
Jaauza Al Miller atau sering di kenal Bintang, Gadis cantik dan modis dalam berpakaian kini berubah menjadi gadis Culun buruk rupa, Buruk..Buruk..Buruk..!
dari segi dandanan riasan wajah nya, Tapi kalau di lihat dari belakang, tubuh memang Ok, bisa di bilang Body guitar Spanyol.
""Wiii..keren sekolahannya, si kampret Dirgaaaaahayu ternyata membohongiku.""
Gadis itu masih memandangi gedung barunya yang bertingkat empat dari luar pagar. belum ada yang memperhatikannya, murid murid lainnya masih sibuk berlalu lalang di koridor atau ada yang masih bercanda gurau sesama temannya.
""Biiip... biiiiiiip..biiip.."" suara klakson mobil sports Lamborghini hitam Aventador meklakson Bintang, supaya tidak menghadang jalan masuknya.
Bintang tak bergeming, entah budek atau penyakit cerobohnya kambuh lagi di tengah jalan masuk area sekolahan.
""Biiip..woy..minggir..Biiip.."" pemilik mobil mewah itu mencondongkan kepalanya keluar dengan teriakan nyaring, membuyarkan ke kakaguman Bintang terhadap gedung barunya. Bintang menoleh ke asal suara namun masih berdiri di tengah tengah jalan.
""Oh..astaga..badut dari mana lagi nih.?."" kesal siswa itu lalu turun dari mobil mewahnya.
""Bisa minggir nggak., Badut."" Dingin siswa itu. dan Fix...Bintang akan mencoret muka siswa itu dari daftar orang tulus.
Bintang masih datar, tak bergeming walau di katain badut. meniliti siswa yang berpostur tinggi, kulit manis manis gulali, dan wajah.... euuummm..Tampan abis, tidak ngebosenin jika di pandang terus. kriteria Bintang telak., Namun sayang... Bintang yang sekarang harus memilih yang tulus, bukan dari modal tampan saja, itu yang papanya syarat kan.
""Hussst...!"" Siswa itu mengibaskan tangannya, mengkode Bintang untuk minggir, di sangka Bintang tuli dan bisu hanya bisa berbicara dengan isyarat saja.
""Beeehh.. cakep cakep, nyebelin, sabar Jaauza, baru permulaan, masih banyak hujatan pedas di dalam sana."" Batin Bintang sabar. lalu minggir dan tersenyum memperlihatkan gigi hitamnya sebagai tanda balasannya.
""SETAN TOMPEL OMPONG.."" kaget siswa itu terperanjat lonjat kebelakang dengan muka bergidik ngeri. spontan siswa tersebut berlari masuk ke mobil mewahnya.
""Hahaaaa..!"" Bintang bukannya marah di katain 'setan tompel ompong' justru terpingkal dengan ekspresi terkejut cowok keren tapi nyebelin itu.
""Cukup menarik berpenampilan begini."" lirih Bintang menyeringai seraya masuk ke area sekolahan.
Baru beberapa detik Bintang berjalan di koridor rame itu, sudah banyak pasang mata yang melihatnya jijik, itu pun Bintang belum tersenyum, jika tersenyum pada kabur mungkin.
"" wadauu..ada anak baru..tapi..iihh eneuk...""
""tompelnya cih..""
__ADS_1
""yaaak.. giliran ada anak baru, rupanya kaya itik ke cebur got.""
""pak kapsek kenapa Nerima anak ondel ondel sih?""
""Buruk rupa..Body spanyol..! Dirgan mangsa mu datang, itupun jika mata mu waras.""
blaaa...blaaa..blaaa.. hujatan pedas ke luar dari mulut siswa siswi terdengar di telinga Bintang, Namun satu pun tidak di respon dengan suara ketusnya, dengan geram dan cuek ia berlenggok melambaikan tangannya seperti seorang model yang berjalan di atas catwalk seraya menampilkan senyum manisnya, Namun.. senyuman itu membuat siswa siswi bergidik ngeri pengen muntah.
"" Setan tompel ompong..!"" serbu rame rame dari siswa siswi tersebut masuk ke telinga kebal Bintang.
""Tch... lihat saja, sekarang hujat aja terus, jika nanti ku lepas topeng ku, awas saja ada yang dekat dekat, Gue tampol muka kalian satu persatu."" Batin Bintang menyeringai devil.
Bel masuk terdengar nyaring, Bintang masih sibuk mencari ruangan kapsek yang entah di lantai berapa, ia sudah berwara Wiri bertanya namun yang di tanya pada kabur melihat gigi hitamnya.
