
Setelah mengantar sekretarisnya pulang, Nata tidak kembali ke kantor atau pun ke Apartemennya sendiri. Pria itu sekarang berjalan masuk ke rumah besarnya, ingin mengajukan keprotesannya atas pilihan mamanya yang ingin di Jodohkan bersama Lady Man. Nata masih waras tidak mempunyai penyimpangan seksual atau di sebut parafilia... idih...amit amit, gidiknya. masa ia akan menusuk dari belakang dan mendesah bersama laki laki setiap malam, ogah... mendingan jadi perjaka bocor tua sampai kapan pun itu dari pada harus menikah dengan seorang banci.
Mamanya mungkin sudah tidak waras, pikirnya. apa Mamanya mau apa punya mantu banci, aah... entahlah, Nata jadi pusing sendiri.
"Ma.?!" Nata sedari tadi memanggil tidak ada yang menyahut, rumah mewah kok kaya kuburan, sepi !
Dari arah dapur, Yola mendesah kasar, ia dengar sedari tadi anaknya memanggil menggebu-gebu, tapi ia malas untuk menyahut. dan mau tidak mau, Yola harus meladeni..... Akting On...
"Iya, ada apa ? apa sudah bertemu dengan pilihan mama !"" Yola dengan santainya melewati tubuh tinggi anaknya dan duduk anggun langsung di sofa, ia tidak perduli dengan wajah Nata yang terlihat kecut.
Nata menjatuhkan duduknya di lantai tepat di hadapan duduknya Yola, ia sudah seperti anak kecil yang siap merengek meminta mainan, duduknya itu lho, menyila seperti Petapa Gotama. "Ma, yang benar saja coba ma, masa' aku di jodohkan dengan gosokan salon seperti itu. Gila aku, iiiih."" Bahu Nata spontan bergidik. "" Aku masih normal lho ma ! aku masih suka yang bolong sempit dan berdada montok bukan dada yang rata seperti aku.""
Yola tergelitik hatinya, rasanya ia ingin sekali menertawakan anak semata wayangnya tapi tidak, aktingnya masih On.
""Kalau kamu waras mungkin kamu itu sudah menikah !"" Sindir Yola. "aku kira kamu itu tidak suka wanita yang di jadikan pendamping hidup makanya mama pilihkan Lady Man untuk mu, mana tahu kamu berubah dan ingin menikah, Mama tidak apa apa tuh punya menantu seorang laki laki yang penting kamu tidak tidur dan gonta ganti pasangan setiap malam, mama tidak suka.""
""Nata tidak mau ma.!"" rengutnya. ""Ayo dong ma, jangan jodoh jodoh kan aku lagi, hidup sendiri tuh lebih enjoy, tidak merasa di kekang oleh namanya pernikahan."" Nata memijit pelipisnya, pusing. ""Ma, hanya mama lho yang ingin mempunyai mantu seorang banci, ibu ibu yang lain tidak ada yang mau menikah dengan orang penyimpangan seksual, Jangan ya ma. biarkan anakmu ini terbang tinggi."" Bujuknya.
""Persetan dengan ibu ibu yang lain, Mama ya mama, rajanya Casanova saja bisa mama genggam di telapak mama, apalagi hanya kamu, pitiknya Casanova bisah apa, hah ? aku kebiri sampai tak tersisa, nyaho kamu.!"" Cibir Yola, galak.
Glek.... Dengan cepat, Nata menelan ludahnya, menutup pedang keramatnya menggunakan tangan, takut takut jika sang ratu benar benar mengebirinya. Baru sadar ia, kalau mamanya penakluk Kemal Abraham, rajanya casanova bertingkat bintang Lima. pasti sadis.... pikirnya, papanya saja bertekuk lutut, apalagi dirinya, pasti kalah total di buatnya.
Tak ada respon dari anaknya, Yola berdiri kasar hingga angin terkibas ke wajah Nata terasakan. Meninggalkan anaknya yang semakin pusing di buatnya.
""Bagaimana ini ? masa aku di nikahkan dengan lekong ah."" Pusingnya.
Sebelum benar-benar menghilang, Yola kembali memperhatikan anaknya dari kejauhan dengan senyum liciknya, Sebenarnya ia tidak bersungguh sungguh untuk menjodohkannya dengan Lady Man, itu hanya sebagai pelajaran saja untuk Nata yang tidak ada ruba rubanya.
""Kamu akan menikah, sayang dan Mama pastikan kamu tidak akan pernah main gila lagi di luaran sana, dan kali ini calon kamu pasti kamu sukai. mama yakin itu.!" Gumam Yola berlalu pergi.
...*******...
__ADS_1
Di sini, Seorang Dinata sedang duduk memutar mutar kursi sekretarisnya.
Ceklek... Ibell masuk yang baru datang, telat lima menit.
Ibell menarik nafas panjang sedikit takut. "Maaf bos, telat lima menit." Cengirnya.
Nata hanya manggut-manggut, bangkit dan segera menyuruh Ibell untuk duduk di singgasana.
""Ibell kamu ingin menikah tidak ?"" Ibell mengusap usap daun telinganya, takut salah dengar, datang datang kok kupingnya berdengung.. ""Kalau kamu ingin menikah, Cowok seperti apa yang kamu idamkan untuk menjadi pendamping mu."" Lanjut Nata serius.
