Blue Lotus Flower

Blue Lotus Flower
Rencana Dibalas Rencana


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed......


...----------------...


"Javer, apa kau benar-benar akan menyerahkan hak itu padanya?"


Athena bertanya pada Javer yang tengah bermain catur bersama dengan Yama.


Javer lantas melirik Athena yang duduk di samping Yama, yang berarti sepasang sijoli itu duduk di hadapannya.


Javer saat ini tengah berada di kediaman orang tuanya. Itu adalah kegiatan rutin yang dia lakukan selama 2 minggu sekali setelah dia tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya.


Karena, meskipun Javer sudah dewasa, bukan berarti Javer akan melupakan kehidupannya yang telah di besarkan oleh Athena dan juga Yama.


Jadi, sesibuk apa pun kegiatan yang tengah Javer lakukan, dia kan sellu menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah orang tuanya. Entah memang untuk menghabiskan waktu bersama selama 1 hari penuh. Atau pun hanya berkunjung selama beberapa saat hanya untuk sekedar menyetor muka.


Javer juga tidak hanya berkunjung sendirian, terkadang, dia juga akan membawa Teya untuk ikut serta bersama dengannya. Tapi, karena Teya saat ini tengah memiliki urusannya sendiri, jadi Javer tidak bisa membawa Teya untuk berkunjung bersamanya.


Meskipun hal itu membuat Athena merasa sedikit kecewa karena tidak memiliki teman mengobrol yang 1 frekuensi dengannya. Tapi apa lah daya, Javer tidak bisa memaksa Teya untuk selalu ikut kemana pun dia pergi.


Karena selain Javer tidak ingin Teya merasa terbebani, Javer juga tidak ingin Teya sampai merasa kalau Javer sudah merenggut kebebasannya. Jadi, Javer membiarkan Teya melakukan hal apa pun yang dia inginkan, dan membiarkan Teya pergi ke tempat apa pun yang di inginkan gadis itu.


Tapi ya, selalu dengan satu catatan.. Gadis itu tidak boleh melewati batasannya dan akan selalu di temani bayangan yang memang sengaja Javer berikan untuk gadis itu.


Dan beruntungnya, Teya sama sekali tidak menolak hal itu. Karena gadis itu pun berpikir jika Javer melakukannya karena untuk kebaikan dan kemanan gadis itu sendiri.


Dan ya.. Begitulah.. Di sinilah Javer sekarang, menghabiskan waktu liburnya di hari minggu bersama dengan Yama dan Athena.


Setelah memajukan 1 pion caturnya, Javer lantas menghela nafasnya sejenak sebelum akhirnya melirik Athena menggunakan sudut matanya.


"Apa mommy percaya akan hal itu?"


Javer bertanya seraya memperkitakan tentang langkah apa yang sekiranya akan di lakukan oleh Yama dalam permainan catur yang tengah mereka mainkan.


Mendengar pertanyaan Javer yang seperti itu, lantas membuat Athena mengedikkan bahunya. "Sejujurnya, mommy juga tidak mempercayainya. Hanya saja, mommy ingin memastikannya sendiri."


"Sudahlah, percaya apa yang akan Javer lakukan kedepannya. Cukup percaya kalau anak kesayanganmu ini tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu." Sahut Yama dengan suara tenangnya.


Athena seketika menatap Yama dengan sinis. "Jadi, maksudmu, aku tidak percaya pada anakku sendiri?" Wanita itu bertanya dengan sangat ketus.

__ADS_1


"Dad, sepertinya kau salah berbicara." Javer berbisik pada Yama dengan tatapan jahilnya.


Ya, meskipun sejatinya bisikannya itu dapat di dengan jelas oleh Athena. Namun Yama tetap saja menanggapi Javer dengan bisikan juga.


"Hmm.. Sepertinya daddy telah membangunkan dewi kematian yang tengah tertidur."


Athena yang melihat hal itu hanya bisa menatap 2 pria kesayangannya itu dengan wajah melongo tak percaya. Wanita itu lantas beranjak dari duduknya dengan sedikit jengah.


"Oh tuhaaan.. Kenapa hidupku di kelilingi oleh 2 pria aneh seperti ini!!" Athena menggerutu seraya berlalu pergi dari sana.


"Dad, bukan kah sebaiknya kau mengejar mommy?" Javer bertanya seraya menatap punggung Athena dengan sedikit bergidik ngeri.


"Biarkan saja, biarkan mommy mu beristirahat.. Dia terlalu lelah memikirkan perusahaan yang tengah kau pertaruhkan itu.."


