
📚.31- Kemalangan ft Keberuntungan
“Tidaklah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali setan akan menjadi yang ketiga.” ((HR Tirmidzi 2165, Ahmad (1/26), dan dishahihkan al-Albani))
****
Lalu lalang para calon penumpang juga para penumpang yang baru saja tiba, nampak mengisi area bandara Soetta. Tempat yang selalu sibùk dengan jam jam terbangnya tersebut, pagi ini terasa lebih ramai. Walaupun biasanya pun, bandara bukanlah tempat yang landai disetiap waktu. Tempat ini selalu dipadati oleh para gerombolan manusia. Baik yang akan pergi, datang, mengantar, ataupun menunggu kedatangan.
Agaknya, opsi mengantar yang kini tengah dilakukan seorang gadis cantik bergamis baby purple tersebut. Sambil tersenyum tipis, tanganya masih bergerak untuk melambai-lambai diudara. Pagi ini, si cantik
dari klan Radityan itu baru saja mengantarkan ketiga saudaranya. Davin, Davian, juga Aroon yang akan berangkat liburan menuju beberapa negeri di benua Eropa.
Awalnya dia juga diajak, hanya saja karena tuntutan pekèrjaan jadilah dia mengurungkan niatnya untuk ikut. Selain ketiganya, ada juga Arsen dan beberapa teman mereka lainya yang ikut liburan ke Eropa. Tak tanggung-tanggung, mereka yang ingin berburu nonton balapan motor GP langsung dari negara yang musim ini kebagian menyelenggerakanya, mereka langsung menjadikan negara penyelenggara sebagai list liburan akhir tahun ini.
Arabelle Lumiera Humaira Rajapatni Az-zzioi--gadis cantik itu tersenyum lebar, saat rombongan para saudaranya itu sudah tidak terlihat lagi. Awalnya bukan hanya dirinya yang mengantar, tapi juga Arkan dan Lunar--orang tua si triple. Namun, keduanya sudah terlebih dahulu pamit karena ada meeting penting di Perusahaan Radityan. Sebagai CEO--Arkan memang cukup memiliki jobdesk yang besar. Kedua suami istri itu memiliki peranan besar dalam mengembangkan perusahaan Radityan Crop's setelah Anzar--putra tertua di keluarga Radityan generasi kedua memilih hengkang, dan memilih mengembangkan cabang kedua perusahaan Radityan di New York.
Bahkan si sulung tersebut memboyong serta keluarga kecilnya untuk tinggal di New York. Sedangkan untuk perusahaan inti, dikelola oleh Arkan, Lunar dan sesekali ada Vano bahkan Van'ar yang ikut turun tangan memerikan masukan masukan jenius, dari otak super jeniusnya. Hanya saja, beberap kali ditawari jabatan Chief exsecutive officer (CEO) sekalipun, seorang Keevan'ar Radityan Az-zzioi lebih memilih untuk menjadi anggota lepas tanpa terikat. Bagaimanapun juga, jiwanya sudah terlebih dahulu terpaku pada cinta bela negara.
Trink
Gadis cantik itu beralih, menatap smartphone miliknya yang baru saja berbunyi, menandakan jika ada sebuah pop up notifikasi yang masuk.
BundaOntyLunar❤
Assalamualaikum, Ra.
Habis dari bandara, jangan lupa singgah ke kantor dulu ya sebentar. Ada yang perlu onty bicarakan sama kamu.
Setelah membaca pesan singkat dari Lunar--kembaran ayahnya, ia langsung mengirimkan pesan balasan. Setelah mengantarkan ketiganya, Arra memang sudah diwanti-wanti untuk mampir ke perusahaan Radityan. Ada beberapa perihal yang ingin dibicarakan denganya, kata Lunar.
BRUK
Namun, belum sempat ia menyimpan smartphone yang baru saja digunakanya kembali kedalam slim bag yang dikenakanya, benda pipih itu sudah meluncur bebas keatas lantai tanpa bisa dicegah. Menimbulkan bunyi gemeletuk yang nyaring, ketika benda tersebut berbenturan. Layar smarthphone milik Arra saja sampai pecah saking kerasnya benturan yang terjadi.
"Astagfirullah." Kagetnya, sambil berjongkok dan memungut alat komunikasi tersebut.
Manik teduhnya tiba tiba berembun, ketika melihat benda tersebut rupanya tak lagi baik baik saja. Kacanya retak, berikut dengan anti goresnya. Bahkan benda tersebut sudah tak langi menyala, seperti terakhir kali ia gunakan.
