Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Tempat Persembunyian


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------------...


"Yak.. Tidak bisa kah kau menunggu selama 15 menit lagi dalam mengirim pesan?"


Enzo mulai menyuarakan protesannya tat kala melihat kedatangan Javer.


Mendengar apa yang di katakan oleh Enzo, lantas membuat Javer menatap pria itu dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Apa kau sedang bersama dengan jalangmu?" Javer bertanya dengan sangat sarkas.


Yang mana, hal itu seketika membuat Liam dan Kheil menahan tawa mereka.


Sedangkan Enzo, pria itu kini menjadi salah tingkah mendapati Javer yang bisa menebak apa yang tengah di lakukannya dengan sangat mudah.


"Haisshh.. Bukan itu maksudku.." Enzo mencoba mengelak.


Javer mengangkat bahunya acuh. "Celanamu belum terpakai dengan benar." Pria itu berkaya seraya duduk di samping Kheil.


Mendengar apa yang di katakan Javer, sontak saja membuat Enzo langsung menundukkan kepalanya untuk memeriksa celana yang tengah di pakainya. Pria itu seketika saja semakin merasa sapah tingkah saat mendapati retsleting celanya yang masih terbuka.


"Apa kalian melihatnya sedari tadi?" Enzo menatap Liam dan Kheil.


"Bukan kah itu kebiasaanmu?" Liam kini tidak kuasa lagi menahan kekehannya, temannya itu sungguh benar-benar sangat konyol.


"Ck, haish.. Sudahlah, cepat katakan, tugas apa yang akan kau berikan pada kita?" Enzo kini mengalihkan pembicaraan.


Javer menghela nafasnya untuk sejenak kemudian mengeluarkan ponsel milik Mona dari dalam saku jasnya. Dia membuka pesan yang menurut Mona merupakan pesan yang di kirim oleh Eliza, pria itu kemudian menyerahkan ponsel itu pada Kheil.


"Lacak no itu." Titah Javer.


Liam dan Enzo yang merasa penasaran pun mendekat ke arah Kheil untuk melihat apa yang ada di dalam ponsel itu.


"Siapa yang mengirim pesan itu?" Tanya Enzo kemudian.


"Dan apa arti Yarai?" Timpal Kheil.


"Yarai adalah nama Mona Zia sewaktu dia kecil. Dan menurut Zia, orang itu adalah Eliza." Tutur Javer.


"Eliza? Maksudmu, adik perempuan Fier? Mantan mata-mata yang bekerja untuk uncle Yama?" Tanya Liam.


Javer menganggukkan kepalanya.


Kheil menimang ponsel milik Mona untuk beberapa saat. Pria itu menghela nafasnya kemudian berkata. "Tapi, jika orang yang mengirim pesan ini adalah Eliza. Kau yakin ini bukan jebakan? Karena seperti yang kita ketahui, Eliza adalah adik perempuan Fier. Dan dia juga mengetahui kalau kita berhubungan baik dengan Mona Zia. Bisa saja Fier memanfaatkan adiknya untuk menjebak kita melalui Mona Zia."


Javer menganggukkan kepalanya. "Hal itu yang perlu kita pastikan.. Aku sudah membahas ini dengan Zia, tapi dia sangat yakin kalau itu bukan jebakan."

__ADS_1


"Kalau pun ini memang jebakan, bukan kah kita juga bisa membalasnya dengan jebakan?" Sahut Liam cepat.


"Hmm.." Enzo menganggukkan kepalanya. "Aku bisa membuat rencana untuk membalas jebakan yang mungkin saja sudah di persiapkan oleh mereka."


"Baiklah, aku akan mencari tau lokasi di mana Eliza saat ini berada."


Kheil lantas beranjak dari duduknya kemudian berjalan menuju berbagai komputer yang tersusun rapi di sudut ruangan.



Pict by : Pinterest


Setelah duduk di singgasananya, Kheil segera memasngkan alat pada ponsel milik Mona.


"Baiklah, mari kita mulai.. Ku rasa, ini tidak akan terlalu sulit." Kheil berkata seraya merenggangkan kedu jari-jari tangannya.


Pria itu lalu mulai menarikan kesepuluh jarinya di atas keyboard kesayangannya.


Javer, Liam dan juga Enzo pun mendekat ke arah Kheil. Mereka menyaksikan apa yang tengah di lakukan oleh Kheil dengan sangat serius.


Hanya selang beberapa menit, Kheil menghentikan kegiatannya setelah menemukan apa yang dia cari.


"Ck, ck, ck, ck, ck.." Kheil terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kalian akan terkejut ketika mengetahui apa yang aku temukan."


