
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed......
...----------------...
Still Flashback..
Sebelumnya...
Dalinda terlihat berpikir untuk beberapa saat sebelum akhirnya menganggukkan kepala kemudian berjalan menuju kelompok *Haistatu.
(*Haistatu : Sekelompok pengemudi yang di naungi oleh Fabio.)
....
Setelah menunggu untuk beberapa saat, wanita itu terlihat kembali menghampiri Javer dan Liam.
"Baiklah tuan-tuan.. Mereka menyetujui tantangan kalian.. Bersiaplah di arena, nanti akan aku jelaskan aturan permainannya.." Tutur Dalinda.
Javer dan Liam pun menganggukkan kepala kemudian masuk ke dalam mobil masing-masing, lalu mengemudikan mobil mereka menuju arena yang dimana sudah ada 2 mobil lain yang berjajar rapi disana.
Setelah mensejajarkan mobil mereka dengan 2 mobil yang lain, masing-masing dari pengemudi pun turun dari mobil kemudian mendekati Dalinda.
Dalinda lantas berdiri di antara 4 pria gagah yang saling melemparkan tatapan tajam mereka dengan sedikit kikuk. Karena sungguh, ini pertama kalinya dia memimpin balapan orang-orang paling berpengaruh.
Dalinda lantas menghela nafasnya kemudian mulai menjelaskan aturan permainannya. "Ok, begini.. Kalian akan bertanding sebanyak 1x putaran dengan 1 lawan 1 secara bergantian.. Jika hasilnya seri, maka akan ada 1x pertandingan tambahan untuk menentukan pemenang. Tapi, jika masing-masing dari kalian mampu mengalahkan lawan hanya dalam 1x pertandingan, maka otomatis yang menang akan memiliki mobil yang kalah tanpa ada pertandingan ulang. Dapat di pahami?"
4 pria itu pun menganggukkan kepala.
"Baiklah.. Yang akan melakukan pertandingan pertama, bisa bersiap di garis awal." Ucap Dalinda.
4 pria itu pun kemudian masuk ke mobil mereka masing-masing.
Setelah masuk ke dalam mobil, Liam dan Javer saling bertukar pandang sebelum akhirnya Liam menganggukkan kepalanya pertanda dia yang akan maju bertanding terlebih dahulu.
Lalu dari pihak lawan juga majulah seorang pengemudi yang memiliki wajah tengil dengan menggunakan mobil berwarna merah.
Setelah mereka siap di posisi, Dalinda pun berdiri di antara mereka berdua dengan membawa selembar bendera berwarna hijau. Dan setelah hitungan ketiga, Dalinda pun mengangkat bendera itu tinggi-tinggi pertanda pertandingan telah di mulai.
Lalu mereka berdua mulai saling mengejar untuk mencapai garis finish terlebih dahulu, di iringi sorak sorai semua orang yang menonton pertandingan mereka.
Berbeda dengan semua orang yang menunggu dengan harap-harap cemas, Javer terlihat menunggu kedatangan Liam dengan sangat santainya seakan mereka hanya sedang bermain kejar-kejaran biasa.
Dan benar saja.. Setelah menunggu untuk beberapa saat, Javer terlihat menyunggingkan senyum simpulnya tat kala melihat mobil Liam yang kembali terlebih dahulu. Yang berarti, pria itu telah membawa kemenangan pertama mereka.
Setelah mencapai garis finish, Liam pun sedikit memelankan laju mobilnya kemudian mensejajarkan mobilnya dengan mobil Javer guna melakukan tos kecil.
Pict by : Pinterest
__ADS_1
Yang mana, hal itu seketika membuat kelompok Haistatu menatap mereka dengan sangat nyalang.
Hingga beberapa saat kemudian, munculah lawan Liam dengan wajah yang terlihat begitu emosi.
Setelah pertandingan pertama selesai. Javer dan lawannya yang sama-sama memakai mobil warna hitam pun maju ke poisisi mereka masing-masing.
Dalinda pun kembali memposisikan dirinya di antara mereka berdua dengan masih memegang selembar bendera berwarna hijau.
"Ok.. One.." Teriak Dalinda yang mulai memberikan aba-aba.
Lalu "brrrrruuuuuummm....." terdengar deru mesin mobil yang menyala dengan sangat gagahnya.
"Twooooo...."
Kini deru mesin mobil itu terdengar semakin menyalak..
"Three..." Dalinda pun mengangkat bendera itu tinggi-tinggi.
Lalu mulai lah Javer dan lawannya melajukan mobil mereka dengan kecepatan penuh, di iringi sorak sorai orang-orang yang menonton pertandingan mereka.
Pada seperempat putaran, Javer sengaja membiarkan lawannya memimpin dengan begitu bangganya.
