
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------------...
Setelah Athena memberikan tatapan mautnya, akhirnya mau tidak mau Javer pun melepaskan Teya sebelum mendapatkan amukan dari sang Dewi Kematian. Wanita itu lalu memutuskan untuk membawa Teya ke taman yang ada di belakang gedung apartment Javer.
Dan ya, di sini lah 2 wanita beda usia itu sekarang. Duduk di kursi taman seraya menatap danau yang tenang, di temanin 2 gelas americano hangat yang sangat cocok dengan cuacanya yang begitu sejuk.
Setelah melewati keheningan untuk beberapa saat, Athena pun memulai percakapan.
"Apa selama ini kau sering merasa kesulitan dalam menghadapi Javer?" Athena bertanya tanpa menoleh pada Teya.
Tangan kiri Teya terangkat untuk mengusap tengkuknya dengan sedikit canggung. "Emm, tidak terlalu mom.."
Athena melirik Teya sekilas. "Tidak perlu canggung atau pun ragu, katakan saja yang sebenarnya. Bukan kah sudah sering mommy katakan untuk menganggap mommy seperti ibu mu sendiri."
"Sorry mom, aku hanya masih sedikit belum terbiasa."
Ya, setelah Teya bertunangan dengan Javer. Ini bukan kali pertama Teya bertemu secara pribadi dengan Athena. Namun tetap saja, gadis itu masih merasa sedikit canggung jika berhadapan dengan Athena, di tambah lagi dengan merasakan aura tegas yang di pancarkan oleh wanita itu. Sedikit banyaknya mampu membuat Teya merasa sedikit segan untuk berbicara santai dengan Athena.
Athena lantas tersenyum simpul. "Tak apa, mommy memakluminya. Tapi akan lebih baik lagi jika kau semakin membiasakan diri."
Teya pun mengangguk-anggukan kepalanya.
"Jadi.. Bagaimana? Apa saja kesulitan yang kau hadapi setelah bertunangan dengan Javer. Kau sama sekali belum pernah bercerita pada mommy." Athena berkata lalu menyesap americano hangatnya.
Gadis itu terlihat mengembangkan senyum kecilnya lalu menoleh pada Athena. "Mungkin mommy lebih tau tentang kesulitan apa saja yang aku hadapi," ucap gadis itu.
"Hah... Kau benar, mommy sangat tau tentang kesulitan apa saja yang sudah di berikan Javer kepadamu.. Tapi, mommy jauh lebih tau perasaanmu dalam menghadapi kesulitan yang Javer berikan. Karena mommy dulu juga pernah merasakannya."
Teya lantas menatap Athena dengan penuh tanda tanya. "Maksud mommy?"
Athena mengangkat bahunya acuh. "Perjalanan cinta mommy dan daddy tidak semulus yang orang bayangkan. Mommy tau, kau pasti menganggap Javer sebagai pria gila karena sering melakukan hal di luar nalar orang pada umumnya."
Teya menganggukkan kepalanya dengan sedikit ragu.
Athena seketika terkekeh. "Hal itu menurun dari dari daddy.. Bahkan mungkin bisa di bilang jika daddy sedikit lebih parah."
"Benarkah??" Gadis itu bertanya dengan sedikit terkejut, karena apa yang dia lihat saat ini, Yama merupakan seorang pria yang selalu mengalah pada Athena. Jadi wajar saja jika dia merasa sedikit terkejut.
__ADS_1
"Hmm.." Athena menganggukkan kepalanya. "Karena mommy dulu juga merasakan dampak dari kelakuan daddy yang seperti itu. Sama halnya dengan apa yang kau alami sekarang ini."
"Jika mommy tidak keberatan, bisa kah mommy menceritakannya?" Teya bertanya dengan sedikit ragu.
Athena mengedikkan bahunya. "Sure.."
Athena pun mulai menceritakan bagaimana awal mula terjalinnya hubungannya dengan Yama secara garis besar.
"Aku tidak menyangka jika daddy dulu merupakan pria yang seperti itu." Teya berkata setelah Athena menyelesaikan ceritanya.
"Hmmm," Athena pun menganggukkan kepalanya. "Daddy dulu memang merupakan pria yang seperti itu."
"Lalu, apa alasan mommy bisa jatuh cinta dengan daddy?"
"Tidak ada alasan pasti.. Hanya saja.. Kau tahu kan istilah cinta datang karena terbiasa?"
Teya menganggukkan kepalanya.
"Itulah yang mommy rasakan.. Mommy bisa jantuh cinta pada daddy karena terbiasa dengan kehadirannya. Karena meskipun daddy seorang pria yang kejam dan pemaksa, dia tidak pernah satu kali pun menyakiti mommy. Dan juga, jika di pikir kembali.. Sejak awal daddy mulai mengikat mommy, daddy selalu memperlakukan mommy bak seorang ratu."
