Bukan Cinta Terencana (R3)

Bukan Cinta Terencana (R3)
.33-Perkara Skylake


__ADS_3

📚.33-Perkara Skylake



“Saya yakin bahwa saya tidak mempunyai hak sebagai manusia untuk mengakhiri kehidupan. Itu adalah hak prerogative dari Tuhan Yang Maha Esa.” – Bacharuddin Jusuf Habibie.


****


Sebuah ruangan luas yang didominasi oleh warna silver, nampak lenggang. Gantungan miniatur pesawat dengan berbagai logo maskapai, nampak menggantung dilangit langit yang sengaja di chat dengan gambar 3D. Hamparan langit lengkap dengan Awanya, menjadi pemandangan iris hazel tersebut. Walaupun iris matanya terpaku ke langit-langit kamarnya, pikiranya tengah melayang entah kemana. Toh, ia tengah memikirkan seseorang saat ini.


Seseorang yang tentu membuat rasa kepenasaranya meningkat beberapa kali lipat. Namum, semua angan angan itu lebur ketika bunyi decitan pintu mengusiknya. Celotehan dua suara bising berikutnya, membuatnya memutar bola màtanya jengah. Dengan malas ia beranjak dari tempat tidur king size yang agaknya terlalu mewah untuk ukuran bocah SMA sepertinya.


"Loe berdua disini cuma mau ngabisin ciki dirumah gue?" Selorohnya segit.


"Weeets, santai dulu dong bossque." Jawab Pemuda berhoodie hitam yang merangkul dua toples makanan ringan tersebut.


"Pergi sono!" Usir si empunya kamar.


"Lah, jangat kejam dong jadi human boss. Kalau gan berteduh disini, rakyat kentang kayak kita mau tidur dimana?"


Si empunya kamar memutar bola matanya malas. "Loe berdua cumah ngerecokin kedamaian rumah reyot gue?!"


Kedua pemuda yang bernama Sagara dan Cakrawala itu melotot tak percaya. Rumah sultan yang berdiri diratusan hektar tanah, dan jika diasetkan harga jualnya mungkin bisa menyentuh puluhan Milyar. Dan si empunya rumah dengan entengnya bilang, cuma rumah reyot?


"Sekate-kate kalo ngomong lo mah boss. Rumah sultan kok disamain sama rumah reyot?" Cakrawala menimpali, sambil menghampiri.


"Lagian, ngapain sih loe pada gak nginep di Hotel? Ngapain ngintilin gue terus?!"


"Dari pada dihotel, mending disini boss. Aman, nyaman, perut kenyang, kantongpun senang." Celetuk Sagara yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari si empunya kamar.


"Sans ae lo, lo pikir rumah gue penampungan?!"


"Bukan, kan Basecamp." Jawab keduanya kompak, yang langsung diakhiri dengan toas riang.


"T*i lah." Ketus si empunya rungantak peduli.


Lelaki tampan itu lebih memilih memainkan handphonenya. Niat hati ingin membuka aplikasi game online yang tengah populer belakangan ini, sirña karena tiba tiba sebuah notifikasi mampir dilayarnya.


@arrabellahlra_zzioi melakukan siaran langsung.


Bunyi notifikasi yang langsung membuat matanya berbinar. Dengan segera, ia langsung membuka akun instagramnya. Menuju deretan instrastory yang berada dibagian paling atas. Manik hazelnya langsung berbinar. Tampa pikir dua kali, ia langsung ikut bergabung tanpa menghiraukan fakta jika ia tengah menggunakan akun fake saat ini.


"Anj*rrr, ini mah bukan calon jodoh gue?!" Gerutunya, saat melihat bukan wajah si empunya akun yang tengah melakukan siaran langsung.


"Cewek siapa tuh boss, cakep." Komentar jenaka dari sampingnya, refleks membuatnya menoleh.


"Bener, cakep bass. Cocok jadi The Next Sultanah dari keluarga lo." Santainya, sambil mengunyah keripik kentang rasa rumput laut tersebut.


"Ngapin loe ngintip ngintip, mau bintitan?" Ketus si empunya, sambil mematikan handphone miliknya.


"Sikitlah. Habisnya loe fokus amat, tahunya cewek cantik yang lagi dilihatin. Selera cowok banget." Kekehnya.


"Siapa emang?" Sahut Sagara penasaran.


"Cewek, cantik, manis juga. Lagi live streaming barusan."


"Yang selebgram itu bukan?"


"Bukan, akunya sih iya. Punya selebgram itu." Tutur Cakrawala, jujur.


"Aciee, ada progres nikung gue lo boss." Sindir Sagara.


"Dih, apaan? Barusan bukan dia, cewek NYC itu." Dalih si empunya.


