Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Nayvina (Ciara)


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------------...


Di sisi lain...


"Tunggu, Fabio, kau akan membawa kami kemana? Ini bukan jalan menuju tempat yang kita rencakan!" Nay menatap Fabio dengan sangat tajam.


"Cukup diam dan jangan banyak bertanya! Atau aku akan merebut anak itu darimu!!" Fabio melirik Nay dengan tatapan yang tak kalah tajamnya.


Tidak ingin Al berada dal bahaya, Nay pun akhirnya memilih untuk diam.


Hingga setelah melewati perjalanan sekitar 1 jam lamanya, mereka pun sampai di arena balap.


Fabio lalu meminta Nay untuk segera keluar dari dalam mobil.


Nay pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Fabio.


Setelah mereka keluar dari dalam mobil, Fabio lalu meminta Nay agar mengikutinya masuk ke dalam bangunan tua besar yang ada di area balap itu.


Saat masuk ke dalam bangunan itu, Nay seketika saja menghela nafasnya melihat banyak orang yang sudah bersiap dengan senjata mereka masing-masing.


Meskipun banyak hal yang ingin dia bantahkan pada Fabio, namun Nay memilih untuk tetap diam. Dia tidak ingin bertindak gegabah yang mungkin saja nantinya akan berdampak buruk pada Al.


Setelah melewati beberapa lorong, Fabio dan Nay pun kini bergabung dengan Flow, Fier, Mia dan Ben yang sudah menunggu mereka di sana.


"Berikan anak itu pada Flow." Titah Fabio ada Nay.


Nay menggelengkan kepalanya. "Tidak! Bukan kah sudah ku katakan kalau aku akan mengurus anak ini dengan tanganku sendiri!" Nay mendekap Al dengan sangat erat.


"Apa kau ingin keluar dari rencana?!" Fabio menatap Nay dengan nyalang, pria itu hendak meraih Al dari gendongan Nay.


Namun, Nay segera memundurkan langkahnya. Gadis itu menatap Fabio dengan tak kalah nyalangnya. "Apa kau lupa siapa aku!! Aku lebih dari mampu jika hanya sekedar untuk menggagalkan semua rencamu, Fabio!! Jangan terus bermain-main denganku!! Sudah cukup aku selalu mengikuti perintahmu selama ini! Aku tidak akan tinggal diam jika kalian berani menyentuh anak ini meskipun hanya untuk satu centi dari kulitnya!"


"Apa kau ingin aku mencelekai anakmu!!" Fabio kini meninggikan suaranya.


"Celakailah! Aku rela mengorbankan ankku demi keselamatan anak ini!" Nay ikut meninggikan suaranya.

__ADS_1


Melihat tidak ada sedikit pun keraguan dari sorot mata Nay, seketika saja membuat Fabio memalingkan wajahnya. Pria itu menghela nafasnya panjang. Mengingat siapa Nay sebenarnya, Fabio lantas memilih untuk membiarkan Nay mengurusi Al dengan tangannya sendiri.


"Terserah apa yang akan kau lakukan pada anak itu! Hanya ingat, jangan berbuat suatu hal yang akan merusak rencanku!" Fabio menunjuk wajah Nay dengan penuh penekanan kemudian meninggalkan Nay untuk bergabung dengan yang lainnya.


Nay pun menghela nafasnya dengan sedikit lega kemudian membawa Al ke sudut ruangan. Gadis itu menatap Nay dengan tatapan heran. Karena sungguh, sedari tadi, Al hanya diam dan memperhatikan keadaan sekitar tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


"Tuan Muda, bisa kah anda bekerja sama dengan saya? Saya mohon, menangislah se kencang-kencangnya agar kita bisa keluar dari ruangan ini, hmm.." Nay bergumam di depan wajah Al.


Tapi sayangnya, bukannya menangis, Al justru terkekeh kecil karena menganggap kalau Nay sedang mengajaknya bercanda.


"Tcih!" Nay menyunggingkan senyum kecilnya. "Menangis! Jangan tertawa, hmm!!" Gadis itu berkata dengan gemas.


Namun, lagi-lagi Al justru terkekeh.


Nay lantas memikirkan cara agar Al menangis.


"Maafkan saya Tuan Muda. Hanya ini yang bisa saya lakukan agar Tuan Muda bisa menangis." Nay berkata dengan sangat tidak enak hati kemudian mencubit pantat Al dengan sangat keras namun tidak sampai terlalu menyakiti anak itu.


Dan ya, Al pun menangis dengan sangat kencang akibat cubitan yang di lakukan Nay.


Nay pun berpura-pura berusaha menangkan Al. Namun ketahuilah, Nay diam-diam kembali mencubit Al agar dia tidak berhenti menangis.


