
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed......
...----------------...
Sebelumnya...
Hingga saat dia memperhatikan pergerakan Marco yang baru saja tiba di lantai 25 di mana kamar no 245 berada, Kheil tiba-tiba saja sedikit memicingkan matanya karena melihat pergerakan si pelayan perempuan yang sebelumnya memberikan minuman untuk Javer.
....
Namun, yang membuat Kheil memicingkan matanya adalah bukan karena Mia. Melainkan seorang gadis yang tengah berbincang dengan Mia.
Tapi sayangnya, Kheil tidak bisa melihat wajah si gadis karena gadis itu membelakangi kamera CCTV.
Tapi beruntungnya, hanya selang beberapa detik, Gadis itu menoleh ke arah CCTV di mana Kheil akhirnya dapat melihat wajah si gadis.
Kheil lantas mempause video hasil rekaman kamera pengawas itu kemudian memperbesar bagian wajah si gadis.
"Bukan kah dia adalah Flow?" Kheil bergumam seraya terus memperjelas wajah gadis itu.
"Sepertinya itu memang nona Flow, Tuan.." Sahut Frank yang sedari tadi memang memperhatikan apa yang di lakukan oleh Kheil.
Yang mana, hal itu seketika saja membuat Kheil segera kembali melihat pergerakan Mia dan Flow.
"Oh Tuhan, kenapa hari ini terlalu banyak hal yang tidak aku sadari."
Kheil menggerutu seraya kembali menghubungi Marco.
.....
Di sisi lain...
Setelah mendapat perintah untuk mencari keberadaan Javer, Marco lantas segera mengumpulkan 15 pria yang merupakan bawahannya. Dia kemudian memerintahkan mereka untuk berpencar ke setiap lantai guna mencari keberadaan Javer.
"Ingat, apa pun yang terjadi, kalian harus memastikan kalau orang yang ada di dalam kamar tidak menyembunyikan keberadaan Tuan Javer." Titah Marco.
15 orang pria itu pun segera berpencar ke setiap lantai untuk mencari keberadaan Javer.
Lalu, Marco sendiri, dia segera menuju ke lantai 22. Setelah sampai di sana, Marco segera mengetuk satu persatu kamar yang ada.
Si penghuni kamar yang ternyata adalah seorang wanita paruh baya pun menatap Marco dengan sedikit bingung.
"Ada apa?" Tanya si wanita itu.
"Maafkan saya karena telah mengganggu waktu nyonya, tapi saya perlu memeriksa kamar nyonya untuk memastikan sesuatu. Sebagai gantinya, anda boleh menginap di sini selama satu malam tanpa membayar sepeser pun." Sahut Marco cepat.
Si wanita itu pun tidak menolak hal itu. Dia mempersilahkan Marco untuk melakukan apa yang menjadi tujuannya.
__ADS_1
Namun, Marco sama sekali tidak menemukan keberadaan Javer di kamar itu. Marco lantas segera keluar dari kamar itu tanpa berkata apa pun lagi pada si wanita penghuni kamar itu.
Pria itu melanjutkan pencariannya dengan mengetuk kamar yang lainnya. Tapi sayangnya, Marco sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Javer.
Begitu seterusnya hingga ketika dia tiba di lantai 25 dan hendak mengetuk pintu kamar yang berada di dekat lift. Marco harus mengurungkan niatnya tat kala mendalat panggilan dari Kheil.
Marco pun segera mengangkat panggilan itu.
(245!!) Ucap Kheil cepat.
"Baik Tuan." Sahut Marco kemudian mematikan sambungan.
Pria itu lantas segera menekan tombol lifr agar terbuka. Namun, karena terlalu lama menunggu, Marco pun akhirnya memilih untuk menuju lantas 25 tempat di mana kamar no 245 itu berada dengan menaiki tangga.
Meskipun merasa sedikit lelah, Marco tetap melangkahkan kakinya dengan lanhkah lebar agar segera sampai di kamar no 245.
Setelah sampi di kamar yang dia tuju, Marco lantas segera membuka pintu itu menggunakan alat pembuka pintu darurat yang sebelumnya dia minta dari petugas receptionist.
"Tuan?" Marco masuk ke dalam kamar itu.
