Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Penyerangan Dari Pria Misterius


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------------...


Beberapa bulan kemudian..


Setelah kejadian pembakaran gedung perusahaan Bottega Veneta, mau tidak mau Teya harus menghabiskan masa magangnya di salah satu perusahaan milik Javer. Hingga kini dia sudah kembali menjalani aktifitas seperti sebelumnya.


Setelah kejadian itu juga, hubungan Javer dan Teya berkembang sedikit lebih baik. Meskipun mereka masih sering kali berdebat untuk hal yang tidak penting, tapi setidaknya mereka menjadi sedikit lebih dekat.


Tidak hanya hubungan Teya dan Javer. Bahkan kini Teya juga semakin dekat dengan keluarga juga teman-teman Javer yang lainnya. Tidak jarang, Teya juga menghadiri acara-acara penting yang di adakan oleh teman-teman Javer.


Seperti sekarang ini, gadis itu sedang bersiap-siap untuk menghadiri acara ulang tahun yang akan di adakan oleh Gladys Thonson. Adik perempuan dari Liam Thonson, atau anak bungsu dari Leon Thonson dan Calista Viandra.


Gadis itu tampil cantik dengan balutan dress berwarna merah yang sangat elegan.



Pict by : Pinterest


Teya lantas menatap penampilan dirinya sendiri dari pantulan cermin. "Hmmm, perfect.. Biarkan aku tampil sedikit terbuka untuk kali ini saja." Gadis itu berkata lalu terkekeh kecil.


"Apa pria itu tidak datang untuk menjemputku? Bukan kah acaranya sebentar lagi akan berlangsung??" Teya bergumam setelah melihat jam yang kini waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 PM.


Namun, saat Teya hendak menghubungi Javer. Pria itu sudah lebih dulu menghubunginya.


Teya lantas segera mengangkat panggilan itu.


(Babby..) Ucap Javer di seberang sana.


"Hmmm??"


(Sepertinya aku tidak bisa menjemputmu, ada beberapa hal yang harus aku selesaikan terlebih dahulu. Aku akan meminta Marco untuk menggantikanku.)


"Tak apa, aku akan mengemudi sendiri. Lagi pula, jika harus menunggu Marco, aku akan terlambat untuk menghadiri acaranya."


(Kau yakin?)


"Hmm.. Kau tenang saja, aku akan sampai di sana dengan selamat."


(Baiklah, berhati-hati lah dalam mengemudi. Aku akan tiba di sekitar pertengahan pesta.)


"Ok," ucap Teya lalu mematikan sambungan.


Teya lantas menyambar kunci mobilnya yang berada di atas nakas, kemudian segera mengendarai mobilnya menuju kediaman Thonson. Tempat di adakannya pesta ulang tahun Gladis Thonson.

__ADS_1


Namun, ketika Teya melewati jalan yang cukup sepi, mesin mobilnya tiba-tiba saja perlahan mulai berhenti berfungsi.


"Haisssh.. Bukan kah kau baru saja aku service 2 minggu yang lalu, kenapa kau harus mengalami masalah di saat seperti ini!!" Gadis itu menggerutu seraya menepikan mobilnya.


Teya lantas mengambil ponselnya lalu segera menghubungi Javer yang sudah pasti akan mengangkat panggilannya dengan cepat.


(Apa kau membutuhkan sesuatu babby?) Tanya Javer di seberang sana.


"Javer, bisa kah kau meminta marco untuk menjemputku? Mesin mobilku tiba-tiba saja mati." Teya menjawab seraya keluar dari dalam mobilnya.


(Kau keluar dari mobil?) Javer bertanya karena mendengar suara pintu mobil yang tertutup.


"Hmm, aku ingin melihat, uhuk uhuk.." Gadis itu terbatuk-batuk saat membuka penutup mesin mobilnya.


(Are you okay babby?) Suara Javer terdengar sedikit panik.


"I'm okay, hanya saja mesin mobilku sedikit mengeluarkan asap."


(Masuklah kembali ke dalam mobil, aku akan meminta Marco untuk menjemputmu.)


"Ok, aku akan mengirimkan lokasiku pada... Fu..ck." Teya mengumpat tat kala ada seseorang yang memukul tengkuknya menggunakan sebuah benda hingga dia menjatuhkan ponselnya.


...


Di sisi lain..


"Babby.. Are you okay??" Javer bertanya dengan perasaan panik saat mendengar umpatan Teya.


