Bukan Cinta Terencana (R3)

Bukan Cinta Terencana (R3)
.17-Anggota Keluarga Baru


__ADS_3

๐Ÿ“š.17-Anggota Keluarga Baru


Typo masih bertebaran!!



ูŠูŽุงย ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุงย ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽย ุขู…ูŽู†ููˆุงย ู‚ููˆุงย ุฃูŽู†ููุณูŽูƒูู…ู’ย ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ย ู†ูŽุงุฑุงู‹ย ูˆูŽู‚ููˆุฏูู‡ูŽุงย ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูย ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉูย ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุงย ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉูŒย ุบูู„ูŽุงุธูŒย ุดูุฏูŽุงุฏูŒย ู„ูŽุงย ูŠูŽุนู’ุตููˆู†ูŽย ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽย ู…ูŽุงย ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูู…ู’ย ูˆูŽูŠูŽูู’ุนูŽู„ููˆู†ูŽย ู…ูŽุงย ูŠูุคู’ู…ูŽุฑููˆู†ูŽย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย 


"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang berbahan bakar manusia dan batu; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai perintah Allah kepada mereka, dan selalu mengerjakan setiap hal yang diperintahkan." (Q.s. At-Tahrim: 6)



****


Lantunan kumandang adzan,nampak menggema dengan indahnya mengenai indra pendengaran. Panggilan tuk segera menunaikan ibadah salat subuh telah menggema diseluh penjuru negri. Mengingatkan umat islam dibumi,jika seruan tuk beribadah telah dikumandangkan. Ibadah yang lebih baik ditunaikan,agar mendapatkan pahala dari-Nya juga menjalankan kewajiban sebagai seorang umat islam. Ketimbang tertidur dipagi menjelang.


"Kara,bangun." Panggil suara barithon tersebut.


"Kara,bangun." Panggilnya lagi untuk kedua kalinya.


Pemuda itu tengah melaksanakan rutinitas barunya. Dia memiliki seorang istri yang menjadi tanggungjawabnya kini. Sudah sepatutnya,sebagai seorang suami dia membimbing istrinya. Terutama dalam mengarahkanya kejalan yang benar.


"Emh," Lenguh gadis cantik tersebut terganggu dalam tidurnya.


"Kamu sudah bangun?" Tanya lelaki yang sudah siap dengan baju koko dan bawahan sarung tersebut.


"Kamu?" Bingung Kara.


"Suamimu."


Gadis cantik yang baru saja membuka mata itu mengerjap beberapa kali. Suami? Kapan dirinya menikah dan memiliki suami?


"Kemarin kita menikah. Apa kamu lupa?" Tebak Arsyad membaca kebingungan Kara.


"A-rsyad?"


"Hm"


Kara baru saja mendapatkan ingatanya kembali. Dia ingat sekarang,dia kini berada dirumah lelaki yang telah menikahinya tersebut.


"Bangun,ambilah air wudhu. Kita salat subuh berjamaah." Titah Arsyad sambil menatap kearah Kara.


"Tapi Kara-" Cicit gadis itu kecil,sambil menunduk.


"Ada apa?"


"K-ara belum hafal do'a do'a wudhu sama gerakanya." Arsyad terhenyak untuk sejenak.


"P-apih jarang dirumah. Bibi-juga jarang ngajarin Kara. J-adi,K-ara belum hafal do'a do'a dan gerakan wudhu sama salat. Biasanya bibi sama mang Usรจp yang ajarin Kara,tapi Kara lebih banyak tinggal di Surabaya." Cicit Kara kecil sambil menunduk.


Arsyad tersenyum tipis,setipis rambut dibagi tujuh. Saking tipisnya,senyuman itu tak ubahnya hanya sebatas kedutan dibibirnya.


"Ayo," Ajaknya sambil mengulurkan tangan kananya.


Kara mendongrak,menatap Arsyad bingung. "Kemana?"


"Kita belajar wudhu bersama sama."


"Kamu mau ajarin Kara?" Arsyad mengangguk.


Walaupun respon Arsyad masih datar dengan wajah flatnya,Kara tetap bisa melihat kepedulian lelaki tersebut.


"Ayo,aku akan bimbing kamu sampai bisa."


"Kamu yakin?"

__ADS_1


"Hm,karena itu sudah menjadi tugasku."


Kara tertegun sambil menatap Arsyad lekat. Menimang-nimang apakah dia harus percaya atau tidak.


"Percayalah kepadaku dalam taraf yang wajar Kara. Aku suamimu,seorang manusia yang bisa berbuat khilaf dan dosa. Tapi,dalam hal ini aku ingin membingbingmu selayaknya seorang suami menjalankan tugasnya." Ujar Arsyad yang entah bagaimana,bisa langsung membuat Kara yakin.