Tidak melihat Javer di ruang tamu, Marco pun perlahan masuk ke dalam kamar.
"Tuan Javer?"
Namun, Marco juga tidak melihat tanda-tanda keberadaan Javer di kamar itu.
Kheil bergumam seraya hendak keliar dari kamar itu.
Namun, setelah samar-samar mendengar suata gemericik air dari dalam kamar mandi. Marco segera mengurungkan niatnya kemudian berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah lebar.
"Tuan?" Marco mengetuk pintu kamar mandi dengn cukup keras.
Tapi sayangnya, Marco tidak mendapatkan sahutan apa pun.
"Tuaaann??"
Tidak kunjung mendapatkan sahutan apa pun, marco pun memutuskan untuk menerobos masuk ke dalam kamar mandi itu.
Dirinya sedikit terkejut tat kala melihat Javer yang tengah berendam di dalam bathtub dalam keadaannya yang masih mengenakan pakaian lengkap. Bahkan tuannya itu masih mengenakan sepatunya.
Yang membuat Marco lebih terkejut lagi adalah karena Javer yang terlihat tidak sadarkan diri dengan wajah yang terlihat sedikit pucat.
Marco pun segera mendekati Javer.
"Tuan, anda baik-baik saja?"
Marco menepuk-nepuk pipi Javer agar Javer segera tersadar. Dirinya lagi-lagi harus merasa terkejut karena suhu tubuh Javer benar-benar sangat panas.
Setelah memperhatikan keadaan Javer, Marco pun mengecek denyut nadi milik pria itu. Marco sedikit mengernyitkan dahinya tat kala merasakan denyut nadi Javer yang berdenyut dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Apakah dia meminum Afrodisiak dalam dosis yang besar?" Marco bergumam kecil kemudian segera mengeluarkan Javer dari dalam bathtub.
Marco bisa mengetahui hal itu setelah merasakan hawa tubuh Javer yang terasa panas meskipun sudah berendam di air dingin.
Lagi pula, Marco juga memiliki pengetahuan yang cukup tentang beberapa obat-obatan penting dan efek sampingnya. Jadi, Marco bisa dengan cepat menyimpulkan apa yang sedang di alami oleh Javer.
Sebenarnya, berendam di air dingin adalah salah satu cara untuk meredam hawa panas yang di timbulkan setelah meminum Afrodisiak.
Namun, karena dosis yang di minum oleh Javer terlalu tinggi. Hal yang di lakukan oleh Javer sangatlah tidak efektif yang mana hal itu berujung dengan kehilangan kesadaran.
Satu-satunya cara untuk menghilangkan efek dari obat yang di minum oleh Javer hanyalah dengan menyalurkannya.
Karena jika tidak, maka efek samping yang akan di alami oleh Javer benar-benar akan berakhir dengan sangat fatal.
Setelah berhasil mengeluarkan Javer dari dalam bathtub, Marco lantas segera melepaskan sepatu yang di kenakan oleh Javer.
Pria itu kemudian menekan telapak kaki Javer agar pria itu segera tersadar dari pingsannya. Karena kalau di biarkan terlalu lama, Marco takut Javer akan mengalami kemungkinan terburuk.
Ketika Marco masih berusaha untuk mengembalikan kesadaran Javer, dia tiba-tiba saja mendapatkan panggilan dari Kheil.
Marco pun segera mengangkat panggilan itu.
(Bisa kau kau membawanya secepat mungkin?) Nada suara Kheil terdengar sedikit panik.
"Saya sedang berusaha untuk menyadarkannya." Sahut Marco cepat.
(Apa dia tidak sadarkan diri?) Kini Kheil terdengar sangat Khawatir.
"Ya, saya menemukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri."
Marco masih berusaha untuk mengembalikan kesadaran Javer.
(Lakukan apa pun agar kau bisa membawanya dari sana secepat mungkin. Seseorang sedang menuju ke kamar itu.) Kheil mengatakan hal itu dengan suara yang terdengar sangat panik.
Karena ya, Kheil yang tengah berada di ruang CCTV itu melihat Flow yang kini mulai melangkah menuju kamar no 245. Kamar yang saat ini ada Marco yang masih terus berusaha untuk menyadarkan Javer.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
Bye bye..
__ADS_1