BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 110


__ADS_3

Plak...


""Auw... sakit.""


Dirgan yang mendengar pengakuan manis Bintang yang membalas perasaannya seakan tidak percaya, ia mengira ini adalah mimpi indah, bahkan yang paling indah semasa hidupnya. Untuk meyakinkan dirinya jika itu nyata atau mimpi ? Dirgan pun menampar pipinya sendiri.


Bintang terbahak geli melihat kekonyolan Dirgan.


""Aku akan menambahkannya."" Bintang ikutan menabok sedikit keras pipi Dirgan. dan Dirgan langsung menangkap tangan Bintang yang mengudara setelah dapat tekanan di pipinya.


""Bukan mimpi ?"" Bintang mengangguk membetulkan ucapan Dirgan dengan tangan masih di cekram lembut oleh sahabatnya Eehh.. kekasih mungkin kali ini.


""Nyata.?"" Tanya Dirgan lagi masih tak percaya.


""Real.!"" Tukas Bintang.


Dirgan ingin memeluk tapi di urungkan. ia takut kalau Bintang hanya menggodanya, Sahabatnya itu kan kalau di ingat ingat sering jahil.


Dirgan melepas tangan Bintang sedikit kasar. Bintang mengerutkan dahinya, Bingung. Kenapa Dirgan nampak tak senang ? bukannya Dirgan juga mencintainya ?


""Kamu selalu menggodaku Bin, kamu menertawakan ku, kamu sudah milik orang lain, tidak pantas lagi aku mendengar ungkapan manis itu, pergilah....pasti suami yang kamu maksud itu sudah menunggu mu atau dia mungkin sekarang lagi cemas mencari mu, pergilah..atau aku akan mengantarmu."" usir Dirgan menarik tangan Bintang untuk bangun dari duduknya. Bintang melongo menurut, sahabatnya tidak bisa membedakan yang mana namanya menggoda ? yang mana namanya ucapan real darinya ? Salah sendiri dari tadi dan semenjak dulu ia sering menggoda Sahabatnya itu. Bintang berpikir, bukti apa yang bisa membuat pria konyol di hadapannya itu percaya kepadanya.


""Katakan ? hotel mana kalian sewa selama berbulan madu di tempat romantis ini ? seharusnya Aksa tidak membawa mu pergi jauh dengan keadaan hamil muda ! kalau janin mu kenapa kenapa bagaimana, hah? aku akan mmmmm...."" Bibir cerewet Dirgan di bungkam langsung menggunakan bibir Bintang. Jika masih di anggap menggoda ! sungguh, Bintang akan menghajar Dirgan dan menghanyutkan Dirgan ke sungai Seine Paris yang terkenal itu.


Tubuh Dirgan menegang, Demi apa ? ia mendapat ciuman dari Bintang tepat di bibirnya. Tangannya bergerak tak sadar menahan tengkuk Bintang, Matanya terpejam menikmati pangutan itu seraya membalas ciuman yang sangat manis lembut dan pangutan itu membuat hatinya berbunga-bunga. Rasa sakit hati yang terasa sebelumnya hilang seketika tergantikan perasaan senang menjalar ke mana mana, saking senangnya ia tidak bisa mengungkap dengan kata kata indah apa pun itu. Cintanya terbalaskan, Ia hanya ingin berteriak jika Bintang membalas perasaannya. Demi tuhan, ia sangat mencintai gadis yang sekarang menciumnya itu.


Mereka tidak memperdulikan ada begitu banyak turis asing yang mungkin melihatnya mengumbar ciuman, dan sebenarnya bagi turis asing di luaran sana itu hanya hal biasa....ahh, Dunia dan kota Paris yang romantis itu serasa miliknya seorang bersama Bintang.


""Bagaimana ? percaya ? Suami masa kecil ku ?"" Pangutan terlepas, Bintang kembali menggoda Dirgan dengan memasang wajah cantiknya tepat di wajah Dirgan yang sudah merah merona.

__ADS_1


""Suami kecil ?"" Tunjuk Dirgan ke wajahnya.


Bintang mengedipkan salah satu matanya. ""Suami !"" Suara Manja Bintang dengan senyum termanisnya.


""Aaaah.....aku percaya...!""


Cup cup cup...


""aku mencintaimu Bintang !"" Saking senangnya, Dirgan menghujami ciuman singkat ke seluruh wajah Bintang dan setelahnya, Dirgan memeluk Bintang, mengangkat tubuh itu sehingga Bintang spontan mengangkat kakinya kebelakang, Dan dengan perasaan berbunga bunga, Dirgan memutar tubuhnya dengan Bintang di dekapannya, Sehingga Bintang ikut berputar dengan tangan melingkar ke leher kekasihnya yang takut jatuh.


""Hahahaha...Dirgan, stop."" Tawa Bintang minta di turunkan merasa pusing.


