
""Kesempatan ?"" Ulang Bintang dari ucapan Aksa yang minta kesempatan dalam hubungan asmara mereka.
Bintang merasa bingung dengan hatinya, Aksa memohon kepada-nya dengan rasa yang terlihat bersungguh sungguh untuk di beri kesempatan dan meminta rencana pernikahannya di lanjutkan. Tapi...... hatinya berkata lain ! apakah dirinya harus menerima permintaan Aksa ? atau mendengarkan suara hatinya yang paling dalam.? aah... sungguh sangat memekikkan otak dan hatinya yang akan mengambil keputusan yang sulit.
Aksa masih menunggu jawaban Bintang. Sementara Bintang ragu untuk menjawab penolakan, Bukan apa apa ! ia hanya takut jika ia menolak maka Aksa masih memaksanya lagi menggunakan foto Vulgarnya.
""Apa aku boleh berkata jujur, Aksa ?"" Ucap Bintang ragu ragu untuk menyampaikan keinginan hatinya. dan Bintang akan berbicara dari hati ke hati dengan Aksa secara perlahan.
""Eum, katakanlah,apa pun itu ?"" pasrah Aksa yang jika akan mendapat penolakan dari Bintang.
""Seumpamanya ! Apa kah kamu mau menikahi orang yang hatinya bukan untuk mu ?"" Tanya Bintang penuh dengan maksud.
Aksa menggeleng, pikirannya sudah mendapat jawaban jika Bintang menolak permintaannya. dan ia akan mencoba menerima dan tidak mau lagi memaksakan hati Bintang yang sudah di lakukan sebelumnya. ia pun tidak mau egois memaksa orang yang tidak mau berada di sisinya. Berat memang, tapi ia harus ikhlas, dan mungkin saja ada takdir yang indah di depan sana menunggunya.
"" Maafkan aku, Aksa ! jujur..., kesempatan untuk mu sudah habis ! aku memang pernah memberikan kesempatan itu untukmu dan hari itu di mana aku berkunjung ke rumahmu pas di hari tragedi itu terjadi dan sekarang hati ku sekarang sudah tertutup rapat untuk mu, aku tahu kamu kali ini mungkin bersungguh sungguh tapi apa boleh buat, ini lah keputusan ku."" Ucap Bintang dengan hati hati, takut Aksa akan marah dengan penolakannya, berucap pun seraya berjongkok di hadapan Aksa yang sedang duduk di atas kursi roda.
Aksa terdiam mencerna ucapan Bintang, tersadar dengan kebutaan dan kebodohannya yang terbawa duka dendam yang aslinya hanya kesalah pahaman ke keluarga Bintang. Jika saja waktu bisa ia ulang, maka dirinya tidak akan mau gampang di hasut dan dirinya mungkin saja sudah bahagia bersama Bintang. Tapi itulah takdir tuhan yang harus di terima apa pun itu dengan lapang dada.
""Aksa ? Apa kah kamu ingin memaksa ku lagi menggunakan foto yang kamu miliki.?"" Cemas Bintang. berharap Aksa mau menerima penolakan.
Aksa tersadar dari terpurukkan hatinya yang jujur terdalam sakit yang sedang ia rasakan kali ini, Tapi ia akan berdamai dengan rasa sakit itu.
Aksa menarik nafas panjang membuangnya perlahan, Tangannya bergerak membelai lembut rambut Bintang yang masih berjongkok di depannya.
"" kalau aku memaksa mu lagi, apa kamu mau menurut saja tanpa memberontak."" Tanya Aksa dengan nada yang lembut.
Bintang mengangguk yang artinya akan menurut walau hatinya menolak, demi kelangsungan kedamaian Keluarganya.
__ADS_1
""Bodoh."" Aksa menoyor jidat Bintang dengan sangat kuat hingga kepala Bintang sedikit terhuyung ke belakang
"""iishh.."" Bintang cemberut seraya mengelus jidatnya.
""Kamu harus berontak, dan itulah sifat asli kamu yang jika tidak suka maka tidak suka, mana Bintang yang kuat dengan pendiriannya, hah?!."" Aksa tersenyum paksa menyembunyikan sakit hatinya.
""Aksa.?"" Bintang terperangah dengan pengertian Aksa tanpa harus beradu mulut.
Aksa tersenyum geli dengan ekspresi wajah Bintang yang terlihat lucu di hadapannya, di katupnya kedua pipi Bintang dengan tangan kekarnya.
""Aku tidak akan memaksamu lagi, dan lupakan lah foto foto itu, aku sudah menghapusnya dan maafkan aku dengan hal itu juga.""
Bintang mengangguk dalam katupan wajahnya di tangan kekar Aksa.
""itu artinya kamu menerima penolakan ku kan.?"" ucap Bintang tidak percaya
Bintang tersenyum tulus dan Aksa begitu nyaman dengan posisi yang sedang mengatup wajah cantik Bintang tanpa ada penolakan dari Bintang. Aksa dengan sadar memajukan kepalanya untuk mencium hangat kening Bintang tanpa permisi sebagai tanda perpisahan darinya.
Bintang terperangah dalam diamnya. Aksa dengan cepat mengusap bekas bibirnya di dahi Bintang seraya berucap.
