BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BONUS CHAP TERAKHIR


__ADS_3

Lima tahun kemudian......


Suara canda tawa di ruang tamu rumah Al Miller terdengar ramai. Keluarga kecil Aksa datang bertamu dengan membawa putri kecil mereka yang di namai Azkiara Putri Gilman.


""Hai anak cantik ! Namanya siapa sih ?"" Bintang mentoel toel gemas pipi tembem anak dari Rere.


""Nama ku, Kiala."" Sahutnya ketus yang tidak suka di toel pipi gembulnya. Nama pun salah dalam berucap karena kecadelannya. Kiara berubah Kiala.


Aksa dan Rere terkekeh geli. anaknya ternyata galak dengan orang asing, mereka memang jarang tinggal di kota itu sebab Aksa harus tinggal di luar kota tempat di mana perusahaannya berdiri dari awal dulu.


Bintang melongo, Kiara ternyata sama sama galaknya dengan Rere kecil dulu, pikirnya. Tak sadar mencibir orang padahal jika bercermin dirinya juga galak malah lebih para di waktu kecil yang dulu sering menggigit kepala botak Dirgan.


""Galak amat si cantik, Kiara sudah punya pacar belum ? Kiara mau tidak jadi pacar Om.? Kiara tuh tipe Om tahu, bohay."" Ucap konyol Dirgan ikut ikutan mentoel gemas pipi anak dari sahabatnya. Kiara hampir menggigit tangan Dirgan jika Rere tidak memberikan isyarat gelengan.


""Hahaha."" Aksa dan Rere terbahak namun terhenti saat para orang tua kompakan datangnya.


""Wow...rame amat ini, apa pada reunian kah ? Mama yang kece ini pun masih muda di ajak dong."" Fina langsung duduk di sofa sebelah Bintang.


""CK, Muda dari kelapa muda ! rambut tuh sudah beruban satu persatu."" Ledek Meca.


""Lo juga kali.!"" Ketus Fina. Mata Fina beralih ke anak Rere dengan cepat tangan jahil itu mencubit gemas anak Aksa sampai membekas merah. Namun anehnya anak itu tidak menangis, anak itu spontan menggigit tangan Fina.


""Aduh...aduh...ini tangan lho, bukan permen...putus ini...putus putus putus.!"" Pekik Fina. Meca terbahak bahak. Bahkan semua ikut terkikik geli. Rere melerai anaknya yang galak seperti dirinya.


""Mampus !"" Ujar Meca memegangi perutnya yang sakit tertawa.


Gion dan Vero hanya bisa sabar dengan kelakuan para istrinya masing-masing. Nambah tua makin jadi, peralotannya.


""Beeh... tangan ku sudah keriput makin keriput di gigit semut jenis prajurit yang terkenal mematikan."" Ceplos Fina memandang tangannya yang mempunyai cap bekas gigi kelinci.


Mata Meca mengerlyat mencari keberadaan cucu tampannya.


""Dibi mana, Bin. ?"" Tanyanya.


""Ada di atas !"" Santai Bintang.


""Lagi tidur ?"" Heran Meca.


""Bukan, di atas pohon mangga belakang rumah, palingan juga bersama Gilang dan Mumun."" Bintang seakan tanpa takut Membiarkan anaknya yang baru berumur lima tahun sudah lihai memanjat pohon.

__ADS_1


Namun tebakan Bintang salah, Dibi atau yang bernama lengkap Galaksi Miller Al Malik baru turun dari anak tangga dengan stail anak kecil menggemaskan, acak acakan. Dibinya hanya memakai celana selutut. dengan kaos di sampirkan ke bahu saja hanya baju dalam yang melindungi tubuh mungil itu. tidak ada rapih rapih untuk di lihat dari mata Kiara.


""Dibi, sini.!"" Lambai Dirgan. anaknya hampir berbelok ke pintu untuk mengantarkan ke taman belakang. Tempatnya bereksperimen bersama Mumun dan Gilang.


""Iya Pa ?"" Dibi berlari cepat ke arah Dirgan.


Dirgan meraup tubuh kecil itu ke pangkuannya. Namun Dibi menolak, protes.


""Dibi itu sudah besar, tidak suka di pangku.!"" ujarnya. namun terdengar lembut tak ada suara tinggi atau pun kasar.


""Iya ! Dibi mama sudah besar." Cubit lembut Bintang di hidung mancung anaknya. ""Dibi sayang, kenalin itu sahabat atau teman mama, ayo beri salam.!""


Dibi memiringkan kepalanya ingin melihat ke arah Aksa dan Rere yang terhalang oleh kepala Bintang. Menghampiri Aksa dan Rere.


""Hay Tante, Om.! Aku Gala-- Dibi saja, kan kalian sahabat Mama jadi Om dan Tante boleh panggil nama sayang, Dibi."" Kata Dibi memperkenalkan diri dengan sangat menggemaskan.


Rere langsung menarik tangan mungil itu, mencium pipi Dibi. ""Tampan ! kamu kok tidak botak ? malah rambut mu begitu lebat.!"" Sindir Rere ke Dirgan di masa kecil dulu.


Dirgan berdehem keras dengan mata melotot ke Rere. Sementara yang lain tersenyum geli kecuali Kiara dan Aksa yang tidak tahu menahu kebotakan Dirgan.


