BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 92


__ADS_3

Ting....


Suara notifikasi masuk kedalam smartphone milik Bintang yang sedang menguping pembicaraan Aksa dan Fatur, Spontan kedua pria beda umur itu menoleh ke asal suara yang terlihat hanya tembok pembatas ruangan.


Bintang membuka smartphonenya dan terbelalak setelah membuka chat gambar dari Gion.


""Om Damian adalah Gunfatur Gilman.?"" Kaget lirih Bintang.


""Siapa di sana ?"" Suara berat Aksa terdengar menyentak.


Praaang...


Gilang terkejut dan tidak sengaja menjatuhkan guci antik di atas meja hias.


""Ayo, Gilang."" Tak ingin tertangkap, Bintang dengan cepat menarik adiknya untuk kabur, ia berniat akan menceritakan siapa calon suaminya kepada keluarga besarnya.


""Pa, Tas Bintang?."" Ucap Aksa setelah memeriksa. ternyata tas kecil Bintang terjatuh tanpa sadar saat menarik adiknya pergi.


""Sial.... Gadis itu mendengar semua, gagal semua rencana ku, Bodoh..Bodoh... Bodoh."" Teriak Fatur menggelegar.


""Aksa cepat kejar."" Titah Fatur. Aksa menurut.


Fatur dengan cepat memencet tombol yang tersambung ke bodyguard penjaga gerbang.


""Jangan biarkan calon istri Aksa keluar. jika melawan maka lumpuhkan."" Titah Fatur setelah memencet tombol.


Di pekarangan.


""Lang, pasang seat belt mu dengan benar."" Bintang sudah menyalahkan mesin mobilnya dan ingin menerobos beberapa bodyguard yang sudah siap di depan pagar, bahkan Bintang pun menangkap sosok Alex di antara bodyguard itu.


Brumm...brumm...


Bintang memainkan gas mobil sports milik Vero sebagai peringatan ke orang yang berani menghadang.


""Cegat dia."" teriak Aksa yang baru keluar dari pintu utama. pria itupun lari mendekat ke mobil Bintang.


""Kak."" panik Gilang merasa takut.


""Tenang lah, sayang."" Ucap Bintang menenangkan sang Adik. wajah cantiknya pun sangat terlihat serius dan sengit. ""Anak nakal pegangan."" Ucapnya tancap gas.


Mobil sudah meluncur saat Aksa sudah mendekat.


""Sial."" Geram Aksa yang gagal menggapai mobil Bintang. Aksa pun berubah haluan dengan cepat menuju Moge lamanya.


Bintang tanpa takut melajukan mobilnya ke arah gerbang tertutup yang di jaga Beberapa bodyguard.

__ADS_1


""Jangan salah kan aku jika ada yang tertabrak."" Geram Bintang tak memperdulikan orang orang Fatur jika terluka, niatnya hanya untuk pergi dari rumah Aksa tapi jika ada yang menghadang maka terpaksa harus di lumpuhkan.


""Kak....Aaaaarg.."" Jerit Gilang. saat mobil menabrak gerbang besi. dua kali hantaman, gerbang kokoh yang menjulang tinggi terbuka lebar. Namun, mobil sports Vero sudah rinsek body depan.


Tidak ada korban, anak buah Fatur masih sayang dengan nyawanya yang menghindar dari depan gerbang, umpatan kompak bodyguard Fatur pun terlontar keras.....


""Gadis gila..."" Serempak sang Bodyguard.


""Bego, Bodoh...Kejar mobil itu."" Kesal Aksa ke para anak buahnya. ""badan doang gede tapi otak seupil."" Lanjutnya.


Aksa pun mengejar mobil sports Lamborghini Bintang, menggunakan Mogenya dengan kecepatan tinggi, Di susul beberapa mobil dari anak buah Aksa, Fatur dan Alex pun satu mobil, baru keluar dari gerbang, Namun otak licik Fatur tidak mengarah jalan yang di lewati Bintang melainkan berbeda arah.


""Gadis sialan.."" Umpatnya ke Bintang. ""tanpa harus menikah lagi, aku pastikan Mama mu akan bertekuk lutut dan memohon mohon di hadapan ku."" Seringai Fatur yang mempunyai rencana lain.


""Apa kita akan memakai rencana B, Tuan ?"" Tanya Alex di sela kemudinya.


""Eum, Benar..! aku tidak mau kehilangan kesempatan ini, cepat cegat mobil anak Meca."" Titah Fatur. Alex mengangguk patuh.


