
ATTENTION!!
Judul Awal : Katalog Cinta
Direvisi menjadi : Bukan Cinta Terencana
"Janganlah sekali kali seorang laki laki berduaan sengan seorang wanita kecuali bersama muhrimnya"-Muttafaq 'Alaihi
****
"Assalamualaikum,selamat pagi semuanya." Sapa gadis cantik berjas rapih tersebut riang.
"Waalaikumsalam,cantik." Jawab para penghuni meja makan ramah.
"Bunda,abang Arsyad belum turun?" Tanyanya sambil mengambil posisi duduk didekat sang ayah.
"Belum,mungkin sebentar lagi." Jawab Aurra-sang bunda.
"Arra,sekolahnya gimana nak?" Tanya wanita paruh baya yang mengenakan kerudung syar'i berwarna silver tersebut.
"Alhamdulillah lancar oma. Hari ini ada sidang AD/ART,abang yang jadi presidiumnya." Tutur Arra riang.
"Abang Arsyad?" Tanya Arkia-sambil menatap cucu cantiknya sayang.
"He'em,kan abang anak MPK." Airra mengangguk kecil sambil menjawab.
Arkia tersenyum senang ketika melihat cucu cucu yang lainya turun satu persatu dari anak tangga. Para pandawa itu hadir dengan seragam dan jas yang berbeda warna.
"Hallo,good morning everybody." Sapa riang pemuda yang mengenakan seragam SMA tanpa jas tersebut.
"Davian,astagfirullah. Bahasanya,yang sopan sedikit!" Intruksi sang ibu kesal.
"Eh,iya mamahku tercinta. Maaf,ada typo tadi." Kekeh Davian sambil menndudukkan dirinya didekat sang ayah.
"Kok ayah udah sarapan duluan? Gak seru tuh!" Sindirnya yang langsung mendapat delikan mau dari Arkan.
"Apa? mamah,Ayah barusan melotot ke Dadav mah!" Adu Davian sambil memperlihatkan puppy eyes-andalannya.
"Mas,udah biarin. Udah tau anaknya usil,jangan digangguin atuh." Lirih Lunar sambil memperingati sang suami.
Pria tampan itu mengangguk, "Iya." Jawabnya lesu.
"Dasar,anak siapa sih kamu?" Gerutu Arkan lagi kecil.
"Anak papa sama mamah. Orang yang buat juga mamah sama papah,masa mang Udin." Celetuk Davian yang langsung membuat Arkan tersedak air liurnya sendiri.
"Astagfirullah,dasar anak luknut."
"Biarin,wleee."
Semua anggota keluarga besar tersebut tersenyum kecil. Sudah menjadi kebiasaan,jika drama drama kecil akan mewarnai acara sarapan pagi mereka. Vano dan Arkia selalu bersyukur,dua buah hati mereka memilih menetap dimansion ini sambil membesarkan buah hati mereka. Membuat kediaman besar tersebut selalu ramai dengan celotehan celotehan kelima pandawa beda usia,dengan satu srikandi yang paling disayangi.
Sedangkan putra yang lain,tinggal diluar negri dengan memboyong serta istri dan putrinya. Mereka juga sesekali datang bertandang,ketika ada keperluan atau hari raya besar keagamaan. Sisanya,keluarga besar dan kerabat lainya tersebar diberbagai penjuru negri hingga keluar negri. Mereka akan datang berkunjung jika ada acara keluarga besar besaran atau perayaan hari hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.
"Bang,ini udah mau dimulai sidangnya." Arra memperingati sang kakak yang tengah sibuk berkutat dengan laptop miliknya.
"Hm." Respon Arsyad kecil,sambil men-shutdown laptop miliknya.
"Semuanya sudah siap?" Tanya Arsyad memastikan.
Arra mengangguk meng-iyakan. Hari ini akan ada sidang AD/ART yang dilaksanakan hingga tiga hari kedepan. Sebagai salah satu anak osis,Arra juga wajib mengikuti sidang AD/ART tahun ini sebagai purna. Sidang ini diperuntukan untuk menyidang anggota Osis baru dengan poker (program kerja) yang mereka ajukan,sebagai program kerja yang akan direalisasikan selama satu tahun menjabat. Sedangkan untuk Osis periode lama,akan dimintai pertanggung jawabanya lewat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang mencakup poker mereka selama satu tahun bekerja.
