Bukan Cinta Terencana (R3)

Bukan Cinta Terencana (R3)
.6-Camping


__ADS_3

📚.6-Camping



"Hati manusia siapa yang bisa menebak?


Mereka penuh misteri yang meliputi setiap mini seri dalam dirinya sendiri."


****


Semilir angin sejuk perkebunan teh menyambut rombongan yang baru saja tiba tersebut. Hamparan kebun teh yang nampak asri dan hijau sepanjang mata memandang,menjadi pelipur penat selama menempuh perjalanan panjang. Satu bus dan lima belas motor baru saja tiba diarea yang berada diketinggian dengan letak strategis tersebut. Pohon pohon pinus yang tinggi menjulang dengan rerumputan hijaunya,juga menjadi pemandangan indah yang menyegarkan mata.




Sesuai rekomendasi terbaik,rombongan OSIS dan MPK SMA Dandelion memilih menginap divilla yang telah mereka boking sebelumnya. Kediaman yang cukup luas dan nyaman,dengan extra pemandangan asri dan indahnya. Ada kolam renang pribadi sebagai fasilitas tambahan,juga tenda yang dapat dipinjam jika tamu villa ingin nge-camp diluar Villa.


Rumah klasih berlantai dua dengan sebuah menara khas itu nampak terjaga. Si penjaga Villa menyambut rombongan tersebut dengan ramah. Mang Usèp-pria tengahan abad itu terlihat amat ramah menyambut dan menggiring mereka masuk. Memperkenalkan penghuni lain divilla tersebut dan seperangkat pasilitas yang ada didalamnya.


Arsyad sebagai penanggungjawab cukùp puas. Setidaknya,tempat yang direkomendasikan oleh Arsen ini memang bagus. Harganya cukup terjangkau dengan sarana dan frasarana yang memadai. Belum lagi letak villa tersebut juga sangat stategis. Menghadap hamparan kebun teh yang hijau,dengan pegunungan yang nampak menjulang dari kejauhan.


Pohon pinus yang tinggi semampai juga terlihat asik bergoyang seriras dengan iringan angin. Membawa kesan sejuk nan damai yang cocok untuk melepaskan penat selepas dari banyaknya hiruk pikuk yang menumpuk.


"Baik,Assalamualaikum warohmatullohi wabarakatuh." Aroon selaku ketua osis sekaligus ketua pelaksana 2 membuka suara,ketika semua anggota acara camping sudah berkumpul.


"Waalaikumsalam warohmatullohi wabarakatuh."


"Baik,saya mohon perhatianya sebentar. Untuk agenda hari ini,dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Setiap kamar diisi oleh 4 orang,laki-laki dan perempuan terpisah. Untuk acara yang pertama,nanti akan disampaikan oleh Sekretaris umum Osis." Ujar Aroon lantang.


Pemuda tampan itu kembali menuturkan beberapa hal yang memang perlu disampaikan.


"Jangan lupa untuk selalu konfirmasi jika hendak pergi dari villa." Lanjut Aroon setelah melanjutkan penuturan panjangnya.


Setelah selesai memberikan pemberitahuan dan beberapa ketentuan yang patut ditaati,Aroon langsung bergegas membawa barang barangnya sendiri kekamarnya. Untuk satu malam menginap divilla ini,menurut mereka sangatlah lengkap pasilitas yang mereka dapatkan. Kamar yang luas dengan doublebad untuk 4 orang perkamar. Dengan kamar mandi peruanganya.


"Uh,nyamanya." Lirih Aroon yang baru saja merebahkan dirinya diatas rajang empuk tersebut.


"Davian mana?" Tanya Davin yang sudah stay diatas ranjang sambil memainkan game online dihandphone miliknya.


"Lagi ngurusin anak anak motornya kali bang?"


"Owh,repot sih dia." Respon Davin kecil.