Di jalan beraspal, Bintang dan gerombolan Aksa masih saling kejar kejaran. dengan kecepatan penuh membuat Gilang yang berada di dalam mobil bergetar ketakutan.


""Kak... pelan pelan.!"" cemas Gilang yang jantungnya seperti akan mau copot, kakanya melajukan mobil dengan ugal ugalan, untungnya Bintang mengambil jalan sepi, sehingga tidak ada pengendara lain kecuali gerombolan Aksa yang di belakang.


""Pelan tanda mati, Gilang.!"" Sahut Bintang dengan malas, Entah kemana perginya Gilang yang nakal, hingga kecepatan tinggi saja bisa menciut.


Bintang tidak menjawab lagi, ia kembali fokus dalam kemudinya, sesekali melihat spion mobil untuk memantau gerombolan Aksa di belakang.


""Kak....jadi pembalaaaaaaap aja."" protes Gilang lagi, Kakanya semakin menambah laju kecepatan.


""anggap saja kita sudah menjadi pembalap."" Sungging Bintang.


Dor...


""Aaaaarg..."" Lagi lagi Gilang menjerit, Suara tembakan terdengar mengenai body belakang mobil.


""Sial, mereka sadis sekali."" Bintang pun terperancat kaget.


""Aku pikir kamu mencintai ku dengan sepenuh hati, Aksa. Ternyata hanya bulshit."" ucapnya dalam hati, padahal ia sudah mulai pasrah dengan keadaan yang akan mau menikah dengan Aksa.


""Lang, keluarin pistol Kaka dari dalam tas."" Titah Bintang.


""Eum, tapi tasnya mana...?"" Gilang celingak celingukan mencari tas kakanya, anak itu pun membuka seat beal-nya agar bisa menghadap ke kabin belakang.


""Car.....""


Dor...

__ADS_1


Dor....


Ckiiiiiiiiiiiiit.....


Ujaran Bintang terpotong, Dua kali tembakan dari gerombolan Aksa di belakang, berhasil mengenai ban mobil dan membuat keseimbangan mobil hilang. Di depan jalan, ada mobil Fathur yang malang melintang memblokir jalannya, tak ingin mobilnya berhantaman yang bisa membuat adiknya terluka parah sebab Bintang menyadari jika adiknya membuka seat belt-nya, Bintang pun membanting setir ke kanan dan dengan cepat menginjak pedal rem sehingga ban mobil bagian belakang sedikit terangkat akibat rem mendadak di saat berada di kecepatan tinggi.


""Gilang, maafin Kaka, apa kamu baik baik saja.?"" Cemas Bintang.


Anak nakal itu terjerembab ke bagian kabin belakang mobil, bukan tas yang di dapat malah benturan keras, namun untungnya Gilang terbentur ke tempat duduk belakang yang empuk adanya.


Gilang mendongak dan membenarkan posisinya.


""Kaka, pelipis mu berdarah..?"" Cemas Gilang. melihat kulit pinggir mata kakanya sedikit robek sehingga mengeluarkan darah, pinggir mata Bintang pun sudah mulai membengkak langsung.


""Jangan hiraukan luka kecil. dengar anak pintar , apa kamu membawa handphone?""


Gilang menggeleng.


Bintang mengumpat, keadaan genting begini tidak bisa menghubungi seseorang untuk di mintain bantuan.


""Ya sudah, apa pun yang terjadi di luar kamu tidak boleh keluar, tetap di dalam dan kunci pintu setelah Kaka keluar.""


Anak yang baru duduk di bangku SMP itu mengangguk patuh.


""Hati hati kak ?"" ucap Gilang mencemaskan Kakanya.


Walaupun kakanya pintar bela diri namun ia masih cemas lawannya sangat banyak di tambah bodyguard Fatur mempunyai badan bebal semua.


Bintang pun terpaksa keluar, dan memandang orang orang yang sedang menyeringai tajam ke arahnya.


""Apa kamu baik baik saja, Sayang?.""


Bintang berdecih, bisa bisanya Aksa masih sok manis yang sudah ketahuan olehnya.


Aksa turun dari mogenya, dengan seringai tipisnya.


""Kenapa kamu lari ? lihat lah ?"" Tunjuk Aksa ke mobil mahal Vero yang sudah rinsek.


""Papa mu akan memarahi mu."" Ledeknya, pria itu semakin mendekat.


"" Stooop...!"" Nyalang Bintang.


Bersambung...


Vote...Vote...Vote. dan bunga bunga...

__ADS_1


__ADS_2