Tangan mungil milik gadis itu perlahan mengudara. Menerima uluran tangan Arsyad yang ditujukan untuknya.


"Ayo,ajari Kara." Ucapnya penuh keyakinan.


"Kara percaya sama kamu." Imbuhnya yang diam diam membuat Arsyad mengucap syukur didalam hatinya.


Arsyad harus belajar banyak soal perempuan kedepanya. Terutama tentang tabiat,sifat,kebiasaan,kesukaan dan hal hal umum tentang seorang perempuan. Karena mulai detik ini,tanggungjawabnya benar benar bertambah berkali-kali lipat. Dia memiliki istri,suka tidak suka. Arsyad telah ikhlas dengan apa yang menimpaรฑya kini. Soal cinta,biarlah dia belajar mulai dari saat ini.


Hatinya masih terlalu bersih jika soal asmara. Biarlah waktu yang membuat rasa dihatinya tumbuh. Kelak,hanya satu perempuan yang bisa memiliki hatinya-dan perempuan itu adalah Kara. Istrinya.


๐Ÿ“š๐Ÿ“š๐Ÿ“š


"Duduk Davian?" Ujar wanita berhijab syar'i itu pening.


"Ish,itu papah nyomot ayam goreng punya dadav mah." Bela sang putra.


"Mas,gak usah mulai deh?" Decak sang wanita.


"Enggak. Itu Davian yang serakah aja."


"Enggak. Papah yang serakah mah!"


"Mas,Davian?!" Panggil Lunar frustasi.


Suasana meja makan dipagi hari memang akan selalu begini. Meriah oleh cekcok ringan antara ayah dan anak yang berebutan ayam goreng. Sedangkan anggota keluarga yang lain,malah ikut menonton sambil tersenyum.


"Abangmu kemana tรจh?" Tanya Kia penasaran.


Wanita paruh baya itu memang belum meihat cucu tersulungnya sejak kepulanganya kemarin. Bahkan Arkia tidak sempat menyambut kepulangan cucu tampanya tersebut.


Hari ini senin pagi,hari yang cukup sibuk bagi para anggota keluarga Radityan. Semua anggota keluarga sudah berkumpul sejak pukul 07.05 pagi dimeja makan. Sarapan memang menjadi kegiatan rutin yang harus dihadiri semua anggota keluaล•ga Radityan.


"Itu tamu Van'ar,pembisnis yang sukses itukan?" Tanya Vano penasaran.


"Iya ayah. Tyoga-pembisnis yang dijuluki The Crazy Rich Surabayan itu." Jawab Arkan menyuaran pendapat.


Acara sarapan memang belum dimulai,memgingat semua anggota keluarga belum berkumpul secara lengkap. Mereka masih mengobrol sejenak sambil menunggu.


"Kita juga punya beberapa kerjasama dengan perusahaanya bukan?"


"Iya yah. Terutama disektor perdagangan."


"Ada perlu apa orang seperti dia dengan Van'ar?"


"Kalau itu saya kurang tahu yah." Jawab Arkan jujur.


Aurra yang baru saja memasuki ruang makan berdeham kecil. Hampir semua anggota keluarga sudah berkumpul,kecuali suaminya juga putra sulungnya dan kedua tamu mereka.


"Maaf,kami telat turun." Intruksi suara berat milik siempunya nama yang baru saja dibicarakan.


Semua anggota keluarga Radityan mengangguk paham. "Duduklah nak,anda juga tuan Tyoga." Sapa Vano-sang kepala keluarga.


"Terimakasih atas tawaranya. Maaf,jika kehadiran saya dirasa menganggu pagi keluarga Radityan." Jawab Tyoga.


"Tidak. Kita selalu membuka pintu rumah kami untuk siapa saja."


Tyoga tersenyum tipis,soal citra keluarga Radityan siapa yang tidak mengenalnya. Bahkan karena saking goodlooking-nya citra keluarga ini,pria dari keluarga Radityan selalu muncul dipemberitaan bisnis online terbesar di Indonesia hingga Asia. Selain itu,keluarga Radityan juga terkenal akan kedermawanan dan kecerdasanya.


"Senang bisa berada ditengah tengah keluarga yang harmonis ini." Ujar Tyoga jujur.

__ADS_1


Setidaknya kelak,dia bisa tenang karena putrinya bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Walaupun kehadiranya nanti pasti akan menimbulkan pro dan kontra.


"Selamat pagi. Maaf,abang telat turun."


