BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 49


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian...!


Hari demi hari berlalu, bulan dan tahun pun sama. Dulu Bintang yang remaja kini sudah berwujud berpenampilan dewasa, Namun sifat serta pikiran teteplah sama layaknya Bintang remaja yang bercita cita menjadi pegawai kantoran biasa saja, tidak mau membangun perusahaannya sendiri padahal semua koneksi mendukung, Entah dari materi orang tuanya di tambah kemampuan otaknya sendiri. iapun lulus sebagai sarjana muda yang berbakat di bidang ke-manejemen-nan. Intinya, Bintang tidak mau repot mengurus perusahaan sampai tua jika harus membangunnya.


Bintang menepati janjinya ke Orang tuanya yang tidak pernah berpacaran sebelum ia menjadi sarjana. walaupun banyak teman lawan jenisnya yang memintanya menjalin hubungan, Tapi Bintang menolaknya secara halus agar tidak berujung permusuhan, Entah kenapa hatinya muak dengan kata cinta saat ini, semenjak hatinya di banting dari Burj Khalifa oleh Aksa, Semenjak itu pula ia tidak percaya adanya ketulusan tentang kata cinta di hidupnya.


Kini Bintang akan bekerja di perusahaan yang baru di dirikan beberapa bulan di kota tempatnya berkuliah namun sudah melaju pesat di persaingan perBisnisan, bergerak di bidang kosmetik yang khusus di impor dari Negara Jerman yang beribukota Berlin itu.


Ini hari pertama Bintang bekerja di perusahaan tersebut dan langsung menjabat sebagai Manager Marketing, tidak tanggung-tanggung ia langsung mendapat kan posisi tersebut dan itu karena rekomendasi dari Universitasnya sebagai tanda apresiasi Skillnya di bidang itu.


Bintang mematuk penampilan formalnya dari atas sampai kebawah di depan cermin di dalam unit Apartemen-nya.


""Sempurna."" Gumamnya setelah melingkarkan jam ber merk di pergelangan tangannya.


Ting...Ting...Ting...


Notifikasi masuk di salah satu aplikasinya.


Bintang mengambil Smartphone-nya di atas meja rias, menekan pasport.


"" Grup orang berbulu.?"" Bintang membaca nama grup tersebut.


""Grup apa ini ? tch..si Gilang nambah gede nambah Gila saja sama Monyetnya."" Cibir Bintang ke Gilang yang jauh di luar kota.


Pasalnya, Grup itu berprofil foto Gilang bersama si Mumun monyet yang sedang memakai kutang.


"" GRUP aneh...namanya di ganti, plus profilnya juga,Gilang...!""


Bintang mengetik malas malasan ke grup tersebut.


"" Tidak kak...ini itu keren..!


penghuni grup yang lain, mana suaranya."" Gilang.


"" Hadir...aku suka kutangnya, ukuran Mumun berapa nanti aku beliin yang banyak."" Nata.


"" Ada, lagi nongkrong di klosed.. aku polos..😋"" Biru.


"" Aku juga polos..masih di bawa umur, tapi kutangnya Mumun aku suka.😎"" Gilang.


"" Gilang...I like it, profil mu kueeeren..aku tebak ukuran Mumun itu pasti 40 D " Dirgan.


"" Dasar...Gila... monyet semua, mesum lagi..."" Bintang.

__ADS_1


"" Hahahaha... Dirgan..! Bintang marah.."" Nata.


"" Monyet semua..? Bintang juga dong! hihihi🤣."" Biru.


"" iiihhh..Biruuuuuu..😤 "" Bintang.


"" Ratu monyet jadi Banteng, galak...di tambah sudah kaya bang Toyib tidak pulang pulang.." Dirgan.


Bintang membalas dengan malas malasan meladeni grup Monyet yang di buat oleh Gilang. Dengan geramnya yang tidak terima di katain monyet, Bintang berpose anggun nan cantik dan langsung mengirim kan Fotonya ke Grup Monyet itu.


"" Noh..apa masih pantes di bilang monyet.?😠😠😠"" Bintang.


"" Huwaaaaa..😭😭😭 Mumun saingan mu berat, kita kabur saja, takut di santet online oleh kak Bintang."" Gilang.


""😍😍🤤 Beautiful..! Mau kemana? sudah rapih di pagi pagi begini.?"" Dirgan.


Biru dan Gilang kabur dari percakapan. pasalnya, Biru sedang moncrot terkentut kentut di dalam kamar mandi, sementara Gilang di jewer oleh Meca, sebab sudah di tunggu sedari tadi di pekarangan untuk berangkat sekolah.


"" Ho'oh cantik...! kita ke KAU yuk.."" Nata.


