BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 59


__ADS_3

Mobil Nata sudah sampai di tempat yang di tujunya tanpa sepengetahuan Dirgan dan Bintang kalau ia mempunyai acara gala dinner besar besaran antara para Company.


"" Nat, kok kita kesini ? "" Tanya Bintang.


""iya.., ini hotel sepertinya ada acara khusus."" Timpal Dirgan yang melihat begitu banyak mobil mewah yang terparkir di sekeliling mobil Nata.


""Betul..!"" sahut Nata. "" sebenarnya aku memang ada di sini Sebelum kalian meminta jemputan, ini acara gala dinner para Company, dan Bisa saja tempat kamu bekerja di undang."" Jelas Nata seraya sibuk memakai jas mahalnya yang sempat di lepas.


Bintang dan Dirgan saling pandang dengan pikiran yang sama.


Para Company? otomatis AL Corp pun ada dan bisa jadi Aksa sendiri yang mewakili. Pikir Bintang dan Dirgan bersamaan dalam pandang pandangannya.


Bintang menelan salivanya, ia menjadi malas sendiri yang tadinya menggebu-gebu ingin makan.


Sementara Dirgan, ia tidak mau bertemu Aksa yang memungkinan ikutan hadir di acara tersebut, ia hanya ingin menjaga hatinya yang terus cemburu kalau Aksa dan Bintang bersama lagi.


""Nat, Aku dan Dirgan tidak usah masuk ya.!"" pinta Bintang di angguki Dirgan.


""tch, tidak bisa."" Tolak Nata. ""aku sudah repot-repot jadi sopir kalian, dan timbal baliknya kalian harus nemenin aku, di dalam sana panitianya itu dari KA grup, papa ku, jadi kalian bebas ikutan.


""Ada Om kemal."" Tanya Bintang.


""iyalah dodol, kan ketuanya papa. dan kalau tidak salah Om Titan atau Biru juga di undang."" sahut Nata. Membuat Bintang tersenyum mendengar nama Biru.


""Tapi Nat,"" Cegat Dirgan.


Nata yang hampir membuka pintu mobil jadi tertahan dengan alis terangkat satu tertuju ke Dirgan.


""Pakaian ku, lihat lah."" Alasan Dirgan yang tidak memakai baju Formal.


""Aku juga, lihatlah."" Bintang ikut ikutan beralasan padahal baju yang ia pakai baju on, bisa Formal dan bisa di buat santai jalan.


""Tidak ada alasan ! Dirgan, di kotak itu ada pakaian Formal."" Nata menunjuk paper bag yang ada di belakang, samping Bintang.


""dan kau.. "" Nata menjeda lalu menoleh ke Bintang. ""...kamu sudah cantik dan parfeck dari orok, jadi pakaian sobek pun sempurna kalau kamu yang memakai."" jelasnya merasa jengah dengan Bintang yang ikut ikutan.

__ADS_1


Nata sudah turun dan membukakan pintu belakang untuk Bintang, merasa tidak ada yang mau turun, Nata menunduk memberi tatapan tajam ke Dirgan dan Bintang bergantian.


""Turun."" Bentak Nata.


""iiihhh..bawel"" pukul Bintang pas ke wajah Nata sebab ia merasa kaget di bentak.


""Hihihi..rasain, muka berantakan lagi."" ledek Dirgan seraya memakai jas Nata yang pas membalut tubuhnya.


""Tetap tampan, walau babak belur sakalipun."" bela Nata membanggakan diri seraya tangannya menyambut Bintang yang akan turun.


Bintang dan Nata serta Dirgan sudah berjalan masuk ke Aula hotel sebagai tempat pertemuan para pengusaha di beberapa kota.


Mewah, elegan serta karpet merah panjang menemani langkah Bintang yang di apit oleh Nata dan Dirgan, Namun tangan Bintang hanya bergelayut di lengan Nata. Sementara Dirgan yang tidak mempunyai pasangan untuk di gandeng, tangannya pun hanya masuk ke dalam sakunya seraya berjalan dengan gaya kharismatiknya sendiri.


""Itu kan..."" Ucap orang yang mengenali Bintang dari samping


""Nona Jaauza."" ngetesnya meyakinkan diri.


Bintang berhenti dan spontan membuat Nata juga berhenti.


""Aah..benar ternyata."" Batin Wiwid yang ikut hadir di gala itu. ia terlihat menunggu seseorang.


""Nona Jaauza ikut mewakili perusahaan?."" Tanya Wiwid seraya melirik Dirgan dan Nata bergantian.