""Selamat tinggal kekasih. jadilah teman baik ku."" Aksa menangadahkan Jentiknya di udara tepat di hadapan Bintang berharap Bintang mau menjadi temannya. Ya.....memiliki pasangan dalam keadaan terpaksa tidak lah bagus untuk hatinya kedepan, jadi Aksa hanya menawarkan sebagai teman kepada Bintang, Mungkin itu lah yang terbaik untuk dirinya dan untuk Bintang sendiri. Dan......ia memang sangat mencintai Bintang, tapi cinta juga kadang kala tidak bisa untuk di miliki dan salah satunya itu adalah Cinta Aksa ke Bintang.
Apakah Bintang tega dan egois dengan penolakan hatinya. ? Tentu sangat tidak ! Bintang juga berhak untuk mendengarkan kata hatinya. Bintang sudah pernah mencoba berdamai untuk memberikan Aksa kesempatan, tapi lagi lagi hatinya di matikan lagi oleh Aksa dengan tingkah bodoh Aksa yang sempat ingin membalas dendam ke Keluarganya, menggunakan kata pernikahan yang syukurnya belum terlaksana.
Bintang menangis terharu seraya membalas jentik Aksa, ini yang ia rindukan dari Aksa, bukan Aksa yang terobsesi kepadanya melainkan ketulusan. Tapi... hatinya tetap lah tidak bisa untuk menerima Aksa Sebagai kekasihnya lagi. Bintang kan punya pendirian di kamus besar percintaannya jika 'Mantan buanglah pada orang lain.' Morgan dulu juga Begitu, ya... walaupun katanya hanya salah paham penyebab berpisahnya dan aslinya Morgan tidak pernah berhianat. tapi....bagi Bintang ! mantan adalah mantan.!
""Best friend."" Bintang memberi pelukan hangat sebagai perpisahan serta ke welcom-an sebagai teman untuk Aksa. "" Terimakasih Aksa kamu begitu pengertian."" Bintang melepaskan pelukannya.
__ADS_1
""Aku akan mencoba mulai dari sekarang.""batin Aksa menguatkan hatinya, agar bisa melepaskan Bintang berbahagia tanpa dirinya.
""Kondisi Dirgan bagaimana ? apa sudah mendapatkan Pendonor Jantung di luar Negeri dan kapan dia akan pulang?"" Aksa sengaja merubah topik yang ingin benar benar mengusir Bintang dari hatinya.
Bintang langsung merubah wajahnya menjadi sedih, mengedipkan bahunya Seraya menggeleng tidak tahu
"" orang tua Dirgan susah di hubungi, Aku sangat mencemaskan keadaannya, bahkan hatiku sampai sekarang masih tidak tenang memikirkan dia."" Bintang membenarkan posisi kursi roda Aksa untuk menghadap dirinya yang sekarang duduk di kursi panjang taman rumah sakit.
""Benarkah ?"" Tanya Aksa. Bintang mengangguk lemas. "" Kenapa kamu tidak pergi menyusul ?"" Heran Aksa.
""Aku memang pengin ikut tapi orang tua Dirgan tidak mengijinkan ku !"" Kesal Bintang dengan penolakan Fina di hari itu.
""Susullah Dirgan kesana, Bin. Dirgan sangat membutuhkan mu karena ia sangat mencintaimu.!""
Aksa mencoba berbesar hati. rasanya memang sulit memberikan orang berharga kita untuk orang lain, tapi ia harus merelakannya. Dan sekarang Aksa mengakui jika Dirgan lah pemenangnya, mendengar suara dumelan Bintang saja di dalam ruangan rawatnya tadi, ia sudah yakin jika Bintang pun sama mempunyai rasa yang terdalam untuk Dirgan, Namun Gadis itu tidak peka saja, rasa sayang sahabat dan juga rasa sayang cinta ke Dirgan tidak bisa di bedakan oleh Bintang sebab mereka sudah saling menyayangi dari waktu masih orok.
Bintang menyerinyit dengan tuturan Aksa. Dirgan memang pernah menyatakan kata manis itu di waktu Dirgan Sedang mabuk, tapi.... kok Aksa bisa tahu ? Dari mana Aksa mengetahuinya.?
Bintang tersenyum simpul. ""Tidak Aksa, Dirgan tidak mencintai ku ! Dia hanya menyayangi ku sebagai sahabat rasa saudara. Dia memang menyatakan itu di kala dia sedang meracau mabuk, tapi katanya dia hanya beromong kosong.!""
""Tapi kenyataannya begitu, pergi dan katakan padanya pesanku, kalau Aku kalah...Dia yang menang.!"" sportifitas Aksa memang tinggi dan ini adalah kekalahan yang terdalam yang ia alami dalam hidupnya.
Bintang mengangguk. ""Terimakasih, Aksa !"" Bintang spontan memegang tangan Aksa. ""Kamu adalah teman yang baik.!""
Aksa tersenyum senang, tidak mendapat perlakuan hangat sebagai pasangan dengan Bintang tapi ia bersyukur ia masih bisa mendapatkan perlakuan hangat sebagai teman dari Bintang yang notabenenya adalah Gadis yang susah untuk di dekati jika pernah di usik.
""Aku dan Morgan mungkin dua pria yang beruntung pernah mendapatkan kasih sayang mu Bintang, Hanya kami berdua dari sekian banyak mantan mu yang masih bisa berhubungan hangat walau sudah putus, aku senang akan hal itu, dan Dirgan adalah pria yang paling beruntung di antara kami... karena dia adalah pemilik sesungguh mu. semoga kalian berjodoh sampai maut memisahkan."" Lirih Aksa dalam hati seraya tersenyum hangat, hatinya ada kelegahan tersendiri dan ada rasa sakit untuk merelakan.
__ADS_1
Bersambung.....