
BINTANG POV
Ku kaitkan tangan kiri di lengan kekar papaku, begitu pun sebelah kanan, ada mama juga yang menggandeng ku untuk berjalan menuju altar yang sudah ada pangeran putih yang selama ini aku cari dalam hidup ku, yang menunggu di sana . Di belakang ku ada Gilang, anak nakal yang sedang membantu ku mengawasi gaun pengantin jika tersangkut, Gaun yang mempunyai panjang berlebihan dari tinggi tubuhku, Tapi aku akui inilah pakaian yang ku kenakan paling indah selama hidup ku, Gaun pengantin.
Begitu banyak tamu yang memandang ke arah ku, aku adalah bintangnya acara ini, karena ini hari pernikahan ku bersama pria yang ada di atas altar yang sedang tersenyum hangat ke arah ku yang masih jauh dari posisi ku.
Aku tidak menyangka dan tidak pernah ada pikiran dari jaauuuuuuuuuuh hari sebelumnya kalau diaaaaa atau yang bernama Dirgantara Malik akan menjadi pria masa depanku yang tadinya hanya sebagai tetangga plus sahabat terbaikku, tergila...yang akan menjadi suami ku.
Hidup memang rahasia, Misterius. ?! Begitu pun 'Journey Of Love' ku, yang tadinya aku berlayar di antara satu demi satu ke hati pria yang ada di luar sana ....tapi...takdir ku malah berlabuh di sahabat kecil ku sendiri. hmm... rahasia memang mengejutkan tapi indah dan manis bagiku.
Ku melirik salah satu table tamu di sana.....ada para sahabat ku yang tersenyum senang ke arah ku....ada Biru, Nata, Rere, Reina dan adaaaa Aksa. Aksa ? salah satu pria yang pernah aku labui. tak ku pungkiri, dulu sempat pria itu yang pernah menguasai hati ku, Tapi....itu dulu, tidak sekarang. Aksa memang pria baik, Tapi takdirku tidak bersamanya, dan takdirku ada di hadapanku yang sedang mengulurkan tangannya ke arah ku., Dirgan....! kamu lah pilihan ku sekarang, dan kamu lah hidupku sekarang, kamu pria terhebat yang bertahan begitu lama dalam cinta diammu.
I love you, mati dan hidup ku adalah milikmu. Bintang untuk mu, Dirgantara Malik.
...****...
DIRGAN POV
Ku ulurkan tangan ku ke arah dia, dia adalah Bintang, calon istri ku, wanita spesial yang selalu memenjarakan hati ku yang hanya ada nama dia dari kecil sampai akhir ini.
Bintang menggapai uluranku, dia tersenyum manis ke arah ku, wajahnya begitu cantik sangat cantik dengan gaun pengantin itu...ah... rasanya aku ingin segera membawanya pulang sekarang juga dan mengurungnya di kamar supaya tidak ada yang meliriknya seperti saat ini, para tamu laki laki terhipnotis dengannya.
""Cantik."" Puji ku. Bintang tersenyum manis.
""Tampan, kamu sangat tampan pangeran botak ku.!"" Ujarnya terkekeh.
__ADS_1
Astaga, aku tidak botak ! kenapa dia memanggilku begitu ? ku akui, waktu kecil aku memang botak, rambut ku susah sekali tumbuhnya, tapi..... sekarang kan aku sudah..... tampan...eaaaa..
Lupakan orang botak, yuk kita mulai pernikahan ini....
Pendeta sudah melakukan ritualnya dengan kitab suci menurut ajaran agama tersebut.
Pak pendeta bertanya kepada ku, apakah aku sudah siap bersedia untuk meminang wanita yang di samping ku,.....Oh, Tentu saja...dari kecil pun aku sudah mengakui dia istri ku, apalagi sudah dewasa...beh....ngebet pakai banget.... sudah ku bayangkan nanti, ketika aku mau tidur ...ada Bintang yang menemaniku, bangun nanti pun sama, ada Bintang yang tersenyum mengapa ku....ah..manis....aku sudah tidak sabar dengan yang itu..hihihi...
Ku genggam tangan Bintang di hadapan pendeta serta para saksi dan tamu yang hadir dan ku ucapkan janji suci, sesucinya dari dalam hati ku yang paling terdalam.
