
""Apa kamu sudah siap.?"" Tanya Fatur meyakinkan.
Aksa mengangguk.
""Justru hari ini yang aku tunggu tunggu sampai aku rela menuruti kemauan papa yang membuat ku muak tinggal di luar negeri."" Aksa kembali teringat kebodohannya yang pergi meninggalkan Bintang dan itu karena ulah papanya, Namun ia juga tidak bisa melawan orang yang sudah berjasa membesarkan dan membiyaih hidupnya.
Fatur membuka laci meja kebesarannya, mengambil beberapa lembar foto dan menyodorkannya ke Aksa.
Aksa memicing tajam ke arah beberapa Foto yang sangat sangat di kenalnya, Ada enam foto, Namun satu foto ia merasa asing.
""ini kan...""
""Keluarga pacar atau mantan pacar mu."" Potong Fatur.
Aksa terkesiap, kenapa Papanya tahu soal Bintang, Bertemu sekalipun tidak pernah, ada apa ini? pikirnya.
""Titan Sunjaya, CEO di bidang Munafaktur seperti papa dan lebih tepatnya saingan papa di kota ini."" Fatur menunjuk foto Titan yang ada di atas meja tepat di depan Aksa duduk.
""Terus apa hubungan foto foto itu dengan Bu..""
""Jangan bertanya sekarang dan dengarkan penjelasan papa."" Fatur tidak suka mendapat pertanyaan kalau ia belum selesai menjelaskannya.
""Baiklah.."" Bingung Aksa nurut.
Fatur sekarang menunjuk foto Gion dan Fina secara bergantian untuk menjelaskan siapa mereka dan tanpa di jelaskan pun Aksa sudah tahu orang tua Dirgan itu, Gion seorang komandan kepolisian, dan Fina adalah ibu rumah tangga sekaligus penggila motor hingga mempunyai showroom motor sendiri dan sekarang Dirgan mewarisi kegilaan Fina yang sama sama pecinta motor.
""ini..apa kamu pernah bertemu langsung di rumah pacarmu? "" Fatur menunjuk foto Kemal. Aksa menggeleng tidak pernah.
""Dia adalah Kemal Abraham saudara lain dari Meca, Komisaris KA Grup."" Jelas Fatur. ""Apa kamu pernah dengar singkatan itu.""
Aksa mengangguk, ""KA Grup adalah perusahaan termaju saat ini."" Setahu Aksa di angguki Fatur.
__ADS_1
"" Dia pengusaha terkejam mematikan jika di usik, bergerak di beberapa bidang. Hospital, industri impor ekspor, Munafaktur, perhotelan serta per-jasa-an pun di embatnya semua."" terang Fatur ingin menjatuhkan Kemal Namun kekuasaannya tidak sampai kesana. sampai saat ini saja, menjatuhkan perusahaan Titan yang bergerak satu bidang pun ia belum berhasil.
Aksa semakin bingung dengan penjelasan Papanya, apa hubungan semua orang itu terhadap Bunda dan dirinya, dan lebih bingungnya ada foto orang tua Bintang.
""Ini..."" Sekarang Fatur menunjuk tajam ke foto Meca dan Vero. "" orang ini intinya."" Sungging Fatur dalam hati.
""Aku sudah tahu kekuasaan mereka, Seorang Profesor kesehatan dan seorang Ahli hukum..Trus? hubungannya.?"" Tanya Aksa sudah muak yang menurutnya tidak ada sangkut paut dengan hidupnya.
""Semua orang itu adalah penyebab Bunda mu masuk penjara dan tidak secara langsung mereka adalah pembunuh Bunda mu, mereka bersekongkol menjebloskan Bunda mu hanya karena masalah pribadi, dan intinya ada di Meca, ahli hukum itu sengaja menambahkan pasal pasal kejahatan yang tidak di lakukan Bunda mu. Meca mengunakan kekuasaannya untuk memberatkan Bunda mu membusuk di penjara sampai kamu pun hampir berakhir lahir di tempat kotor itu. Semuanya karena Meca, papa sangat membenci keluarga besar itu, keluarga yang terlihat baik hati, suka menolong, hangat dan bijaksana, semuanya palsu, itu hanya topeng belaka."" Bohong Fatur.
Fatur meneteskan air mata bohongnya agar cerita karangannya meyakinkan Aksa, supaya anaknya itu bisa di jadikan pion pembalasan.
Juaaaadeeerrr...
Aksa seakan di terjan paku tumpul yang sengaja di tancapkan tepat di organ kehidupannya. Sedih, marah, kecewa kepada keluarga Bintang, tercampur aduk di benaknya saat mendengar tuturan sang papa.
