Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Membatasi Pergerakan


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------------...


Beberapa waktu pun berlalu..


Semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan atau gangguan apa pun. Javer dengan kegiatan kesehariannya yang seperti biasanya, dan Teya dengan kegiatan barunya, yaitu mengatur daftar pakaian yang akan di kenakan oleh Flow dalam pemotretan.


Sejatinya, Teya bisa saja menulis daftar pakaian jelek untuk di kenakan oleh Flow. Tapi Teya tidak se jahat itu, Teya tetap memilihkan pakaian selayaknya model majalah untuk di kenakan oleh Flow. Tapi sebagai gantinya, Teya memberikan jumlah pakaian yang tidak main-main.


Ya meskipun nantinya tidak semua hasil foto akan di pajang di laman majalah, tapi setidaknya Teya bisa memberikan pekerjaan yang sedikit lebih memakan waktu untuk Flow. Karena selain untuk melampiaskan dendamnya atas hinaan yang Flow berikan, Teya juga berniat untuk menghambat waktu pergerakan yang akan di lakukan oleh Flow.


Terkesan sedikit licik memang.. Tapi, tidak ada salahnya kan Teya sedikit memanfatkan kekuasaannya? Toh, Teya juga tidak melakukan hal yang buruk pada Flow. Teya hanya berniat sedikit menguras tenaga gadis itu.


Kini, setelah menutup pintu mobilnya, Teya perlahan melangkah memasuki gedung agency tempat di mana para model melakukan sega aktifitas mereka masing-masing.


Setelah menggulirkan matanya untuk beberapa saat, Teya pun mengembangkan senyum kecilnya tat kala melihat orang yang tengah dia cari.


"Anna, kemarilah." Teya melambaikan tangannya pada Anna, gadis yang bekerja sebagai manager Flow.


Anna pun menghampiri Teya dengan sedikit berlari. "Ada apa nona?" Gadis itu bertanya dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal.


"Atur nafasnu terlebih dahulu.. Lain kali, jangan terburu-buru. Berjalanlah seperti biasanya, aku khawatir kau akan tersandung. Waktu memang di ibratkan uang, tapi keselamatan lebih utama."


Anna yang mendengar hal itu pun hanya mengusap tengkuknya canggung. Dia merasa tersentuh atas perhatian yang Teya berikan. Andai saja dia bekerja untuk Teya, hidupnya pasti tidak akan terlalu memiliki beban seperti sekarang ini.


Karena ya, perlakuan yang di berikan Flow kepadanya sangatlah berbanding terbalik dengan perlakuan yang Teya berikan. Meskipun Anna hanya seorang manager, tapi Anna ingin sekali merasa di hargai. Tapi apalah daya, Anna tidak bisa melawan kehendak Flow karena Anna hanyalah gadis yang berasal dari kalangan rendahan.


Setelah mengatur nafasnya, Anna pun kembali bertanya. "Apa ada yang bisa saya bantu, nona?"

__ADS_1


"Ini daftar pakaian yang harus di kenakan Flow untuk pemotretan hari ini." Teya memberikan selembar kertas berisi daftar pakaian itu pada Anna.


Anna pun menerima kertas itu, gadis itu tiba-tiba menelan ludahnya saat melihat daftar pakaian yang tertera di atas kertas itu.


Teya yang melihat hal itu pun seketika terkekeh geli. "Apa ada yang salah?"


Anna segera menggelengkan kepalanya. "Tidak.. Saya akan mengurus sisanya.."


"Okay.. Dan ini.." Teya menyerahkan sebuah tote bag pada Anna.


"Ini apa, nona?" Anna menerima tote bag itu dengan sedikit bingung.


Teya pun mengembangkan senyum kecilnya. "Haidah kecil untukmu, selamat ulang tahun.. Maaf, aku telat mengucapkannya.."


"Tapi nona, ulang tahun saya sudah terlewati 2 hari yang lalu.. Dan juga, sepertinya ini terlalu berlebihan untuk saya.." Anna berkata dengan tidak enak hati.


Karena meskipun Anna tidak tau pasti isi di dalam tote bag itu. Tapi Anna yakin, jika benda yang ada di dalam tote bag ini bukanlah barang yang hanya memiliki harga ratusan ribu.