"Tidak kah kalian merasa familiar dengan tempat ini?" Kheil memperbesar titik lokasi di mana keberadaan nomor ponsel yang dia lacak.


Kheil melakukan apa yang di minta oleh Liam.


Liam lantas memperhatikan layar komputer itu untuk beberapa saat. "Bukan kah itu bendera yang terpasang di.."


"Bukit milik Mommy.." Sahut Javer cepat.


"Tepat sekali.." Kheil menjentikkan jarinya. "Titik lokasinya benar-benar terletak persis di belakang bukit milik aunty Athena."


"Waaaah.. Ck, jadi selama ini mereka memindahkan tempat persembunyian mereka kesana.. Ck, ck, ck, ck, ck.." Enzo menggeleng-gelengkan kepalanya. "Pantas saja kita sangat kesulitan untuk melacak keberadaan mereka.."


Kheil mengedikkan bahunya. "Bukan kah kandang musuh adalah tempat persembunyian yang paling aman? Terlebih lagi, area belakang bukit adalah tempat yang sangat jarang di kunjungi oleh para penjaga."


"Tapi, bagaimana cara mereka masuk ke area itu? Bukan kah mereka tetap harus melewati para penjaga?" Liam bertanya dengan sedikit bingung.


"Hmm.." Enzo menganggukkan kepalanya, menyetujui apa yang di katakan oleh Liam


"Kalau pun mereka ingin sampai di tempat itu tanpa di ketahui oleh para penjaga. Satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan adalah dengan berenang. Karena seperti yang kita ketahui, area bukit belakang di kelilingi danau besar yang memang sengaja di buat oleh uncle Ken." Tutur Kheil.


"Kalau pun mereka berenang, bukan kah akan terlalu melelahkan? Dan juga, jika mereka menggunakan perahu atau pun rakit, bukan kah tetap akan ketahuan?" Enzo kini benar-benar menampilkan raut wajah bingungnya.


Melihat kebingungan yang di rasakan oleh ketiga temannya, Javer pun berdehem kecil kemudian berkata. "Ada 1 jalan. Daddy yang membuat jalan itu, tempat persembunyian yang mereka gunakan adalah tempat persembunyian yang Daddy bangun tanpa sepengetahuan siapa pun."


Liam, Enzo dan Kheil yang mendengar hal itu lantas menoleh pada Javer dengan di penuhi rasa penasaran.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana kau bisa mengetahui tempat itu?" Tanya Kheil kemudian.


Javer mengangkat bahunya acuh. "Aku menemukannya saat sedang berburu bersama dengan Uncle Ken."


"Apa ayahku mengetahui hal itu?" Tanya Enzo.


Javer menggelengkan kepalanya. "Aku merahasiakannya hingga saat ini."


"Lantas, bagaimana caranya kau tahu kalau jalan itu adalah jalan yang di buat oleh Uncle Yama?" Liam bertanya dengan dahi yang mengernyit bingung.


"Ada ukiran bunga lotus biru di atas besi penutup jalan itu." Sahut Javer.


"Bunga lotus biru??" Enzo bertanya dengan alis yang menukik tajam.


Javer menganggukkan kepalanya. "Bunga kesukaan mommy, hanya aku dan daddy yang mengetahui hal itu."


"Lalu, apa Aunty Athena juga mengetahui hal ini?" Tanya Kheil.


Javer menggelengkan kepalanya. "Setelah bertanya, daddy tidak pernah mengatakan hal ini pada mommy.. Tempat persembunyian itu belum sepenuhnya selesai di buat. Jadi daddy belum memberitahukan hal ini kepada mommy."


"Tapi, kenapa Fier bisa mengetahui tempat itu?" Liam semakin terlihat kebingungan.


"Karena daddy membuat tempat persembunyian itu bersama dengan Fier." Sahut Javer cepat.


"Tcih.. Pantas saja.." Gumam Enzo.


"Tapi, kenapa Uncle Yama tidak menyelesaikan pembuatan tempat persembunyian itu?" -Liam.


Javer mengedikkan bahunya. "Entahlah, aku tidak bertanya."


"Sebaiknya kita segera menyusun strategi." Kheil mengakhiri percakapan mereka.


Javer, Enzo dan Liam pun menganggukkan kepala. Menyetujui apa yang di katakan oleh Kheil.


...-TBC-...


Hwaaaah... Gimana nih konfliknya? Seru ga? Atau malah kurang menantang? Coba kasih tau sensi di kolom komentar ya.. πŸ€—


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..

__ADS_1


__ADS_2