"Babbyyyy!!!" Javer semakin merasa panik tat kala Teya tidak juga meresponnya.


"Teyaaa...."


"Mateyaaa!!!"


"Shi..t!!!" Javer mengumpat lalu mematikan sambungan.


Yang mana, hal itu membuat Marco dan rekan-rekan kerja Javer menatap pria itu dengan penuh tanda tanya. Ya, saat ini Javer tengah mengadakan rapat dadakan.


"Rapatnya kita tunda." Ucap Javer lalu segera meninggalkan ruang rapatnya.


"Hubungi Kheil, minta dia untuk melacak keberadaan Teya, sekarang juga!!" Javer memberikan perintah pada Marco yang berjalan di sampingnya.


Dan tanpa basa basi lagi, Marco segera menjalankan perintah yang di berikan Tuannya.


.....


Kembali ke sisi Teya..

__ADS_1


"Ok, aku akan mengirimkan lokasiku pada... Fu..ck." Teya mengumpat tat kala ada seseorang yang memukul tengkuknya menggunakan sebuah benda hingga dia menjatuhkan ponselnya.


Beruntungnya, Teya memiliki ketahanan tubuh yang cukup kuat sehingga pukulan itu tidak menimbulkan dampak yang terlalu buruk.


Yang mana, hal itu seketika membuat si pemukul sedikit menjauh seraya menatap Teya dengan sedikit perasaan takjub. Karena sungguh, pukulan yang dia berikan menggunakan tongkat itu bukanlah pukulan yang main-main.


Tangan kiri gadis itu lantas terangkat untuk memegang tengkuknya yang terasa sedikit berdenyut seraya membalikkan tubuhnya untuk melihat orang yang telah berani memukulnya.


Gadis itu menyunggingkan senyum simpulnya tat kala melihat seorang pria yang memakai hoodie berwarna hitam yang wajahnya di tutupi menggunakan slayer, dengan sebuah tongkat yang berada di dalam genggaman pria itu.


"Ohooo.. Kau pikir aku akan pingsan hanya dengan menerima sebuah pukulan kecil.." Teya berkata seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Cih.. Jangan terlalu sombong karena sebentar lagi ajal akan menjemputmu!!' Pria itu menyahut dengan suara yang sedikit menggeram.


Teya lantas sedikit merenggangkan otot lehernya kemudian bersiap untuk menerima serangan dari pria itu.


"Come, mari kita berduel." Teya berkata lalu memaju mundurkan jari telunjuknya, meminta pria itu untuk menyerangnya.


Pria itu lantas melayangkan pukulan menggunakan tongkat pada Teya. Namun, gadis itu mampu dengan mudah menangkis tongkat itu menggunakan tangan kirinya, lalu melayangkan tinju pada wajah pria itu menggunakan tangan kanannya.


"Shiiii...t, wajah pria itu terlalu keras," gadis itu terlihat mengibas-ngibaskan tangan kanannya.


Hingga saat pria itu akan kembali menyerang, Teya lantas memajukan kedua tangannya meminta pria itu untuk berhenti.


"Wait, wait.. Tunggu sebentar, biarkan aku melepaskan hilss ku dulu, ka tau, ini terlalu sulit." Teya berkata seraya melepaskan hilss sebelah kirinya.


Namun, pria itu tidak memperdulikan Teya. Pria itu lantas kembali menyerang Teya tanpa menunggu gadis itu melepaskan kedua hilss nya.


"Yak!! Haishh!! Sudah ku katakan untuk menunggu!!!" Gadis itu berseru seraya terus menghindari pukulan demi pukulan yang di layangkan pria itu.


Meskipun kaki kanan Teya masih menggunakan hilssnya, hal itu tidak menghambat pergerakan gadis itu dalam berkelahi. Teya justru memanfaatkan hilss yang masih di kenakannya untuk menendang kepala pria itu hingga membuat pria itu jatuh tersungkur.


Teya lantas meniup helaian rambut yang sedikit menutupi wajahnya seraya bersiap untuk kembali berkelahi dengan pria itu.


Hingga ketika pria itu kembali menyerang, Teya berhasil menarik slayer yang menutupi wajah pria itu.


Namun sayangnya, belum sempat Teya melihat wajah pria itu. Javer beserta teman-temannya sudah lebih dulu datang dan membuat pria itu kabur entah kemana.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..


__ADS_2