BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 50


__ADS_3

Satu bulan sudah terlewat, Bintang bekerja di perusahaan yang menggoli pasaran internasional, atau sering di kenal 'AL Corp'.


"" Dengar dengar dari wakil direktur. Besok, CEO kita akan pindah ke sini lho, ngantornya. dan besok, kita di tuntut datang lebih pagi untuk menyambut pemimpin kita.""


"" trus, ngaruh gitu, CEO kita itu sudah tua, tidak ada yang menarik.""


"" kata siapa, yang tua itu comisaris CEO, dan CEO baru adalah anaknya, dan dengar dengar juga wajahnya tampan serta masih muda. dan sebenarnya anaknya lah yang bangun perusahaan ini. Comisaris CEO itu hanya mendirikan perusahaan Manufaktur yang sama majunya seperti perusahaan kita.""


"" Benarkah..? kalau begitu mata kita akan Fresh terus setiap hari jika yang kamu dengar itu betulan.""


"" Mata memang fresh, tapi kita akan makan hati setiap hari , Gosipnya, CEO kita itu orangnya dingin serta inovasi setiap divisi harus perfeck, salah sedikit akan berujung tanduk karir kita.""


Bintang hanya mengaduk aduk jus alpukatnya di kantin khusus perkantoran, seraya mendengar kan teman satu divisinya membicarakan hal tersebut tanpa Ingin ningkrum.


Padahal ada rasa penasaran di dirinya, perihal CEO yang katanya harus perfeck untuk bekerja. Pasalnya, ia sudah bekerja satu bulan lamanya, dan satu bulan itupun, ia belum pernah melihat sosok pemimpinnya, begitu pun anak baru yang lainnya. tidak salah, jika perusahaan tempatnya bekerja maju pesat di pasar internasional hanya dalam beberapa bulan saja, kalau pemimpinnya saja teliti dan tegas.


"" Seteliti apa sih pemimpin perusahaan ini, jadi penasaran bagaimana sosoknya, pasti berkumis tebal panjang, galak bermuka sangar, perut buncit dan tegas."" batin Bintang penasaran yang tidak percaya oleh gosip dari temannya kalau pemilik perusahaan itu masih muda.


*****


Hari esok pun tiba, kini, setiap maneger maneger divisi sudah datang kecuali maneger devisi marketing yang terlambat, Bintang.


Antusias, dan tentunya penasaran, mereka berkumpul bersiap siap di lobby utama untuk menyambut sosok pemimpin mereka.


Para karyawan wanita terlihat berpenampilan berbeda dari sebelumnya yang hanya biasa biasa saja menjadi luar biasa, Menor. berniat ingin memberi kesan cantik untuk pimpinannya.


Sementara Bintang, wanita cantik itu masih di dalam kamar mandinya, terburu buru menggosok gigi asal asalan.


""aduh..aduh..aduh..Aku telat...telat..telat.."" Bintang menggurutu seraya berlarian ke arah lemari pakaian.


""ini semua karena mu, pria dingin."" Bintang mengoceh menyalahkan Aksa yang masuk ke dalam mimpinya seraya memakai rok span hitam selutut memperlihatkan kaki jenjang mulusnya.


""Jangan sampai kita bertemu kembali, aku tidak suka melihat wajah mu lagi."" Bintang sekarang lagi memasang blizer Formal berwarna putih.


""Sudah lewat beberapa tahun tapi muka dingin mu masih terngiang di otak kusutku, tch, harusnya kamu tidak menampakkan dirimu walaupun lewat mimpi saja, untung cuma mimpi kalau kenyataan aku pastikan hidup damai mu akan ku porak-poranda kan sampai kamu pusing tujuh keliling."" Bintang masih mengoceh sendiri di apartemen yang luas tersebut.

__ADS_1


Dirasa sudah cukup dengan berdandan tipis saja, Bintang pun melangkah meninggalkan Apartemennya dengan langkah tergopoh-gopoh sehingga rambut panjang lurus ter ikat kuda berjoget bebas mengikuti alunan gerak langkahnya.


****


""Aku telat tidak ya?"" Bintang sudah berada di lobby utama yang masih terlihat ramai.


"" Jaauza."" sapa Manager keuangan sekaligus teman akrabnya yang bernama June.


Bintang mendekat dengan senyum ramah yang terlukis di bibir mungilnya.


""Ju, Apa aku telat? CEO kita pasti sudah di singgasananya, ya?"" Tanya Bintang ke June, laki laki yang seumuran dengannya.


""Belum, Bos itu ngaret, sampai sampai kami di buat berolahraga betis."" June menyentak kan kakinya.


