Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------------...


"Jadi?" Javer menatap Eliza dengan menaikkan sebelah alisnya.


Eliza menghela nafasnya kemudian berkata. "Aku tau aku memang tidak pantas mengatakan hal ini kepadamu. Tapi, bisa kah kau tidak menyakiti putraku?"


"Aku tidak pernah menyakiti putramu. Putramu lah yang lebih dulu mencoba mencari masalah denganku." Sahut Javer dengan acuh tak acuh.


Eliza seketika menundukkan kepalanya karena dia tau betul akan apa yang di maksud oleh Jave. "Aku tahu.. Hanya sajaa.."


"Tunggu dulu.. Eliza, sebelum kita membahas hal itu. Bisa kah kau menceritakan alasan kenapa anakmu melakukan hal itu kepada kita?" Athena segera memotong perkataan Eliza.


"Ya, kita benar-benar ingin tau alasannya.. Apa kah semua itu karena kematian Kavin? Tapi, jika memang itu alasannya.. Kavin lah yang terlebih dulu mencoba untuk menghancurkan Cosa Nostra. Eliza, kau sangat tau betul mengenai konsekuensi apa yang akan di terima jika seseorang berani mengusik ketenangan Cosa Nostra." Leon menimpali perkataan Athena.


"Itu.." Eliza terlihat sedikit ragu untuk menjelaskan alasan yang sebenarnya, wanita itu meremat kedua tangannya dengan cukup erat.


Mona yang melihat hal itu segera menggenggam tangan Eliza. "Tak apa, jelaskanlah secara perlahan agar kami bisa menemukan solusi untuk masalah ini.."


Setelah mengumpulkan keberanian, Eliza pun menatap Yama dengan sedikit ragu.


"Tuan Yama?" Ucap Eliza.


Yama pun menatap Eliza dengan tatapan datarnya, pria itu menunggu apa yang akan Eliza katakan selanjutnya.


"Apakah Tuan mengingat pembunuhan yang Tuan lakukan ketika Tuan berusia 11 tahun?" Tanya Eliza kemudian.


Mendengar apa yang baru saja di tanyakan oleh Eliza. Sontak saja membuat mereka yang ada di sana menatap Eliza dengan sangat bingung. Mereka kini merasa sangat penasaran akan hal apa yang sebenarnya terjadi di masa itu.

__ADS_1


Sedangkan Yama, dia mencoba untuk mengingat pembunuhan mana yang di maksud oleh Eliza. Karena pada usianya di saat itu, Yama sudah melakukan pembunuhan sebanyak 7 kali.


Tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Yama, Eliza pun kembali berkata. "Pembunuhan yang Tuan lakukan di rumah putih yang terletak di pinggir pantai karimba." Wanita itu berkata dengan suara yang sedikit tertahan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Yama seketika saja menganggukkan kepalanya. Yama ingat akan pembunuhan yang dia lakukan di tempat yang di maksud oleh Eliza.


Tidak hanya ingat, bahkan Yama sangat mengingatnya dan akan teringat sampai kapan pun itu. Karena ya, pembunuhan yang dia lakukan di tempat itu merupakan pembunuhan pertama yang dia kakukan.


Kala itu, Jordan selaku ketua klan Cosa Nostra sebelum Yama yang juga merupakan orang tua angkat Yama. Meminta Yama yang kala itu masih berusia 11 tahun untuk membunuh sepasang suami istri yang merupakan penghianat dari klan Cosa Nostra.


Sepasang suami istri yang membocorkan seluruh informasi milik klan Cosa Nostra kepada klan musuh.


Awalnya, Yama tidak ingin melakukannya. Namun, karena itu merupakan pembuktian untuk dirinya kalau dia pantas menjadi penerus klan selanjutnya, dan juga sepasang suami istri itu merupakan penghianat. Yama pun akhirnya mau melakukan hal itu.


Yama membunuh sepasang suami istri itu di halaman belakang rumah putih yang terletak di pinggir pantai karimba. Tempat di mana Yama menghabiskan masa kecilnya. Tempat di mana Yama di latih secara keras hingga menjadi Yama seperti sekarang ini.


Setelah mengingat hal itu kembali, Yama pun menatap Eliza kemudian berkata. "Itu merupakan pembunuhan pertama yang aku lakukan. Mereka adalah sepasang suami istri yang merupakan penghianat klan."