Hingga saat mereka hendak mendekati tikungan, Javer terlihat mulai memfokuskan dirinya lantas mengoper gigi kemudian menginjak gas dengan sangat kuat untuk menyalip mobil lawannya hingga menimbulkan asap yang mengepul dengan sangat indah.
Pict by : Pinterest
Yang mana, hal itu seketika mengundang makian dari lawan.
Javer yang melihat hal itu pun hanya menyunggingkan senyum simpulnya kemudian sedikit memperlambat laju mobilnya untuk mempermainkan lawan.
Javer sedikit membelokkan mobilnya ke kiri tat kala lawannya hendak menyalip dari arah kiri, lalu kembali membelokkan mobilnya ke kanan ketika lawannya hendak menyalip dari arah kanan.
Begitu seterusnya hingga ketika mereka hendak mendekati titik awal/ titik finish, Javer semakin memperlambat laju mobilnya kemudian mensejajarkan mobilnya dengan mobil lawan.
Lawan yang melihat hal itu pun seketika kembali mengeluarkan kata-kata umpatannya.
"Fuc..k youu!!" Pria itu mengumpat seraya mengacungkan jari tengahnya pada Javer kemudian menginjak gasnya dengan sangat kencang hingga memimpin di depan.
Javer yang mendapatkan hal itu pun hanya menatapnya dengan acuh tak acuh. Hingga saat sedikit lagi hendak mendekati garis finish, yang mana sudah terdengar sorak sorai Javer lantas menekan tombol nos pada mobilnya, kemudian menginjak pedal gasnya dengan kuat hingga menimbulkan percikan api yang keluar dari knalpot mobilnya.
Pict by : Pinterest
Dan alhasil, hal itu mampu membuat Javer datang sebagai pemenang..
Ketika hendak mengambil apa yang menjadi hak mereka sebagai pemenang, sang lawan justru kabur tanpa ingin menyerahkan mobil mereka.
Yang mana, hal itu memunculkan kericuhan yang sangat hebat karena kelompok itu tidak hanya 1 atau 2x melakukan hal itu.
__ADS_1
Javer dan Liam yang masih berada di dalam mobil pun seketika saling bertukar pandang kemudian saling menyunggingkan senyum simpulnya, karena memang hal itu lah yang Javer dan Liam inginkan. Dua pria itu pun lantas menginjak pedal gas mereka untuk mengejar sang lawan yang sudah kabur.
Mereka terus mengejar lawan mereka hingga sampailah pada suatu tempat kumuh yang seperti sebuah markas.
Ketika mereka memasuki markas tersebut, mereka di sambut dengan tepukan kencang dari orang yang tengah mereka cari, siapa lagi jika bukan Fabio El Dorado..
Javer dan Liam pun kemudian turun dari dalam mobil.
"Wah wah wah.. Aku tidak menyangka jika kalian benar-benar berniat mengejarku.." Ucap Fabio.
"Mari kita permudah masalah ini.. Sebaiknya kau ikut dengan kami secara suka rela.." Sahut Liam.
"Ck, ck, ck, ck, ck.. Tidak semudah itu.. Sebaiknya kalian melawan mereka terlebih dahulu.." Ucap Fabio.
Tepat setelah Fabio mengatakan hal itu, lalu munculah segerombolan orang dengan membawa alat-alat untuk bertarung.
Javer dan Liam yang melihat itu pun seketika menyunggingkan senyum simpulnya kemudian merenggangkan tubuh lalu mulai melawan musuh satu per satu..
Hingga ketika mereka berhasil mengalahkan sebagian besar musuh musuh, Javer maju untuk bertarung dengan Fabio.
Meninggalkan Liam yang masih melawan beberapa musuh yang lain.
Javer dan Fabio terus bertarung dengan sangat sengit hingga Fabio merasa kewalahan melawan Javer.
Namun, ketika Javer hendak memberikan pukulan terakhir pada Fabio. Fabio menyerang Javer menggunakan sebilah pisau.. Javer yang sedikit tidak siap akan serangan itu pun menggenggam pisau itu hingga membuat telapak tangannya terluka.
Yang mana, hal itu di manfaatkan oleh Fabio untuk melarikan diri.
Liam yang hendak mengejar Fabio pun segera di hentikan oleh Javer.
"Biarkan saja, dia tidak akan pernah bisa lari terlalu jauh.." Ucap Javer.
"Kau yakin?" Tanya Liam.
"Ya, tidak ada salahnya sedikit mengulur jerat." Ucap Javer.
Liam yang mendengar itu pun seketika terkekeh kecil. "Baiklah, sebaiknya kita segera kembali untuk mengobati lukamu."
Dua pria gagah itu pun akhirnya segera kembali menuju kediaman mereka.
Flashback Off..
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
__ADS_1
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
Bye bye..