Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Malam Panas - Part 1


__ADS_3

...Happy Reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------------...


Warning!!!


Bab ini berisi konten 21+!!!


Bocil harap minggir..


Di usahakan untuk membaca disaat bersama pasangan.


Untuk para jomblo, silahkan untuk menikmati kesendirian kalian..


.....


Melihat Javer yang tengah berendam di dalam bathtub dalam keadaan naked, seketika saja membuat Teya menelan ludahnya dengan sangat kasar.


Meskipun Teya tidak bisa melihat tubuh Javer dengan jelas secara keseluruhan. Tapi tetap saja, hal itu membuat Teya membayangkan hal yang tidak-tidak.


Ya meskipun Teya sudah sering melihat Javer betelanjang dada, tapi ini adalah kali pertama Teya berhadapan dengan Javer yang tidak mengenakan sehelai benang pun. Jadi, hal itu benar-benar membuat jantung Teya berdetak dengan sangat cepat.


Sedangkan Javer, ketika dia melihat Teya yang masuk ke dalam, lantas membuat pria itu menatap Teya dengan sangat tajam.


"Teya, apa yang kau lakukan? Cepat keluar dari sini atau kau akan berada dalam masalah!!" Javer berkata dengan penuh penekanan, pria itu mencoba untuk memberikan peringatan pada Teya.


Karena kini, Javer sudah memiliki kesadarannya secara keseluruhan. Namun, tubuhnya masih tetap di kuasai penuh oleh hawa panas efek dari Afrodisiak yang sebelumnya dia minum itu.


Namun sayangnya, alih-alih takut. Hal itu justru membuat jantung Teya kini berdebar semakin kencang. Karena sungguh, dalam keadaan yang seperti ini.. Alih-alih terdengar menakutkan, suara Javer justru benar-benar terdengar jauh lebih menggoda dari biasanya.


Suara Javer yang Teya dengar sekarang ini seolah mengundang Teya untuk semakin mendekat ke arah pria itu.


"Teya!!" Javer sedikit meninggikan suaranya tat kala Teya mendekat ke arahnya.


Jika boleh jujur, Javer sebenarnya ingin.. Ah tidak, sangat ingin menyalurlan seluruh hasrat yang di rasakannya.

__ADS_1


Namun, bahkan dalam situasi seperti ini sekali pun, Javer tetap memikirkan ketersediaan gadis itu. Javer benar-benar tidak ingin memaksakan kehendaknya pada gadis itu. Karena Javer sungguh tidak ingin menyakiti gadis itu.


Tapi sayangnya, apa yang di pikirkan Javer itu sia-sia saja..


Karena bukannya menjauh, Teya kini justru duduk tepat di belakang Javer.


"Apa yang akan kau lakukan!!" Javer berkata dengan suaranya yang masih sedikit meninggi.


Pria itu tidak bisa merubah posisinya karena tubuhnya kini benar-benar dalam keadaan yang tidak mengenakan sehelai benang pun. Bukan karena dia merasa malu pada Teya. Melainkan dia tidak ingin berbuat nekat dengan menerkam Teya saat ini juga karena posisinya yang memang sangat memungkinkan.


Tapi sayangnya, Teya tetaplah Teya dengan ke keras kepalaannya. Gadis itu sama sekali tidak beranjak dari sana.. Yang gadis itu lakukan justru meraih sebotol shampo yang ada di sana.


"Diamlah, aku akan membantumu untuk membersihkan tubuhmu.." Teya berkata dengan suara yang sedikit bergetar.


Sungguh, gadis itu benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaan yang sangat bergejolak di dalam hatinya.


Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh gadis itu, seketika saja


membuat hasrat yang di rasakan oleh Javer kini semakin meluap-luap. Terlebih lagi ketika mendengar suara gadis itu yang sedikit bergetar. Semakin membuat Javer membayangkan hal yang sangat ingin dia lakukan.


Karena, oh ayolaaaah.. Siapa yang bisa menahan semua hasrat yang ada jika hasratmu sudah lebih dulu di pancing menggunakan sebuah media.


Setelah menghela nafasnya untuk sejenak, Javer pun berkata. "Tidak, aku akan melakukannya sendiri!! Keluarlah ak..."


