BINTANG (Journey Of Love)

BINTANG (Journey Of Love)
BINTANG 95


__ADS_3

Malam semakin larut, Bintang masih terus mencoba untuk berusaha melepaskan diri dari tali yang melilit di tubuhnya, Namun..... tidak bisa, ikatan itu sangat kuat mencengkram pergerakannya.


""Gilang ? kamu di mana sayang ? kaka sangatlah tidak becus menjagamu, Kaka menyesal membawa mu pergi, ini bukan hal yang menyenangkan yang Kaka janjikan, melainkan bencana."" Sesalnya merutuki diri sendiri.


Sementara di tempat lain lebih tepatnya di kediaman Al Miller, Semua orang di bikin gusar oleh kehebohan Meca yang menghawatirkan anak anaknya yang belum pulang sampai saat ini kecuali Dirgan yang tidak ikut berkumpul, Entah kemana pria yang terkena patah hati akut itu.


""Calon pengantin harusnya jangan di biarkan pergi pergi.!"" Airin berceloteh menyindir menantunya yang masih sibuk menghubungi handphone Bintang dan Gilang secara bergantian. padahal handphone Gilang berada di dalam rumah kayu milik Mumun.


""Bagaimana, Ma ? tersambung ?"" Tanya Vero.


Semua mata menatap ke arah Meca yang sedang menggeleng.


""Handphone Gilang Aktif namun tidak di angkat."" Jelas Meca memijit kepalanya yang sudah mulai pening.


Nata dan Rere serta Biru pandang pandangan sedetik kemudian mereka mengangguk.


Nata menarik laptop miliknya dari meja ruang keluarga yang masih terbungkus rapi dari wadahnya. ia pun mulai berselancar kan jari jarinya untuk mendeteksi GPS milik Gilang yang aktif.


Nata mengerutkan dahinya. "" Handphone Gilang berada di rumah ini kok.""


Sekerang Nata yang mendapatkan tatapan mata dari semua orang.


"" kamu yakin ?"" Tanya Titan. Kemal dan Gion menghampiri dan duduk di samping Nata lalu langsung melihat layar laptop.


""iya benar.!"" timpal Kemal.


""Milik Bintang, Nat !"" Titah Fina menyuruh melacak jejak ponsel Bintang.


Nata mengangguk dan jari jemarinya kembali berselancar lincah di atas keyboard.


""Handphone Bintang terakhir mendapatkan siknyal di alamat ini. ini sepertinya perkomplekan mewah.?"" Ujar Nata.


Semua orang mengelilingi Nata kecuali Meca yang sedang menatap layarnya dengan duraian. air mata.


""Jaauza...! Gilang...!"" Pekik Meca setelah melihat rekaman video singkat dari nomor yang tidak di kenal. Handphonenya pun terjatuh seketika tidak sanggup untuk melihat keadaan anak anaknya sedang terikat tidak berdaya.


""Ada apa.?"" pekik semua orang ke Meca.


""Jaauza dan Gilang di culik. aku akan menolongnya.""Histeris Meca, Orang tua itu berniat masuk ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya namun terhenti oleh Vero yang tiba-tiba menariknya dan langsung memeluk istrinya untuk menenangkan terlebih dahulu, Vero tidak mau tekanan darah tinggi istrinya kembali menyerang.


Semua orang terkejut dan langsung merasakan cemas.


Biru yang terkesiap langsung mengambil handphone Meca yang tergeletak. dan seketika handphone itu berdering.

__ADS_1


""Tan."" Ucap Biru ke Meca.


Meca dengan cepat menyambar benda pipihnya.


""Halo."" pekik Meca.


Terdengar suara Bahakan seram di balik telpon, dahi Meca menyerinyit, ia pun men-speaker handphonenya agar Keluarganya mendengarkan semua.


""Siapa.?"" Pekik semuanya penasaran bertanya ke Meca. Meca menggeleng tidak tahu.


""Apa kabar Nyonya hakim yang terhormat.?"" Ucap Fatur di seberang telpon.


Deg....


Jantung Meca tersentak. Walaupun beberapa tahun terlewat ia masih mengenali suara itu, suara yang pernah meneriakinya untuk balas dendam.


""Fatur.....!"" Nyalang Meca.


Semua keluarga Mecs yang berada di situ terkejut bukan main, mendengar teriakan Meca menyebut nama Fatur.


Vero yang berada di sampingnya seketika merebut handphone yang di pegang oleh Meca.


Sementara anak anak muda tidak mengerti dengan situasi yang tegang sekarang ini. Siapa Fatur ? kenapa tantenya begitu syhok mendengar orang yang ada di seberang telpon. dan apa ada hubungannya dengan ketidak kepulangan Bintang dan Gilang dengan orang yang bernama Fatur.


""Fatur, Jangan macam macam dengan keluarga ku.!"" Geram Vero.


""Jangan main-main Fatur, atau..."" Kemal ikut bersuara.