"Eh, maaf, maaf. Gue gak sengaja, buru buru tadi." Ujar sebuah suara yang merasa bersalah, melihat smartphone tersebut.
"Eh, loe nangis?"
Arra mendongrak, menatap lawan bicaranya tak percaya.
"Handphone aku rusak, dan kamu masih mau tahu kenapa alasan aku nangis?!"
"Eh sorry deh, gue gak sengaja. Nanti gue ganti deh, iphone kan? Gue punya stok kok dirumah." Seloroh lawan bicara Arra gamblang.
"Gue ganti. Udah, gak usah nangis. Cengeng loe, kayak bocah TK aja." Cibirnya, yang langsung membuat Arra kesal.
"Bukanya minta maaf, kamu malah ngata-ngatain aku?" Kesalnya sambil beranjak.
"Eh selow dong, gue orang kaya kok. Gue mampu buat gantiin Hp loe kok."
"Sombong!!" Ketus Arra.
"Gue sombong karena mampu, kalau gak mampu mana mau gue sombong." Pemuda tersebut mengangkat bahunya acuh.
Arra menatap lawan bicaranya kesal. Ditatapnya wajah pemuda menjengkelkan, yang sayangnya memiliki wajah rupawan bak titisan dewa dewa Yuna dengan perpaduan Asia tersebut. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, kedua mata elangnya jernih, alisnya melekuk tegas, bibir kissablenya nampak merah merekah. Duh, definisi ganteng-able ini mah.
"Astagfirullah." Arra langsung mengalihkan pemandanganya, saat tahu ia telah melakukan dosa dengan menatap seseorang yang bukan muhrimnya.
__ADS_1
"Loe kenapa, terpesona hm? Gue ini memang ganteng kok, makanya sering bikin salfok." Kekehnya bangga.
"Jadi, gimana? Loe mau gue langsung ganti HP loe sekarang atau gimana? Soalnya gue buru buru nih, jadwal gue penuh."
Arra tak menjawab, ia lebih memilih kembali memerhatikan smartphone miliknya.
"Kenapa? Gue bisa ganti kok, jangan ragu. Gue ini anak sultan loh, for your information aja."
Arra kembali menatap lawan bicaranya kesal.
"Sombong kok dipelihara sih? Gak berpaedah banget." Ujar Arra tetap dalam nada tenangnya.
"Aku bisa benerin HP aku sendiri. Aku gak butuh uang dari orang songong kayak kamu. Mendingan, uang kamu kamu kasih ke orang orang yang lebih membutuhkan." Ujar Arra, lantas gadis itu berbalik dan pergi begitu saja meninggalkan pemuda tampan berpakaian hitam putih dengan pin khas sebuah maskapai ternama tersebut.
Kepergian Arra nampaknya tak sedikitpun luput dari manik elangnya. Senyum tipisnya terbit, saat sosok cantik berhijab itu benar benar pergi dan menjauh dari pandanganya.
"Woy boss?"
"Apaan?"
"Barusan loe ngapain sama selebgram yang lagi naik daun itu?" Alis pemuda tampan itu menyerngit.
"Selebgram?"
"Iya. Yang barusan ngobrol sama loe itu, kayaknya selebgram, model, beauty blogger, sama anak sultan gitu?"
"Yakin loe?" Sahut satu pemuda lainya.
"Iya. Kalau gak percaya, cek aja akun instagramnya."
"Namanya sapa woi?"
"Arabelle Lumiera Humaira Rajapatni Az-zzioi, kalau gak salah sih."
"Heem, gitu gitu anak sultan dia. Denger denger dia sekolah di SMA Dandelion, bokap nyokapnya Tentara ama Dokter. Bukan main pokoknya."
Sudut bibir pemuda tampan yang sedari tadi berdiam diri itu, kembali menyunggingkan senyuman tipisnya. Informasi yang dibawa kedua temanya ini nampaknya telah menimbulkan sesuatu yang cemerlang diotaknya. Entah sebuah kemalangan ataukan keberuntungan, tetapi pemuda tampan ini berharap banyak jika ia bisa kembali dipertemukan dengan si pemilik manik teduh nan mempesona tersebut.
"Anjirlah, anaknya sultan Algafriel Hazka DwiArga mulai gila nih, mesem mesem sendiri."
"Iye. Kenape loe?"
"Kesurupan kali?"
"Brisik loe pada. Cabut, pesawat udah mau take off." Ujar si empùnya sambil berlalu begitu saja, meninggalkan kedua temanya.