Mendengar apa yang baru saja Yama katakan, seketika saja membuat Eliza merasa sangat terkejut.


Mereka yang melihat ekspresi wajah Eliza yang seperti itu pun hanya bisa menatap Wanita itu dengan sangat bingung dan juga penasaran. Apa kah Eliza ada hubungannya dengan sepasang suami istri yang di bunuh oleh Yama?


Sedangkan Yama, dia menganggukkan kepalanya. "Ya, mereka membocorkan semua informasi milik Cosa Nostra pada klan musuh. Pada awalnya, Jordan tidak ingin mempercayai hal itu. Bahkan ketika salah satu dari mereka sudah mengakui perbuatan yang mereka lakukan pun, Jordan masih tidak ingin mempercayai hal itu karena mereka merupakan orang-orang kepercayaan Jordan."


Yama menghela nafasnya sejenak kemudian melanjutkan kalimatnya. "Namun, dari banyaknya bukti yang di temukan dan juga pengakuan yang akhirnya keluar dari mulut keduanya. Jordan pun akhirnya mau tidak mau harus melenyapkan mereka. Karena itu merupakan konsekuensi yang akan di terima oleh para penghianat."


Eliza menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menutup mulut menggunakan kedua tangannya. "Tidak mungkin.. Bisa kah tuan mengatakan kalau apa yang baru saja Tuan katakan adalah sebuah kebohongan?" Wanita itu menatap Yama dengan mata yang berkaca-kaca.


Yama menggelengkan kepalanya. "Sayangnya itu bukan sebuah kebohongan. Rekaman suara, catatan tertulis, surat tersembunyi, bahkan tidak hanya 1 atau 2 foto yang membuktikan penghianatan yang mereka lakukan."


"Ap, apakah orang tuaku benar-benar melakukan hal itu??" Eliza bertanya dengan suara yang sedikit lirih.

__ADS_1


Wanita itu masih merasa tidak percaya atas kebenaran yang baru saja terungkap. Karena ya, selama ini, Eliza tidak tahu alasan kenapa orang tuanya bisa di bunuh.


Karena yang dia ketahui selama ini, orang tuanya merupakan sosok yang sangat bijaksana. Jadi, ketika mengetahui tentang alasan kenapa orang tuanya di bunuh. Membuat Eliza merasa tidak percaya kalau orang tuanya bisa melakukan hal se hina itu.


Mendengar apa yang baru saja Eliza pertanyakan, sontak saja membuat mereka yang ada di sana merasa sangat terkejut.


"Orang tua mu?" Yama bertanya dengan dahi yang sedikit mengernyit bingung.


Eliza menganggukkan kepalanya. "Ya.. Sepasang suami istri yang Tuan bunuh itu merupakan kedua orang tuaku. Kala itu, Fier berusia 10 tahun dan aku berusia 8 tahun. Kami menyaksikan pembunuhan itu dengan mata kepala kami sendiri."


"Tapi, aku tidak tahu jika mereka memiliki 2 orang anak." Sahut Yama masih dengan sedikit bingung.


"Itu semua karena orang tua kami menyembunyikan keberadaan kami. Tapi, hari itu, kami kebetulan di ajak berkunjung ke rumah putih dengan tujuan untuk mengenalkan kami pada Tuan dan juga Tuan Jordan. Tapi sayangnya, sebelum hal itu terjadi, Tuan sudah lebih dulu membunuh orang tua kami. Dan kami memutuskan untuk kabur dari rumah putih sebelum ada orang lain yang mengetahui keberadaan kami." Tutur Eliza seraya terisak kecil.


"Tunggu sebentar.." Javer kini angkat bicara. "Jadi, Fabio melakukan hal ini dalam rangka balas dendam atas kematian kedua orang tua Zia?"


Eliza menatap Javer kemudian menggelengkan kepalanya. "Bukan Fabio, tapi Fier.. Dalang dari semua ini adalah Fier.. Hingga saat ini, kakakku masih tidak bisa melupakan kejadian hari itu. Hari di mana kami menjadi anak yatim piatu dan harus melewati kehidupan dengan sangat sulit."


Eliza menyeka air matanya kemudian melanjutkan kalimatnya. "Bahkan Fier juga merupakan dalang dari semua yang di lakukan oleh Kavin."


Mendengar hal itu, sontak saja membuat semua orang yang ada di sana menatap Eliza dengan sangat terkejut.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..


__ADS_2