BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 28


__ADS_3

Kelompok sudah di bagi menjadi beberapa untuk mempermudah para panitia mengawasi murid muridnya, pihak sekolah juga tidak tanggung-tanggung menyewa polisi hutan untuk membantu mengawasi jalan pelaksanaan program studinya kali ini.


Mendaki gunung sudah di mulai sejak beberapa menit tadi, semua peserta membawa perlengkapan penelitian di tangan masing-masing, mereka semua terlihat antusias dan bersemangat soalnya hasil studi ini juga masuk ke nilai akhir kelulusan nanti.


Morgan dan Bintang satu kelompok kali ini, karena pengacakan kelas di terapkan. Justien dan kelompok geng cabe rawit juga termasuk ke kelompok Bintang, dan itu yang membuat mereka mendengus senang, karena bisa mendukung kelancaran aksi nekad mereka.


Sementara Aksa dan Dirgan di kelompok kan bersama dengan beberapa murid lainnya termasuk Tiko kribo, dan itu membuat Dirgan menyeringai jail, ia ingin menggoda Tiko kribo itu.


""Hey bang Tiko..jika aku tidak kuat mendaki sampai puncak, kamu gendong aku, ya.!"" Goda Dirgan menoel perut gendut Tiko yang berjalan beriringan.


""Enak saja kau, lihat lah barang bawaan ku, sudah penuh begini."" tolak Tiko. ia menunjukkan dua ransel ke Dirgan, yang satu di gendong di punggung dan yang satunya di gendong di bagian dada depan.


""Aah.. kamu ini, bawa apa sih banyak amat, lihatlah ke semua murid, tidak ada yang membawa dua ransel selain dirimu, kribo..!"" ledek Dirgan seraya berjalan mendaki terus.


""Bodoh, ini itu isinya makanan semua, Mak aku yang ngebekali, Takut anak gantengnya ini menjadi kempes perutku.


""Ahaa.. makanan ya.. kalau begitu, sini aku bawakan.!"" seringai Dirgan sudah menaruh tangannya di ransel depan Tiko.


""plaaakk.."" Tiko langsung menabok tangan Dirgan. ""Giliran makanan saja, ingin kau bawakan, aku tidak mau, nanti makanan ku kau habiskan semua."" Ucap logat Tiko.


""yaelah..Bang kribo, sedikit saja, kamu pelit amat sih.."" dengus Dirgan.


""Berisik..!"" kesal Aksa yang berjalan di belakang Dirgan dan Tiko, pria dingin itu sejak di umumkan tidak sekelompok dengan gadisnya, seketika menjadi uring-uringan terus.


Dua cecunguk itu seketika langsung diam, saat menoleh kebelakang mata Aksa menatap tajam ke arahnya.


""Yaak..Si Aksa lagi datang Bulan.."" Bisik Dirgan ke Tiko dan di timpali anggukan dari pria remaja keturunan Batak kental itu.


Di kelompok lain, Bintang yang sudah mendaki jauh dari kelompok Aksa. Morgan mengambil ke sempatan untuk mendekati Bintang lagi. ia tidak ingin jauh jauh dari mantannya itu.


""Sweetie, capek tidak..?"" Tanya Morgan yang berjalan di belakang Bintang.


""Tidak, emangnya kalau aku capek, kamu mau ngapain.?"" sahut Bintang tanpa menoleh ke belakang.

__ADS_1


""Mau menggendong mu."" senang Morgan tersenyum lebar.


""Benarkah.?"" seringai Bintang.


""eum.. sangat Benar.""


""Haniaaaa.."" panggil Bintang yang berjalan ngos ngosan di depannya, Gadis gendut keturunan cina itu seketika berhenti dan menoleh ke arah Bintang dengan alis terangkat.


""Capek tidak?"" tanya Bintang, Hania mengangguk lemas. ""Morgan mau lho menggendong kamu."" Goda Bintang.


Seketika mulut Morgan mangap lebar mendengar kejahilan Bintang, sedetik kemudian ia menutup paksa mulutnya dan menelan ludahnya dengan sangat susah.


""Aaahh..makasih lho..!"" senang Hania. Pikirnya, tidak ada Tiko, Morgan pun jadi secara Tampanan Morgan berkali kali lipat dari pada gebetannya itu.


""Yaaak..tidak..tidak..tidak.."" Tolak Morgan telak. ""mana kuat aku, gendong gajah seperti mu.!"" cibik Morgan mengerucut.