Terlambat.. Belum selesai Javer mengutarakan semua kalimat yang terlintas di kepalanya. Teya sudah lebih dulu memegang kepala Javer.


Yang mana, apa yang di lakukan Teya seketika saja membuat Javer menahan nafasnya.. Sungguh, hanya dengan mendapatkan sentuhan di kulit kepala saja benar-benar membuat Javer semakin sulit untuk mengendalikan hasratnya.


Javer tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau Teya sampai menyentuhnya di tempat yang lain.


Pria itu lantas memilih untuk memegang tangan kanan Teya yang masih menggosok kepalanya menggunakan shampo, dia bertujuan untuk menyingkirkan tangan gadis itu.


Namun sayangnya, apa yang menjadi pilihannya itu salah.. Benar-benar salah.. Karena bukannya menyingkirkan tangan Teya, pria itu justru beranjak dari sana kemudian berdiri tepat di hadapan Teya dengan keadaannya yang memang sudah sangat mengeras.


Karena setelah memegang tangan Teya yang memiliki kulit sehalus sutra. Sungguh membuat Javer tidak kuasa lagi menahan semua hasrat kelelakiannya.


Saat ini Javer benar-benar ingin menyentuh setiap inci dari kulit halus yang di miliki oleh Teya. Bahkan Javer kini sudah mengenyahkan setiap perasaan ragu yang di miliki oleh hatinya.

__ADS_1


Javer juga sudah tidak peduli lagi jika setelah ini Teya akan memakinya karena telah melanggar janji yang dia buat untuk tidak menyentuh Teya melebihi dari batasan yang ada.


Karena yang Javer butuhkan saat ini hanyalah penyaluran atas semua hasrat yang di miliknya. Terlebih lagi, apa yang Teya lakukan seolah mengundang Javer untuk berbuat lebih pada gadis itu.


Javer kini menatap Teya dengan sangat tajam. "Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak berada di sekitarku!! Namun kau tetap saja berada di dalam kekeras kepalaanmu.. Jangan salahkan aku jika aku berbuat lebih dari apa yang sudah aku lakukan terhadapmu!!" Pria itu berkata dengan suara yang tertahan karena terus menahan hawa nafsunya.


Sedangkan Teya, dia yang masih merasa terkejut atas apa yang di lakukan oleh Javer pun hanya bisa terpusat pada perut kotak-kotak yang di miliki oleh Javer.


Teya benar-benar tidak berani mengalihkan tatapannya ke dari sana. Karena jika dia sedikit saja mengalihkan tatapannya, maka dia akan melihat sesuatu yang sama sekali belum pernah di lihatnya.


Namun, sekuat apa pun Teya menahan.. Teya tetap saja dengan refleks menundukkan kepalanya tat kala Javer kini mulai menunduk untuk mendekatkan wajahnya pada Teya.


Yang mana, apa yang di lakukan Teya justru membuat Teya dapat melihat sesuatu yang sedari tadi di hindarinya. Yang seketika itu juga, Teya lantas memejamkan matanya seraya meneguk ludahnya dengan sangat kasar.


Karena sungguh, apa yang baru saja di lihatnya benar-benar membuat Teya merasa sedikit takut. Teya takut kalau dia tidak akan bisa menahan sesuatu yang nantinya akan masuk memenuhi setiap rongga inti pusat tubuhnya.


Namun, Javer kini benar-benar sudah tidak memperdulikan lagi akan rasa takut Teya yang sangat terlihat jelas itu.


Javer tetap saja mendekatkan wajahnya pada Teya. Bahkan kini Javer mengapit dagu gadis itu menggunakan tangan kanannya. Pria itu lalu mendongakkan wajah Teya agar gadis itu melihat ke arahnya.


"Buka matamu dan tatap mataku babby.. Sudah terlambat untuk dirimu lari dari apa yang akan terjadi!!" Javer berkata dengan suara seraknya.


Meskipun sedikit ragu, Teya tetap saja perlahan membuka matanya untuk menatap Javer. Karena ya, apa yang baru saja di katakan oleh Javer memanglah sangat benar. Sangat terlambat untuk Teya lari dari semua yang akan terjadi.


Jadi, yang bisa Teya lakukan saat ini hanyalah pasrah menerima apa yang akan terjadi selanjutnya.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2