Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Kecelakaan??


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------------...


Ke esokan harinya...


"Eungh.." Teya melenguh seraya mengerjapkan matanya tat kala mentari pagi telah menunjukkan sinarnya.


Teya menghela nafasnya sejenak merasakan betapa nyamannya tidur dengan berbantalkan lengan Javer.


Gadis itu lantas sedikit mendongakkan wajahnya untuk menatap Javer yang masih terlelap.



Pict by : Michele Morrone


Melihat wajah Javer yang begitu damai, membuat Teya tiba-tiba saja mengigit bibirnya seraya tersenyum malu saat mengingat kejadian kemarin. Di mana akhirnya Teya berani mengatakan rasa cintanya pada Javer.


Hingga tanpa sadar, jari telunjuk tangan kanan gadis itu terangkat untuk menyentuh pipi kanan Javer. Teya lantas terkekeh kecil tat kala menyentuh rambut brewok yang menyelimuti rahang Javer yang terpahat sempurna. Yang mana, brewok itu benar-benar mmebuat wajah Javer semakin terlihat garang.


Jari telunjuk gadis itu kini berpindah untuk menyentuh alis Javer yang terbentuk dengan sempurna. Semakin turun untuk menyentuh bulu mata lentik pria itu yang akan melambai indah jika sang empu nya mengedipkan mata. Lalu bergeser lagi untuk menyentuh hidung mancung pria itu yang akan sedikit berkedut ketika dia merasa kesal.


Hingga ketika jari telunjuknya semakin turun untuk menyentuh bibir pria itu yang selalu saja menciumnya sesuka hati.. Gadis itu lagi-lagi mengigit bibirnya tat kala kembali membayangkan hal intens yang terjadi kemarin..


"Asssh.... Apa yang kau pikirkan Teya.." gadis itu segera menarik kembali tangannya sebelum berhasil menyentuh bibir tebal pria itu.


Namun, belum sempat Teya menarik kembali tangannya, Javer sudah lebih dulu mencengkram tangan Teya menggunakan tangan kiri pria itu.


"Apa kau sedang mencoba untuk menggodaku babby??" Javer bertanya kemudian menatap Teya.


"Kau.. Sejak kapan kau bangun?" Teya menyahut dengan sedikit gugup.


"Sesaat sebelum kau bangun.." Javer berkata kemudian meletakkan tangan Teya di dadanya.


"A.. Haha.." Gadis itu seketika tertawa canggung.


Javer menaikkan sebelah alisnya. "Jadi??"


"Jadi??" Gadis itu mengerjapkan matanya.


"Kau tidak sedang menggodaku??"


"Ck" Teya menenggelamkam wajahnya pada dada bidang Javer. "Aku tidak menggodamu..." Teya merengek dengan suara yang sedikit teredam.


Melihat tingkah gadisnya yang menggemaskan, seketika membuat javer terkekeh. "Ok, ok.. But, *can i get a good morning kiss?"


*(Bisakah aku mendapatkan ciuman selamat pagi?)

__ADS_1


Teya lantas mengulum senyumnya sebelum akhirnya sedikit beringsut untuk mengecup pipi Javer. Dan dengan gerakan cepat, gadis itu segera beranjak dari kasur.


Meninggalkan Javer yang kini tengah terkekeh gemas seraya menatap Teya yang tengah berlari ke kamar mandi.


....


"Ge.." Hana menyenggol bahu Gena yang ada di sampingnya, tanpa mengalihkan tatapannya dari Teya yang tengah duduk di depannya.


"Hm.." Sahut Gena yang kini juga tengah menatap Teya.


"Apa kau merasakan hal yang sama denganku?"


"Em, hem.." Gena mengangguk-anggukan kepalanya.


"Haish.. Aku tidak tahan lagi.." Ucap Hana lalu memukul kepala Teya menggunakan sebuah buku.


"Yakkkk!!!" Teya yang mendapatkan pukulan itu pun seketika berteriak karena merasa terkejut.


Yang mana, hal itu membuat orang-orang yang ada di sekitar mereka menatapnya dengan sangat tajam karena telah melakukan keributan di area perpustakaan.


Teya yang melihat itu pun lantas tersenyum canggung, lalu sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda permintaan maaf.


"Kauu!! Apa yang kau lakukan!!!" Gadis itu berbisik seraya menatap Hana dengan sangat tajam.


Hana membalas tatapan Teya dengan tak kalah tajam. "Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan?? Kau mengajak kita kemari untuk membantumu menyelesaikan tugas, atau untuk melihat tingkah anehmu yang sedari tadi hanya menatap ponsel dengan senyum lebar yang mungkin saja sebentar lagi akan membuat bibirmu robek!!" Sahut Hana dengan sedikit bersungut-sungut.