""Atau apa.... tuan Kemal. ?"" Potong Fatur. ""tebakan ku benar tidak, ini tuan Kemal yang pengusaha terkenal itu bukan ? Suara anda tidak pernah berubah, selalu membuat ku merinding takut."" Ejeknya.


""Atau kamu akan menyesal..."" Ancam Kemal.


Suara tertawa Fatur terdengar kembali, keluarga Meca yang mendengarnya terlihat muak. Sementara Airin dan Angga di paksa di bawah masuk ke kamar oleh Nina dan Reina, orang tua Vero langsung terserang sakit mendengar suara Fatur lagi.


Meca merebut kasar handphone yang di pegang oleh Vero.


""Apa mau mu, Lepas kan anak anak ku.!"" Pinta Meca memelas, jika menyangkut anak, Meca rela melakukan apa saja.


Biru dan Nata spontan mengepalkan tangannya, pertanyaan mereka terjawab saat Meca bertutur kata kembali.


""ini yang aku tunggu-tunggu, bernegosiasi. Mari Nyonya Miller kita bernegosiasi sekarang.""


""Iya....katakan.!"" Geram Meca.

__ADS_1


""Apa kah di sana ada Titan, Gion, dan juga Fina.?"" Fatur menyeringai di balik telpon.


""Ya...dan apa maksudmu menanyakan mereka, mereka tidak punya sangkut pautnya."" Ucap Meca.


Fina, Titan dan Gion yang di sebut merasa bingung.


""Katakanlah Fatur bodoh ? jangan bertele-tele, aku benci pria banci seperti dirimu."" hardik Fina.


""Wow, Tenanglah serta sabarlah nyonya Malik, baiklah dengarkan baik baik.! Terutama yang aku sebutkan namanya.""


Semua orang terdiam, menunggu Ucapan Fatur yang sengaja di jeda lama oleh orang licik itu, Fatur sepertinya sengaja mengolok ngolok kesabaran semua keluarga Bintang.


"" katakan lah Fatur."" Meca sudah tidak sabar dengan kegeramannya.


""Hahaha... baiklah... Kalian sudah sangat tidak sabar lagi. dengarkan tuan Kemal, Vero, Titan, Gion dan Fina terutama kamu, Meca. datanglah dan selamatkanlah dua berlian kalian di..... tempatnya sepertinya cari sendiri dan tanpa di beri tahu pun, Suami serta kedua saudaramu sudah mengetahui tempat posisi aku sekarang. aku tunggu di sini, kita akan bernostalgia bersama, terutama kamu, Vero, dan....oh iya, satu lagi, tolong sampaikan kepada pak polisi Gion agar tidak memakai kekuasaannya sebagai polisi, jika ada polisi yang datang selain Gion maka kedua berlian kalian akan meledak tak tertolong.""


Sambungan terputus dari pihak Fatur. Mata tertuju ke Gion sebagai polisi.


""Iya, rekan ku tidak akan bertindak, cukup kita saja si bajingan Fatur itu akan kalah."" yakin Gion. Orang orang bernafas tenang atas pengertian Gion.


Vero, Kemal dan Titan saling lempar pandang, mereka mencoba menebak nebak di mana tempat Fatur sekarang menyekap Bintang dan Gilang.


"" Tan, aku akan melacak nomer telpon yang tadi."" Tawar Nata.


""Tidak bisa, Nomernya di private."" Ucap Meca.


""Aku bisa."" Nata menyeringai seraya menarik smartphone Meca yang di pegang sang empunya.


Nata pun kembali berselancar dengan keahliannya tersendiri di bidang IT.


""Ayo cepat lah, di ingat ingat tempatnya di mana ?"" Cerewet Fina tidak sabaran.


""Diamlah Beo, kamu cerewet sekali."" Cibik Gion. ""Mereka kan lagi berusaha."" Tambahnya.


Nata masih sibuk dengan layarnya, Sementara Kemal, Titan dan Vero tampak berpikir keras, dan Meca setelah dari kamar, Wanita itu sudah siap dengan kunci mobil di tangannya.


""Di Gudang tua.?"" Kompak Vero, Kemal, Dan Titan serta Nata bersama. Nata menemukan penelpon private tersebut.


""Sialan, Rupanya Fatur kembali minta di hajar di tempat itu."" Ujar Vero mengingat di kala dirinya menghajar Fatur yang coba lari dari kejaran suruhan Kemal beberapa tahun yang lalu.


""Kami ikut."" Kompak Nata, Biru dan Rere.


""Tidak boleh."" Tolak Fina. ""Jaga orang rumah, apalagi kamu Biru, jaga mama manja mu."" Di situasi tegang, Fina masih sempat menggoda Vane yang sudah duduk tegang di sofa dengan seribu kediamannya.

__ADS_1


Nata, Rere dan Biru terlihat kecewa seraya memandang kepergian separuh keluarganya.


Bersambung.....


__ADS_2