"Cewek NYC, atau cewek Jakarta pusat nih? Gue tahun alamat rumahnya loh, mau gak boss?" Tawar Sagara, sambil menaik turunkan alisnya.


"Tau, gue gak penasaran juga." Dalihnya.


"Iliiih, suka bilang aja boss. Dari pada nanti ditikung ama gue." Kekeh Sagara, sambil mengunyah keripik pisang ditoples yang dibawanya, hidmat.


Si empunya mata memutar bola matanya malas. Jika sudah begini, ketenanganya akan terganggu karena kedatangan dua sahabatnya.


"Boss, sebenarnya gue penisirin. Kenapa sih, bonyok lo ngasih loe panggilan Skylake?" Tanya Cakrawala, menuturkan rasa kepenasaranya.


Si empunya nama mendongrak, menatap langit langit kamarnya. Diatas sana, ada penggambaran dari arti namanya.


"Bukanya Skylake itu nama buat generasi processor dari intel ya boss?" Imbuh Cakrawala.


Iya, benar memang apa yang dikatakan oleh Cakrawala. Nama tersebut santer terdengar karena merupakan nama panggung sebuah prossesor dari generasi kesekian, milik brand Intel. Akan tetapi, kedua orang tuanya memberi nama panggilan demikian karena alasan utamanya adalah matanya. Ya, kata sang ayah dia memiliki mata jernih yang bisa memantulkan objek dihadapanya sejak lahir. Mengingatkan sang ayah akan mitos Skylake yang benar benar ada dilangit. Jadilah, nama panggilan juģa nama panggunya lebih banyak menggunakan nama Skylake.


"Nama lo kan Naraess AlGean Hazka Dwiarga anaknya Sultan Algafriel Hazka Dwiarga? Kok jadi Skylake?" Bingung Sagara.


"Dari mananya coba yang sama."


"Eh, bambang. Itumah nama panggilan, gelar, nama panggung. Gak ngerti ngerti ya lo?!" Ketus si empunya nama.


Naraess AlGean Hazka Dwiarga--putra bungsu dari pasangan Algafriel Hazka Dwiarga dan Geasya Genandra Putri. Putra anak sultan yang memiliki garis sultan dari mana-mana. Keluarga besar Gean--nama panggilan akrab untuknya, sebagian besar terdiri dari pilot. Tak ayal, pasalnya sang kakek buyut sendiri sudah memiliki maskapai pribadi yang dijadikan aset untuk anak cucunya kelak. Itu hanya dari pihak ayah, belum lagi pihak ibu. Gean memiliki kakek yang membawa nama besarnya Genandra, yang selalu bisa membuat anak cucunya hidup makmur.


Kekayaan yang dimilki oleh kedua orang tuanya, semata-mata karena kedua orang tuanya anak kebanggan. Ayahnya anak sulung dari dua bersaudara, sedangkan ibunya anak tunggal. Akan tetapi, Gean kini memiliki pengawas yang selalu membatasi pergaulanya. Siapa lagi kalau bukan Nathaniel Allugard Hazka Dwiarga--pilot muda yang rupawan, dengan sikap ramah dan husband material-able. Yang menjabat sebagai kakaknya.


"Ngomong ngomong, bang Nathan gak dirumah?"


"Gak. Dia di New york, lagi pdkt ama calon istrinya."


"Hah, gimana gimana?"

__ADS_1


"Si abang di jodohin."


"HAH?!" Kaget Sagara dan Cakrawala.


"Biasa aja kale. Bonyok gue memang kolot soal perjodohan." Ujar Gean santai.


"Kasian amat abang lo. Udah ganteng, karier bagus dan mulus, eh jodoh malah diatur. Gak bebas milih dong?"


"Sekate-kate lo kalo ngomong. Lo pikir jodoh itu kampanye, bisa milih? Jodoh mah udah ada yang ngatur, tugas kita cuma menunggu dan mencari." Sambung Cakrawala, bijak.


"Anj*rrr, sok bijak lo. Lo pikir lo Mario Teguh, sok sokan bijak lagi." Sindir Sagara.


"Bijak itu nama tengah gue, Cakrawala Cadas BIJAK Dee Barack. Gitu."


"Preeett."


AlGean menatap kedua temanya jengah. Jika begini, ketenanganya sudah pasti terenggut.


"Mau kemana boss?"


"Onti El." Jawab si empunya, sambil beranjak dari ranjang king size miliknya.


"Ikutttt." Antusias Sagara.


"Gak usah. Lo pada tidur disini aja, gue mau di kamar onti El."


"Eh, jangan gitu dong boss. Kita juga mau bobok sama onti lo." Kening Gean menyerngit bingung.


