Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Kesalah Pahaman


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------------...


Sungguh, Teya merasa seperti semua rasa yang dia berikan untuk Javer hanyalah sebuah permainan.


Karena lihatlah, di dalam sana.. Betapa mudahnya Javer membiarkan seorang gadis menindih tubuhnya di atas sofa.


Dan parahnya, gadis itu adalah gadis yang masuk ke dalam daftar gadis yang di benci oleh Teya.


Yup, siapa lagi jika bukan Akira.


Teya yang merasa sangat emosi pun memutuskan untuk melangkah masuk ke dalam ruangan dengan langkah lebar.


Marco yang melihat hal itu pun segara menyusul Teya masuk ke dalam ruangan Javer dengan sedikit berlari.


Ketika Teya berada di dekat Akira dan dan Javer, tanpa berpikir 2x lagi, Teya langsung menjambak rambut Akira kemudian menghempaskan gadis itu ke lantai hingga gadis itu membentur meja kaca yang ada di sana.


Akira yang mendapat serangan mendadak pun seketika meringis merasakan ngilu yang teramat sangat karena punggungnya membentur sudut meja dengan sangat kuat.


Sedangkan Javer, dia yang melihat kedatangan Teya pun juga merasa sangat terkejut setengah mati. Javer yang masih berada dalam posisi setengah berbaring pun lantas berdiri menghadap dengan Teya dengan di penuhi rasa kebingungan.


Melihat tatapan Teya yang seakan hendak membunuhnya, seketika membuat Javer menelan ludahnya dengan sangat kasa.


"Babby denga..."


Namun, belum sempat Javer menyelesaikan ucapannya, Teya sudah lebih dulu melayangkan tamparan dengan sangat kuat hingga membuat pipi Javer mendapatkan cap 5 jari.


Puas melampiaskan amarahnya, Teya kemudian menatap Javer dengan sangat nyalang seraya menunjukkan Javer tepat di depan hidung pria itu. "Jangan berbicara padaku sebelum kau menyelesaikan apa yang harus kau selesaikan!! Aku benar-benar muak mendengar perkataan manismu!!" Gadis itu berkata dengan penuh penekanan kemudian berlalu pergi begitu saja.


Javer yang melihat hal itu pun seketika mengusap wajahnya dengan kasar. Karena ketahuilah, apa yang Teya lihat tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi.


Sungguh, Javer tidak benar-benar membiarkan Akira menindihnya. Hal yang sebenarnya terjadi adalah ketika pria itu hendak duduk di sofa, ada insiden dimana Akira tersandung dan tidak sengaja menabrak Javer.


Dan ya, berakhirlah dengan kesalah pahaman yang di alami Teya karena gadis itu datang di saat yang benar-benar tepat. Tapi sungguh, Javer saat itu benar-benar hendak mendorong Akira menjauh dari tubuhnya.


Tapi sayangnya, Teya sudah lebih dulu datang dan melihat mereka dalam posisi yang benar-benar tidak menguntungkan bagi Javer.

__ADS_1


Javer akui, ini memang kesalahan Javer yang sedikit ceroboh.. Tapi tetap saja, Javer benar-benar tidak berniat melakukan hal itu..


Javer lantas kembali mengusap wajahnya dengan kasar. Javer tidak berbohong, kali ini dia benar-benar merasa sedikit bingung harus memberikan penjelasan kepada Teya dengan cara seperti apa.


Karena sungguh, mata Teya benar-benar memancarkan aura permusuhan yang sangat besar. Membuat Javer sedikit sanksi jika gadis itu mau mendengarkan penjelasannya dalam waktu dekat.


Lagi pula, Javer juga merasa sedikit heran, tumben sekali Teya mau repot-repot mendatanginya tanpa di minta.


Setelah mengusap wajah untuk yang ke sekian kalianya, pria itu lantas memasukan ke dua tangannya ke dalam saku celananya kemudian menatap tajam pada Akira yang masih terduduk di lantai dengan meringis kesakitan.


"Kau!! Aku memberimu waktu 2 hari untuk kembali ke jepang!! Atau jika tidak, aku akan melenyapkanmu saat itu juga!!" Pria itu berkata dengan nada suara yang sangat mengintimidasi.


