
📚.8-Arsyad Hilang
"Seandainya kepala seorang lelaki ditusuk dengan jahitan dari besi,maka ia adalah lebih baik daripada ia menyentuh perempuan yang tidak halal baginya."
****
Mentari pagi mulai meninggi diufuk timur. Menyambut bumi pertiwi agar siap kembali beraksi. Malam telah berganti,ketika sang fajar sudah menggeser sang rembulan. Semalam,entah mengapa turun hujan kala langit cerah berganti seketika. Entah apa yang ibu pertiwi tangisi,hingga negeri ikut terbasahi. Dinginya udara sisa semalam,nampak masih menyisakan hingga fajar kembali muncul pagi ini.
Semua rombongan telah bersiap untuk berpulang. Pukul 08.00 lewat,sesuai planning yang telah ditetapkan seharusnya mereka segera pulang. Kembali ke ibu kota setelah acara sarapan dan acara penutupan selesai dilaksanakan. Akan tetapi,hilangnya satu sosok penting membuat panik beberapa orang.
"Loe yakin gak lihat bang Arsyad,bang?" Tanya Aroon cepat.
"Enggak. Loe kan tahu sendiri kalau Arsyad semalem masuk ke Villa duluan." Jawab Arsen.
Aroon mengangguk,sambil sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Entah sudah berapa kali dia bertanya demikian,tetapi tetap nihil hasilnya.
"Bang,loe gak lihat bang Arsyad juga?"
"Enggak. Guekan semalem tidur paling akhir."
"Hm"
"Terus bang Arsyad kemana?" Tanya Aroon bingung.
Ketiga pemuda tampan itu mulai uring iringan ditempat. Anak anak sudah mulai bertanya kapan pulang. Masalahnya,ini sudah lebih dari satu jam keterlambatan dari jadwal kepulangan yang seharusnya. Akan tetapi hingga kini,Arsyad juga belum ditemukan.
"Eh,pak ketu ini gimana? Anak anak udah pada nanyain kapan pulang?" Tanya Davian yang baru saja muncul dari ambang pintu.
"Ron," Panggil Arsen sambil menepuk bahu juniorna.
"Putusin sesuatu,loe ketua disini. Keputusan ada ditangan loe." Aroon mengangguk.
Lalu dengan sigap ia berdiri,lantas berjalan kearah dua kembaranya.
"Bang,gue butuh bantuan loe berdua."
"Elah,pas ada maunya aja bahasa loe sopan. Dasar curut." Kekeh Davian jenaka.
"Gue serius bang!"
"Iya,iya. Bantuan apa? Selama bukan manjat gunung everest gue sanggup." Timpal Davian yang langsung dihadiahi jitakan hidmat dari Davin-kakaknya.
"Serius bambang!"
"Nama gue Davian ya?"
"Serah," Jawab Davin dan Aroon bersamaan.
"Sial*n." Ketus Davian,sebelum berlalu mengikuti kedua kembaranya.
__ADS_1
"Loe dimana Syad?" Lirih Arsen yang kini masih berada diruangan tersebut.
Arsyad menghilang,dan fakta itu tentu membuat mereka terkejut. Sejak semalam,pemuda tampan itu tidak kembali kekamarnya. Lantas,kemanakan perginya pemuda tampan tersebut?
Arsen,Davin,Davian dan Aroon sudah mencarinya kemana-mana. Namun nihil,Arsyad hingga kini masih hilang bak ditelan bumi.
Dilain tempat,cahaya terang mulai terbiaskan lewat kaca jendala transfaran yang tidak tertutup oleh tirai. Cuitan burung burung khas pedesaan,nampak menambah permai tempat tersebut. Angin sejuk bekas hujan semalam yang menyeruak masuk lewat celah jendela,membuat tidurnya semakin nyenyak. Rapatan pada selimut semakin erat,saat dirasa udara sejuk yang mulai menyentuh kulit itu, membawa sensasi cukup dingin. Menyentuh kulit polos tanpa penghalang kecuali selimut tebal yang memberikan kehangatan tersebut.
Sepasang mata dengan kelopak yang ditumbuhi bula mata lentik itu mulai mengerjap. Bergerak perlahan namun mulai beraturan,sebelum terbuka secara penuh. Membuat matanya memincing seketika,saat cahaya masuk keretina matanya secara spontan. Dia terbiasa tertidur dengan lampu padam,karena itu lebih sehat menurut beberapa riset kesehatan. Membuat otak lebih rilex saat tidak ada cahaya yang menganggu ketika tengah berisitrahat. Oleh karena itu maniknya agak terkejut,saat cahaya diruangan ini menyeruak masuk keretinanya.
Ruangan yang didominasi dengan warna putih dan cream,dengan jendela polos tanpa tirai yang menutup rapat. Membiarkan cahaya sang surya yang sudah meninggi masuk tanpa penghalang yang berarti. Lelaki berusia 18 tahun itu menatap sekelilingnya bingung. Ini dimana?
Salah satu pertanyaan yang paling utama muncul dari sekian banyaknya pertanyaan diotak. Belum sempat pertanyaan itu terjawab,keterkejutan berikutnya membuat kinerja jantungnya bekerja 2x lipat lebih cepat. Disampingnya,ada mahluk lain tengah tertidur dengan nyenyaknya. Mahluk indah ciptaan tuhan yang seharusnya tidak berada disampingnya dalam keadaan seperti ini,karena hal berikutnya pastilah bencana yang akan menghampiri.
Bagaimana tidak terkejut,saat terbangun dan menoleh dirinya dihadiahi sepasang bulu mata lentik yang tengah terpejam dengan damainya. Wajah tenang itu terlelap disampingnya dengan damai.