Aroon mengangguk menyutujui ucapan sang kakak. Davian memang datang bersama anak anak motornya. Teman teman Davian ikut mengantarkan sèbagai tanda solidaritas mereka menjaga nama instansi sekolah yang mereka jaga. Setidaknya,dengan adanya anak anak motor itu-keamanan mereka bisa lebih terjamin disini.


"Bang Seno mana?"


"Salat kali?"


"Lah loe,kenapa ngak salat juga?"


"Bentar,dipending dulu." Ujar Davin tanpa beralih fokus.


"Makin lama ditunda,makin dikit pahalanya." Sindir Aroon.


Tanpa terasa,hari memang sudah beranjak siang. Bahkan matahari sudah benar benar berada tepat diatas khatulistiwa. Setelah membenahi beberapa hal dan mendengarkan peraturan yang harus mereka patuhi selama menginap,ditambah menyusun beberapa barang bawaan mereka,waktu berjalan begitu cepat. Sekarang sudah memasuki waktu salat dzuhur. Pantas saja,Aroon tidak menemukan Arsyad dikamar mereka.


"Yuk salat. Masa islam diktp doang sih bang?"


"Iya,ayok." Jawab Davin sambil mempause permainan.


Begini begini,mereka tidak pernah melupakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim. Bagaimanapun juga sejak kecil mereka sudah dididik untuk taat akan agama yang mereka yakini.


"Belum salat bang?"


"Belum." Jawab pemuda tampan yang baru saja muncul dari balik pintu tersebut.


"Eh kebeneran,jama'ah aja bang." Usul Aroon antusias.


"Hm" Respond pemuda tampan yang tengah menggelar sejadah tersebut.


"Ayo,adzan Ron."


"Iya bang." Jawab Arion,lalu detik beriktnya lantunan lapadz adzan melantun dengan begitu merdunya dari bibir kissable pemuda yang hendak menginjak usia 17 tahun tersebut.


Salat berjama'ah dilangsungkah ketiganya. Dengan Arsyad selaku imam,diikuti oleh Davin dan Aroon selaku makmum. Sebagai cucu tertua-Arsyad memang sering diajukan sebagai imam salat. Selain karena bekal ilmu agamanya yang memadai,suara Arsyad juga lantang,jelas dan selalu tartil. Maka tidak salah,jika disekolah sekalipun Arsyad kadang mendapat bagian untuk menjadi imam ketika giliran jatuh kepadanya.


Acara renungan malam yang menjadi inti dari camping ini adalah kegiatan yang rutin dilakukan setahun sekali setelah Osis terdahulu purna. Dalam acara ini,satu malam dijadikan sebagai wadah curah pendapat,tanya jawab kepada purna ataupun alumni Osis yang hadir. Malam renungan ini selalu ditunggu tunggu kehadiranya,karena dimalam ini para peserta bisa bertanya dan menggali motivasi dari para purna dan alumni.

__ADS_1


"Mereka siapa?" Tanya Arsyad bingung.


"Bukan anak motornya Davian kok bang,ntah siapa?" Jawab Aroon.


"Mereka bukan peserta?"


"Bukan,alumni juga bukan." Jawab Arsen yang juga tengah duduk diantara mereka.


Arsyad menatap segerombolan pemuda berjaket denim hitam tersebut penuh arti. Sensor naluriahnya bisa mendeteksi jika mereka akan membawa sesuatu yang buruk kepada mereka. Entah apa,yang pasti akan ada yang terjadi disini.


"Dav,itu anggota club motor loe?"


"Mana?"


"Itu." Tunjuk Davin.


"Eh,bukan. Club motor guekan pake jaket bomber hijau lumut. Merekamah ngak tau gue." Jawab Davian sambil meneguk soda milik saudaranya.


"Elah,punya gue disosor juga mat." Keluh Dabvin kesal.


"Dikit,haus. Abis ngegombalin osis junior,butuh minum."


