BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 9


__ADS_3

Bintang masih tak bergeming sedikit pun saat Justien sudah mendekat pelan ke arahnya. Manik hitam pekatnya hanya sibuk menatap langkah kaki Justien.


Dirgan sudah berada di roof top, Namun ketiga pria yang menggangu Bintang belum ada yang menyadarinya. Sahabat dalam ke susahan bukannya langsung membantu tapi anak dari Fina Beo itu malah asyik berdiri jauh di belakang semua orang. entah apa yang di pikirkannya hanya otak bodoh Dirgan yang tahu.


Di arah lain lebih tepatnya di sebelah tempat penampungan Air besar, ada seorang cowok yang lagi rebahan, sebelum mereka semua menginjak roof top itu, siswa itu sudah duluan berada di roof top seraya tiduran menatap awan yang cerah menyilaukan mata. orang itu mendengar dan melihat semuanya, Namun ia hanya diam dan menonton sampai di mana aksi gila Justien. ia hanya menyeringai, menatap keberanian gadis culun itu dengan tatapan penasarannya.


""Gadis yang unik, udah di ujung tanduk tapi masih diam santai, atau jangan-jangan dia mau pasrah, tch menjijikkan jika seperti itu."" Lirihnya masih penasaran apa yang akan di lakukan Bintang.


""Kemarih lah, sayang, Ayo! buka baju mu ! atau kamu lebih memilih kita yang akan membukanya."" Senang Justien yang tidak mendapat tanda tanda pemberorantakan dari gadis culun itu.


""cih"" Bintang membuang ludah jijinya pas di sepatunya Justien yang sudah berdiri di hadapannya, tangannya masih melipat di perut ratanya.


""kelakuan kamu lebih menjinjikan dari pada muka culun ku."" Dingin Bintang.


""Gadis Culun."" Geram Justien ingin segera menarik seragam Bintang dan mencabik cabiknya sehingga body yang ingin di lihatnya terekspos sempurna.


""Plaaakk.."" Bintang menahan tangan kurang ajar Justien yang sudah menyentuh sedikit seragam sekolahnya. dengan geram tangan mulusnya menampar kuat pipi blasteran Jerman itu.


""Shiit.."" ringisnya menyentuh sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah.


Bintang memang perempuan, Tapi tenaganya tidak kalah kuat dengan tenaga laki laki, ada untungnya ia berlatih bela diri dari papanya, Titan, Gion maupun Kemal jika berada di kotanya, secara bergantian.


""Sialan,. tanganmu kurang ajar, aku akan mematahkannya."" marah Justien lalu mengkode kedua temannya untuk mencekal Gadis malang itu.


Dirgan masih berdiri menonton aksi gila dari sahabatnya, ia tersenyum saat tangan mulus sahabatnya itu mendarat keras di pipi Justien. sampai saat ini, ia akan menonton saja, ingin tahu sampai di mana kuatnya bela diri Bintang yang sudah di hasanya sejak duduk di bangku dasar.


Roy dan Rico sudah berada di samping kiri kanan Bintang, sudah siap ingin mencekal lengan Bintang.


""Jangan berontak gadis culun."" Ucap Rico yang sudah mencekal lengan kanan Bintang. Roy pun sama, sudah mencekal lengan sebelah kiri Bintang.


Bintang menatap jijik tangan kedua teman Justien yang berada di lengannya.

__ADS_1


""Kalian sama saja menjijikan, rasakan pembalasan dari gadis culun ini."" nyalang Bintang menendang menyamping betis Rico dengan sangat kuat.


Dengan rasa sakit ngilu yang di terima dari serangan Bintang, Rico meringis memegang tulang betisnya seraya lonjat lonjat dengan menggunakan kaki satunya yang tidak sakit.


Bintang dengan cepat menggunakan kesempatan, tangannya yang sudah terlepas dari cekalan Rico langsung menonjok dagu lonjong Roy ke atas dengan cincin permata merah gede terselip di jari tengahnya membantu menambah kan bumbu yang makin terasa sakit.


Roy spontan mendongak ke atas menatap silau matahari yang panas, tangan nya pun sudah terlepas dari lengan Bintang.


Belum puas hanya tonjokan saja, Bintang menambah kan tendangan ke lutut belakang Roy dan spontan kedua kaki tegap itu melunglai terjatuh ke lantai semen roof top.


Justien mangap mangap tidak bisa berkata apa-apa, ia menelan salivanya dengan susah payah, tidak percaya tenaga gadis culun dengan mudahnya membuat kedua temannya meringis ke sakitan.


""Gimana Justien.? apa masih mau bermain bersama dengan ku, atau mau kabur seperti banci.""


Bintang membetulkan kaca mata bundar mirip jengkol, melangkah pelan ke arah Justien yang hanya beberapa langkah.


""tch..tangan ku sangat kotor dan harus di mandikan 7 kembang bangkai eehh... maksud ku 7 kembang rupa, karna sudah di sentuh oleh para pria yang mempunyai pikiran mesum, jijik, seperti kalian.""


Suara Bintang terdengar manja mengolok, sengaja membuat panas kuping Justien merasakan panas.


Justien tanpa aba aba langsung menyerang Bintang dengan melayang kan kakinya dan berhasil mengenai bahu kiri Bintang.