Akira yang mendengar hal itu pun seketika menatap Javer dengan pandangan memelas. "Tapi Javer.. Aku sudah jauh-jauh datang ke sini untuk dekat denganmu.. Kau tidak bisa mengusirku begitu saja.." Gadis itu berkata dengan suara yang sedikit bergetar.


Namun, Javer tidak memperdulikannya, pria itu justru semakin menatap Akira dengan sangat tajam. "Pergi dari sini, aku muak melihat wajah sok polosmu!!"


Mendengar perkataan sarkas Javer, membuat air mata Akira mulai mengalir membasahi pipinya. "Tapi Javer..."


"Apa yang kau lakukan di sana, cepat seret gadis ini keluar dari sini!!" Javer berkata dengan sedikit meninggikan suaranya pada Marco yang hanya berdiam diri di ambang pintu.


Marco yang mendengar titah dari Javer pun segera mendekat pada Akira.


"Sebaiknya anda segera pergi dari sini Nona.." Marco berkata seraya menarik Akira keluar dari sana.


Namun, Marco tidak menghiraukan teriakan Akira, dia terus menarik Akira untuk keluar dari sana. Hingga saat mereka sudah berada di luar, Akira pun menghempaskan tangan Marco.


"Yaaakkk!! Lepaskan aku, aku bisa berjalan sendiri!!" Gadis itu kembali berteriak kemudian berlalu pergi dari sana.


Seperginya Akira, Marco lantas masuk ke dalam ruangan Javer dengan sedikit ragu kemudian berdiri menghadap Javer yang tengah memijat pangkal hidungnya.


"Maafkan kelalaian saya Tuan.." Marco berkata dengan pandangan lurus ke depan.


Javer yang mendengar hal itu pun menghela nafasnya kemudian menatap Marco dengan sangat tajam. "Sudahlah, lupakan.. Uruslah pekerjaan untuk selanjutnya, aku akan mencari keberadaan Teya.." Pria itu berkata kemudian berlalu pergi dari.


Marco pun hanya bisa menjawab dengan tidak enak hati. "Baik Tuan.."


Karena sungguh, Marco juga tidak tau jika Teya akan datang di saat yang benar-benar sangat tepat. Bukannya Marco berubah menjadi lemah jika berhadapan dengan Teya.


Hanya saja, jika Marco salah mengambil langkah, dia akan mendapat amukan dahsyat dari Javer. Marco benar-benar menghindari hal itu. Ayolah.. Kalian juga pasti tau, bagaimana menyeramkannya Javer jika sudah mengamuk.

__ADS_1


Setelah menghela nafasnya, Marco pun segera meninggalkan ruangan Javer dan kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang sempat tertunda.


....


Di sisi lain..


"Ck, apa yang sebenarnya di pikirkan pria itu hingga berbuat seperti ini!!" Teya menggerutu seraya masuk ke dalam mobilnya.


"Dia pikir dia siapa bisa dengan se enak hatinya mempermainkan perasaanku!!"


"Awas saja!! Jika kejadiannya benar-benar seperti apa yang aku pikirkan, aku tidak akan pernah memafkan pria itu!!"


"Tunggu, kenapa aku menangis!!"


Gadis itu semakin menggerutu dengan di penuhi emosi karena air mata kini mulai mengalir membasahi pipinya.


"Tapi... Aaaaa.. Hatiku benar-benar sakit saat melihatnya!!!"


Gadis itu menghapus air matanya dengan sedikit kasar.


"Dasar baji..ngan tua tidak tau diri!! Aku membenci mu!!"


Gadis itu memukuli kemudi dengan sedikit brutal.


"Calm down Teya.. Kau baik-baik saja ok.. Jangan menangis.. Jangan menangisi pria keparat seperti dia!!"


"Tunggu saja pembalasanku!! Tidak akan ku biarkan kau mendapatkan maaf dariku dengan sangat mudah!!"


Teya pun mulai melajukan mobilnya dengan perasaan yang tidak menentu.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..


__ADS_2