"Iya boss, kali kali aja tidur ama co-pilot cantik nan aduhaiii, sexy-juga." Sambung Sagara, yang langsung dihadiahi sandal melayang oleh Gean.


"Anj*rrr. Tega lo boss!" Ketus Sagara, saat sendal sejuta umat itu mendarat tepat dikepalanya.


"Sadar makanya. Onti gue bukan pelarian buat otak mesum ĺo." Ujar si empunya, sebelum benar benar berlalu pergi.


Benar memang, tantenya--adik dari Al--ayahnya adalah sosok yang dikaruniai wajah cantik jelita. Selain itu, pekerjaanya sebagai co-pilot selalu membat banyak kaum Adam tertarik denganya. Ya, namanya juga keluarga besar pilot. Hampir semua generasinya, didominasi oleh para penguasa dibalik flight Deck.



{Onti El-nya Gean}


📚📚📚


"Woahh, jadi ini yang namanya siaran langsung?" Tanya Kara antusias.


"Iya. Lihat, ada banyak yang ikut bergabung ternyata."


"Iya. Kalau ini, apa?" Tanya gadis cantik berpiama putih dengan motif kartun Tsumsum tersebut.


"Komentar para followers yang ikut bergabung."


Arra tersenyum tipis melihat keantusiasan kakak iparnya tersebut. Katanya, Kara ingin belajar banyak tentang sosial media. Pasalnya, Kara sendiri selama ini amat terbatasi soal pengarùh globalisasi.


"Aku tinggal bentar ya, mau ke Davin dulu."


Kara mengangguk, sebagai jawaban. Iris hazelnutnya masih fokus menatap layar gaway dihadapanya.


"Lagi ngapain?" Tanya Arra, saat ia sudah berada disisi Davin.


"Ngitung pendapatan dan laba ARR gym."


"Tumben?"


"Bantuin Aroon. Kasihan, kayaknya capek." Arra tersenyum tipis, soal kerjasama mereka ini jangan di ragukan lagi.


Buktinya, tiga bisnis yang mereka kelola hingga saat ini berjalan dengan baik.


"Kalau Dadav lagi ngapain?" Tanya Arra, beralih kepada sang sepupu yang tengah menatap layar ipadnya, fokus.


"Beli sphertphat buat di bangkel. Stok udah mulai menipis."


"Beli dimana, di shopee?"


"Ya kali di shopee, di US atuh tèh." Kekeh Davian, sambil menyentuh pucuk kepala Arra gemas.


"Aroon juga lagi ngitung laba ya?" Tanya Arra yang melirik ke arah Aroon.


Pemuda tampan itu tengah sibuk menjumlahkan sederet angka, menggunakan rumus If di aplikasi Microsoft Excel.


"Iya. Sama perhitungan kebutuhan ARR gym, bengkel, sama A3caffe."


Arra mengangguk mengerti. Jika tengah bekerja begini, ketiganya selalu nampak serius. Mereka juga selalu berkumpul di kamar Arsyad, seperti saat ini. Semua itu dilakukan, untuk mempermudahkan mereka bertanya kepada si empunya kamar.


"Kalau adèk, lagi ngapain?"


Arra beranjak, duduk disamping sang adik yang juga sibuk dengan laptop miliknya.


"Streaming para legenda olimpiade Sains, matematika, sama bahasa Inggris." Jawab si empunya acuh.


"Ini libur akhir semester loh dèk. Masa masih nyari begituan?"


"Hm. Nanti Adèk ganti topik deh." Jawab si bungsu Az-zzioi itu acuh.


"Hah, gimana maksudnya?"


"Nanti malem ada jadwal vc sama The Minions. Jadi, tetèh sekarang jangan ganggu."

__ADS_1


Arra menatap adiknya tak percaya. Sikap acuh si bungsu ini, memang kerap kali membuatnya kesal. Beranjak menjauhi sang adik, Arra memilih mendekati sang kembaran yang sama sama sibuk. Lelaki itu terlihat tengah sibuk mengetik sesuatu di laptop miliknya.


"Abang lagi ngapain?"


Si empunya panggilan menoleh sejenak, lantas menjawab. "Balas email."


"Dari om Gemilak?"


"Hm."


"Kenapa, om Gemilak mau kesini? Astronot ikut gak?" Tanya Arra antusias.


Jika menyangkut Gemilak--Gemintang dan Galaksi, Arra pasti selalu antusias menanyakan soal Astronot. Remaja laki-laki yang memiliki paras rupawan kebule-bulean, dengan mata biru oceanya yang indah. Seperti kedua Papanya, Astronot muda memiliki pesona bak Bintang yang paling terang. Walaupun masih duduk dibangku SMP, tetap saja pesona remaja lelaki itu tak dapat diragukan lagi.


