannya. Ibell menggeleng, membuang pikirannya yang sudah memuji ketampanan Bosnya. Bos Mesum yang tidak pernah di filter omongannya, selalu mesum jika berbicara kepadanya kalau di luar pembicaraan kerjaan.


""Ibell, aku tampan tidak ?"" Nata masih asyik menyisir rambutnya menggunakan jari jemarinya.


""Tampan ! tapi sayang mesum dan belum menikah sama saja tidak laku laku, bos."" Celetuk Ibell, bukannya tidak sopan, Ibell hanya membeli godaan Nata.... Lihat saja mata seorang Nata, Mata itu sedang berkedip merayunya.


Nata tertawa kecil, Gombalannya basih jika berurusan dengan sekretarisnya...tuh kan, Si Ibell sang sekretaris cantik montok sedang membacakan jadwal kegiatan sang Bos untuk hari ini. Berkelit....pintar deh ah, Ibell itu membuatnya mati kutu.


""Cafe bos ! ibu bos sudah memberi titah untuk mengatur jadwal pertemuan anda bersama calon istri bos."" Jelas Ibell mengulang.


""Batalkan saja, aku tidak mau."" Tolak Nata.


""Maaf Bos, tapi tidak bisa, si bos harus datang kalau tidak sang ibu akan marah kepadaku, aku lebih takut marahnya ibu bos dari anda yang tukang menggoda."" Geli Ibell yang melihat raut asem wajah Nata.


Nata menyeringai, ia akan menggoda sang sekretaris untuk ke sekian puluh puluh juta saja dari pada harus pergi. "" Bagaimana kalau kita jalan jalan saja di jam 12, aku traktir deh, kemana pun.""


Nata mulai menggoda sekretaris cantiknya, ia penasaran dengan wanita satu ini, setiap di ajak atau di goda apa pun, sang sekretaris tidak pernah merespon baik.


""Yaelah bos, ogah saya..Aku tahu maksud jalan jalan itu apa ? palingan juga happy happy yang berbau intim, o g a h.!"" Tolak Ibell sejuta kali kali.

__ADS_1


""Ais, Ibell. kamu cantik dan montok amat sih jika sedang menolak ku."" Rayuan maut tak pernah pupus walaupun tidak berhasil.


Hemm...Ibell kepingin munta dapat rayuan dari Bos mesumnya. Bosnya memang mesum kadang kadang, tapi ia hanya menganggap angin kentut saja, toh... bosnya hanya sekedar omongan saja tak pernah nakal yang berlebihan. Ibell betah bekerja di sisi Nata karena jika menyangkut pekerjaan, Bosnya itu teliti dan profesional sekali. yaaak... walaupun di akhir ia selalu dapat godaan... memang Mesum tuh si Dinata Kedward Abraham.


""Aku mual Bos.!"" Songong Ibell.


Nata tergelak, sekretarisnya selalu saja menolak dan menolak untuk di rayu. Dan akhirnya Nata meninggalkan ruangan sekretarisnya dengan terpaksa, jika ia berada di ruangan itu lebih lama lagi maka ia takut bisa menerkam Ibell langsung. walaupun dirinya penjahat kelamin tapi ia bukan pemaksa, Gue suka, Lo Suka , ayo kita lakuin.... itulah Nata.


...******...


Jam 12 siang di Cafe..


Ibell tidak ikut turun untuk menemani bosnya yang akan temu Janji oleh pilihan sang nyonya majikan. Gadis cantik itu hanya duduk di atas mobil Nata.


Nata mengerlyatkan matanya ke seisi table di cafe tersebut, ia mencari wanita berpakaian baju pink, wanita yang akan di jodohkannya.


Tapi kok....rasa rasanya aneh ! orang yang memakai baju pink malah seorang Lady Man alias banci. mamanya salah orang tidak ya...? Masa batang ke temu batang...ah, ia masih doyan yang bolong bolong bukan pedang sama pedang.


Nata menghampiri Lady Man itu tanpa ingin duduk.


Si lady Man mendongak dengan senyum jijik yang terlihat oleh Nata.


""Nata kan ? anak dari Tante Yola, yang mau di jodohkan dengan saya, aku Lilita. !"" salamnya memperkenalkan diri.


Aih.... benar ! Mamanya picek atau otaknya bergeser, masa Ingin punya mantu modelan lekong....Maamamaamam....Nata kabur tanpa bersuara. Ngebirit ia masuk kedalam mobil secepat kilat.


""Ada apa bos ? apa saking cantiknya si pilihan nyonya hingga anda tidak kuat untuk pergi dan segera minta di bikinkan acaranya.!"" Heran Ibell.


""Ayo Bell, kita kabur dari sini, si ratu ingin aku menikah dengan seorang Lady Man.!"" Nata tancap gas.


""Lady Man ? Banci ? hahahaha.!"" Ibell terpingkal pingkal menertawakan Bos-nya.

__ADS_1


""Isabelleeeeee, Shut up."" Horor Nata. Malu.


""Iya Bos."" Ibell masih tertawa dengan tangan membekap mulutnya.


__ADS_2