Dirgan berhenti dari aksi gasingnya, menurunkan Bintang dan kembali memeluknya lagi dengan mata berkaca-kaca terharu.


""Gadis nakal ! aku mencintaimu dari dulu sampai saat ini, sangat mencintai mu.!"" Cium Dirgan di pucuk kepala Bintang.


Bintang tersenyum dalam dekapan hangat itu, dekapan yang nyaman, yang sebenarnya rasa itu rasa cinta bukan nyaman rasa sahabat yang dari dulu merulung benaknya setelah Aksa menempatkan hatinya di posisi yang terpaksa.


""Aku tahu, kamu sudah mengungkapkannya di saat sedang meracau mabuk."" Bintang menarik hidung mancung Dirgan dengan gemas penuh tekanan. ""Dan..... aku juga mencium mu tepat di sini....di malam itu."" Bisik Bintang seraya menaruh telunjuknya di bibir Dirgan tak lupa senyum remeh mengembang untuk meledek Dirgan yang bodoh yang selalu memendam perasaan cintanya.


Dirgan mematung mencerna ucapan Bintang menatap dalam manik Bintang. ia tidak sadar... ternyata tadi ciuman yang kedua ? Aah.. senangnya, tapi....senang itu masih ada sedikit keganjalan dan ia harus menanyakan apa yang terjadi selama dirinya berada jauh di hidup Bintang. Aksa ? bagaimana dengan Aksa ? pernikahan ? kehamilan Bintang ? Seketika ia melepaskan pelukannya dan menarik tangan Bintang untuk duduk di atas rerumputan taman yang semakin malam semakin romantis di tempat itu, di tambah ada Bintang sekarang ini yang menemaninya.


""Bin, Apa yang terjadi belakangan ini? Aksa dan kehamilan mu ? ayo jelaskan ?"" Selidik Dirgan bertanya dengan wajah yang serius.


Bintang tersenyum tipis, ini bukan waktunya menggoda lagi melihat wajah serius Dirgan. Bintang pun menjelaskan semuanya tentang Aksa tak terkecuali serta mengenai cerita bohong Aksa terhadap kehamilan yang tak ada nyatanya.


""Percaya ?"" Tanya Bintang.


""Seratus persen.!"" Tidak ada keraguan lagi di hati Dirgan, sebentar lagi kekasih diamnya yang dari dulu kini sudah menjadi nyata. begitu banyak rasa sakit yang di pendamya selama ini, dan kesabaran itu tergantikan dengan sangat indah, keajaiban sungguh nikmat bagi Dirgan. Bintang adalah hidupnya dari kecil sampai tua pun tidak akan ada yang bisa menggeser nama itu di hatinya.

__ADS_1


""Ayo kita pulang, aku tidak sabar menyampaikan kabar bahagia ini ke keluarga ku dan keluarga mu."" Ajak Dirgan tak sabaran ingin cepat cepat mempersunting Bintang. Sampai Bintang di tarik tarik untuk berdiri.


""ish...Tunggu dulu ? maksud nya pulang kemana ? kerumah kamu yang ada di sini atau pulang ke negara kita."" Cegat Bintang memukul pelan tangan Dirgan.


""Pulang ke negara kita lah, Bin...! aku ingin melamarmu di hadapan semua keluarga mu."" Dirgan mengebu gebu ingin memiliki Bintang seutuhnya.


""Sekarang ?"" Kalau Dirgan mengiayakan maka tangan enteng Bintang akan melayang.


""Sekarang !."" Sahut Dirgan masih tak sabaran.


Bintang berdiri dari duduknya dan.....


Plak...Bugh... Bugh..


Pukul Bintang ke lengan Dirgan berkali kali.


""Kenapa kamu memukul ku ?"" Heran Dirgan namun nadanya terdengar merajuk manja.


""Cih, enak saja main minta pulang ! aku sudah capek-capek ke sini terus cuma semalam doang gitu ? tidak bisa..!"" Tolak Bintang.


""Terus maunya ? ""


Bintang menyeringai. "" Jalan jalan lah, dan kamu------?""


Dirgan memotong ucapan Bintang, Mengerti."" dengan senang hati, aku akan menemanimu sampai kapan pun !"" Senyum Dirgan mengembang manis.


""Plus maharnya ya....aku kan tidak bekerja lagi."" Sisi Matrenya keluar sudah, yang setiap wanita akan memiliki itu.


""apa pun itu, let's go."" Dirgan memasang punggungnya untuk menyuruh Bintang naik. ia mengerti kalau kaki Bintang lagi pegal mungkin sampai sepatu bot cantiknya di lepas.

__ADS_1


""Terbaik."" Sambut Bintang berloncat naik ke punggung Dirgan dengan tangan satu memegang sepatunya dan tangan satu di gunakan untuk berpegangan.


Mereka pun berkeliling sekitaran taman dengan Dirgan mengendong Bintang di punggungnya, Layaknya Bintang anak monyet yang bergantungan di induknya.


__ADS_2