""Aah.. tidak pak, saya hanya tamu yang kesasar di sini."" Sahutnya. "" kalau begitu saya pamit duluan."" Sopan Bintang yang sudah di tepuk pelan tangannya oleh Nata.


""iya.. silahkan."" sahut Wiwid tersenyum ramah.


Bintang dan kedua pria tampannya pun melanjutkan langkahnya seraya tangan kanan Bintang di apit Nata dan tangan kirinya di apit oleh Dirgan di lengan masing-masing.


Wiwid melongo mangap mangap melihat itu.


"Wow.. keren amat nona Jaauza, Bisa di gandeng pria tampan sekaligus dua, Aku bersedia jadi yang ketiga nona kalau masih ada lowongan."" Ucap Wiwid yang tidak sadar kalau orang yang di tunggunya sudah berdiri di sampingnya.


""Eheem...apa anda berniat mencari lowongan pekerjaan, pak Wiwid.?"" Dingin Aksa yang hanya mendengar perkataan terakhir Wiwid saja.

__ADS_1


""Ah.. apa pak ? A aa tidak..Tadi i itu ada...""


Wiwid langsung gelegapan, mana mungkin ia mencari lowongan pekerjaan yang lain, sementara posisinya sudah bagus menjadi wakil direktur.


""Sudah lah, di bahasnya di kantor saja, jangan buang buang waktu ku."" potong Aksa berjalan duluan masuk meninggalkan Wiwid dan Alex di belakang.


padahal Wiwid ingin menyampaikan kalau sang sekretaris juga ada di dalam dan membuat dirinya syok karena Bintang langsung menggait dua pria muda yang terlihat tampan dan pastinya kaya karena yang datang kebanyakan pengusaha muda semua.


Aksa yang mendapat undangan dari KA grup tidak ingin membuang-buang waktu, ia ingin melihat langsung, bagaimana kah sosok Kemal itu ? yang kata papanya pengusaha hebat sekaligus orang yang sudah berikut adil dalam daftar tersangka penderitaan bundanya.


Di dalam Aula hotel, semua sudah duduk di meja yang sudah tertulis nama perusahaan masing masing dengan ke antusiasan menyelimuti di diri para CEO perusahaan karena di gala ini semua bisa saling mengajukan kerja sama yang menurut mereka yang mana yang bisa menjanjikan untuk perusahaannya.


Biru pun terlihat di sana bersama Titan dan seorang wanita cantik muda yang di kenal sebagai sekretaris Titan.


Biru yang penurut dan tidak neko neko, hanya bisa mengikuti perintah Titan untuk menjadi pewaris perusahaannya kelak nanti, jadi ia di wajibkan untuk belajar dari sekarang.


Biru mencuri curi pandang ke arah meja Nata, ia tidak menyangka kalau ada sosok Dirgan dan Bintang bergabung di meja Nata.


""Hai.. Brownies."" Bintang mengisyaratkan tangannya dengan bibir hanya berkomat kamit tidak terdengar. sebab ia menghormati kemal yang sedang berkicau kicau di atas panggung.


Aksa belum mengetahui adanya Bintang di aula itu, Bintang pun sama padahal meja mereka tidak berjauhan namun saling memunggungi.


""Jadi, tuan Kemal, orangnya yang itu."" Ucap Aksa menatap kemal dengan tatapan mata elangnya, seakan akan ingin menerkam mangsanya, kepalan tangannya pun spontan mengerat saat sugesti Fatur terlintas di otaknya.


""Benar tuan muda, dia adalah komisaris itu yang di maksud oleh tuan Besar."" Timpal Alex sengaja memanas manasih Aksa yang mengingatkan sugesti Fatur.


Sementara Wiwid yang duduk di antara Alex dan Aksa tidak memperdulikan Bosnya, ia hanya konyol memperhatikan Bintang yang melemparkan senyuman manis ke arah meja Biru.


""Yaa...ampun, Nona sangat hebat, sudah mendapat korban baru lagi."" puji Wiwid ke Bintang, ia tak sadar dengan suaranya yang sedikit keras.


"" mana tampan lagi, anak pengusaha lagi yang menjadi sasarannya."" Wiwid masih tidak sadar kalau ia di tatap horor oleh Aksa.


""Diam."" Geram Aksa.


""Eeeh..maaf Nona Jaauza."" Celetuk Wiwid yang tak sadar menyebut nama Bintang, ia terlalu banyak mengurusi pribadi Bintang, jadi Wiwid mengira yang menyentaknya adalah Gadis yang membuatnya pusing dengan hidup Bintang yang banyak pria tampan di sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2