"Bisa kah kau membuat anak itu diam!" Flow berteriak pada Nay.


Yang mana, hal itu membuat tangisan Al kini menjadi semakin kencang.


Nay menatap Flow dengan sangat tajam. "Mengertilah!! Anak ini membutuhkan udara segar!! Anak ini tidak akan tahan berdiam diri di ruangan yang penuh sesak seperti ini!!" Gadis itu membalas teriakan Nay.


"Sudah ku katakan untuk tidak membawa anak itu ke dalam rencana kita! Tapi kau terlalu keras kepala! Dengarlah! Betapa berisikna anak itu!" Flow kini menatap Fabio dengan sangat tajam.


Fabio pun menghela nafasnya, pria itu lalu menoleh pada Nay. "Bawa anak itu keluar untuk menghirup udara segar." Titahnya.


Flow yang mendengar hal itu seketika saja menatap Fabio dengan nyalang. "Apa kau bodoh! Bagaimana kalau gadis itu membawanya pergi!"


"Kau pikir aku bodoh! Aku tidak membiarkannya pergi sendiri!" Fabio menatap Flow dengan tak kalah nyalangnya.


Pria itu lalu memerintahkan 2 anak buahnya untuk mengikuti Nay.


Nay pun segera keluar dari sana dengan 2 penjaga yang di perintahkan oleh Fabio.

__ADS_1


Tapi, meskipun Nay sudah membawa Al ke luar ruangan, Al tak kunjung berhenti menangis. Al terus menangis seraya menatap ke arah 2 penjaga yang mengikutinya dari belakang dalam jarak dekat. Nay lantas menoleh pada 2 penjaga itu.


"Jangan terlalu dekat dengan kami! Kalian menakutinya! Jangan khawatir, aku tidak akan membawanya pergi. Apa kalian tidak lihat kalau ada banyak orang yang menjaga area ini." Tutur Nay.


2 penjaga itu saling bertukar pandang lantas kembali menatap Nay. Kedua penjaga itu pun menganggukkan kepala, mereka mengikuti Nay dalam jarak 5 meter.


Dan benar saja, setelah 2 penjaga itu mengikuti Nay dalam jarak yang cukup jauh. Al kini berhenti menangis, dia menyandarkan kepalanya pada bahu Nay dengan nyaman.


Nay menepuk-nepuk punggung Al dengan lembut seraya terus berdoa di dalam hatinya. Nay berharap kalau Javer dan Teya akan segera datang untuk menjemput Al.


Ya, Nay benar-benar berharap Al akan segera di selamatkan. Karena sejujurnya, Nay terpaksa harus melakukan hal ini.


Ketahuilah, sebenarnya, Nay adalah seorang team inti dari pasukan elite khusus kemiliteran. Di dalan pasukan itu, dia di juluki sebagai Ciara. Oleh sebab itu, Fabio selalu memanggil Nay dengan sebutan 'Ci'. Nay bergabung dengan pasukan elite khusus itu di saat dia berusia 18 tahun. Kini, Nay sudah berusia 29 tahun.


Selama dia bertugas menjadi pasukan elite khusus, sudah banyak kasus yang dia selesaikan. Tidak hanya itu saja, Nay juga merupakan seorang penembak jitu dan juga petarung handal. Dia bisa melumpuhkan lawannya hanya dalam satu kali serangan. Karena di saat dia menyerang musuh, dia akan langsung menyerang titik lemah yang di miliki oleh lawan.


Oleh karena itu, ketika dia memberikan ancaman pada Fabio. Fabio merasa sedikit enggan untuk melawan Nay. Karena hanya dengan tangan kosong saja, Nay mampu melumpuhkan 30 lawan bersenjata tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


Lalu, kenapa Nay saat ini tidak lagi bertugas?


4 tahun yang lalu, dia jatuh cinta pada seniornya yang juga merupakan kapten team pasukan khusus itu. Pria itu bernama Sam. Selama beberapa bulan menjalin cinta, Nay dan Sam memutuskan untuk menikah.


Tak lama setelah menikah, Nay dan Sam pun di karuniai seorang putra yang sangat tampan. Namun sayangnya, Nay harus mengalami kesedihan yang teramat dalam karena putra mereka lahir dengan kelainan jantung. Yang mana, hal itu membuat Nay memutuskan untuk keluar dari pasukan khusus itu demi untuk merawat sang putra.


Nasib buruknya lagi, di saat putra Nay berusia 15 bulan. Nay harus kembali merasakan kesedihan yang teramat dalam karena Sam harus gugur di saat tengah bertugas.


Lantas, mengapa Nay saat ini justru bergabung dengan Fabio?


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2