Ibell tersenyum manis setelah berfantasi liar membayangkan rupa rupa wajah calonnya, ia memang jomblo, tidak terlalu suka pacaran yang hanya buang buang waktu dan menguras emosi jika tidak sejalan. Ibell masih senyum senyum sendiri saat bayangan opa opa Korea Selatan yang muncul di otaknya, penggemar Drakor akut si Isabella.
"Kalau di kehendaki, Ibell kepingin nikah dengan Lee Min-ho. atau mungkin Si V, kalau tidak berjodoh lagi si Jeon Jong kook juga boleh. !""
""Siapa, Jin Jongkok ?"" Nata tergelitik mendengar nama nama aneh yang di sebut Ibell.
""Hemm, Bos Karto eh, itu mah sopir perusahaan ! Katro. yang penting opa opa yang di BTS ciri ciri calon Ibell, bos.!"" Jelas Ibell malas untuk menyebut satu persatu lagi. "" Kalau masih penasaran dan bertanya siapa itu BTS, Bos punya hp canggih kan ? ketik saja saja ke Mbah dukun Google, muncul deh pasti calon calon Ibell.!""
""Buahhahahah....!""
Ibell terlonjat kaget, kok bosnya terbahak menatap layar ponsel, Gila kah Bosnya gara gara di jodohkan dengan Lady man ?
""Ibell, kamu tidak salah pilih, ini kan seperti pria yang kemarin aku temui di cafe, pakai lipstik dan bedakan."" Cibiknya. Ibell memutar matanya malas, wong manggung kan harus di tancap sedikit, tidak masalah dong.
""Ibell, Kalau modelan begitu sih, lebih macho aku kemana mana ? tampan aku ok! tajir ! kurang apa lagi coba ?""
""Kurang ajar, kurang setia ! kurang wanita ! kurang kurang kurang pokoknya." Serka Ibell cepat. Bosnya yang mulai, Ibell cuma ngebeli ledekan, dan kalau sudah bercekcok ria, tidak ada julukan atasan dan bawahan.
Nata kembali terbahak melihat wajah kurang terima Ibell yang sudah mencibik idolanya.
""Ih, Bos... nyebelin deh.. aku sadar bos itu hanya fantasi saja, wong entar malam aku ada dinner bersama keluarga ku dan keluarga yang akan di jodohkan dengan ku. Blee."" Ibell menjulurkan lidahnya, meledek.
__ADS_1
""Maksud mu ? kamu akan menikah ? di jodohkan ?"" ibell mengangguk manis, penurut Keluarga gadis ini. ""Tampanan mana sama aku ? tajiran mana ? sama aku saja Isabella, aku siap bersaing dengan modelan apa pun yang akan di jodohkan mu, aku akan datang entar malam dan langsung melamarmu di depan Keluarga mu dan keluarga calon calon bodoh itu, biar mati kutu dia berurusan dengan Dinata Kedward Abraham.""
""Yaelah bos, becanda jangan keterlaluan, bos itu sudah di jodohkan dengan ibu bos bersama Lady man !"" Ibell terbahak.
""Ibell, shut up atau gaji tidak akan turun hari ini. !"" Ancam Nata.
""hahah, tidak masalah bos, aku kan mendapat calon suami seperti anda, punya perusahaan Software sendiri, orang tuanya juga tajir gila, di mana-mana perusahaannya, Keluarganya melingkupi raksasa grup."" Jelas Ibell penuh maksud.
Nata menyerinyit, kok ada yang aneh dengan bayangan bayangan dari ucapan Ibell. ""Tunggu dulu ! kamu kata punya Software juga ?"" Ibell mengangguk manis. "" Keluarganya di lingkupi dengan grup raksasa. ?"" Ibell tersenyum manis dengan alis di mainkan. ""Kok persis silsilah keluarga ku ya ?"" tebaknya.
""Karena memang Keluarga pak Bos.""
Juadeeeeeer...
Jantung Nata berdegup kencang. ""Benarkah itu ?"" Senang Nata siap berjingkrak ria, ia tidak jadi di jodohkan dengan banci tapi di jodohkan dengan bolong sempit, ahaa...Nata ngebet kalau lawannya perawan seperti sang sekretaris.
""Bisa benar, bisa juga tidak, keputusan entar malam ada di aku, aku sih tidak mau punya suami yang tukang ehem... eheem..di luaran sana ! bisa mati kurus aku, dada montok ku akan kering jika suamiku tidak-----!
""Tenang saja Sayang, aku siap menjadi budak mu jikalau dirimu menjadi istri ku, celap celup akan aku tinggalkan. Janji."" Potong Nata bersungguh sungguh. dan maju selangkah ke hadapan Ibell.
""eh, Stop."" Lerai Ibell yang akan di sosor oleh Nata.
""Kenapa ? kamu kan calonku, aku bisa dong dekat dekat !"" Nakal Nata.
""Aku belum mengiayakan kok, yeeeh."" Ledeknya menyeringai. ""Aku akan setuju jika pedang pak bos di cuci dulu pakai air panas, pasti kotor tuh bekas lubang sana sini, jadi di histeril kan dahulu."" Hati Ibell tergelitik dengan syaratnya.
""Air panas, 'itu' ku bisa melepuh dan bisa juga akan berari ari."" Ceplos Nata menunjuk kebawah, takut dengan keadaan pedangnya.
""Biarin, itu syaratku."" Santai Ibell tersenyum geli.
Vote dan Bunga bunga..!
__ADS_1
Kisah Biru sepertinya tidak author Up di sini, Yang ingin kepo kisah Si Biru bisa intip ke Novel 'Rantau' saja..ššš