
""Lakukan."" Suara itu bercampur nafas memburu nikmat dari Bintang. Hasratnya tidak terbendung lagi, suaminya sangat pintar membangun kan jiwa birahi ke-wanita-annya.
Dirgan menyeringai yang sama saja tidak kuat untuk tidak melakukan lebih.
""Tahan Baby, mungkin sedikit perih dan sakit tapi tidak lama kok..." Sebelum di tendang oleh Bintang dengan reflek kegalakan yang di punyai istrinya, Dirgan memberi tahukan terlebih dahulu rasa tidak enak yang akan di terima oleh istrinya,..itu kata orang...!.
""Aih, aku tahu bodoh."" Bintang malah Kesal sendiri. orang sudah berada di dalam kenikmatan malah di ajak mengobrol.
Dirgan tersenyum lebar, ia kembali mencumbu istrinya yang di bawah kungkungannya mulai dari bibir, gundukan kembar untuk membuat istrinya kembali merinding enak. Dorgan Kembali menanamkan tanda kepemilikan bertaburan seperti kebon cabe merah yang di tanami di gunung putih itu.
Di pilinnya ujung gundukan itu menggunakan lidah beracun-nya, menyesap layaknya seorang bayi yang kehausan.
""Honey aah..."" Bintang mengerjap ejapkan matanya menikmati sensasi rasa yang memabukkan dengan syahdu racauan khas bercinta.
Dirgan mendarat kan ciuman demi ciuman singkat dari gundukan kembar keperut dan berhenti di bagian bibir nirwana itu.
Bintang menjambak kuat rambut suaminya saat Dirgan memainkan lidah di intinya.
""Aah...Ho-Honey."" Desahnya mengerang nikmat.
Dirgan mengerti desahan seksi nan berat itu, Bintang mungkin minta yang lebih, ia pun mulai menempelkan Mr J ke bibir hutan Amazon milik Bintang.
""Shit..Susah amat sih."" Ucapnya dalam hati. Si J tidak bisa masuk saking sempitnya liang kubur itu, Eh...Mayat kali ya.
""Baby, Sempit..!"" ujarnya memberi tahukan dengan suara mendayu berat.
""Hu, punya mu sih, terlalu Jumbo, Kebiri belum sih, itu ujungnya ?."" Bintang ngeri sendiri, melihat punya suaminya yang minta di gigit berkedut kedut mencari lubang nirwana. Sobek tidak ya... pikirnya polos.
Mereka malah mengobrol, Seraya Dirgan masih berusaha memasukkan dengan hati hati tidak mau membuat istrinya merasakan sakit yang hebat . Saat Bintang ingin melempar ujaran lagi, Dirgan menekan si Mr J agak paksa. dan Bintang......
""Aaargh...mmm.."" Pekiknya Spontan. Kiper terbobol kan, Seprei warna putih kesukaan Bintang ternoda darah. Dirgan langsung membungkam bibir Bintang dengan bibirnya. Menyalurkan bantuan sentuhan nikmat agar tidak merasakan terlalu sakit di intimnya.
Perlahan lahan Dirgan memompanya, ia tahu, istrinya sedang merasakan perih dengan melihat wajah meringis istrinya di dalam pangutannya.
""Tahan, baby..dan maafkan aku."" Lirihnya di sela sela nikmat terhimpit punyanya di dalam liang yang terasa hangat. pelan tapi pasti istrinya akan merasakan juga sensasi nikmat surga birahi yang sudah ia rasakan.
""Mm...aaah."" Rasa perih itu berangsur angsur menghilang tergantikan ngilu geli, enak pakai banget terdengar suara seksi menggoda Dirgan dengan racauan erangan Bintang.
""Masih sakit.?""
__ADS_1
Bintang menggeleng di bawah kungkungan suaminya. Dirgan menambahkan sedikit pergerakannya untuk memompa ereksinya dan kembali mengoperasikan bibir nakalnya untuk mengabsen serinci rincinya kulit Bintang di bagian dada dan di bagian bibir Bintang secara bergantian sehingga bibir mungil itu merasa kebas membengkak.
Cukup lama mereka melakukan penyatuan, Dengan nafas saling memburu, Jantung bergetar hebat, racauan syahdu terdengar saling bersahutan dengan kamar sunyi sebagai saksi bisu percintaan yang halal dan suci itu. ..
Rasa nikmat memuncak saat erangan terakhir mereka yang akan melakukan pelepasan hangat secara bersama......kecebong terlepas. Dirgan ambruk di samping Bintang dan membawa tubuh polos itu masuk di dekapan dada bidangnya.
""I Love you, Baby."" Cium hangat Dirgan di kening Bintang yang sedang memeluknya erat dengan kondisi lemas di buatnya.
...******...
Hari pun menyerang, rasanya... Bintang sangat merasakan remuk di sekucur tubuhnya ulah dari suaminya yang terus menggempurnya semalam. Berjalan saja terasa aneh.
""Dir, kenapa mereka pada melotot seperti itu ke arah kita. apa ada kotoran di wajah ku.""Tanya Bintang berbisik, ia dan Dirgan sedang menuruni anak tangga untuk bergabung dengan yang lainnya, Keluarga kemal, Titan, Malik dan keluarga Nina masih berkumpul. bahkan Aksa pun ada yang mengekori kekasihnya.
