BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 11


__ADS_3

Hari kedua Bintang bersekolah di gedung barunya, masih sama seperti kemarin dalam berpenampilan. 'Setan Tompel Ompong.'


Gadis bermata tajam kucing, hidung mancung kecil, wajah yang begitu cantik tanpa bosen untuk di lihat lama lama, masih tersembunyi di tutup topeng culunnya.


Tap..tap..tap..


Suara langkah sepatu beriringan tiga anak remaja menginjak di koridor sekolah. semua mata para murid menajam menatap Bintang culun, tidak suka yang bisa bisanya berjalan di apit tengah tengah pria yang terbilang salah satu siswa populer di sekolahnya, Biru dan Dirgan.


Biru yang salah satu siswa terkenal di bagian Team basket berkarisma mempunyai pengagum siswi tersendiri. membuat posisi Bintang semakin berbahaya, jika tidak ada yang tahu hubungan mereka yang hanya sebatas sahabat sekaligus sepupu.


Berbeda dengan Dirgan, walaupun ia tidak mempunyai karisma di bagian hal hal yang berbau kegiatan apa pun di sekolahannya, Namun ia juga mempunyai pengagum tersendiri, dan karismanya itu adalah dari mulut manisnya yang pintar mengeluarkan kata kata lebay modusnya. di tambah mempunyai dukungan dari ketampanannya, ciplakan dari papanya, Gion. berpostur tinggi berisi sedang, tapi berotot.


""wow.. gadis Culun, sangat hebat menggait cowok Basket dan cowok playboy sekaligus, apa cowok keren seperti mereka di guna guna."" iri salah satu siswi.


Hujatan demi hujatan pedas di iringi langkah Bintang menujuh kelasnya, Namun sikap cuek nya, ia tidak memperdulikannya selama itu tidak merugikannya, ia malah sengaja bergelayut manja di lengan berotot kedua sahabatnya yang berada di tengah-tengah kedua pria remaja itu. membuat para siswi semakin menjerit jerit ingin menarik kuncir dua rambut Bintang namun tertahan tidak berani. hanya umpatan kasar yang berani mereka utarakan, Mungkin.


Belum juga sampai di kelas, Dirgan sudah ingin berbelok haluan meninggalkan Biru dan Bintang, ketika melihat incaran cewek bohay nya berjalan menuju ke kantin.


Kini hanya Biru yang mengantarkan Bintang ke kelasnya dengan tangan masih bergelayut manja seperti layaknya sepasang kekasih.


Mata siswa siswi satu kelas Bintang yang melihat bergandengan tangan dengan Biru membuat tanda tanya besar oleh mereka termasuk Aksa, pria yang satu bangku dengan Bintang, ia berpikir jika Bintang adalah cewek playgirl, kamaren Dirgan dan sekarang yang menggandeng tangannya Biru, anak dari kelas 10.


""Bin..aku ke kelas dulu."" Pamit Biru setelah mengantar Bintang ke kelasnya.


""Kak."" protes Bintang, pingin di panggil Kaka oleh Biru. Biru hanya menggeleng tidak mau lalu pergi dari kelas itu.


""Huuu.."" seru Bintang mencibikkan bibirnya. menatap Punggung Biru yang sudah menghilang.


""Kak?"" Gumam Aksa. walaupun suara Bintang sangat lirih, tapi telinga tajam kelincinya masuk sempurna ke inderanya.


Aksa manggut mengerti, ternyata mereka berdua bersaudara, entah kenapa ia malah mengurusi kehidupan Bintang, padahal sebelumnya ia tidak suka jika Bintang duduk di sebelahnya, Namun kini... malah berbeda, mungkin hanya penasaran, Mungkin.


Semenjak Aksa memergoki aksi jijik Justien di roof top sekolah dan korbannya gadis culun luar biasa di sampingnya, ia malah menjadi kepo, siapa Bintang itu? Video yang di rekamnya justru malah di ulang ulang untuk di tontonnya, dan alhasil tiap ia menonton Video aksi Bintang, senyum mahalnya malah tersungging sendiri tanpa paksaan.


""Ehheeem.."" Bintang berdehem keras agar pria bermuka tampan tapi datar itu mau memberinya jalan masuk ke tempat duduknya. Tidak ada respon dari Aksa, membuat Bintang mendengus kesal.

__ADS_1


""Permisi tuan, Miss Tompel Ompooong mau lewat, duduk di singgasananya."" Celetuk ketus Bintang pas di samping telinga Aksa.


Aksa meremang, Bulu kuduknya malah merinding geli dapat bisikan ketus namun terdengar seksi di kupingnya, Baru pertama kali ini ada seorang gadis yang berani melakukannya, dan seorang Bintang culun doang yang berhasil membuat seorang Aksa belum melakukan Aksi gila juteknya, dan jailnya. Yang dulu dulu jika ada seorang gadis yang mau mendekat hanya lima menit saja gadis itu akan kabur duluan, Takut.


