Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Pesta Perayaan


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------------...


6 bulan pun berlalu.. Hari ini adalah hari di mana Al menginjak usianya yang ke 6 bulan. Sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Javer. Hari ini adalah hari di mana dia akan mengumumkan Teya sebagai istrinya. Tidak hanya itu saja, Javer juga akan mengumumkan Al sebagai pewaris sah semua harta kekayaan milik keluarga Griffiths.


Dan sesuai dengan apa yang di harapkan oleh Javer. Pesta perayaan akan di adakan dengan sangat megah. Hal itu bisa terjadi karena campur tangan dari mommy tercintanya. Siapa lagi jika bukan Athena Wilson. Ah, tidak.. Namanya kini sudah berganti menjadi Athena Griffiths.


Tidak hanya itu saja.. Javer juga benar-benar mewujudkan segala hal yang sebelumnya dia katakan pada Teya. Pria itu benar-benar mengundang setiap kolega yang dia kenal untuk datang ke acara itu, dia juga mengundang para wartawan untuk meliput inti acara dari pesta perayaan yang di adakannya.


Katakanlah kalau pesta perayaan itu merupakan pesta terbuka yang bisa di saksikan oleh khalayak umum.


Saat ini, Teya tengah sibuk mengurusi keperluan Javer. Dia menyiapkan setelan yang akan di kenakan oleh Javer pada Hari ini. Tidak lupa, Teya juga menyiapkan dasi dan juga jam tangan yang selaras dengan setelan yang akan di kenakan oleh Javer.


Setelah memastikan kalau keperluan Javer tidak ada yang terlupakan, Teya pun mendekati kamar mandi.


Mendengar suara gemericik air, lantas membuat Teya membuka pintu kamar mandi yang memang tidak pernah Javer kunci ketika pria itu tengah mandi. Gadis itu lantas berdiri di ambang pintu seraya menatap Javer yang tengah berada di dalam box shower.


"Javer.. Aku sudah menyiapkan pakaianmu.. Aku akan ke kamar Al untuk menyiapkan keperluannya." Teya sedikit berteriak agar Javer dapat mendengar suaranya.


Mendengar suara istrinya, Javer pun mematikan shower. Pria itu membuka pintu box shower kemudian sedikit menyembulkan kepalanya untuk melihat Teya yang masih berdiri di ambang pintu.


"Apa kau mengatakan sesuatu, babby??" Tanya pria itu.


"Aku sudah menyiapkan keperluan untukmu, aku akan ke kamar Al untuk menyiapkan keperluan Al."


"Okay.. Thanks babby.."


Teya mengangguk dengan senyum kecil yang tersungging di bibirnya.


Teya pun kembali menutup pintu kemudian segera menuju ke kamar Al.


Ketika Teya masuk ke dalam kamar, dia mengernyitkan dahinya karena kamar itu kosong. Teya lantas memeriksa kamar mandi, siapa tau saja Al dan Nayvina sedang berada di kamar mandi. Namun sayangnya, kamar mandi itu kosong dan bersih seolah belum di gunakan.


Teya lantas keluar dari kamar Al untuk mencari keberadaan Al dan juga Nayvina.


"Nayyy??" Teya berteriak seraya mencari Nay dan Al ke setiap ruangan yang ada di lantai itu.


"Alllll..."


"Ralvano...."


"Na.."

__ADS_1


"Ya, nyonya.." Terdengar sahutan Nayvina dari ruang baca.


Teya pun segera membuka pintu ruang baca yang sedikit terbuka itu.


Melihat Nay yang seperti tengah mencari sesuatu dengan Al yang duduk terdiam di atas karpet berbulu, lantas membuat Teya menatap mereka dengan tatapan heran.


"Sedang apa kalian di sini?" Teya bertanya dengan sedikit bingung.


Teya merasa sedikit heran karena tidak biasanya Nay membawa Al ke ruang baca.


Nay pun menegakkan tubuhnya kemudian menatap Teya.


"Ah, ini nyonya.. Tadi Al menjatuhkan bola yang sedang di mainkannya. Karena pintu ruangan ini sedikit terbuka, bola itu masuk ke ruangan ini. Jadi saya masuk untuk mencari bola itu." Jelas Nay.


