
📚.61- Perkara Coklat
"Perkara coklat, beda tangan yang memberi, beda status, beda rasa dan esensi."-Davian Arion De Prameswari
****
Banyak yang namanya perayaan atau hari-hari besar yang sering diperingati. Sebagai tanpa menghargai kisah yang terjadi pada hari tersebut di beberapa tahun silam. Baik dalam agama muslim maupun non muslim, ada banyak hari yang biasanya diperingati. Namun, tidak semua dari hari-hari tersebut boleh dirayakan olah umat muslim. Salah satu contohnya, adalah perayaan hari kasih sayang.
Jika ditilik melalui sejarahnya, Hari Valentine berasal dari tradisi bangsa Romawi Kuno sebagai cara memeringati kematian seorang pendeta bernama Santo Valentine. Perayaan Hari Kasih Sayang ini biasanya identik dengan memberikan cokelat, bunga, boneka atau hal-hal romantis lainnya kepada pasangan maupun orang terdekat.
Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2017 diperingatkan bagi umat muslim bahwa haram hukumnya merayakan Hari Valentine setiap tanggal 14 Februari. Hal tersebut menganut pada tiga hal yakni ; Karena Hari Valentine bukan termasuk dalam tradisi Islam. Hari Valentine dinilai menjerumuskan pemuda muslim pada pergaulan bebas seperti **** sebelum menikah. Hari Valentine berpotensi membawa keburukan.
Fatwa haramnya Hari Valentine ini dibuat berdasarkan tuntutan Alquran, Hadist, dan pendapat Ulama, salah satunya Hadis Riwayat Abu Dawud yang mengatakan bahwa: “Dari Abdullah bin Umar berkata, bersabda Rasulullah Saw : Barang siapa yang menyerupakan diri pada suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka”. (H.R. AbuDawud, no. 4031)
Sementara itu, dalam Alquran Surah Ali Imrat (3): 64, Allah berfirman bahwa penting bagi umat muslim untuk mempertegas jati diri sebagai seorang Isam dengan berperilaku sesuai tuntuntan serta menolak menyerupai identitas agama lainnya. “Katakanlah (Muhammad), "Wahai ahli Kitab! marilah(berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka) "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim" (Q.S. Ali Imran : 64)
Oleh karena itu, di sebuah keluarga sudah sepatutnya untuk mengenalkan apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai seorang mùslimin/muslimah. Di keluarga Radityan sendiri, pendidikan syari'at islam ditanamkan sejak kecil. Mereka yang notabene orang agamis, memang tidak membenarkan untuk menyalahi aturan yang sudah tertera menurut taraf agama. Oleh karena itu, tradisi, ajaran, dan didikan itu dituruñkan secara tutun-temurun kepada anak, cucu, hingga cicit mereka.
"Panas banget ya hari ini, makanya sore begini masih terang." Tutur gadis cantik tengah duduk di kursi tunggu tersebut.
"Yanda gak capek, dari tadi menghafal terus?"
"Tidak."
"Yanda sibuk belajar terus, pasti biar lulus Ujian dengan nilai sempurna ya?" Tanyanya, sambil menatap lelaki tampan di sampingnya.
"Belajar adalah kewajiban setiap orang, termasuk aku. Kita dituntut untuk bejalar dengan giat, agar bisa mencapai nilai yang memuaskan. Asalkan, ketika nilai itu tidak sesuai ekspetasi, jangan menyerah."
Kara--gadis cantik itu tersenyum manìs. "Iya. Yanda belajar terus, padahal yanda kan sudah pintar."
Si empunya tersenyum tipis, sambil menutup modul pembelajaran di smarthphone miliknya. "Kamu bawa apa?" Tanyanya, sembaru menatap paper bag yang ada di samping sang istri.
Mereka memang tengah berada di bandara saat ini. Berhubung Om Arsyad beserta keluarga kecilnya akan kembali bertolak ke New york, jadilah para cicit Radityan tersebut mengantarkan kepulangan mereka.
"Ah, ini. Tadi, sebelum kesini ada kurir yang antar ini ke rumah. Katanya, ini titipan buat Kara."
"Dari siapa?" Tanya Arsyad penuh selidik.
Ia menatap seksama paper bag mewah dengan logo gold yang membentuk sebuah tulisan tersebut. Tulisan yang mencatutkan nama brend yang cukup awam bagi Arsyad.
"Ini dari Dylan."
"Dylan?" Ulang Arsyad. "Apa isinya?"
"Coklat." Ujar Kara, sambil memeluk paper bag tersebut. "Setiap valentines days, Dylan suka kirim coklat ke mansion papih yang ada di Surabaya. Coklatnya enak-enak, manis."
Arsyad menatap sang istri tiga detik. Lantas, ia menaikkan tangannya untuk menyentuh rahang sang istri. "Apa kamu tahu apa hukumnya merayakan valentines days, Kara?"
Kara menggeleng. "Apa?"
"Hukumnya haram, karena hari Valentine bukan termasuk dalam tradisi Islam."
"Haram?"