Etensi fokus mereka kini beralih kearah datangnya suara tersebut. Dimana cucu sulung dari keluarga Radityan tengah berdiri dengan gagahnya,namun ada yang terlihat aneh darinya. Pertama,karena dia memakai pakaian rumahan. Celana panjang plus kaos putรฌh polos,bukanya seragam putih abu lengkap dengan jas dan atribut almamater kebangganya yang lain. Kedua,sosok mungil yang berlindung dibelakangnya sambil memegang lenganya berhasil mencuri perhatian semua orang.


"Abang?" Panggil sang adik memecahkan keheningan.


"Itu kenapa abang pegang pegang cewek yang bukan muhrim? Kan gak boleh,dosa bang." Komentar sang kembaran tidak suka.


Semua orang disana juga pasti berpikir kesana. Mengingat Arsyad adalah sosok yang paling menjaga pandangan juga tindakanya secara fisik,kepada apa yang dilarang oleh agama.


"Opa,Oma,Om,tante dan semuanya. Ada yang ingin abang sampaikan,tapi sebelum itu,perkenalkan terlebih dahulu." Arsyad menggeser sedikit tubuhnya.


Membiarkan gadis cantik yang tengah menunduk sambil memeluk lenganya itu,agar terlihat oleh seluruh anggota keluarganya.


"Anggota keluarga baru Radityan. Atmariani Karamina Adriani atau Kara,istri Arsyad."


Deg


Sรจmua mata terbelalak,kecuali Tyoga,Van'ar,Aurra,Davin dan Aroon. Mereka memang sudah mengetahui tentang fakta tersebut. Bahkan diam diam,ketiganya memuji keberanian pemuda yang belum genap berusia 19 tahun tersebut. Sedangkan anggota keluarga yang lainya terkejut bukan main,saat mendengar fakta tersebut.


"A-bang bercandakan? Abang lagi bercandakan,bilang sama Arra?" Tanya sang kembaran mulai berkaca-kaca.


"Arra..." Lirih kedua orang tuanya.


Semua juga tahu bagaima dekatnya Arsyad dan Arra. Mereka yang notabenenya lahir sebagai saudara kembar,sudah hidup bersama selama mereka hidup. Bahkan apapun yang mereka rasakan,selalu dirasakan oleh kembaranya pula. Maka tak ayal jika Arra merasa kecewa,jika berita sebesar ini telah disembunyikan darinya.


"Arra pikir abang bakal selalu jujur sama Arra. Tapi pada kenyataanya?"


"Arra..." Lirih Arsyad mencoba menengahi.


"Abang menikah muda,tapi kenapa? Abang lupa sama cita cita mulia abang? Abang udah rajin latihan buat masuk AKMIL kan?" Cecar Arra mulai berderai air mata.


"Kalau abang nikah,abang gak bisa jadi tentara!" Ujar Arra emosional.


Kara mendongrak takut takut. Apakah benar,karena dirinya mimpi Arsyad pupus begitu saja?


Tyoga juga ikut menatap menantunya tersebut. Ternyata pemuda yang telah menikahi putrinya itu memiliki mimpi besar yang telah dikorbankan olehnya. Pemuda itu bisa saja memilih untuk lari dari tanggungjawab dan menyelamatkan mimpinya. Namun pada kenyataanya,Arsyad lebih untuk mengorbankan cita cita mulianya.


"Arra kecewa sama abang!" Putus Arra final,sebelum beranjak dari tempat duduknya.


"Arra?"


"Arra,mau kemana kamu nak?" Panggil sang ibu disana.


Arsyad menghela nafasnya gusar. Selain sang ibu yang dikhawatirkan olehnya,sang kembaran jugalah yang turut dikhawatirkanya. Karena dia yakin,jika kembaranya mengetahui ini maka dia akan sagat kecewa.


"Ada yang bisa menjelaskan maksud dari semua ini?" Tanya sang kepala keluarga memecahkan keheningan.


Introgasi disenin pagi dimulai detik ini. Arsyad terutama,dia harus menghadap kekepala keluarga Radityan untuk menjelaskan segalanya tentang peristiwa yang menipanya. Bismillah,Arsyad hanya mampu untuk mengawalinya dengan basmalah dan berbekal tekad bulat.


****


TBC


Met Malam Readers semua^^


BCT UPdate๐Ÿ“ฃ๐Ÿ“ฃ


Yok,jangan lupa komentarnya. Karena mulai part depan BCT akan benar benar memulai Awal baru buat Arsyad dan Kara. Penasarankan maksudnya? makanya,cuss komentarrr readers^^


Part kali ini segini dulu. Panjang kok,lbh panjang dari part GG disebelah:)


Tunggu part part keuwuuuuan mereka yo๐Ÿ’•

__ADS_1



Sukabumi 26 Okt 2020


__ADS_2