Ya, setelah jam kampus usai, Teya mengajak kedua temannya untuk membantunya menyelesaikan tugas di perpustakaan kampus. Namun, bukannya melakukan apa yang menjadi tujuan, gadis itu hanya menatap ponselnya dengan terus tersenyum lebar seperti orang bodoh. Bahkan hingga gadis itu mengabaikan keberadaan Gena dan Hana.


Gena yang juga sudah merasa jengah pun seketika memutar bola matanya. "Kau melakukannya sejak 30 menit yang lalu, tepat setelah kita duduk di sini."


"Aku sungguh tidak menyadarinya.." Teya berkata seraya mengusap tengkuknya dengan sedikit canggung.


Gena menghela nafasnya lalu berkata. "Apa yang sebenarnya tengah kau pikirkan? Kau tahu.. Kau seperti orang yang mendapatkan sebuah jackpot besar.."


"Aaah.. Atau jangan-jangan.. Ini ada hubungannya dengan Javer?" Sahut Nisa seraya menatap Vanya dengan memicingkan matanya.


Yang mana, hal itu seketika membuat Teya mengerjapkan matanya. "A.. Haha.. Haha.. Ti, ti, tidaaaak..." Gadis itu berkata seraya mengibaskan tangan kanannya.


Hana tersenyum mengejek. "Apa kau yakin?? Sepertinya aku mencium bau-bau cinta yang bermekaran di sekitar sini.." Gadis itu lantas menghirup udara sedalam mungkin. "Hwaaaaahhh... Aromanya terlalu manis.. Apa kau juga mencium baunya, Ge?"


Gena terlihat menahan kekehannya kemudian mengangguk-anggukan kepalanya. "Hmmm.. Aku juga dapat mencium baunya dengan sangat jelas.. Bahkan aku sekarang merasa sedikit mual.."


"Aaaaa, sudahlah.. Aku akan menyelesaikan tugasku sendiri.." Teya berkata seraya beranjak dari duduknya, kemudian menyambar tasnya sebelum akhirnya berlalu pergi dari sana dengan wajah yang sudah memerah seperi kepiting rebus.


Meninggalkan Gena dan Hana yang kini tengah terkekeh geli.


.....


Setelah Teya berada di dalam mobil, gadis itu seketika mengetuk-ngetukan keningnya pada setir mobil seraya berkata dengan lirih. "Oh sadarlah Teya!!! Kenapa kau tampak seperti anak berumur 17 tahun yang baru saja mengenal cintaaa!!!"

__ADS_1


"Aaaaaaa.. Kenapa kau tampak bodoh sekaliii!!!!"


Gadis itu lantas menegakkan tubuhnya. "Tapi, bukankah hal wajar jika aku kembali merasakan apa itu jatuh cinta?" Gadis itu bergumam dengan ekspresi wajah yang di penuhi tanda tanya.


"Aaaaaa.. Sepertinya aku akan menjadi gila.." Gadis itu kembali bergumam lalu menutup wajah dengan kedua tangannya.


Drrrtt.. Drrrtt.. Drrrtt..


Teya lantas menoleh pada ponselnya yang tergeletak di atas kursi penumpang dengan sedikit malas.


Namun, gadis itu seketika kembali bersemangat tat kala melihat nama orang yang kini tengah memanggilnya adalah Javer.


"Halo?" Ucap Teya setelah mengangkat panggilan itu.


(Apa kelasmu sudah berakhir babby?)


"Hmm.. Aku sedang bersiap untuk pulang.. Apa ada sesuatu yang kau inginkan?"


(Bisa kah aku memintamu untuk datang ke perusahaan?)


"Sure, aku akan tiba dalam 30 menit."


(30 menit?)


"Hmm, aku akan mampir ke perpustakaan kota terlebih dulu untuk mengembalikan buku yang sempat aku pinjam."


(Ok.. Berhati-hati lah..)


"Ok.." Ucap Teya lantas mematikan sambungan.


Setelahnya, Teya pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Namun, ketika gadis itu hendak berbelok ke kiri untuk memasuki gerbang perpustakaan kota, gadis itu merasa sedikit terkejut saat tiba-tiba saja dari arah depannya ada sebuah mobil yang melaju dengan tidak beraturan.


Teya lantas segera menetralkan rasa terkejutnya kemudian segera membelokkan mobilnya untuk memasuki gerbang perpustakaan kota.


Namun.. BRAAAAAAAAAAKKKKKKK.........!!!!


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2