""Cuekin saja."" Santai Dirgan yang sudah memijarkan kakinya di anak lantai terakhir.
""Ehem, pengantin baru !"" Nata mulai menggoda saat Dirgan duduk di sebelahnya, Bintang sendiri mendaratkan duduknya di tengah tengah Vane dan Mamanya.
""jangan menggoda ! kamu kapan ?"" Ketus Yola ke Nata. ia juga sudah kepingin punya mantu. Nata pura pura tidak mendengar, Mamanya adalah ratunya hidupnya, mati kutu ia jika sang Mama berbicara. Semua menahan tawa geli melihat Nata mati kutu.
""Enak lho, Nat.! "" Dirgan menyeringai dan mengedipkan mata ke arah Bintang. padahal mata Keluarga sedang memperhatikannya. mereka siap satu persatu untuk menggoda.
""Aku tahu. "" Santai Nata dengan kebiasaannya.
""Apanya yang dahsyat kak Dir.!"" Reyna diam diam menguping yang duduk di sebelah Nata. gadis itu bertanya seperti pakai toa. dan otomatis orang orang pada mendelik.
""Tendangan, Ren.. Jangan bertanya lagi, ia kan Jaauza.!"" Goda Nina memainkan kedua alisnya. Rere hanya menggeleng geleng. Rere mengambil makna dari Bintang, Suatu saat kalau dirinya sudah Menikah, maka malam pertama harus di ritualkan jauh jauh dari keluarga.
Bintang menahan wajah panas, Malu.
""Yaak, pada diam bisa tidak sih ? lihat tuh pipi Jaauza sudah memerah."" Celetuk Vane.
""Hihihihi.."" tawa semuanya. Bintang semakin merona. Sementara Dirgan sih nyantai saja.
Titan menoel pinggang istrinya. ""Kamu juga diam, sayang..!""
""Eum."" Datar Vane.
""Enak tidak, sayang ?"" Bisik Meca ikutan menggoda. ""Ma...!"" Lerai Vero yang mendengar. ia jadi ingat malam pertamanya dengan Meca yang tertunda, gara gara pas di malam pertama Meca malah kedatangan tamu bulanan.
__ADS_1
""aduh.... nyebelin amat sih pada ? tahu begini mah, semalam nginep di hotel saja."" Malu Bintang dalam hati. Bintang diam seribu bahasa.
""Re.. nikah yuk. !"" Aksa diam diam jadi ngebet. Biru mendengar bisikan itu yang duduk menyilang di lantai bersama Gilang.
""Tante Nin, Rere katanya akan menikah dengan Aksa Minggu depan."" Celetuk Biru mengada ada.
""Yaaak,."" Rere menarik rambut Biru yang duduk di lantai hadapannya. Biru terbahak.
""Boleh tuh.!"" Aksa malah membenarkan. Rere menyapu wajahnya yang merona dengan sekali elusan tangan.
""asyik, ayo lah..kita tahun ini terus terusan melangsungkan pernikahan secara bergantian."" antusias Nina.
""Habis kak Rere dan Aksa di susul kak Nata, terus kak Biru, dan Aku deh, terakhir Gilang nakal."" Celetuk Reyna padahal mereka semua jomblo ngenes. Biru dan Gilang melotot horor, Sementara Nata yang duduk di sebelah Reyna langsung menyubit kuat pinggang Reyna sehingga gadis itu meringis kesakitan.
""Hus...diam dulu !"" Serka Fina terdengar membentak. Mata pada mendelik ke Fina. Apa ?
""Ngomong ngomong Bintang sudah hamil belum ya ?"" Heboh Fina yang ingin segera mendapat cucu.
""Yaak, beo !"" Jengah Gion menepuk jidat sendiri. baru juga malam pertama sudah menggoda hamil.
""Yol, ikut aku !"" Bisik Kemal.
""Kemana ?"" Bingung Yola.
""Ke kamar lah, obrolan mereka sangat menjurus memancing senjata ku.""Kemal langsung menarik istrinya berdiri.
""Kemana, kak ?"" Tanya Meca.
""Mau ehem...ehem..kalian lanjutkan saja menggoda pengantin baru, pengantin lama mau bernostalgia."" Santai Kemal berlalu dengan tangan terus menarik Yola. Semua menggeleng geleng geli.
""Bin, ke dapur yuk ! bikinin aku susu hangat !"" Ajak Dirgan berniat untuk kabur dan menolong istrinya yang sudah merona mendengar candaan dari tadi. Tapi ucapannya malah membuat orang orang semakin geli.
""Dir, Susu hangatnya masih kurang dari semalam apa ?"" Nata tergelitik menjahili. Dirgan tak menghiraukan, ia langsung menarik tangan Bintang untuk pergi.
""adeh....ada anak kecil ini, ah. mending kebelakang bertemu Mumun."" protes Gilang berlalu pergi.
""Gilang....dada Mumun jangan di rabah ya."" Teriak Nata menggoda.
""Nat...."" horor Meca melotot.
__ADS_1
Nata menggeleng. ""Canda Tan.""
Tamat Ya..... Next ke Bonus Chapter.!!!