BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 90


__ADS_3

Fina kembali ke kamar Dirgan setelah dari gudang penyimpanan dengan membawa sekotak kardus yang berisikan barang barang anaknya, Dirgan. Fina pun kurang tahu isinya apa, yang ia tahu ada sebagian buku buku Dirgan yang menyangkut otomotif, yang lainnya ia tidak menelitinya.


""Nah, ayo periksa.. Giliran Tante yang istirahat."" Fina membanting tubuhnya di kasur Dirgan, merebahkan tubuh paruh itu.


Bintang bangkit dengan senyum manis untuk sang Tante. ""Tante Fina, terbaik."" pujinya dengan jempol kanan terangkat. ia pun duduk di lantai sisi kasur dengan kaki berlipat silang.


Fina termakan pujian Bintang, ia langsung memiringkan tubuhnya ke arah Bintang yang mulai membuka pengaman kardus.


""Tante gitu lho.."" Ucapnya dengan bangga.


""Hemm..."" malas Bintang, seketika ia jadi menyesal sudah membangkitkan jiwa muda mamanya Dirgan.


""Apa sudah ke----"" ucap Fina terpotong.


""Ketemu.."" pekik senang Bintang. Fina terperanjat kaget. Fina pun langsung menarik tubuhnya dan meringsut kebawah lantai samping Bintang.


""Ketemu Tan."" ulang Bintang tidak sengaja berteriak pas di telinga Fina.


""iiihshh... telinga tante berdengung, wah...pecah nih gendang telinga tante."" lebay Fina dengan tangan mengelus telinganya pelan.


Bintang tak menggubris keluhan Fina, mata kucingnya menatap dalam sketsa tersebut. ""Tuh kan, mirip."" ujarnya.


""Sini lihat."" merasa penasaran, Fina menarik selembar kertas tersebut di tangan Bintang.


""Gar--lin.?"" pekik Fina terkejut dengan mata melototi sketsa buatan Dirgan.


""Garlin.? Nama itu...?"" Bintang kembali mengingat ingat nama yang tidak asing. ""laporan lab...iya namanya Garlin?"" Bintang akhirnya ingat jika ia pernah membaca nama itu di hasil urine yang pernah di temukan di dalam kantor Aksa.


Fina menatap Selidik ke Bintang.


""Jelaskan, kenapa sketsa ini bisa ada.? kenapa kamu penasaran dengan orang ini ? Tante peringatkan jangan ungkit ungkit tentang orang ini, kalau tidak mama mu akan.....""


""Apa tante kenal dengan orang ini ?"" Bintang memotong ucapan Fina, ia tidak menghiraukan ujaran tantenya itu.


""iya.."" Malas Fina. rasanya ia ingin mengomeli anak dari sahabatnya itu yang kembali mengungkit masalah Garlin, Entah kenapa firasat Fina seketika tidak enak jika mengingat tragedi kecelakaan Meca, apa lagi pas persidangan di kala Fatur menaruh ancaman terang terangan di depan orang banyak.


""Dia siapa Tan, aku pernah berhalusinasi di datangin wanita ini."" Bintang menunjuk sketsa.


Fina yang tadinya malas, seketika mendadak bersemangat ingin tahu. apa betul Bintang pernah di datangi Garlin lewat mimpi? tapi kenapa dan buat apa ? Garlin kan sudah meninggal. Tak ingin penasaran Fina pun bertanya lebih detail perihal halusinasi Bintang.


""Beri tahu semua mimpi mu itu tentang wanita ini."" Selidik Fina.

__ADS_1


Bintang memejamkan mata sejenak mencoba mengingat kembali setiap ucapan Garlin, ia pun membuka matanya dan mulai mengeluarkan suaranya.


Dari halusinasi yang pertama. sampai kan salam maaf ku kepada mama mu.... dan lainnya. Sampai ke halusinasinya yang kedua di mana dirinya di titipkan seorang bayi laki laki untuk memberikan jalan penerangan agar tidak salah jalan.


""Maaf dan bayi ?"" Fina berpikir keras. mungkin Garlin tidak merasakan ketenangan terhadap kelakuan buruknya ke Meca di hari tragedi itu dan akhirnya dia meminta maaf. Tapi masalah bayi ? apa kah bayi itu anaknya Garlin ? tapi kan bayi itu sudah meninggal saat di titipkan di panti ? aah..teka tekinya membuat otak Fina yang pas pasan jadi pusing. intinya.. Garlin menyampaikan teka teki ke Bintang pasti akan ada yang terjadi. Pikirnya.


""Tan.."" Bintang mengibaskan tangannya ke depan wajah Fina.


Fina terkesiap spontan tangannya yang sigap menepis kuat tangan Bintang. perasaan Fina kan lagi di On kesal jika harus mengingat Fatur dan Garlin, jadi ia kira musulah yang ada di depannya.


""ish, sakit Tan."" ringinya.


""Maaf."" datar Fina.


""Ayo Tan ceritakan tentang orang ini, aku penasaran."" Mohon Bintang.


""Baik, tapi siapkan dirimu, kisah ini tentang masalah hidup orang tuamu, lebih tepatnya mama mu.""


Bintang mengangguk.