""Dibi sayang, Cucu Oma bukan cucu Oma Fina, Sini Oma cium."" Meca selalu ingin mengolok Fina. Dibi melirik Fina yang sengaja memasang mimik sedih, drama supaya cucunya membelanya.


""Dibi juga cucu Oma Fina kok, tidak boleh sedih ya ! Oma Meca cuma bercanda."" Suara itu begitu menggemaskan untuk di dengar semua penghuni ruang tamu. Fina mencium dan memeluk tubuh mungil Dibi dengan jempol terbalik ke arah Meca. Meca melengos.


""Aduh....aduh....pipi Oma kok gatal gatal sih, Dibi tolongin Oma dong."" Bohong Meca. Dibi mendekat meninggalkan Fina yang tadinya tersenyum menang.


""Yang mana Oma cantik ?"" Dibi mengelus elus kedua pipi Meca penuh kelembutan dan sesekali meniup wajah Meca yang katanya gatal, Tapi bohong. Sekarang jempol terbalik di layangkan ke Fina oleh Meca.


""Gilang mana sih ? Gilaaaang..Nikah gih biar nambah cucu satu lagi."" Teriakan Fina membuat Kiara jadi takut, auman serigala di lawan. Gion membekap mulut beo istrinya.


Perseteruan Oma Oma tak lupa umur dan bentuk sayang Dibi ke kedua Omanya tak lepas perhatian dari orang orang penghuni ruang tamu itu.


""Dibi sayang, ajak Kiara main gih."" Ucap Vero menengahi perang Oma Oma yang sebentar lagi akan berkobar jika akar permasalahannya masih berdiri di tengah tengah mereka.


""Baiklah.!"" Dibi menyeringai menatap Kiara yang sudah berdiri dari duduknya. tadinya Kiara menolak tapi di Bisiki oleh Aksa.


Dan disini lah kedua bocil itu, di taman belakang, rumah tempat bermain Dibi bersama Gilang dan Mumun, karena Gilangnya menempu pendidikan, Mumun sekarang menempel ke DiBi bocil tapi otaknya melebihi anak SD.


""Kiara, pipimu gembul amat.! pasti makannya rakus, sangat jelek ! terus gigi mu kok ompong, iiiiih... pasti jarang sikat gigi."" Dibi menjulurkan lidahnya, meledek. Kiara berdecak pinggang. di antara mereka Mumun belum terlihat.

__ADS_1


""Aku tuh cantik, aku paling cantik dalam lumah besal ku, sini kamu aku pukul."" Galak Kiara mengambil ancang-ancang untuk menepuk kepala Dibi.


Dibi mengelak, tangan Kiara hanya memukul udara saja.


""Kamu tuh jelek Kiara, kalau gede pasti bertambah gendut seperti gentong bagian perutnya."" Dibi berlari naik ke pohon setelah mengejek Kiara. anak Bintang baik dan lembut kepada Keluarganya saja, tapi kepada orang asing, Badungnya minta di tabok.


""Sini kamu tulun, aku pukul kamu hah ?"" Kiara mendongak mengacungkan ranting yang baru di raihnya.


""Bleeek, gendut gendut, ayo naik ndut."" Dibi meletin lidahnya, meraih buah mangga yang sudah ranum dengan santainya ia gerogoti dan melemparkan kulitnya ke arah Kiara.


""Awas kamu ya Dibiiiiiii...lihat saja, kalau aku besar nanti, aku tidak akan mau belteman dengan olang Badung seperti kamu, kalau aku gede pasti aku tuh cantik tinggi seperti mama papa ku, tidak gendut lagi. bleeek.!"" kesal Kiara menggebu-gebu. balik rumah, Kiara janji tidak akan makan coklat lagi. ingin diet.


Dibi terbahak geli. "Aku pengin lihat tingginya seperti apa nanti, kaya badut kah bagian perutnya ? hahahaha."" Goda Dibi terus terusan melempari Kiara kulit mangga yang di kupasnya pakai gigi saja.


Kiara melempar batu ke atas, tepat mengenai lengan Dibi dan membuat marah seorang Galaksi Miller Al Malik.


""Mumuuuuun.!"" Teriak Dibi. Mumun keluar dari rumah pohon kayunya. dan sekarang berdiri garuk garuk tepat di belakang Kiara yang masih berdecak pinggang. Kiara tak menyadari, bahkan ia tidak mengerti Mumun itu apa.


""Mumun, anak gendut itu minta di gelayuti."" Geli Dibi memberi titah.


Mumun bergerak cepat tepat di hadapan Kiara, menyentuh kaki berisi itu.


""Ma-ma-ma-monyeeeeet...! Huawaaa...ada Monyet..Aaaargh, Dibi belubah wujud monyeeeeeet."" Histeris Kiara berloncat loncatan dan ngebirit masuk ke dalam rumah. Dibi terpingkal pingkal di atas pohon.


The And 😘


Vote dan Bunga bunga terakhir mu....😘


Terimakasih banyak sudah mendukung author sampai di bab terakhir ini, pokoknya Lope Lope puuuul deh untuk para readers yang cantik dan tampan...sehat selalu dan banyak rejeki....


Yuk Kepoin juga karya Author yang lainnya...klik profil Author


šŸ‘‡šŸ‘‡šŸ‘‡


RANTAU (anak desa masuk kota)


PENDONOR


Di tunggu...āœ‹šŸ‘Œ

__ADS_1


__ADS_2