"Ya. Jika dilakukan mendapat dosa, jika ditingalkan maka akan mendapat pahala."
"T-api ini bukan merayakan valentine days. Dylan memang tahu kalau Kara suka coklat, papih juga sering belikan Kara coklat kalau ke luar negri." Kara menjelaskan. "Dylan bilang, di negara yang kemarin dia kunjungi sedang ada diskon besar-besar buat coklat premium. Dylan ingat Kara, jadi beli buat Kara."
"Begitu?"
"Iya. Setiap valentine katanya harga coklat banyak yang diskon. Makanya, Kara sering dikasih coklat. Kayak Chocopologie Chocolate Truffle ini." Tunjuk Kara.
Chocopologie Chocolate Truffle merupakan salah satu jenis coklat termahal di dunia. Chocopologie Chocolate Truffle ini dibuat spesial oleh Fritz Knipschildt. Harganya dibanderol seharga €2.600 atau setara dengan Rp41 juta. Warnanya cenderung gelap, cokelat ini terbuat dari 70 persen cokelat Valrhona dengan vanila, minyak truffle, dan bahan rahasia lainnya. Maka tak ayal, jika banyak pecinta coklat yang penasaran akan citarasa coklat yang digadang-gadang masuk kedalam jajaran coklat termahal tersebut.
"Kadang, Hyung juga kirim Richart’s Intense Valentine Gourmet Chocolates." Imbuh Kara.
__ADS_1
"Richart’s Intense Valentine Gourmet Chocolates?"
"Iya."
Richart’s Intense Valentine Gourmet Chocolates adalah jenis coklat yang dihargai sekitar 77 dolar AS atau 1 jutaan rupiah untuk 49 cokelat dari seorang peramu coklat asal Perancis. Setiap buahnya, terkandung 73 persen cokelat hitam yang dikolaborasikan dengan cokelat criolo sehingga menghasilkan tujuh varian rasa seperti balsam, buah, bunga, asam, dan herbal. Cokelat ini katanya sangat cocok jika dimakan bersama dengan orang yang terkasih.
"Kara,"
"Iya. Kenapa, yanda?" Gadis cantik yang sedari tadi asik bercerita itu menoleh. Menatap sang suami.
"Kalau kamu menginginkan sesuatu, bicara kepadaku." Kara mengangguk.
"Termasuk jika kamu ingin coklat, aku akan membelikannya dengan uang hasil keringatku sendiri."
Jujur, ada ego yang tersentil jauh dalam lubuk hati Arsyad yang paling dalam. Bukannya ia tidak mampu membelikan barang secuil coklat, sekalipun harganya beribu-ribu dollar. Ia cuma tidak tahu akan kesukaan sang istri pada makanan manis tersebut. Egonya sebagai seorang suami terasa tersentil, melihat istrinya begitu antusias menceritakan tentang benda pemberian lelaki lain. Cemburu kah?
Arsyad tidak tahu, yang pasti ia harus lebih banyak mengenal sang istri agar hal seperti ini tak terulang kembali.
"Kara?"
"Iya, yanda. Ada apa?"
"Mulai sekarang, kamu harus jujur tentang apapun kepadaku. Kamu istriku kan?" Tanya Arsyad lirih, sambil mengenggam tangan sang istri.
"I-ya. Akan Kara usahakan." Jawab Kara, sambil tersenyum tipis.
"Kamu tanggungjawabku, sudah sepatutnya aku memenuhi semua keinginan dan kebutuhannmu." Kara mengangguk.
"Bagus." Ujar Arayad sambil tersenyum tipis.
Senyum tipis yang tentu mampu membuat banyak mata curi-curi lirik kepadanya. Sedangkan Kara, ia pun membalas sang suami dengan senyum lebarnya yang bertengger manis dibibir soft pink alaminya. Siapapun yang melihatnya, tentu bisa merasakan patah hati, iri, juga membuat jiwa jomblo meronta-ronta.
"Sweeth couple, bikin jiwa jiwa jomblo meronta-ronta." Celetuk sebuah suara.
"Jomblo? Gak salah denger?" Koreksi suara lain.
"Jomblo dari hongkong?! Cewek segudang juga." Komentar Davin, yang ikut nimbrung.
"Ish, dasar lo pada. Gak sirik apa lihat noh, sweeth couple." Tegas Davian, sambil menunjuk Arsyad dan Arra menggunakan dagunya.
"Sirik ae lo, kayak gak punya gandengan aja." Komentar Davin. "Cewek lo kan banyak, satu Rim ada kali?"
"Et dah busyet, lo pikir cewek gue kertas HVS? Mantan gue aja belum genap 111. Mana ada cewek gue satu Rim?"
"Mantan kok dikoleksi." Kikik Aroon tak habis pikir.
"Eh, itu tèh Arra?" Celetuk Davin tiba-tiba.
"Iya. Datang sama siapa tuh?" Tanya Aroon, menyipitkan matanya.
"Acean tuh?!" Seru Davia, antusias.
"Arsen?!" Ujar Davin dan Aroon bersamaan, mengoreksi.
"B aja kali jawabnya. Budeg nih gue." Ketus Davin.