Sidang AD/ART bisa digelar sampai tiga hari,jika tidak memadai dilakukan dalam sehari. Adapun berkas berkas yang akan dibahas adalah tata tertib sidang AD/ART,program kerja Osis periode baru,Laporan Pertanggung jawaban dan AD/ART periode baru tentunya. Sidang AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) tentunya dilakukan setelah osis periode baru dilantik,disumpah dengan ikrar yang telah diperuntukan dan sahkan secara hukum AD/ART yang berlaku.
"Alhamdulillah,dengan ini sidang AD/ART Periode 2019/2020 telah selesai dilaksanakan."
"Alhamdulillah." Jawab seisi ruangan tersebut serempak.
__ADS_1
"Sehubungan dengan telah terlaksanakananya sidang ini,maka anggota Osis SMA Dandelion periode 2020/2021 mulai besok sudah bisa merealisasikan program kerjanya." Pemuda tampan berjas apik dengan logo MPK itu berbicara dengan lantang.
Sesekali menatap para lawan bicaranya yang tiga hari ini telah bersitegang dengan para jajaran anggota MPK.
"Baik,dengan ucapan hamdalah saya selaku Presidium satu menutup sidang AD/ART hari ini."
TOK
TOK
TOK
Bunyi tiga kali ketukan palu yang berarti sidang telah benar benar usai. Dengan bunyi palu tersebut juga,suara tepuk tangan seisi ruangan menggema dengan riuh berikutnya.
Sidang tersebut telah terlaksanakan sesuai jadwal tanpa ada gangguan sedikitpun. Kini,ketua Osis baru beserta jajaranya akan mulai merealisasikan program kerja yang mereka ajukan.
"Ya Allah,akhirnya selesai juga." Ucap Aroon lelah,sambil merebahkan dirinya dideatas meja diruang Osis.
"Congrat ya bro,jadi ketos juga loe akhirnya." Ujar Arsen,selaku mantan ketua OSIS tahun lalu.
"Hm,ini juga kalo bukan karena support dari loe. Mana bisa gue sampe sejauh ini." Jawab Aroon sambil tersenyum tipis.
"Gue yakin loe bisa lebih baik dari gue." Ujar Arsen sambil menepuk bahu Aroon.
"Jadi,buat rencana campingnya gimana Syad?" Tanya Arsen,beralih menatap pemuda tampan yang tengah membaca buku tebal bersampul usang tersebut.
"Belum di Acc lagi. Mungkin akhir tahun nanti."
"Lah kenapa?"
"Sekalian sama mubal."
"Berarti masih lama yakan? Coba deh kasih laporan pengajuan lagi. Kali aja sekarang di Acc." Usul Arsen.
"Coba Ketua Osis yang minta deh,kali aja di Acc." Usul Arsen lagi.
"Soalnya kalau akhir tahun,puncak pasti padet pengunjung. Kalau sekarang sekarang,gue udah punya tempat yang cocok buat camping."
"Yaudah,kalau gitu nanti gue kasih proposalnya deh. Siapa tahu di Acc sama kepsek." Ujar Aroon sambil beranjak dari tidurnya.
Ketiga pemuda tampan itu kembali larut dalam obrolan seputar rencana camping. Rencana yang nantinya akan direalisasikan sebagai wadah renungan untuk kumpul osis lama dan osis baru.
📚📚
"Masya Allah,itu putranya dokter Aurra ya?"
"Iya. Ganteng banget ya?"
"Iya. Kayak cogan cogan halumu itu loh."
"Iya. Ganteng baget ya."
Arsyad menatap risih bisik bisik yang selalu menyambutnya ketika menginjakkan kaki ditempat ini. Sudah menjadi rahasia umum,jika kedatanganya ditempat ini selalu disambut dengan antusiasme para perawat maupun anak anak koas disana. Semua selalu menunggu kedatangan pemuda tampan yang sering kali mampir untuk mengunjungi bundanya tersebut.
"Loh,abang disini?" Kaget wanita bercadar tersebut.
"Assalamualaikum,bunda." Jawab Arsyad sambil mengecup punggung tangan bundanya sayang.
"Waalaikumsalam,putra bunda." Balas Aurra sambil mengusap pucuk kepala putranya sayang.
"Sendirian bang?" Tanyanya,ketika ia menggiring putranya masuk keruanganya.
"Iya bunda. Tetèh sama adèk ada dirumah. Ada tugas katanya."
"Owh. Kalau abang,kesini ada apa?" Tanya sang bunda,sambil membenahi tumpukan berkas pasien diatas mejanya.
