
Bintang terpaksa meninggalkan kota Paris yang sepenuh wisatanya belum di lihatnya, sebab keluarga Dirgan mendesaknya agar cepat cepat pulang ke negara sendiri. katanya sih mereka sudah rindu dengan orang orang sana...... Kelitnya.
padahal baru juga nyampai satu jam di rumah setelah dari Paris kini keluarga Malik bertamu resmi ke keluarga Al Miller dengan buah tangan khusus di bawa oleh Fina untuk di berikan ke calon besan dan lagaknya si Fina itu beeeeh.... Minta di omelin oleh Meca, sok sopan tidak biasa biasanya bertamu menggunakan pakaian berlebihan rapihnya, yang biasanya juga bertamu pakai baju piyama kini memakai pakaian layaknya akan menghadiri undangannya pangeran William. Gion dan Dirgan saja aneh melihat wanita luar biasa dalam hidup mereka itu. Senangnya Fina kali ini melebihi senang calon pengantin padahal belum tentu di terima pinangan anaknya oleh Meca dan Vero, Fina sudah ingin berjingkrak heboh. Lamaran di tolak bar bar On.... itulah Fina.
Meca dan Vero bertanya tanya sendiri dengan pertemuan keluarga ini, mereka belum tahu jalinan cinta anaknya bersama Dirgan. Bagaimana mau tahu, Bintang saja sampai sampai rumah sudah tidur sebab kurang enak badan akibat tubuhnya kecapean di tambah suhu luar negeri dengan suhu negaranya begitu berbeda yang mengagetkan kekebalan tubuhnya.
""Fin, kamu di luar negeri tidak di templokin setan kan ?"" Songong Meca mencibik dandanan Fina yang terlihat berlebihan tapi cantik sih, cuma aneh aja bagi Meca.
""Beeehh, kalau bukan calon besan Uda gue gibeng lu Ca."" Tahan Fina dalam hati.
Sahabat jadi besan..
""Begini Ca, Ver, kami kesini ingin membicarakan tentang hal penting hubungan anak kita, kami sekeluarga ingin meminang anak Kalian.""
Gion bersuara ke inti, membuat Meca dan Vero berekspresi luar biasa lebay di mata Fina. Vero dan Meca saling pandang dengan mulut menganga lebar.
""Mulut di kondisikan woy."" Ledek Fina. Dirgan tersenyum geli dengan mata berkeliaran mencari sosok pujaan hati, Cuma tak berniat bertanya. palingan juga Bintang istirahat, tebaknya.
Plak...
Meca tiba tiba memukul paha suaminya sekedar untuk mengingat kan dirinya ini mimpi atau nyata ? tapi suaminya mengadu kesakitan dengan jelas terdengar di telinga membuatnya sadar kalau ini bukan mimpi.
""Maksud dari kata Gion tuh, akan melamar Jaauza, Begitu ?"" Meca masih dalam keadaan terkejut. Vero tidak bisa berkata kata, Senang. Dirgan di matanya adalah pria bertanggung jawab dan pelindung anaknya dari kecil.
""Yaelah Ca, masih aja nanya ! ya iyalah anak kamu kan yang Gadis cuma Bintang seorang !"" Fina tidak sabaran.
""kata siapa ? Ada Mumun noh, barangkali Dirgan mau."" Goda Meca. Meca mengakui Mumun anaknya yang entah laki atau betina. tergelitik dalam hati.
""Ih, Tan..masa aku dan Mumun itu ituan ?"" Dirgan bergidik jijik dengan tangan di simbol beradu mesra.
""Hahaha...""
Suara Bahakan terdengar dari mulut orang tua, di tambah dengan pas lewatnya Gilang bersama Mumun yang mengekor di belakang. Dirgan bermuka asem.
""Heboh amat ! ada apa sih ? aku dengar dengar ada nama Mumun yang di bahas, Mun kamu menjadi trending topik.!"" Gilang menghentikan langkahnya tanpa Ingin menghampiri.
Dirgan menoleh ke arah belakang yang mana matanya beradu sitatap dengan Mumun.
__ADS_1
""Urusan orang gede, sana Lang ! bawa jauh jauh tuh Mumun, Kaka jijik liatnya."" ujar Dirgan, tangannya mengibas ibaskan ke arah Mumun, Mengusir. orang tua kembali tertawa geli.
""Ayo Mumun, kita let's go ke rumah mimin."" Gilang pergi sebelum melempar tatapan protes horornya yang tidak suka kalau monyetnya di cibir.
Kalau Mumun bisa bicara manusia, ia pun akan berkata ke Dirgan. ' sorry, Cintaku hanya buat Mimin seekor. gue juga tidak level yang tidak mempunyai bulu.
Obrolan serius kembali berlanjut dengan hangat tanpa ada rasa kecanggungan melempar kan ledekan demi ledekan yang aslinya itulah yang membuat keluarga mereka menjadi hangat. Keputusan pun di ambil dengan jalan yang terindah untuk Dirgan dan Bintang, Menikah.
...******...
Dirgan memandangi balkon Bintang dari balkonnya, sepulang dari luar Negeri dan kedatangannya melamar, Bintang tak nampak terlihat. ia hanya tahu dari Meca kalau Bintang lagi istirahat, ia pun menghampiri balkon itu.
Mengintip dari celah pintu balkon yang terbuka.
""Bin.."" ujarnya memanggil.
""Eum..."" Bintang membuka selimut tebal untuk melihat ke arah suara itu. ada Dirgan yang berdiri dengan wajah tampan bersinar bahagia.