Sejenak, Athena menghentikan kalimatnya kemudian menyesap americano hangatnya lalu berkata. "Dulu juga mommy tidak jauh berbeda denganmu. Keras hati, keras kepala, juga tidak ingin mengalah."
Mendengar penuturan Athena, seketika membuat Teya terkekeh kecil. Di dalam hatinya, Teya diam-diam menyetujui perkataan Athena tentang hal itu.
Athena lantas menatap Teya untuk beberapa saat kemudian melanjutkan kalimatnya. "Kau tahu sayang, kau jauh lebih beruntung dari pada mommy. Karena jika di bandingkan dengan daddy, meskipun Javer juga memiliki jiwa iblis yang sangat kejam, tapi setidaknya Javer jauh lebih baik dalam mengontrol emosinya. Juga bagaimana cara Javer mengikatmu, meskipun dia menggunakan cara yang memang sedikit memaksa, tapi setidaknya apa yang dia lakukan sedikit lebih baik dari pada apa yang daddy lakukan dulu." Wanita itu mengakhiri kalimatnya dengan terkekeh geli karena tiba-tiba teringat kembali tentang bagaimana cara Yama dulu mengikatnya.
Athena menghela nafasnya kemudian menatap danau untuk beberapa saat. Wanita itu lalu kembali menatap Teya dengan senyum tulus yang terpancar di wajahnya. "Tapi, satu hal yang kau juga harus tahu sayang, jauh di dalam lubuk hatinya, Javer memiliki perasaan cinta yang sangat tulus untukmu, sama halnya dengan daddy. Hanya saja, mereka terlalu buruk dalam mengekspresikan rasa cemburunya."
Teya seketika terkekeh geli, "ya, mereka benar-benar buruk dalam mengekspresikan rasa cemburu."
"Sayang.." Ucap Athena kemudian.
Teya lantas menoleh pada Athena.
"Bisa kah mommy meminta satu hal padamu?"
Teya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Apa pun itu?"
Teya kembali menganggukkan kepalanya. "Apa pun itu.. Selama aku bisa memberikannya, aku pasti akan mengabulkan permintaan mommy.."
__ADS_1
"Lalu, bisa kah mommy memintamu untuk percaya pada Javer?"
Teya lantas mengembangkan senyum tulusnya lalu menganggukkan kepalanya. "Mommy harus tahu, sebenarnya aku sudah percaya pada Javer sejak hari dimana Javer membawa mommy dan daddy untuk melamarku. Hanya saja, kalau untuk urusan cinta, aku masih berusaha untuk menerimanya karena ada beberapa faktor yang membuatku sedikit sulit untuk kembali membuka hati."
Ya, Teya mempercayai Javer semenjak hari itu. Meskipun Teya memang belum bisa mencintai Javer, tapi setelah melihat keseriusan Javer dengan mengikatnya menggunakan sebuah lamaran. Javer mampu membuat Teya mempercayai pria itu dengan sepenuhnya.
Bahkan sejak hari itu juga, Teya sudah mulai belajar untuk mencintai Javer. Hanya saja, Teya tidak menunjukkan sikap itu pada siapa pun. Karena sebelum Teya merasa yakin pada dirinya sendiri, Teya tidak ingin siapa pun mengetahui niatnya itu. Jadi, biarkanlah waktu yang menunjukkan semuanya.
Athena lalu menarik Teya untuk masuk ke dalam pelukannya. "Hmmm, terima kasih.. Sepertinya usaha mommy untuk membujukmu tidak terlalu membuahkan hasil, karena kau sudah lebih dulu mempercayai pria iblis itu yang sayangnya adalah anak mommy." Athena berkata kemudian melerai pelukannya.
Mendengar penuturan Athena yang begitu lugas, seketika membuat Teya tertawa renyah. "Jadi mommy menceritakan kisah cinta mommy padaku dengan tujuan untuk membujukku?"
Athena pun terkekeh geli. "Itu adalah tujuan utamanya.."
"Tapi, sepertinya usaha mommy tidak sia-sia. Karena sepertinya sekarang aku jadi lebih jauh percaya pada Javer"
Athena pun seketika tertawa renyah.. "Mommy akui, selera Javer dalam memilih pasangan memanglah sangat tinggi."
"Ayolah.. Aku tidak sebaik itu mom.." Gadis itu berkata dengan pipinya yang sedikit merona."
"Ya ya ya, kau memang tidak sebaik itu.. Tapi kau adalah yang terbaik.."
"Mooomm.." Gadis itu sedikit merengek malu karena Athena terlalu memujinya.
"Ah sudahlah, sebaiknya kita kembali.. Mataharinya mulai meninggi, mommy sedang tidak dalam suasana hati yang baik untuk berkeringat."
Teya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
Dua wanita beda usia itu pun akhirnya beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju apartment Javer.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
__ADS_1
Bye bye..