"Elah elo,modus aja bisanya."


"Ye iyeleh,modus itu nama tengah gue." Kekeh Davian bangga.


Davin dan Aroon menggeleng tak habis pikir,sedangkan Arsen hanya tersenyum tipis. Lain halnya dengan Arsyad yang masih menatap sekumpulan pemuda yang tengah duduk diatas motornya masing masing,jauh dibarat sana.


"Bangunan itu dalemnya apaan sih sen?" Tanya Davian penasaran.


"Mana?"


"Menara itu?"


"Oh,itu mah bangunan biasa."


"Semacam rumah gitu dalemnya." Arsen mengangguk mengiyakan.


Dia yang merekomendasikan untuk menģinap divilla ini karena si penjaga villa adalah saudara orang tuanya. Selain itu,villa ini juga cukup private dan jarang diperbolehkan untuk disewa jika sipemilik enggan.


"Iya. Cuma ada kamar tidur disana,sama fasilitas lainya. Tempatnya bagus buat lihat pemandangan,soalnya jendela kamarnya menghadap keatas pemandangan dibawahnya."


"Wihh,cakep tuh. Kesan yuk,buat fhoto fhoto boleh kali syad?"


"Kenapa?"


"Itu ada penghuninya."


"P-enghuninya,makaud loe?" Kikuk Davin dan Davian bersamaan.


"Mahluk halus gitu?" Imbuh Aroon to the point.


"Mahluknya sih emang halus,tap-"


"Hih ngeri,hantu dong?" Sela Davian bergidig ngeri.


"Bukan juga,dia manusia kok. Putri pemilik villa ini."


"Owh,kirain." Kekeh ketiga bersaudara itu renyah.


"Ceritanya putri dicastil castil kek Rapunzel gitu ye?" Penasaran Davian.


"Iya juga sih,mirip mirip gitu. Soalnya ayahnya-pemilik caffe ini protectif banget sama putrinya. Gue aja yang sering kesini nih,belum pernah lihat wajahnya."


"Owalah,fix. Bapaknya itumah protectif tingkat dewa."


"Tapi kata mang Usèp,putrinya itu cantik banget. Kulitnya putih,rambutnya hitam,tutur katanya juga sopan."


"Yakan ditahan dicastil,mana ngak putih."


"Terus kira kira kita bisa lihat dia ngak bang sen?" Arsen nampak berpikir sejenak.


"Hm,bisa sih tapi-" Jeda Arsen karena terintruksi oleh seseorang.


"Acaranya mau dimulai,kalian masih mau ngobrol?" Ujar suara bariton tersebut datar.


Keempatnya mati kutu seketika. Asik bercerita,mereka sampai melupakan keberadaan seseorang disini. Arsyad nampak beranjak dari duduknya,pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun atau menunggu jawaban mereka.


"Dipending dulu ceritanya bang Sen." Kekeh Davian sambil menepuk bahu Arsen santai.

__ADS_1


"Ok,tbc dulu deh." Kekeh Arsen sambil ikut beranjak.


Acara inti dimulai pukul 20.15 malam,ketika semua anggota camp sudah berkumpul mengeliliñgi api unggun besar yang dibuat disamping villa. Udara malam yang dingin,cukup membuat mereka saling merapatkan jaket tebal yang dipakai. Ditemani api unggun yang memberikan kehangatan lewat percikan apinya,mereka memulai acara tersebut. Dihadiri oleh para purna Osis kelas XII juga anggota MPK yang akan segera melepas masa jabatanya. Acara berjalan dengan lancar,point point yang ditetapkan berjalan dengan sesuai.


"Jadi kalau udah jadi purna,kakak masih tetap mau bantu anak osis kan kak?"


"Iya."


"Kak Arsyad selepas purna,nanti ada niatan jadi alumni pengisi acara renungan tahun depan tidak kak?"


"Insaallah."