""Ooh.."" Bintang manggut-manggut pelan, ternyata dirinya tidak terlambat.


""Ok, kalau begitu aku naik dulu ingin menaruh tas."" pamitnya ke pria yang memiliki wajah putih bersih.


June mengangguk. ""jangan lama-lama.""


Bintang tidak jadi menaruh tasnya, ia ikut berbaris di ujung dalam lobby samping June berdiri.


Di depan Lobby, mobil bermerk 'Cevrolet Camaro RS' berwarna hitam mengkilap berhenti dengan mulus. Semua orang yang melihatnya langsung lebih merapikan barisannya kecuali Bintang yang sedang terlihat sibuk dengan smartphone-nya.


Asisten CEO turun duluan dan membuka kan pintu mobil. pintu terbuka lebar, di susul sosok pria tampan keluar dengan stail jas hitam terbalut sempurna menutupi tubuh atletisnya. Kulit kuning Langsat, wajah terkesan dingin serta datar, memiliki rahang kokoh tegas, mata tajam bagaikan elang yang siap menerkam mangsanya jika di usik, hidung mancung serta bibir berisi sensual menambah karismanya.


"" wiiiih..CEO nya kereeen gilaaaaa, tampan, muda lagi. bakalan betah deh."" batin wanita dari maneger lain yang berdiri paling pertama dari lobby.


""Selamat pagi dan selamat datang di AL Corp, Tuan."" Wakil direktur itu menyambut dengan sangat sopan.


CEO muda nan tampan tersebut hanya tersungging tipis untuk menyahutinya.


""Antarkan aku keruangan."" Titahnya ke wakil Direktur.


""Silahkan."" Sopan pak wakil mengisyaratkan tangannya agar Tuannya berjalan di depan.

__ADS_1


Tak..tak..tak..


CEO melangkah pelan masuk dengan stay cool datarnya, sehingga terlihat sombong serta angkuh, tidak menoleh serta tidak ada balasan sapaan darinya ke orang yang sudah menyapanya.


""Jaauza."" June menyikut lengan Bintang yang masih menunduk mengetik di layarnya. ""taruh ponsel mu, lihat kedepan dan berdiri dengan sopan, pak CEO sebentar lagi melewati kita dan masuk ke lift khusus di samping mu.


""Sebentar lagi, Nanggung dan penting."" Sahutnya cuek masih sibuk dengan Hpnya tanpa menoleh ke June. pikirnya, ngapain harus rapih rapih hanya menyambut CEO buncit berkumis tebal panjang.


CEO semakin di tengah tengah lobby, pak wakil yang berjalan di belakangnya, merutuki Bintang yang tertangkap sedang sibuk dengan layarnya, ingin sekali pak wakil melempari Bintang pakai sepatu formalnya, namun tertahan tidak berani karena adanya CEO di depannya.


CEO pun melihat dari jauh ada karyawannya yang tidak berlaku sopan saat penyambutannya, CEO tersebut tiba tiba berhenti dari langkahnya, menerawang benda yang di mainkan Bintang tanpa menoleh ke pemilik siapa wajah tersebut karena terhalang tubuh June.


Seketika CEO berbalik ke belakang dan menatap tajam ke wakilnya.


""Pak Wiwid, tolong beri peringatan ke orang yang sedang bermain layar di ujung dalam, aku tidak suka kalau ada orang yang tidak menghargai atasannya."" ucap Tegasnya memberi titah ke wakil yang bernama Wiwid.


CEO kembali menghadap ke depan, sedetik kembali menghadap ke belakang lagi.


""Pecat saja dan cari yang baru, yang lebih di siplin."" Lanjutnya.


""Baik..Tuan."" sahut Wiwid nurut.


Wiwid dan separuh karyawan yang mendengarnya langsung terkesiap, sebegitu tegaskah atasannya sampai harus memecat langsung tanpa melihat dulu skiil kerja karyawannya.


""Nona Jaauza, kenapa membuat kesalahan? aku tidak rela harus memecat pekerja cerdas seperti mu, baru satu bulan anda bekerja di sini tapi sudah membuat marketing kita naik lebih pesat."" Batin Wiwid yang berberat hati, ia suka hasil kerja Bintang.


Tak..tak..tak..


Dua meter jarak Bintang dan CEO muda tersebut, CEO menatap lurus lurus ke depan tak mengindahkan karyawannya lagi yang tidak sopan itu.


June menyikut Bintang lebih keras lagi, untuk menyadarkan temannya dari sikap ketidak disiplinannya.


""Aah..ap.."" Ucap Bintang terpotong terkejut.


Deg...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2