"Bukan. Itu, cuma-"


"Arra, ini siapa? Kenapa komentarnya begini?!"


Belum sempat Arsyad menyelesaikan ucapanya, pekikan sang istri sudah membuat menoleh terlebih dahulu.


"Ada apa Kara?"


"Yanda?" Panggil gadis cantik itu cepat.


"Lagi siaran langsung mbak tuh bang, mungkin ada yang komentar aneh aneh."


Arsyad terperanjat, dengan segera ia langsung menghampiri sang istri. Menarik sang istri, lantas melemparkan smartphone milik Arra sembarangan.


"A-bang?" Kaget si empunya nama, saat mendengar bunyi nyaring dari smartphonenya yang mencium lantai.


"Kenapa mainan itu? Lupa, papih larang Kamu mainan handphone kan?" Cecar Arsyad, yang langsung membuat Kara menunduk dalam.


"Maaf, yanda jangan marah ya?" Cicit Kara ketakutan.


Arsyad menghembuskan nafasnya gusar. Dia kecolongan, karena dirinya sedari tadi sibuk menjawab email/surel dari para om nya di New York sana. Dia kecolongan, padahal Tyoga sudah mewanti-wanti agar putrinya menjauhi media sosial untuk beberapa saat ini. Karena pasca berada di Korea, beberapa orang mulai bergerak secara pertikal untuk menggali informasi tentang rapunzel berambut emas ini.


"Eh, siapa nih? Berani beraninya godain tetèh kita?" Gertakan tak suka dari arah Davian.


"Kenapa?" Tanya Arsyad dan 2 kembar bersaudara lainya.


"Ini kutu kupret dari mana? Sok sokan bilang jodoh lagi. Gak tahu apa, tèh Arra itu pawangnya banyak." Ketus Davian tak suka.


"Eh, Dadav kenapa sih?" Bingung Arra.


Davian memang memungut smartphone Arra tadi. Ketika memastikan keadaan hanphone tersebut, hingga matanya menangkap deretan komentar juga pesan DM dari username yang sama. Skylake.


"Skylake siapa nih? Main main sama gue. Gue heck baru tau rasa loh." Kesal Davian.


"Kenapa sih?" Bingung Davin, yang langsung merebut smartphone milik Arra.


Bola mata lelaki tampan itu langsung membola, saat melihat apa yang tertera disana.


"Dasar cowok playboy kelas teri, mau gue bikin babak belur apa? Beraninya, gangguin tètèh kita." Kesal Davin, ikut menjadi-jadi.


Keduanya kini mulai sibuk mengoceh, mengutarakan sumpah serapah bagi sosok 'SkyLake' tersebut. Salah sendiri, berani mengganggu srikadi yang memiliki pandawa siap sedia pasang badan dalam keadaan apapun tersebut. Arsyad sendiri sama penasaranya dengan mereka. Akan tetapi, ia memilih menyerahkan urusan lacak-melacak kepada Davian.


Ia lebih memilih memboyong sang istri kesesuatu tempat, untuk memberikan istri kecilnya itu 'Hukuman kecil'. Toh ada Davian, and the brother's yang bisa diandalkan. Jadi untuk saat ini, biarkan Arsyad menyelesaikan urusanya dengan sang istri.


"Hm, yanda. Kita mau kemana?" Tanya Kara penasaran, saat Arsyad terus membawa dirinya dalam genggamanya.


"Kita mau kemana Yanda? Kenapa pergi kesini?"


"Kesuatu tempat." Jawab Arsyad sambil mengeratkan genggamanya.


"Kemana?"


"Rahasia. Ikut saja, nanti juga tahu." Kara mengangguk.


Entah kemana Arsyad akan membawanya, yang pasti dia hanya berharap-harap cemas jika Arsyad tidak akan memarahinya, apalagi menghukumnya. Apa kira kira yang akan Yanda-nya itu lakukan?


****


TBC


Hayoooo, Yanda update lagi yo👐


Gimanaaa, yang penasaran sama namanya anak Al udah kejawabkan??


Namanya AlGean-singkatan dari Al dan Gea.



Nanti, kakaknya Gean-Nathan bakal ambil bagian dinovel Alea yg bakal comingsoon. Nanti onti El-adik Al juga bakal ambil bagian dalam novel Alea yang judulnya 'Bukan Di Jidohkan'


Nah, jadi kira kira gimana buat part ini?


Kira" Yanda mau kasih 'Hukuman' apa ya??


Cusss, dikomentar aja. Like, vote, dan follow jika ikhlas.


ILYSM For All readers❤


Salam


__ADS_1


Sukabumi 29 Nove 2020


__ADS_2