Javer lantas menatap Yama dengan dahi yang mengernyit karena merasa sedikit bingung. "Tidak biasanya mommy memikirkan perusahaan sampai seperti ini."


"Apa kau lupa? Siapa yang menyumbangkan sebagian besar usaha untuk mendapatkan perusahaan itu?" Yama bertanya dengan menaikkan sebelah alisnya.


Mendengar hal itu, seketika membuat Javer menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. "Aku tau.. Tapi, bukan kah mommy tidak biasanya bertingkah seperti ini?"


Yama lantas menghela nafasnya untuk beberapa saat kemudian menatap Javer dengan sedikit serius. "Terlalu banyak kenangan yang mommy mu tinggalkan di tempat itu.. Bisa di bilang, di saat kau sudah tinggal terpisah dengan kami. Mommy mu selalu menghabiskan sebagian besar waktunya di perusahaan itu.. Jadi wajar saja jika dia merasa terpikirkan oleh hal ini."


Mendengar penjelasan dari Yama yang memang sangat masuk akal, lantas membuat Javer mengangguk-anggukkan kepalanya.


Javer lantas menatap Yama untuk beberapa saat, pria itu kemudian mengembangkan senyum kecilnya. "Daddy tidak usah khawatir, aku juga sudah membuat rencana.."


"Rencana?" Yama menaikkan sebelah alisnya.


"Hmm.." Javer mengangguk-anggukkan kepalanya. "Bukan kah rencana sudah seharusnya di balas dengan rencana?"


Mendengar hal itu, seketika membuat Yama mengembangkan senyum simpulnya. "Kau memang putraku.."


Javer mengedikkan bahunya. "Bukan kah memang sudah seharusnya seperti itu.. Bahkan mommy saja sering mengeluh karena aku terlalu mirip dengan daddy.."


Perkataan Javer yang seperti itu tiba-tiba saja membuat Yama terkekeh geli. "Perlu kau tahu son.. Dulu, ketika kau masih kecil, saat mommy mu menyadari kalau kau sangat mirip dengan daddy. Mommy mu benar-benar menangis semalam suntuk."


Javer kini menatap Yama dengan penuh minat. "Lalu?"


"Tangisan mommy mu di iringi dengan makian yang dia tujukan untuk daddy."


"Se parah itu?"

__ADS_1


Yama menganggukan kepalanya. "Bahkan daddy tidak di ijinkan untuk menemuimu selama 4 hari 4 malam."


Javer menaikkan sebelah alisnya. "Se parah itu?"


"Hmm.." Yama menganggukan kepalanya. "Mommy mu berpikir, mungkin kalau daddy tidak dekat denganmu, mungkin saja kau tidak akan menuruni sifat daddy.."


Yama kembali terkekeh geli. "Meskipun daddy merasa sedikit marah akan permintaan mommy mu, tapi daddy tetap menurutinya. Tapi ya, hal itu tetap berakhir dengan sia-sia, karena kau tetap saja menuruni sifat daddy.. Bukan kah mommy mu sangat konyol?"


Javer pun seketika terkekeh geli.


Namun, saat Javer hendak berbicara, dia tiba-tiba saja mengatupkan kembali mulutnya rapat-rapat saat dia melihat Athena kini tengah menatap ke arah mereka dengan sangat tajam.


"Yaakk!! Apa kalian sedang membicarakanku?"


Mendengar teriakan nyaring Athena, lantas membuat Yama menoleh ke arah bekalang dengan gerakan cepat. Pria paruh baya itu kemudian kembali menoleh pada Javer.


"Sejak kapan mommy mu berdiri di sana?"


Javer menggelengkan kepalanya.


"Yaakkk!! Apa yang kalian bicarakan? Cepat sudahi permainan itu dan segera masuk ke dalam.. Atau kalian sama sekali tidak akan mendapatkan makan malam!!" Athena kemudian berlalu pergi dengan langkah yang terlihat sedikit geram.


Yama dan Javer yang melihat hal itu hanya bisa meneguk ludah.


"Sepertinya kita harus segera masuk ke dalam." Ucap Yama.


"Aku setuju dengan mu dad.."


2 pria beda usia itu lantas segera beranjak dari sana kemudian berlalu masuk ke dalam rumah.


...-TBC-...


*Note : Mon maap ya wakk, 2 hari kemarin sensi ga bisa update, soalnya sensi ada perjalanan ke luar kota..


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..


__ADS_2