
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed......
...----------------...
"Ok, done.." Ucap Teya lalu meletakkan lipstick yang di pegangnya ke atas meja rias.
Teya lantas meraih setangkai bunga mawar hitam yang ada di atas kasur kemudian melangkah menuju cermin besar yang ada di dekat meja riasnya. Gadis itu lantas memperhatikan pantulan dirinya dari cermin dengan sedikit memutar-mutarkan tubuhnya.
Gadis itu terlihat sexy dengan balutan mini dress berwarna hitam yang memiliki tali kecil berwarna pink di bagian dadanya. Di padu padankan dengan aksesoris simple yang di kenakanannya. Juga dengan rambut hitam legamnya yang bergelombang yang sengaja di biarkan tergerai dengan indah. Menambah kesan sexy yang di tampilkan gadis itu.
Pict by : Pinterest
"Perfect.."
Gadis itu menyunggingkan senyumnya, dia merasa puas atas penampilannya saat ini.
"Apa kau ingin menggoda semua pria yang hadir di sini, babby?"
Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Javer, seketika membuat senyum yang tersungging di bibir Teya luntur begitu saja. Gadis itu lantas menghadap pada Javer yang tengah bersedekap dada dengan tubuhnya yang menyandar pada daun pintu.
"Tidak bisakah kau tidak mengomentari penampilanku untuk 1 kali saja?" Gadis itu bertanya dengan sedikit kesal.
Javer menggelengkan kepalanya. "Aku tidak ingin milikku di nikmati oleh orang lain."
Teya seketika memutar bola matanya malas. "Oh ayolaaaaah, kali ini saja.. Lagi pula ini malam hari dan pencahayaannya juga tidak terlalu terang. Mereka tidak akan bisa melihatku dengan sangat jelas."
Javer menghela nafasnya kemudian meraih remot kecil untuk mematikan lampu kamar mereka. Pria itu hanya menyisakan pencahayaan dari lampu kecil yang terpasang di setiap sudut kamar mereka, membuat kamar mereka kini hanya di sinari cahaya remang-remang.
Puas dengan pencahayaan yang ada, Javer lantas menatap Teya untuk beberapa saat sebelum akhirnya perlahan melangkah menghampiri gadis itu.
Teya yang melihat Javer melangkah ke arahnya pun hanya bisa terdiam seraya menatap Javer dengan sebelah alisnya yang terangkat. Gadis itu merasa sedikit penasaran. Kali ini, apa lagi yang akan Javer lakukan untuk mencegahnya mengenakan dress yang saat ini tengah ia kenakan.
Saat Javer sudah berada di hadapan Teya, pria itu memegang kedua bahu Teya kemudian secara perlahan memutar tubuh Teya agar menghadap ke arah cermin besar itu.
Javer lantas mensejajarkan mulutnya tepat di samping telinga kiri Teya. "Perhatikan baik-baik." Pria itu berkata dengan suara rendahnya.
Kedua tangan pria itu secara perlahan turun nenyusuri kedua lengan kecil Teya. "Dengan kau memakai dress seperti ini.."
Kedua tangan pria itu kini berpindah untuk mencengkram lembut pinggang ramping Teya. "Dan dengan pencahayaan yang seperti, justru membuatmu terlihat seperti se ekor rusa betina yang siap untuk di terkam."
Pria itu tidak melepaskan tatapan tajamnya dari sepasang mata indah milik Teya melalui pantulan cermin besar yang ada di hadapan mereka.
Sungguh, Teya tiba-tiba saja merasa gugup, gadis itu menelan ludahnya dengan kasar, jantungnya kini benar-benar berdegup dengan sangat cepat. Entah kenapa, hawa dingin tiba-tiba saja menusuk permukaan kulitnya, bahkan seakan berlomba-lomba untuk menusuk hingga ke dalam tulang-tulangnya.
__ADS_1
Melihat Teya yang meneguk ludahnya, lantas membuat Javer memiringkan kepalanya untuk mengendus perpotongan leher jenjang gadis itu.
"Apa kau masih akan mengenakan dress ini, hmmm?" Pria itu berkata dengan sangat lirih.
Teya lagi-lagi meneguk ludahnya dengan kasar. "O, ok, ok.. A, aku ak akan mengganti dress yang aku kenakan.." Gadis itu berkata dengan sedikit gugup.
Javer pun kembali menegakkan tubuhnya secara perlahan setelah sebelumnya meninggalkan kecupan basah pada perpotongan leher Teya.
Javer lantas menyunggingkan senyum simpulnya. "Good girl.."
Pria itu kembali menyalakan lampu kamar mereka.
"Aku sudah menyiapkan dress untukmu, kenakan itu dan turunlah, beberapa orang sudah menunggumu.." Javer kemudian berlalu pergi dari sana.
Teya lantas menggertakkan giginya pada Javer dengan sangat gemas.