"" kampret, Nata😡, ingat darahnya sama..!


Bintang, sama Abang Dirgan saja, kita halalin😍."" Dirgan.


Nyess...hati Dirgan kesekian kalinya lebur lagi dan lagi, jauh dekat, Bintang tetap menganggapnya hanya sekedar sahabat.


Dirgan hanya tersenyum getir membaca chat terakhir Bintang.


"" Bergetarnya hanya jika dekat dengan babang Aksa saja."" Nata.


"" Nata, taik💩💩💩😡... Siapa itu ? aku lagi Amnesia, kebentur sendok dan Garpu."" Bintang.


"" Bintang 🤣🤣🤣... yang kebentur mulut apa otaknya?


Dirgan online? apa kah anda mati suri, Suaranya mana?."" Nata.


"" Hidung ku yang terbentur, otakku yang Amnesia..


Dirgan, Paling lagi bergulat dengan bohay-nya."" Bintang.


"" Bagi dooong...Dirgan, Aku mau..🤤🤤"" Nata.


Dirgan masih On, ia hanya me-read saja, setiap hari ia mendambakan Bintang sebagai kekasihnya, namun nihil, sampai saat ini keberaniannya selalu menciut, ia terlalu takut jika di tolak dan berakhir, persahabatan pun putus.

__ADS_1


"" tch, Nata, aku anak polos tidak berani seperti mu, Dasar, Casanova tingkat pohon toge.."" Dirgan.


"" Bintang, mau kemana sudah rapih..?"" Dirgan.


"" Hahaha..Sini bro..aku ajarkan, kita bergulat bersama."" Nata.


"" Nata minta di tebas burungnya, jangan merusak sahabat ku."" Bintang.


"" Nah, kan, burung di sangkar tuh Nat, pawang-nya marah lho."" Dirgan.


"" Bintang, di tanya juga, mau kemana? mudiknya kapan? aku rindu.."" Dirgan.


""Pulangnya masih lama, aku pun tidak tahu, Dannnn...aku sudah kerja, makanya sudah rapih.!"" Bintang.


""Kerja? di mana ? kenapa tidak bergabung di perusahaan aku."" Nata.


"" Huwaaaaa😭😭😭 kenapa kerjanya di sana ? Gabung di showroom motor ku saja."" Dirgan.


"" Nata, No...! Dirgan juga No.. tangan ku tidak kuat mengangkat moge moge di showroom mu."" Bintang


"" Kenapa?"" Nata.


"" hey.. tidak mungkin di suruh ngangkat motor, bego. kamu jadi bosnya saja."" Dirgan.


""Ahh.. sudah lah, aku mau otw kerja, tidak ada faedahnya ngerumpi di Grup Monyet Gilang, Gilang-nya saja sudah kabur. doakan aku semoga betah."" Bintang.


"" Semoga tidak Betah dan balik secepatnya."" Dirgan.


"" iya..semoga bosnya galak dan berbadan buncit, biar matamu sakit dan kabur ke perusahaan ku."" Nata.


""😡😡😡 jahat..ku hempaskan👋kalian ke laut Antartika biar di makan ikan teri yang kepalanya sudah di peka."" Bintang.


Percakapan konyol pun berakhir, Bintang kabaru dari percakapan dan terlihat buru buru keluar dari unit Apartemen-nya.


Setelah berkendara ria yang hanya beberapa menit, sampai. kini Bintang sudah berdiri di depan gedung perkantoran yang akan menemaninya menghabiskan hari hari tenang dan damainya.


""Aku suka."" Bintang memandangi gedung yang mempunyai pencakar langit.


""Semoga tidak ada masalah apa pun yang akan menyulitkanku bekerja di tempat yang keren ini."" Batinnya berdoa.


Hari pertama bekerja, Bintang di sambut hangat oleh sesama pekerja, baik di satu divisinya maupun divisi lainnya. ia sangat mudah berbaur dan terlihat di sukai oleh satu teamnya, mungkin sifat ramah dan cerianya yang membuat teman teman menyukainya.


Bintang terlihat cekatan dan teliti mengerjakan tugas pertamanya, tidak tanggung-tanggung, Bintang membuat proposal pertamanya dengan menggabungkan inovasinya serta inovasi para teman divisinya, lagi dan lagi, asuhan bimbingannya menjadi lebih hangat kepadanya sebab mereka terlihat lebih di hargai dari pada Manager sebelum Bintang bergabung.

__ADS_1


""Ok siap...! pak wakil direktur, proposal siap meluncur..!"" Gumamnya, seraya memandang teman satu teamnya yang terlihat empat orang.


__ADS_2