Tepat setelah mengatakan hal itu, Teya perlahan memundurkan langkah, gadis itu mengedipkan sebelah matanya pada Anna sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya untuk berlalu pergi dari sana.


Anna yang melihat hal itu pun hanya bisa mengembangkan senyum kecilnya kemudian berlalu pergi dari sana. Karena sungguh, jika bersama dengan Teya, Anna benar-benar merasa sangat di hargai. Andai saja Anna bekerja dengan Teya.. Tapi ya, lagi dan lagi, Anna hanya bisa berandai andai..


Sebelum Anna menuju ruangan di mana Flow berada, Anna terlebih dulu memutuskan untuk menyimpan apa yang di berikan oleh Teya di dalam mobilnya. Anna menyembunyikan benda itu di tempat yang sekiranya tidak akan di ketahui oleh Flow. Karena sungguh, jika Flow mengetahuinya, Anna sangat yakin kalau Flow akan langsung meminta benda itu.


Setelah memastikan benda itu aman, Anna pun segera berlari menuju ruangan di mana Flow sedang menunggunya. Anna juga menyiapkan mentalnya untuk menerima makian apa pun yang akan di berikan Flow padanya karena telah membuat gadis itu menunggu terlalu lama.


Dan benar saja, saat Anna memasuki ruangan, gadis itu sudah di sambut dengan tatapan tajam yang di layangkan oleh Flow. Belum sempat Anna mengatur nafasnya, Flow sudah lebih dulu mengeluarkan kata-kata mutiaranya.


"Heh gadis miskin!! Dari mana saja kau? Apa aku terlalu memanjakanmu? Akhir-akhir ini kau terlalu sering bermalas-malasan!! Apa kau sudah tidak ingin bekerja lagi denganku?"


Anna pun hanya bisa menundukkan kepalanya. "Maafkan saya, nona.. Tadi kebetulan nona Teya datang mencari saya untuk memberikan daftar pakaian yang akan nona kenakan hari ini." Gadis itu memberikan kertas yang tadi di berikan oleh Teya pada Flow.

__ADS_1


Flow yang mendengar nama Teya di sebut pun hanya bisa berdehem kecil. "Ingat, kau adalah bawahanku, aku yang menyelematkanmu dari garis kemiskinan. Jadi, jangan bermain-main dengan pekerjaan yang aku berikan."


"Baik nona, maafkan saya."


"Hmm.." Flow pun bergumam seraya hendak membaca daftar pakaian itu. Namun, gadis itu seketika melongo tak percaya saat melihat deretan huruf yang berjejer rapi di atas kertas. "Haaaa, lagi? Sebanyak ini?? Apa dia sedang menyiksaku??"


Flow lantas menengadahkan wajahnya dengan nafas yang sedikit memburu karena menahan emosi. Sungguh, jika saja Teya bukanlah orang yang memiliki kekuasaan tinggi, Flow pasti sudah mengusik ketenangan gadis itu secara terang-terangan.


Oh, ayolaaaah... Bagaimana mungkin Flow harus melakukan pemotretan dengan baju sebanyak 20 jenis dalam 1 harinya. Flow merasa sangat kesal karena dia benar-benar tidak memiliki waktu senggang untuk menyenangkan dirinya sendiri. Bahkan untuk melakukan niat awalnya saja, Flow sama sekali tidak memiliki celah untuk melakukan hal itu.


Bagaimana Flow akan melakukan niat awalnya jika setelah pemotretan selesai saja tubuh Flow rasanya seperti sudah remuk redam. Flow benar-benar menghabiskan kesehariannya hanya untuk pemotretan dan istirahat.


Haaaaah.. Untuk saat ini, mau tidak mau Flow hanya bisa menuruti apa yang di jadwalkan oleh Teya. Flow akan memikirkan cara untuk melakukan niatnya itu nanti. Karena sungguh, memikirkan hal itu untuk saat ini benar-benar membuat kepala Flow terasa seperti akan pecah.


"Kita akan memulainya jam berapa?" Tanya Flow kemudian.


Anna lantas melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. "10 menit lagi, nona. Sebaiknya nona segera bersiap, saya akan menyiapkan pakaiannya."


Flow pun masuk ke ruang ganti, bersiap untuk melakukan aktifas rutinnya selama beberapa waktu terakhir ini.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2