""Ya ampun, sepulang tadi kamu hanya tidur ? ayo bangun."" Dirgan menyilapkan selimut, berniat menarik tangan Bintang untuk duduk. Namun....terhenti.
""Aish...panas ! Astaga, kamu sakit, sebentar aku akan mengambil kompres!"" Paniknya.
""Aku uda minum obat, jadi santai.. lebih baik kamu duduk di sini dan temani aku istirahat."" Pintanya Manja, Suaranya pun terdengar serak.
""Baiklah., Aku temani, apa sudah makan, kah.?""
Bintang mengangguk.
""Kamu mau pergi? kemana ?"" Selidik Bintang yang melihat penampilan Dirgan terlihat rapih.
""Eum, aku habis dari rumah calon mertua ku." Dirgan menggoda. ""Habis menaruh lamaran.""
Bintang langsung menarik tubuhnya untuk duduk, ngambek. Namun rebahan kembali, ulah Dirgan yang menarik tubuhnya untuk kembali tiduran. Dirgan malah mengusap usap keningnya, kalau ia tidak kepo maksud perkataan Dirgan, mungkin ia kembali memejamkan matanya, Nyaman dengan sentuhan itu.
""Ayo tidur lagi, biar cepat sembuh.!"" Dirgan semakin lembut menina bobokan Bintang dengan cara masih mengusap kening Bintang layaknya ingin menidurkan anak kecil.
Bintang menepis tangan Dirgan, mendadak tidak suka di goda seperti itu, padahal ia pun yakin Dirgan pasti hanya bercanda, tapi ia tidak suka Mendengarnya. ia kan minta di manis manisin bukan di goda !
__ADS_1
""Apa maksudmu ? kamu melamar Gadis bohay mana, Hah ?"" Datarnya. Namun terdengar mengintimidasi.
Dirgan menyeringai jail, Bintang terdengar marah."" Gadis itu adalah mantan ku."" Godanya.
Bintang membulatkan matanya, Dirgan kan sekarang kekasihnya, kok malah melamar mantan bohaynya si ? di anggap apa dirinya.?
""Ya udah sana, pergi. ! Aku tidak mau di temani lagi."" Bintang menarik selimut menutupi tubuhnya dan membelakangi Dirgan. ia lagi tidak ingin bercanda atau pun di goda, mood-nya lagi tidak bagus di bawa becanda dengan kondisi tubuhnya yang kurang fit.
""Mantan sahabat, maksud ku itu kamu. dan aku di terima."" Bisik Dirgan di telinga Bintang.
Bintang menyeringai di dalam selimut, berbalik dengan ekspresi menyebalkan.
""siapa yang menerima mu, hah ?""
""Om Vero dan Tante Meca.!""
""Ya sudah kamu menikah saja dengan mereka, karena aku belum menerima mu."" Geli Bintang dalam hati. Goda balas menggoda, Tidak ada ekspresi bercanda di wajah Bintang, hanya wajah serius yang di tangkap oleh Dirgan. membuat Dirgan merinding takut, ia jadi menyesal bermain kata dengan Bintang.
""Bin."" Rengek Dirgan. wajah tampannya di bikin sendu menyedihkan. ia kan sudah ngebet kepingin nikah, kok Bintang malah ngambek gara gara cuman di goda. ah...brabe.
""Eum., Pergilah...! aku mau tidur, biar cepat sembuh, cepat pula nyari cowok ganteng untuk di jadikan pasangan baru.""
Nyess... jangan baby, aku akan menderita lagi..! teriakan hati itu kepingin loncat dari mulut Dirgan.
""Becanda kan ? aaah...aku pergi ke Paris lagi ini."" Suara dewasa itu seperti anak kecil yang minta di kasih permen, merengek..."" masa di goda gitu aja marah sih ? aku sedih lho."" Rayunya.
""Pfuufuf..."" Bintang yang tadinya kembali menyembunyikan kepalanya di dalam selimut menahan tawanya agar tidak pecah, Mendengar rengekan Dirgan, ia jadi puas menggodanya.
""apa butuh pelukan perpisahan, Bye semoga betah di paris!."" Bintang merentangkan tangannya, menyuruh Dirgan memeluknya, wajah yang nampak serius tadinya, kini menyeringai lebar.
""Ish...pandai sekali kamu hah, ayo aku akan membawa mu ke gereja sekarang juga untuk meresmikan mu tidak usah menunggu persiapan, biar kamu tidak nakal lagi, apa tadi tuh...? Mencari cowok baru ? tidak bisa."" Dirgan mencubit pipi Bintang dengan gemas, menerima rentangan itu dengan senang hati.
""Kamu adalah warna hidup ku, Bin ! tanpa mu, dunia ku akan gelap."" Dirgan bermain kata dengan manis membuat Bintang meleleh di dekapan itu.
Bintang tersenyum manis, ia begitu bersyukur bisa mendapatkan di cinta Dirgan yang begitu dalam.
""Aku tidak pandai bermain kata, Dir.! tapi aku hanya ingin berkata. Lelaki yang hanya ingin ku lihat di antara bahagia dan sedih ku hanya kamu, antara sakit dan sehatku hanya kamu, dan di antara aku ingin tidur dan terbangun hanya kamu.""
__ADS_1
Sederhana tapi begitu dalam makna dari kata kata Bintang, Dirgan menahan air mata terharunya, Kata kata Bintang sangat menyentuh hati yang dulunya sering merasakan sakit dalam diam.
""Aku mencintaimu, always..kapan itu.!"" Cium Dirgan di kening Bintang yang masih terasa panas demam.