""aku Dirgantara Malik, mengambil engkau Jaauza Al Miller menjadi seorang istri, Untuk saling memiliki dan untuk saling menjaga dari sekarang sampai maut memisahkan, baik dalam senang dan susah, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling menghargai sampai akhir hayat memisahkan, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus, inilah janji suci dan setia ku dari dalam lubuk hati ku yang paling tulus.""
Bintang mempererat pegangan tangannya setelah ku meluapkan janji suci ku, dan di susul dengan dia yang mengambil janji suci untuk mengambil aku menjadi suaminya...
""Kurang ?!."" Bisik ku menggoda.
Bintang terkekeh kecil malu malu meong. ""Apa sih ?"" ujarnya dengan wajah merona malu atau senang menyatu.
""Nanti malam."" Lanjutku menggoda. Bintang semakin merona. aaah... sangat ku nantikan malam panjang ini.
Ku kerlyatkan mata ku ke segala table, di sana para sahabat ku, mengacungkan jempolnya masing masing dua ke arah ku. Tentu aku bangga, Aku duluan yang akan menikmati surga dunia yang sesungguhnya, tidak seperti Nata lho ya... lupakan Nata penjahat kelamin itu. aku keeeeeee Aksa....Dia memberi aku jempolnya dengan agresif ke arah ku, Entah itu artinya apa ? Mungkin, itu pertanda kamu yang menang aku yang kalah... mungkin lho ya..aku pun tidak mengerti maksud dua jempolnya.
Aksa ?, ku akui kamu perna menjadi yang spesial di hati Bintang, tapi maaf...., aku adalah pemenangnya di akhir cerita, rasa cemburu dan sakit yang ku alami berujung manis untuk ku, dan doa ku yang terbaik untuk mu.... semoga kamu mendapatkan pengantin yang lebih baik dari Bintang, eeeeitss.... Bintang yang terbaik untuk ku dari cewek cewek bohay yang sudah membantu ku bertopeng. dan untuk mu Aksa.... sukses selalu.
Table paling depan ada Keluarga ku dan keluarga Bintang.di sanaaaa...ada mamaku dan mama Meca yang sedang..... kayanya melempar kata kata alot deh....mau ngupil eh maksud ku nguping...yuk kita nguping ke peralotan mama mama yang kadang somplak tidak ingat umur....
__ADS_1
""Cih, Ca.... mereka akan tinggal di rumah ku, ngalah coba.!"" Ujar Fina kesal yang sedari tadi berbicara alot tak bertepi.
""Ogah, Bintang dan Dirgan, Titik no pake koma seru tanya, mereka akan tinggal di rumah besar Al Miller."" Kekeuh Meca dengan sinis.
""Ah, dasar...Gue pecat jadi besan Lo."" Ceplos Fina kena cubitan pinggang dari Gion.
""Pa....Meca nyebelin."" Adu Fina minta pembelaan. Meca meletin lidah.
""Beo, jangan malu maluin deh ah, ini masih berlangsung lho acaranya."" Lerai Gion mengecup bibir Fina yang lagi monyong dengan singkat. Gilang di antara mereka hanya bisu menggeleng geleng, aneh untuk para orang tua.
""Iya,. ih... kenapa sih masih pada kaya' anak ABG, masih suka alot alotan."" Timpal Vero melerai. Meca melotot horor ke suaminya....Jatah nanti malam libur, itulah arti dari plototan Meca.
""Cuekin saja mereka Ver, mari kita lanjutkan perbincangan yang tadi....jadi, yang pas untuk Bintang dan Dirgan berapa ?"" Tanya Gion. para bapak somplak mengatur akan berapa cucu yang akan hadir di tengah tengah keluarganya. Sama saja somplaknya dari para istrinya.
""Sepuluh.."" Fina dan Meca bersuara kompak menyahuti perbincangan para suaminya.
""Lima untuk Al Miller, Lima lagi untuk Malik."" Antusias Fina membagi...Kue kali ah...di bagi...
""Boleh...Boleh..."" Vero menyahut, Gion mengangguk. Gilang menepuk jidatnya dengan prustasi punya keluarga yang kadang somplak otaknya.
Bersambung...
Vote....Vote..π
Yang belum intip ke novel 'Rantau' intip dong...beri komen manis dan pedas tak apa, di situ...Yuk...jalan jalanππ Klik profil Mak thor π
__ADS_1