"Test kesehatan berkala bunda. Bunda lupa?"
"Astagfirullah,bunda khilaf bang."
__ADS_1
Arsyad tersenyum tipis,ia mengangguk faham. Terkadang karena saking sibuknya,bundanya tersebut melewatkan beberapa hal yang harus diingatnya.
"Mau langsung saja bang?"
"Iya."
Arsyad memang sering melakukan tes kesehatan berkala. Niatnya untuk menjadi seorang abdi negara,tentu harus dibarengi dengan kesehatan jasmani dan rohani yang mumpuni. Oleh karena itu,biasanya setelah melakukan latihan latihan berat bersama sang Ayah. Arsyad akan rutin memeriksakan kesehatanya secara berkala. Belum lagi Arsyad terkadang mengalami imsomnia jika otaknya terlalu banyak pikiran.
"Gimana latihanya,lancar?"
"Lancar bunda."
Alih alih belajar banyak lewat ayahnya,Aesyad ini memilih mandiri sendiri. Jika ayahnya tengah sibuk bertugas,maka dirinya akan berlatih beladiri atau ketangkasan lainya dengan salah satu kenalan ayahnya. Aurra saja bahkan tak segan-segan untuk turun tangan sendiri,jika untuk melatih kemampuan dasar putra putrinya. Khususnya didunia panahan ataupun bela diri yang dikuasainya.
"Katanya abang mau camping?"
"Masih planning,belum di Acc sama kepsek."
"Dimana?"
"Puncak."
"Berapa hari bang?"
"Dua hari satu malam bunda."
Aurra mengangguk tipis,sambil menghentikan goresan tinta diatas berkas tersebut. Bibirnya yang tertutup kain tipis menyungingkan senyuman hangatnya. Arsyad bisa menangkap itu,walaupun terhalang oleh penutup wajah yang dikenakan bundanya.
"Kenapa?" Tanya Aurra penasaran.
"Perawat disini berisik bunda,abang risih." Celetuk sang putra.
Aurra mengangguk faham,sejak dulu sifat putranya ini tidak berubah. Cuek dan datar seperti ayahnya,benci akan keributan dañ sukar akan keramaian. Namun dibalik itu,putra tampanya ini tetaplah pribadi yang memiliki hati super soft jika sudah berhubungan dengan orang orang yang disayanginya.
"Dihiraukan saja bang. Mereka cuma memuji keindahan mahluk ciptaan tuhan yang kebetulan terlahir dari rahim bunda."
Arsyad tersenyum tipis sambil mengangguk.
Dia memang tampan sangat tampan malahan,mungkin tuhan tengah bahagia saat menciptakanya. Namun terlepas dari semua kelebihan yang tuhan titipkan kepadanya,Arsyad tetap bisa merasa risih dan terganggu jika karena wajahnya ia menjadi bahan pembicaraan. Karena sungguh,ia tidak mau karena wajahnya banyak dosa yang syaitan sebarkan karena banyak mata yang curi curi pandang kepadanya.
Sungguh,sekalipun tidak pernah ada niatan bagi Arsyad membuat lawan jenisnya terpesona berlebihan akan wajah rupawanya. Karena dirinya sadar jika semua ini hanya bersifat sementara,dan dapat menyesatkan mata dan hati jika digunakan sebagai obyek fantasi yang menimbulkan kedzoliman.
****
TBC
Hallo readers semua🖐🖑
Gimana nih kabarnya??
ArsyadArra update lagi nih,maaf ya lama🤗🤗
Aku juga mau ngasih tau,kalau novel ini yang judul awalnya 'Katalog Cinta' aku revisi menjadi 'Bukan Cinta Terencana' kalau readers tanya kenapa,karena aku punya alasan sendiri.
Jadi Cerita keluarga :
Bukan Salah Khitbah,Bukan Salah Jodoh,dilanjut sama Bukan Cinta Terencara. Insaallah masih ada satu sequel lagi nantinya. Nah,semoga readers semua setia nunggu updatenya yo🖐🖑
Pasalnya buat saat ini aku belum bisa fokus sama cerita ini. Tapi Insaallah nanti,ada masanya cerita ini jadi perioritasku kayak emaknya dulu 'BJS' 😂😂
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yo🖐🖑
Kritik/saran/pertanyaanya bisa dikirim lewat komentar.
Ok,kalau gitu sampai jumpa lagi dipart berikutnya.
Bye bye💋
__ADS_1
Sukabumi 05 Sept 2020