""Damn !"" umpat kesal Bintang membatin.


Bintang menerobos masuk menggunakan tumpul dengkulnya, ia bodoh amat tatapan tajam dari teman sebangkunya itu, yang kaku, datar dan dingin.


Baru semenit Bintang duduk di kursi dinginnya karena orang yang di sampingnya, sudah ada guru yang masuk untuk mengisi pelajaran pertama.


Guru duduk di kursi khususnya, Aksa malah berdiri berjalan keluar tanpa permisi kaya angin lalu. membuat Bintang mengumpat berkali kali, kenapa tidak dari tadi saja anak dingin datar itu berdirinya.


""Aksa? mau kemana kamu?"" tanya sang guru yang terlihat sedikit seksi dari guru yang lain.


Aksa berhenti, menoleh sejenak ke guru tersebut dengan tatapan dinginnya. ""Bukan urusan anda.!"" ketusnya.


Guru yang sering di panggil ibu Sandra itu hanya menghela napas panjang, melihat kurang ajar muridnya.


""tch.. cowok aneh."" Gumam Bintang.


Jam cepat berlalu, kini waktunya istirahat dan sebagian murid berhamburan ke kantin seakan ada pembagian makan gratis, padahal mah walaupun tidak ada yang gratis tetap saja murid pada kesana, orang kebanyakan murid anak konglomerat semua.


Berbeda dengan Bintang, gadis itu malah berjalan menuju ke perpus dengan sendiri tanpa ada Dirgan karena sahabat gilanya itu lagi fokus dengan cewek bohay nya.


""Woy.. jangan berisik."" Sentakan itu berhasil membuat pendatang perpus mengurungkan niatnya untuk melangkah lebih masuk lagi.


Suara seorang Aksa, yang tidur di atas meja bundar loncong gede, membuat para calon pembaca pada kabur.


Segerombolan para siswa siswi mulai datang lagi, membuat Aksa mendengus kesal, karena kembali terbangun terganggu.


""Jika ada yang berani mengganggu tidur ku maka kalian tidak akan bisa keluar dari sini dengan wajah mulus."" Sontak siswa siswi itu kabur lagi. dan Aksa kembali tertidur dengan lengan satu menumpuh di atas jidatnya.


Tap..tap..tap..


Suara kembali terdengar di kuping tajam kelincinya. Aksa kembali mendengus kesal dan dengan geramnya ia berdiri dan menghampiri arah suara itu.

__ADS_1


Tap..tap..tap..


Suara sepatu Bintang terdengar kencang karena meloncat loncat ingin meraih buku Bisnis di rak ke enam yang sangat tinggi untuk Bintang jangkau.


""Woy berisik tau nggak? kenapa si loncat loncatan seperti itu?"" ketus Aksa menghentikan Bintang untuk berloncat kembali.


Bintang menoleh ke Aksa dan Buku sasarannya di atas secara bergantian.


""ehh..jangkung ! tolong ambilkan buku tebal itu."" santai Bintang tidak takut dengan juteknya Aksa.


""Jangkung?"" ulang Aksa. Bintang mengangguk manis membuat kaca mata jengkolnya melorot. dan Aksa tiba tiba mengingat kaca mata Bintang yang di simpannya.


""Ambil sendiri.!"" cuek Aksa seraya mengacak rambutnya yang sudah acak acakan, Namun di mata Bintang justru terlihat seksi mempesona dengan stail Aksa yang berantakan.


""Tampan."" Gumam Bintang memperhatikan wajah manis Aksa di tambah belahan dagu pria itu membuat Bintang ingin berlama-lama untuk memandangnya.


Bintang menggeleng cepat untuk membuang pikiran liarnya, ia sudah berjanji kepada papanya tidak boleh berpacaran lagi di saat ini.


Tap..Tap..Tap..


Bintang lagi lagi kembali berloncatan saat Aksa sudah memunggunginya. dan lagi lagi Aksa mendengus sebal terlalu sebal malah.


""Keras kepala, jika tidak sampai maka jangan memaksa.""


Aksa mengambil buku tersebut, tapi pria itu malah menaruhnya ke rak paling atas lagi, bukannya menyerahkannya ke Bintang.


""Aksa.."" kesal Bintang mendorong tubuh tinggi itu ke arah rak buku dan membuat rak tersebut oleng dan alhasil buku satu rak pada jatuh menimpa Aksa dan Bintang.


Tidak, hanya kepala dan tubuh Aksa yang terkena, pria tinggi itu spontan menarik Bintang ke dekapannya melindungi gadis culun itu dari runtuhan buku buku tebal.


Deg...


Bersambung...


Like...komen..hadiah..Vote..dan rate lima Bintang..😘

__ADS_1


__ADS_2