""Dirgan sayang, Biru sayang, kalian di mana.? sahabat buruk rupa mu membutuh kan kalian."" keluh Bintang duduk di kursi panjang koridor seraya mengayunkan kedua kakinya yang terbalut sepatu hitam.
Baru saja Bintang mengeluh, sudah terlihat sosok Biru lengkap dengan seragam olahraganya dan tangannya mengapit bola basket seraya berjalan ke arah Bintang yang masih duduk capek.
""eheem.."" Bintang berdehem keras mengkode Biru.
Biru spontan menghentikan jalannya yang akan berbelok ke arah lapangan. menyipitkan mata elangnya, dahinya sudah mengkirut halus. menatap orang yang berdehem keras kepadanya.
Biru meneliti lekat Bintang dari atas sampai kebawah, Bingung..Heran, melongo untung tidak mengejes, campur aduk pokoknya otak pintar Biru. dari postur tubuh ia yakin persis bahwa yang berdiri di depannya itu Bintang sepupunya yang berbody spanyol, namun jika di lihat dari wajahnya, 180 derajat bukan Bintang yang cantik tak ngebosenin, apa lagi jika tersenyum menampilkan gigi gingsul kecilnya menambah ke manisannya.
Biru ingin langsung menebak, namun takut salah, ia pun hanya memasang muka stay coolnya.
""Apa?"" tanya Biru.
""iiihh..sepupu ku tidak kabur lho."" Batin Bintang senang, berasumsi jika Biru mungkin orang yang tulus.
""Kantor kapsek di mana.?"" tanya Bintang, Lupa bersuara palsu. membuat kecurigaan Biru bertambah.
""Bintang.."" pekik Biru melotot, menangkup kedua bahu Bintang lalu memutarnya.
""tch..haah.."" kesal Bintang tak habis pikir, Biru dengan cepat mengenalinya.
__ADS_1
""Wow..wow..wow.. apa apaan ini?"" Biru tertawa tertahan melihat wajah aneh Bintang.
""aaahh.. sudah, Kamu terlalu pintar untuk di bohongi Biru, ayo antar Kaka jelek mu ke kantor kapsek."" Bintang mendengus kesal, tidak perduli dengan tawa dan pertanyaan Biru yang mencercanya, ia hanya berjalan seraya mengapit lengan Biru untuk menuju ruang kapsek.
Setelah Bintang berlama lama di ruangan kapsek dan membuat kapsek itu terheran heran melihat foto asli Bintang di Formulir dengan rupa yang duduk di hadapannya. kapsek itu pun mengantarkan Bintang ke kelas 12 lantai empat dengan formulir di tangannya untuk memberikan ke wali kelas Bintang yang pas mengajar di ruangan tersebut.
Formulir sudah di tangan wali kelas, dengan raut heran, persis kapsek setelah melihat foto Bintang. Bintang pun berdiri di depannya, siswa siswi melotot jijik memandang Bintang dengan suara hujatan nyaring.
""Oiii..ada anak baru lho, cewek cantiiiik..bluweeeekk. !"" celetuk salah satu siswa.
""Cantik dari mananya woiii.."" sahut siswa lainnya.
""Dari sedotan.."" Timpal siswi yang terlihat cantik dari siswi lainnya.
""Aduuuhhh tompelnya...bikin ngiriii, nggak mau.."" hujatan dari siswa duduk di tengah
""blaa..blaa...blaa..!""
""Hahahaha..""
"""Ya..ya..ya..tertawa nyaring lah kalian."" malas cuek Bintang, belum mengeluarkan senyum gigi hitamnya, gadis itu hanya berwajah datar seraya melipat tangannya di dada.
Semua menghujat Bintang kecuali ada dua orang, yang satu duduk paling pojok kiri belakang menatap Bintang datar dan Bintang tau itu siapa, orang yang bertemu di pintu masuk sekolahan, dan yang satunya hanya asyiiiik menopang wajah tunduknya di atas meja dekat jendela, Bintang pun tau wajah malas itu.
""Hussst..tenang.. kalian kedatangan teman baru, jangan kurang ajar kau ini."" Guru yang membawa penggaris besar mengeprak meja untuk minta perhatiannya.
""Perkenalkan nama kau."" ucap sang wali yang di kenal sebagai pak Togar berlogak Batak kental.
""eumm.."" Bintang tersenyum lebar menampilkan deretan gigi hitamnya.
""Maaaaaaakkk...sese tan tompel ompong..""
teriak para siswa siswi, pak Togar menggeleng pusing melihat anak barunya yang sudah lihat wajah asli Bintang.
Bersambung..
__ADS_1
Tinggalkan jejak mu..di bawah..šš
Like..komen..hadiah..rate dan Vote..