Perkelahian sengit pun terjadi, Justien tidak mengenal bulu, baik lawannya seorang perempuan pun tetap saja tidak tanggung-tanggung menyerang Bintang dengan membabi-buta.


Bintang pun sama dengan ke ahliannya, ia membalas dan menepis semua serangan Justien dengan secara brutal, bahkan Justien sudah terlihat babak belur di wajahnya, sedangkan Bintang dia sangat menjaga wajah culunnya, jika terkena kan bahaya, dapat sidangan dari ahli hukum sang mama tercinta.


Bintang tersungkur terjatuh kuat ke lantai, saat Justien dengan curang melempar jaket Levis nya untuk mengalangi penglihatan Bintang dan langsung menendang Bahu kanannya membuat kaca mata jengkolnya terlepas dan terhempas jauh ke Arah penampungan air besar.


""Bintang.."" Lirih Panik Dirgan melangkah tertahan saat melihat Bintang langsung menyerang kaki Justien tanpa berdiri. Gadis Culun itu memainkan kaki lenturnya dengan tangan dua ke lantai menjadi penempuh tubuh entengnya.


Untung Bintang memakai celana pendek di atas lutut terlapisi rok sekolahnya, jika tidak pasti mata Justien sudah menang telak melihat pemandangan paha mulus gadis culun itu.

__ADS_1


""Bughh.."" Justien terjatuh terduduk kuat, kehilangan ke seimbangan kakinya yang di serang membabi buta tak berhenti dari gadis culun itu.


Melihat itu, Bintang langsung berdiri menepuk kedua tangannya untuk membersihkan debu dari lantai.


""Gadis culun, menyebalkan..aku tidak akan segan segan lagi mematahkan tangan mu."" Garang Justien berdiri cepat melangkah marah, langsung melayangkan bogemannya ke arah tompel Bintang.


""Kreeeeek.. Bughh..Awww.."" Tanpa takut, Bintang menangkap bogeman kuat Justein, memiting kuat kebelakang seraya menarik kuat tangan kekar tapi kurang tenaga itu hingga terdengar patah, dan berhasil membuat Justien meringis kuat berteriak dan terjatuh meringkuk di lantai yang berdebu.


""iishh..pasti sakit yah.? opss..sorry lho..aku tidak bermaksud begitu, tapi omongan mu sendiri yang meminta untuk mematahkan tanganmu."" Bintang berjongkok di samping tubuh ke sakitan Justien.


""Justien.. dengar yah..!"" Bintang berbicara seperti orang yang berbisik.


""Aku hanya menjual apa yang kamu mau beli, Tadi kamu ngomong apa? mau mematahkan tangan ku? tch.. menjijikkan., tanganmu sudah di patahkan oleh gadis culun seperti ku, dan tangan itu, sepertinya yang berniat menembak aku di tempoh hari."" seringai tajam Bintang memanjing Justien untuk memperkuat kecurigaannya.


Deg..!


""Bintang?."" kaget Justien baru menyadarinya. ia menatap Bintang dengan seksama yang sudah tidak memakai kaca mata bulat jengkol tebal.


Bintang mengangguk, tersenyum manis memperhatikan gigi hitamnya, Gadis itu pun yakin jika memang Justien yang mau menembaknya di tempo hari.


Gadis itu berniat memberi tahu siapa sebenarnya dirinya ke Justien, iya.. Bintang yang unik itu, tidak suka kucing kucingan dengan memakai topeng, ia tidak pengecut membunyikan identitas aslinya, jika berurusan dengan orang yang ingin bermain main jahat dengannya. kalah atau pun menang, Lemah atau kuat, Bintang tetap Bintang yang harus menghadapi kenyataan yang akan di hadapinya tanpa harus berkucing kucingan.


""iya..Aku Bintang, Mantan yang sudah kamu cium tepat di pipi ku, dan aku tidak suka dengan itu, apa lagi ke jadian tadi, tch.. aku membencimu Justien."" Dingin Bintang, lalu berdiri berjalan pergi tersenyum tajam.


""prook... Bintang ! kamu memang hebat."" Dirgan bertepuk ria tersenyum senang melihat aksi sahabatnya, lalu pergi menggandeng tangan Bintang.


""Gadis yang menarik."" Gumam siswa yang duduk di samping penampungan air, tanpa sadar bibirnya terangkat tersenyum yang jarang di perlihatkan oleh orang. membalik balikkan kaca mata Bintang yang terhempas ke arahnya, ia juga menonton Video aksi Bintang yang baru saja di rekamnya.


""Bersambung...!


Menerima komen pedas, jika ada yang kurang, salah mau pun apalah...apalah...! Agar author bisa memperbaiki dan lebih berusaha lagi untuk menghasilkan karya yang lebih baik... Thanks..tunggu terus ke lanjutannya dan tinggal jejak penyemangat buat Author sebagai Apresiasi dari kalian...sekian Curhatnya.. wassalam!!!πŸ˜πŸ™„πŸ˜˜

__ADS_1


WajibπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Like.. komen.. hadiah bunga agar author berbunga bunga...Vote jika ada Vote mingguannya daaaaaaannn..Rate Lima BINTANG seperti Judul novel iniπŸ€”πŸ˜…


__ADS_2