"Rasain." Ujar Davin dan Aroon, lagi lagi kompak.
"Asuuu. Punya sodara kok sengklek semua?!" Ketus Davian.
Tidak lama kemudian, sosok yang menjadi topik perbincangan mereka mendekat. Mengobrol dengan om dan tante mereka yang hendak berpulang ke New york. Sementara itu, Arsen memilih memisah dan mendekati si triple D.
"Eh, asem amat tuh muka. Kenapa?" Tanya Davian to the point.
"Arsyad mana?" Tanya si empunya pada Aroon.
"Itu." Tunjuk Aroon pada sosok yang dimaksud.
__ADS_1
"Mampooss, dìkacangin kan lo?" Ledek Davin sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kurag asem, holang ganteng kek gue dikacangin. Mau jadi apa dunia?" Kesal Davian, hiperbola.
"Ngapain dulu tadi bang?" Tanya Aroon, tak mempedulikan dua saudaranya yang tengah adu argumen. "Lo lama di sana."
"Problem dikit." Jawab Arsen alakadarnya.
"Lo lihat?" Aroon mengangguk.
Aroon mengangguk. "Tèh Arra tadi manggil pilot, siapa? Gean ya?"
Terdengar helaan nafas gusar dari arah Arsen, sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
"Arra suka coklat gak sih?" Tanya Arsen tiba-tiba, membuat Aroon menyerngitkan alisnya bingung. Arsen mengalihkan topik pembicaraan mereka pada topik coklat?
"Rada suka. Memangnya kenapa?"
"Kakek gue punya kebun coklat, rencananya gue mau ajak Arra main kesana. Lihat proses pembuatan coklat."
"Hah?" Bingung Aroon.
"Kasih coklat, udah biasa. Keluarga gue punya pabrik coklat, mendingan bawa Arra langsung ke sumbernya. Lebih berkesan."
Jujur, Aroon masih tidak mengerti akan jalan pikiran sahabat satunya ini. Mau bilang romantis? Dramatis? kurang logis? Atau penempatan cara pedekatean yang strategis? Aroon tak tahu mana maksudnya.
"Lo kenapa tiba nanya gitu bang? Lo gak lagi ngigo kan? Apa jangan-jangan lo dapet inisiatif begini karena cemburu? Tadi itu Gean ya?" Tanya Aroon bertubi-tubi.
Arsen menggeleng, lantas berujar. "Bukan."
"Lah, terus siapa?"
"Kurir."
"Kurir?"
"Iya. Pilot yang tiba-tiba merangkap jadi kurir untuk menyampaikan tanda terimakasihnya Arra buat Gean"
"Hah?" Aroon masih kesulitan mencerna semuanya. "Maksudnya gimana sih?"
"Arra suka coklat kan? Fix, weekend ini lo harus bisa bantuin gue bawa Arra kesana." Ujar Arsen final.
Fix, Aroon dibuat bingung akan maksud dan tujuan lelaki satu ini. Karakternya yang sulit ditebak, tentu membuatnya semakin pusing tujuh keliling.
"Katanya, si pilot gesrek itu bakal ngirim Richart’s Intense Valentine Gourmet Chocolates ke mansion Radityan buat Arra."
"Hah?!" Lagi, Aroon dibuat melonģok hebat.
"Lo mau bawa teh Arra ke kebun coklat keluarga lo karena alasan ini?"
"Salah?" Tanya Arsen tanpa dosa.
"Fix, orang cemburu bikin bego." Komentar Aroon tak habis pikir. "Otak lo berkurang se-ons bang!"
Jadi, sikap aneh lelaki tampan satu ini karena alasan ini. Boleh Aroon jujur kepada Arsen? Apa Arsen tidak sadar jika dia tengah mencoba untuk membuktikan diri karena tidak mau kalah saing. Arsen cemburu pemirsa?!
****
TBC
Met Malam Semua😴😴
BCT update, yok ramaikannnn👐
Maaf kalau upnya lama, kalian pasti sudah tahu alasannya jika baca note Author di lapak GG. Intinya, aku gak bisa nulis jika banyak tekanan. Part ini aja setengahnya nangkring sejak tanggal 14 di note, tp baru aku lanjut beberapa jam lalu. Itu karena aku gak bisa nulis dalam keadaan banyak tugas didunia nyata😣 Maaf🙏
Ok, back to topik. Gimana buat part ini? terjawab sudah scen dipart terakhir. Gean tidak bertemu Arra. Tapi bang Arcean mulai memperlihatkan cemburunya. Hmmm... sabar, jodoh Arra masih belum Author talak tiga, belum final. Nah, aku juga mau kasih tantangan. Menurut kalian visual yang cocok buat triple D siapa? coba sebutkan ya. visual yg paling mendekati kriteria mereka, bakal aku jadikan visual asli di lapak ini👐
Ok. Buat part ini segini dulu. Maaaf up nya lama, dan typo masih bertebaran🙏
__ADS_1
Tapi, aku tetap ILYSM sama readers yang mau setia menunggu❤❤❤
Sukabumi 14 Feb 2021