"Haisssh.. Kenapa aku harus jatuh cinta pada pria seperti itu!!" Gadis itu bergumam seraya memegang dadanya karena jantungnya masih saja berdegup dengan sangat cepat.
Gadit itu lalu memutuskan melangkah menuju walk in closet untuk mengganti dress yang saat ini tengah dia kenakan dengan dress yang sudah di siapkan oleh Javer.
Setelah memakai dressnya, Teya menatap pantulan dirinya di depan cermin.
Pict by : Pinterest
"Apa aku benar-benar harus mengenakan dress ini?"
Teya pun segera turun ke bawah menuju halaman belakang, dimana dia mengadakan pesta barbecue sebagai peringatan hari kelahirannya.
.....
Saat sampai di halaman belakang, Teya memperhatikan sekitarnya yang sudah di penuhi oleh beberapa teman dari kampusnya yang sengaja Teya undang ke acara ulang tahunnya.
Teya tidak mengadakan acara yang sangat mewah, dia hanya mengadakan pesta barbecue sederhana yang hanya di hadiri oleh beberapa orang yang Teya kenal saja.
Setelah menyapa beberapa orang yang Teya undang ke acara ulang tahunnya, Teya lantas menghampiri Anna yang baru saja datang.
"Heeeey.. Kau sangat cantik.. Kau benar-benar memanfaatkan apa yang aku berikan dengan sangat baik." Teya berkata setelah melirik hilss yang di kenakan oleh Anna.
Anna seketika mengusap tengkuknya canggung. "Terima kasih nona, saya tidak tau harus membalasnya dengan apa.. Dan selamat ulang tahun, saya hanya bisa memberikan ini sebagai hadiah." Gadis itu memberikan kotak kecil kepada Teya.
Teya pun menerima kotak itu seraya mengembangkan senyum kecilnya. "Tidak usah memikirkan hal itu.. Cukup gunakan apa yang aku berikan dengan sebaik mungkin. Dan terima kasih untuk hadiahnya."
"Ah, ayo, aku kenalkan pada 2 sahabat baikku.." Teya menarik Anna menuju pintu masuk halaman belakang rumahnya, di mana di sana ada Gena dan Hana yang baru saja datang.
"Apa kalian melupakan arah menuju rumahku? Kalian terlambat 10 menit." Teya berkata dengan sangat ketus.
__ADS_1
Gena dan Hana yang mendengar hal itu pun seketika memutar bola mata malas.
"Itu lebih baik dari pada kami tidak datang sama sekali.." Hana berkata dengan acuh tak acuh.
Teya seketika menampilkan cengirannya. "Okay.."
Menyadari keberadaan Anna, Gena dan Hana lantas menatap Teya dengan penuh tanda tanya.
Teya yang mengerti maksud dari tatapan Gena dan Hana pun segera memperkenalkan mereka masing-masing. "Ah ya, perkenalkan, ini Anna, dia teman baruku, dia bekerja di agency perusahaan milik Javer.. Dan Anna, perkenalkan.. Yang memakai dress berwarna peach ini bernama Gena, dan yang nengenakan dress berwarna coklat ini bernama Hana."
Sejujurnya, Hana dan Gena memiliki banyak pertanyaan untuk Teya mengenai Anna. Namun, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, 2 gadis itu pun tidak mengutarakan apa yang ingin mereka tanyakan. Mereka memilih untuk menanyakan hal itu nanti di saat situasi dan kondisinya sudah memungkinkan.
Gena dan Hana pun tersenyum kecil lalu menyalami Anna.
"Kalau begitu, ayo kita bergabung dengan yang lainnya.." Ucap Teya.
Ke empat gadis itu pun melangkah menuju tempat di mana yang lainnya sudah berkumpul.
Namun, saat mereka hendak menghampiri Javer yang sedang bercengkrama dengan Enzo, Liam, Kheil dan Marco. Gena seketika menghentikan langkahnya kemudian menutupi wajahnya menggunakan tas kecil yang dia bawa.
Teya yang menyadari hal itu pun mengerutkan dahinya.
Sedangkan Hana dan Anna, mereka menatap bingung pada Gena yang terlihat bertingkah aneh.
"Kau kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Teya kemudian.
"Tidak, sepertinya aku harus menggunakan kamar mandi." Gena menjawab seraya hendak berlalu pergi dari sana.
"Gena?"
Terlambat, gadis itu mengurungkan niatnya tat kala mendengar suara seorang pria yang sangat familiar di telinganya.
Gena lantas menurunkan tas kecil yang sebelumnya menutupi wajahnya. Gadis itu lantas menatap Liam dengan senyum canggung yang mengembang di bibirnya.
Teya yang melihat tingkah aneh Gena pun seketika mengernyitkan dahinya. "Liam, kau mengenalnya?"
Sedangkan Anna dan Hana, mereka yang tidak tau apa-apa pun hanya bisa menampilkan ekspresi bingung mereka.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
__ADS_1
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
Bye bye..