Bahkan Arsyad bisa merasakan jika sosok itu tertidur sambil memeluk sebelah lenganya. Tertidur menyamping,menyuguhkan wajah cantik yang tengah lelap lelapnya.
"A-astagfirullah,dimana ini?"
Ketika kesadaranya kembali,Arsyad mengalihkan pandanganya dengan cepat. Istigfar langsung berulang kali ia ucapkan kala mengingat matanya telah berdosa menatap lawan jenis yang bukan mahromnya. Akan tetapi,dosanya bukan hanya itu saja. Dia disini,tertidur entah dimana dengan seorang gadis dengan keadaan half *****.
Akward dengan posisi tersebut,Arsyad beranjak dengan pelan. Agar tidak membangunkan gadis disampingnya. Dadanya bergemuruh hebat,otaknya berkelana dengan amat cepat. Menggali ingatan yang sekelebat tersimpan dimemori otaknya tentang semalam. Arsyad lupa,dia tidak bisa mengingatnya.
Sekarang apa yang harus dilakukanya?
"Astagfirullah,ada apa ini sebenarnya?" Frustasi Arsyad sambil menguyar rambutnya.
Dia tidak bisa menerka nerka apa yang terjadi berikutnya. Dia tidak bisa berpikir jauh,saat dihadapkan dengan situasi seperti ini.
"Kamu siapa?"
Deg
Tubuh tegap Arsyad yang masih bertelanjang dada terpekur. Dirinya membeku seketika saat mendengar suara parau dari arah belakangnya.
"K-amu siapa? B-icara atau k-ara t-etiak?" Cicitnya mengancam.
"Stop,ok. Aku-" Jeda Arsyad sambil berbalik.
Gadis cantik itu menatapnya penuh tuntutan. Mata bulatnya yang bening nampak mengintimidasi. Tubuhnya yang hanya terbalut kaus dalam terbungkus erat dengan selimut putih yang dipegangnya erat erat.
"K-amu siapa?!" Tanyanya lagi dengan suara parau hendak menangis.
"Aku-" Ujar Arsyad menjeda.
Walaupun hatinya tengah dilanda kebingungan,ekspesi si tampan ini tetaplah datar. Menutupi segala kecemasan yang mampir didalam hatinya. Dia terbangun diruangan asing dengan gadis asing dalam keadaan tidur satu ranjang tanpa ikatan. Fakta itu saja sudah lebih dari cukup membuatnya bingung. Apalagi ditambah dengan ekspresi bingung yang sama sama diperlihatkan oleh gadis asing dihadapanya.
"Aku-"
"Nona muda,sudah waktunya bangun." Ujar suara seseorang diiringi derap langkah dan pintu yang tiba-tiba terbuka.
__ADS_1
"Nona muda sudah bang-siapa kamu?!" Bingungnya.
Ekpresi yang amat menggambarkan keterkejutan itu nampak tergambar diwajahnya. Seperti juga Arsyad yang terkejut akan kehadiran wanita berusia sekitaran 50-tahunan tersebut.
"Saya-"
"TOLONG!! PAK,DISINI ADA PENJAHAT?!" Teriak wanita paruh baya itu histeris,saat melihat kondisi kedua remaja dihadapanya.
Arsyad masih jelad bertelanjang dada. Hanya celana pendek yang dikenakanya saat ini. Sedangkan gadis asing diatas rajang,hanya memeluk erat selimut yang menutupi tubuhnya.
"Ini bukan seperti yang anda lihat,saya-"
"Diam. Sudah jelas jelas kamu ada disini. Siapa kamu?"
"Saya-"
"Aya naon atuh ibu?" Sela sebuah suara yang muncul dari ambang pintu.
"Pak,lihat. Nona muda?"
"Astagfirullah haladzim,ada apa ini? Siapa kamu?"
"Ibu juga sudah tanya siapa lelaki bej*t ini. Gimana kalau tuan besar tahu ini pak?" Ujar wanita paruh baya tersebut mulai cemas.
Si pria paruh baya yang Arsyad ketahui namanya pak Usèp itu mengangguk mengerti. Sejurus berikutnya,pak Usep berujar.
"Kenakan pakaianmu,kita bicara diluar." Ujarnya.
"Bu,ibu bawa nona muda. Sepertinya nona muda masih shok."
"Baik pak."
Arsyad tidak tahu harus berekpresi bagaimana. Yang dia ketahui,dia tidak akan menemukan jalan yang mulus setelah ini. Apalagi setelah dirinya ke-geep tidur dengan gadis asing yang dipanggil 'nona muda' tersebut.
"Bunda,maaf abang mengecewakan bunda...." Lirihnya ketika mengingat satu sosok yang amat berarti dalam hidupnya.
Arsyad tahu,ibunya pasti akan kecewa jika mengetahui fakta jika putranya telah tidur bersama seorang gadis yang bukan muhrimnya. Walaupun itu bukan atas kehendaknya,namun tetap saja semuanya akan rumit kali ini.
****
TBC
Selamat Pagi Readers 🖐🖑
BCT Update lagi yo,
yang kemarin katanya dag dig dug der,ini nih kelanjutanya🤗🤗
Dipart berikutnya,dilema menghampiri bang Arsyad. Disatu sisi dia harus bertanggungjawab,disisilain dia tidak mau cita cita mulianya hancur begitu saja. Penasaran gak nih?? sabar dulu yo🖐
Ok,segini dulu. Jangan lupa tinggalkan komentarnya😊
Sukabumi 11 Okt 2020
__ADS_1