Teya mengangguk-anggukkan kepalanya. "Sudahlah, biarkan pelayan yang mencari bola itu.. Lebih baik sekarang kau menyiapkan air untuk Al mandi. Acaranya sebentar lagi akan di mulai, jangan sampai kita terlambat." Titah Teya seraya meraih Al ke dalam gendongannya.


"Baik nyonya.."


Teya lantas segera membawa Al keluar dari ruangan itu. Teya tidak menyadari jika Nay diam-diam mengambil nafasnya dalam-dalam seraya mengelus dadanya dengan pelan.


"Hufh.. Hampir saja.." Gumam Nay kemudian mengikuti langkah Teya.


.....


Teya membersihkan diri kemudian berganti pakaian dengan gerakan cepat, gadis itu pun hanya memoleskan make up ringan ke wajahnya. Karena ya, dalam kesehariannya pun, Teya hanya memoleskan make up yang natural. Tanpa mengenakan make up pun sebenarnya Teya sudah terlihat cantik, jadi Teya tidak memerlukan make up yang terlalu berlebihan.


"Bisa kah kita berangkat sekarang, babby??"


Mendengar suara Javer, Teya lantas menoleh pada pria itu yang kini tengah menyandarkan tubuhnya pada daun pintu walk in closet mereka.


Teya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Gadis itu meraih tas miliknya kemudian segera menghampiri Javer.


....


Sesampainya di lokasi yang menjadi tempat perayaan, Javer dan Teya pun segera keluar dari dalam mobil dengan Al yang berada di dalam gendongan Teya.


Javer tampil gagah seperti biasanya. Pria itu mengenakan jas berwarna hitam, di padukan dengan dasi berwarna merah juga dengan jam tangan merk Rolex.


Teya tampil anggun dengan menengakan long dress berwarna abu-abu yang mencetak lekuk tubuhnya dengan sangat apik.


Sedangkan Al, dia terlihat menggemaskan dengan mengenakan setelan yang hampir sama dengan yang di kenakan oleh Javer.


Melihat Javer yang turun dari dalam mobil dengan menggandeng seorang wanita cantik yang tengah menggendong bayi yang begitu menggemaskan. Sontak saja membuat para wartawan yang hadir menjadi sangat heboh lantaran merasa terkejut.


Tak ingin melepaskan momen langka, para wartawan itu pun segera menetralkan rasa terkejut mereka kemudian mengambil gambar dengan terburu-buru.

__ADS_1


Teya yang melihat banyaknya wartawan yang hadir, seketika saja mengeratkan genggamannya pada lengan Javer. Gadis itu merasa sedikit gugup karena tidak terbiasa dengan sororan lampu kamera yang terus menyala dari setiap sudut.


Seperti kata pepatah kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Berbanding terbalik dengan Teya yang merasa gugup. Baby Al justru terlihat acuh tak acuh akan keramaian yang ada. Bayi mungil itu hanya memberikan tatapan datarnya, sama persis seperti tatapan yang Javer tunjukkan.


Hal itu justru membuat para wartawan semakin heboh. Terlebih lagi, wajah bayi mungil itu benar-benar foto copyan dari wajah Javer. Membuat rasa penasaran yang di miliki oleh mereka kini semakin menjadi.


"Apa semuanya akan baik-baik saja?" Bisik Teya.


"Tenanglah babby.. Semuanya akan berjalan dengan lancar.." Sahut Javer dengan berbisik juga.


Setelah mereka berada di dalam gedung. Mereka pun segera bergabung dengan Yama dan juga Athena yang sudah duduk di meja yang di sediakan.


....


Di sisi lain..


Nay yang kini tengah memperhatikan pesta perayaan dari tempat yang di sediakan untuknya pun, tiba-tiba saja beranjak dari duduknya tat kala mendengar suara seseorang melalui earphone yang di kenakannya.


(Ci?) Ucap orang itu.


Nay pun menekan tombol earphone yang di kenakannya. "Ya tuan?"


(Apa semuanya berjalan sesuai rencana?)


"Ya tuan.. Jika memang sudah waktunya, saya akan segera memberikan aba-aba."


(Baiklah. Bersikap seperti biasanya. Jangan sampai ada yang mencurigai mu!)


"Baik tuan."


Lalu, Nay pun kembali ke tempat duduknya. Memperhatikan acara yang sebentar lagi akan berlangsung.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..

__ADS_1


__ADS_2