""hahahaha..""Bintang terbahak.


""Ya sudah..aku juga tidak mau di gendong oleh pria yang kurang bertenaga seperti mu."" Balas Hania tidak terima di katain gajah.


Goda dan candaan Morgan lemparkan ke Bintang panjang lebar mengiringi langkah beratnya mendaki gunung, Bintang hanya diam dan sesekali tersenyum manis mendengar candaan mantannya itu. Morgan tidak pernah berubah dari dulu selalu humoris walaupun sering di galakin Bintang namun anehnya cowok itu selalu bertingkah manis di depan Bintang.


Pendakian hampir sampai ke puncak, kelompok Bintang hanya beberapa langkah lagi sudah sampai, sementara kelempok Aksa tertinggal jauh di belakang karena ulah Tiko yang mendengus pegal dan selalu istirahat seenak pantatnya.


""Woy..cepat Tiko, kita tinggal tahu rasa lho di makan ular raksasa."" celetuk Dirgan.


""Tinggal saja."" Timpal Aksa.


""jangan dong."" cemberut Tiko langsung berdiri dari duduknya. mencopot ransel yang di taruh depan dadanya. ""Bawain.."" perintahnya ke Dirgan.


Dirgan langsung tersenyum penuh kemenangan. "" Dari tadi ke' kribo, dengan senang hati aku bawakan."" lirihnya langsung membuka tas yang berisi makanan semua. tanpa dosa sahabat Bintang itu mengunyah kue kering dengan lahapnya seraya berjalan pelan di belakang Tiko.


""Aduh.. capek.."" keluh Tiko berjongkok memegangi ke dua lututnya. sedetik kemudian ia menoleh ke belakang ke arah Dirgan.

__ADS_1


""Kunyuk, kamu memakan kue favorit ku."" Dengus Tiko, menarik toples plastik yang di apit oleh Dirgan, membuat sahabat Bintang itu terkaget.


""Uhuuuk.. uhuuuk.."" Dirgan ke selek kue karena suara serta aksi Tiko mengagetkannya. ""Tiko..Tiko..kribo..minta minum."" pintanya memelas.


""ogah.. kalau mau minum, pipisnya di wadahin baru deh di minum."" sadis Tiko.


""Tiko..Buruan."" ketus Dirgan.


""Tidak..pipis saja."" balas ketus Tiko.


""Kribo, Aku gelindingin ke bawa seperti bola yang terjun bebas."" Ancam Dirgan sudah mencengkeram baju belakang Tiko.


Tiko mendengus kesal melirik Dirgan dengan malasnya. "" apa air juga, kamu tidak membawa.?"" Aneh Tiko. masa ia mendaki gunung tapi tidak membawa persediaan sama sekali.


""Aah..lupa."" polos Dirgan membuka tas lalu mengeluarkan air mineralnya.


""tch.."" malas Tiko memutar mata jengahnya.


Di atas puncak gunung, kelompok Bintang sudah sampai duluan.


""uuuhuuuiii.."" Senang Bintang, mengerlyatkan mata kucingnya ke segala penjuru yang banyak di tumbuhi obat herbal yang di percayai oleh budaya setempat.


""uuuhuuuiii."" Morgan meniru gaya Bintang untuk menggoda gadis itu. seraya tersenyum manis ke arah Bintang.


""Apa sih..Nyiplak aja..!"" cibik Bintang. Gadis itu menatap tajam ke arah Morgan.


""Biarin, tapi aku lucu kan."" Ucap Morgan membanggakan diri sendiri.


""Eum..lucu ! kalau di mata Naomi."" Sindir Bintang, mengingat kan cewek yang sudah menjadi orang ketiga di hubungan mereka di kala waktu itu.


""Yaak..Bin..!"" malas Morgan membahas kesalah pahaman itu. ia jadi tidak sabar untuk mencari waktu luang untuk menjelaskan secepatnya.


""Apa..?"" Jutek Bintang meninggalkan mantannya untuk bergabung ke teman teman satu teamnya

__ADS_1


Semua murid di kelompok Bintang sudah memulai tugasnya, mereka semua mengikuti arahan dari pembimbingnya, Bintang dengan otak cerdasnya selalu mengambil sampel obat tersebut, entah buat apa namun pikirnya pasti ada gunanya dan memberikannya kepada papanya untuk meneliti lebih lanjut lagi di lab nya.


Bersambung...


__ADS_2