""Garlin adalah wanita pemakai obat terlarang."" Bintang mengangguk membetulkan ujaran Fina sebab ia sudah pernah membaca laporan labnya. .


""Trus.""


""intinya wanita ini bukan orang baik."" tunjuk Fina ke sketsa. ""Dia perusak hubungan percintaan orang tuamu, Namun tidak bisa. dan akhirnya wanita itu menggunakan cara nekad yang membuat mama mu kecelakaan tragis dengan kondisi di saat itu mama mu hampir mati.""


Bintang seketika meneteskan air matanya, ternyata di balik kebahagiaan rumah tangga orang tuanya ada tragedi buruk yang menyakitkan menimpah Mamanya.


Fina pun kembali menceritakan semuanya sampai Garlin melahirkan dan meninggal. tak lupa Fina menceritakan tentang Fatur yang berniat balas dendam ke Meca atas ketidak terimaannya di hukum pidana setelah mendapat pelajaran keras dari Vero . dan masalah anak Garlin, Fina tidak tahu menahu, ia hanya mendengar jika anak itu sudah meninggal.


""Gunfatur Gilman.?"" Bintang mengulang Nama orang yang di sebut oleh Fina.


""Eum, itu namanya..dan entah kemana orang itu sekarang ? kami tidak berniat mencarinya dan mengusiknya, mungkin hanya ancaman omong kosong doang yang di lontarkan waktu itu sehingga sampai saat ini dia tidak menampakkan taringnya. dan..mudah mudahan seperti itu agar tidak ada masalah.""


Fina sudah menceritakan semuanya tanpa terkecuali kepada Bintang. gadis itu pun berpikir keras masalah anak yang di sebut sebut dalam mimpinya.


""Tan, apa Tante yakin anak itu sudah meninggal.?""


Fina menggeleng karena ia memang tidak tahu menahu. ""Tidak tahu juga.""


""Kesimpulan Jaauza...anak wanita itu belum meninggal, sebab mimpi Jaauza mengatakan untuk di beri penerangan...."" ucap Bintang terputus.

__ADS_1


""Betul."" Pekik Fina membenarkan otak pintar Bintang yang hampir memecahkan teka teki.


""Hemm..."" Malas Bintang, sekarang telinganya lah yang berdengung akibat kepekikan Fina.


""Tan, apa aku boleh minta Foto orang yang bernama Gunfatur Gilman."" Pintanya.


""Boleh....tapi Tante tidak punya, lagian buat apa naruh naruh foto lelaki lain, Foto Om mu saja tidak habis habis di setiap ruangan rumah, Om Gion mu ada di mana mana di rumah ini, bahkan di kamar mandi pun ada buat pengusir nyamuk."" Fina malah bercanda membuat Bintang mendengus.


""Tan..."" Cemberut Bintang.


""Hai muka mu kok jelek amat sih."" Goda Fina.


""Tan, Serius."" rengek Bintang.


""Tidak mau.."" Fina tidak berniat ingin memberi gambar Fatur, ia khawatir gadis nakal itu mengusik taring yang bersembunyi.


""Ayo lah Tan, please..Tante kan baik dan sayang sama Jaauza."" Bujuk Bintang tak lupa lengan Fina di goyang goyang kan.


""Aduh...Tante lupa !"" Fina menepuk jidatnya, ia berniat untuk mengalihkan topik. ""Tante harus mengasi makan untuk si Beo."" Kabur Fina langsung beranjak dari lantai.


Bintang pun ikut beranjak dan mengekor Fina ke luar balkon dengan seringai menyebalkan di sematkan, Fina pikir Bintang akan menyerah begitu saja dengan kabur menemui si burung kesayangan. Namun... Tidak, Bintang adalah Bintang yang keras kepala jika sudah ingin mengetahui sesuatu maka harus dan harus terlaksana.


""Jaauza.."" pekik Fina.


Gadis itu merebut kandang beo Fina yang akan di beri makan.


""Tan, kalau beo di jatuhkan ke bawah maka apa yang akan terjadi.?"" Seringai Bintang mengayun ayunkan kandang besi di udara.


""Jangan macam macam anak nakal, Beo Tante akan kena paru paru lagi, papa mu sudah pernah memfonisnya seperti itu."" Jika masalah keselamatan Beo, Fina seakan tak berdaya melawan Bintang. anak nakal itu akan membunuh anak pertamanya.


""Jadi..... berikan aku Foto orang itu."" Bintang di atas awan merasa menang.


""Astaga, aku kalah...dasar licik, Hanya karena foto, kamu tega akan membunuh anak pertama Tante."" kesal Fina.


Bintang malah terbahak mendengar beo di bilang anak pertama, Kasian Dirgan yang di anggap anak kedua oleh Fina. dasar orang tua tidak ingat umur.


""iya..iya..Tante akan memberikannya."" kalah Fina.


Bintang tersenyum menang.


""eeh..bukan Tante tapi Om Gion, data orang itu ada di kepolisian, nanti akan Tante suruh untuk mengirim foto itu ke smartphone mu."" ralat Fina.

__ADS_1


""Aku tunggu."" Seringai Bintang, lalu menaruh kandang besi yang berisikan anak pertama Fina.


__ADS_2