"Kak,organisasi itu menurut kakak definisinya apa?"


"Keluarga."


"Keluarga?"


"Iya. Karena tanpa rasa kekeluargaan,pondasi dasar sebuah organisasi akan gagal total." Jawab Arsyad mantap.


Jawab sang bintang utama malam ini selalu tepat kepada pointnya. Wajah tampanya yang datar,nampak tak menyurutkan niat mereka sekalipun untuk bertanya. Tampan,famous,cerdas,dan taat beragama. Point point yang mereka lihat amat menonjol dari diri ketua MPK satu ini.


Acara renungan usai hingga pukul 22.10 malam. Para siswi sudah digiring untuk masuk kembali kekamarnya masing masing. Sedangkan anak lelaki masih asik bernyanyi diiringi betikan gitar dan ukulele disekeliling api unggun.


Namun,kedatangan segerombolan tamu tak diundang yang datang untuk betandang,membuat mereka bingung ketika beradu pandang.


"Kita boleh join disini kan?" Tanya sebuah suara memecahkan keheningan diantara mereka.


Galang-pemuda dengan jaket denim itu tersenyum tipis melihat keterkejutan mereka.


"Mau apa loe?" Tanya Arsyad datar.


"Join sama kalean."


"Memangnya gak ada tempat lain selain disini?"


"Ngak. Kita turing campnya disekitaran sini." Jawab Galang yang langsung diangguki oleh para kawananya.


"Selow aja,gue kesini cuma mau mempererat ikatan solidaritas diantara sesama anak SMA Dandelion." Kekehnya.


"Kuy,kita juga bawa snack banyak. Makan aja,itung itung sumbang dari gue." Lanjutnya.


Detik berikutnya salah satu teman Galang membawa 5 kantong kresek putih besar berisi snack dan satu dus minuman soda.


"*****,loe habis ngejarah mall? Banyak bet dah ini snack?" Kaget Davian bersuara.


"Ngak juga,gue habis ngejarah gudang persedian makanan bokap. Jadi santai aja." Jawab Galang santai.


Arsyad masih menatap penuh tanya kepada Galang dan teman temanya. Pemuda itu masih duduk diam sambil menatap mereka penuh pertanyaan. Hingga sebuah minuman soda kalengan tersodor kepadanya. Dengan segera,Arsyad langsung menatap asal muasal minuman itu datang.


"Chers,no beer. No alkohol juga." Ujarnya meyakinkan.


Arsyad masih menatapnya intens. Tanganya masih enggan menerima pemberian tersebut.


"Kayaknya tuan rumah ngak nyambut kita dengan baik. Kita harus cabut keknya guys." Sedih Galang.


"Eh,kok gitu?" Bingung Davian.


Davin,Aroon dan Arsen masih menjadi penonton. Mereka masih meneliti,apa maksud dan tujuan dari kedatangan Galang ini. Padahal sedunia SMA Dandelion juga tahu,jika Galang membenci Arsyad dengan sangat. Tapi kali ini,lihatlah sendiri.


Grep


"Loe tamu,gue hargain." Galang tersenyum sambil mengangguk.


Ia juga ikut menenggak minumanya,setelah Arsyad meminum miliknya. Setidaknya,ada setitik rasa kemenangan yang kini menghampirinya.


'Mamp*s?!'


****


TBC


Arsyad Update lagi yo readers🖐🖑


Jangan lupa tinggalkan kritik dan saranya.


Aku juga mau ngasih tips supaya mudah menghalal si triple-si sulung tuh namanya Davin,yang k2-2 Davian si receh. yang ketiga-Diano tapi suka disebut Aroon ketos Barunya Sma Dandelion. Ok,moga gak belibet lagi ya


😊😊 Ok,jumpa lagi dipart berikutnya:')

__ADS_1


Maaf jika typo masih bertebaran!!


Sukabumi 08 Okt 2020


__ADS_2