""Ti..tidak, tidak mungkin pa? pa..."" Aksa tak kuasa menahan beban yang di derita Bundanya kalau yang di katakan papanya itu benar.
""itulah sebenarnya, pandang lah foto Bunda mu, apa ada semangat hidup kalau orang hamil di taruh di dalam sel, pasti menyakitkan, salah kan lah Keluarga besar itu, buat mereka hancur selebur leburnya."" Fatur meprovokatori anaknya dengan cerita bual.
""Aaaarrghh.. Tidak mungkin."" Aksa menghempaskan Foto foto keluarga Bintang ke lantai.
Fatur tersungging licik.
"" Apa masalah pribadi yang di maksud oleh papa."" Lanjut Aksa. kemarahannya tertahan saat memejamkan mata sejenak, ada wajah Bintang yang terbayang.
""Masalah percintaan yang rumit antara Papa, Bunda mu dan Meca serta Vero."" Fatur akan memulai drama selanjutnya.
""Papa dan Bunda adalah sepasang kekasih, kami pasangan bahagia Sebelum Meca datang menghancurkan semua rencana kami yang akan menikah saat itu, Meca tidak terima karena dia menyukai papa, begitu pun dengan Vero, Profesor itu menyukai Bunda mu, dan Akhirnya Meca dan Vero bekerja sama untuk menjatuhkan kami, singkat cerita kami di jebak menggunakan obat terlarang, dan akhirnya.... kamu sudah tahu kan.""
Fatur menceritakan kebohongan lagi dan lagi, ia memanfaatkan pikiran Aksa yang sedang kacau agar mudah di hasut.
__ADS_1
""Dan lebih mirisnya lagi, Semua keluarga Meca sangat mendukung aksi jahat Meca bahkan Keluarga Veropun sama, mendukung ahli hukum itu. Semua kekuasaan yang mereka miliki di kerahkan untuk menghukum papa dan Bunda mu yang di kala itu papa bukanlah siapa-siapa, jadi kami hanya bisa pasrah menjalani hukuman.""
""Aaaarrghh...kalian jahat, sangat jahat."" Aksa menginjak injak foto Keluarga Bintang. air mata yang di tahannya runtuh sudah mengalir membasahi pipinya.
""aku akan membalas kalian.""racaunya.
""Berhasil."" lirih Fatur membelakangi Aksa dengan senyum penuh kelicikannya.
""Kalau mau membalas, kuncinya ada di berliannya."" Fatur kembali memprovokasi Aksa.
""Berlian ? siapa ?"" Aksa menghapus air matanya.
""Mantan pacar mu atau masih pacar, gadis itu adalah kunci dari kebahagiaan dan kehancuran mereka.""
""Tapi pa.. Bintang tidak tahu menahu, dia tidak salah."" Aksa tidak mau melukai perasaan Bintang lebih dalam lagi.
""Apa di waktu itu Papa dan Bunda mu salah, hah? mereka tidak memikirkan siapa yang salah siapa yang benar, Meca hanya memikirkan kepentingannya sendiri tanpa memikirkan perasaan kami."" Fatur mulai was was kalau Aksa menolak menghancurkan Bintang.
Kalau Bintang hancur maka Meca serta keluarga yang kompak itu akan merasakan kehancuran juga, pikir Fatur. dan hanya itu rencana yang bisa di perbuat Fatur, Fatur ingin melawan lewat kekuatan materi dan kekuasaan, Namun tidak bisa, karena kekuatannya tidak bisa melawan kekuatan keluarga konglomerat Meca jika sudah menyatu, belum menyatu saja ia belum bisa melawan perusahaan Titan yang menurut Fatur, punya Titan lah yang paling lemah dari pada yang lainnya.
""Beri aku waktu pa , saat ini biarkan aku berpikir jernih."" Aksa sangat berberat hati kalau harus menggunakan Bintang sebagai bahan pembalasan.
""Apa kamu mencintainya."" selidik Fatur.
Aksa mengangguk cepat.
""Maka perjuangkan dan nikahilah."" ide baru Fatur kembali menyambung otak liciknya.
""Biarkan aku berpikir."" ulang Aksa lalu pergi membawa kemarahannya.
""Hahahaha.."" Gelak seram Fatur setelah Aksa sudah pergi.
__ADS_1
"berpikir keras lah pion papa, tapi papa yakin kamu akan ikut bermain dalam kisah ini."" Seringai Fatur puas sudah menanam kebencian di diri Aksa untuk keluarga Bintang.
Flashback off