📚📚📚
Entah sebuah kemalangan ataukah keberuntungan, pria yang tengah menikmati perjalanan dari balik jendala mobil itu hanya bisa menghembuskan nafasnya gusar. Di pagi hari yang dingin ini, ia harus kembali menelan sebuah kenyataan masam. Sang istri, zaujatii-nya, pendamping hidupnya, entah mengapa dan kenapa tiba tiba mengajaknya untuk mengunjungi suatu tempat.
Padahal cuaca di negri gingseng tersebut tengah dingin-dinginya. Walaupun begitu, Yanda-panggilan kesayangan yang disematkan sang istri kepadanya. Ia tetap mau menuruti ķeinginan gadisnya yang perlahan lahan menjelma menjadi ratu dihatinya tersebut.
Keduanya tengah dalam perjalanan menuju Vivaldi Park. Ski resort yang berada di daerah Gangwon-do. Tempat tersebut menyuguhkan berbagai kegiatan dan tempat main menarik yang bisa dinikmati segala usia seperti ski, snowboarding, ice sledding, tube sledding sampai snowmobiling. Bagi para turis yang berpergian bersama pasangan, suasana akan makin romantis pada malam hari dimana anda dan pasangan dapat menikmati candlelit streets atau berjalan di tengah salju yang dihiasi oleh lampu cantik sebagai penerang jalan.
Tempat itulah yang akan menjadi tempat tujuan untuk kedua pasangan muda ini singgah. Tempat ski resort ini juga pernah dijadikan tempat syuting oleh aktor terkena Korea, Lee Min Ho untuk salah satu drama terkenalnya yaitu “Legend Of The Blue Sea”.
"Yanda marah ya?" Tanya suara liŕih dari balik mantel yang menutupi dada bidangnya tersebut.
"Tidak." Jawabnya, sambil mengelus surau halus milik gadisnya tersebut.
"Tapi yanda kelihatan kesal?"
"Enggak."
"Yanda jujurkan?" Gadis cantik yang tadi berada dipelukanya itu, kini langsung beranjak dan duduk menjauh.
__ADS_1
"Yanda marahkan?"
Arsyad menatap sang istri lekat. Yang ditatap demikian, malah takut juga kikuk sendiri.
"K-alau Arsyad tidak mau pergi, k-ita bisa putar balik kok." Cicitnya takut.
Melihat ketakutan yang tergambar diwajah sang istri, Arsyad menghembuskan nafasnya lemàh.
"Aku tidak marah." Diraihnya kedua telapak tangan sang istri pelan.
"Aku cuma sedikit merasa lelah."
Iya, Arsyad lelah jasmani juga rohaninya. Dua hari telah berlalu, setelah insiden datang bulan yang diiringi naik turunya perasaan sang istri. Dua hari cukup bagi Arsyad, untuk memahami apa yang harus dilakukannya ketika sang istri tengah datang bulan. Tyoga saja sampai turun tangan sendiri ketika putrinya tengah mengalami masa masa sensitifnya. Arsyad saja sampai dilarang tidur satu kamar dengan Kara dua hari kebelakang. Jadilah Arsyad lelah sendiri, tapi kini. Istri kecilnya itu sudah kembali bermanja-maja kepadanya.
"Apa Yanda marah karena Kara suruh Yanda tidur diluar?"
Jika bisa bilang 'Ya' sekalipun, Arsyad tidak akan mengatakanya. Yang membuatnya letih adalah, si Aiden. Oppa oppa yang selalu mengajaknya main game ketika Arsyad disuruh tidur dilain ruangan. Pria itu bahkan sanggup membuat Arsyad bergadang hingga subuh menjemput, hanya demi menemaninya bermain game atau bahkan nonton film horor. Kesal sekali bukan?
Untung saja Arsyad bisa menyikapinya dengan bijak, jika tidak sudah diberi jurus chidori andalanya sekalian.
"Yanda marahkan?"
"Tidak, zaujatii." Lirih Arsyad.
"Kalau tidak marah, kenapa Yanda diem terus dari tadi." Tangan pria tangan itu beralih sebelah, membelai rahang sang istri sayang.
"Tidak apa apa."
"Jadi yanda gak marah?" Arsyad menggeleng.
"Benar, tidak bohong?" Pria muda itu kali ini mengangguk mantap, membuat sang istri tersenyum lega.
GREP
"Jangan marah Yanda, kalau marah Kara gak bisa peluk yanda gini lagi." Lirih Kara kecil, sambil mengeratkan pelukanya didada bisang sang suami.
Arsyad tersenyum tipis, lantas kedua tanganya beralih membalas pelukan tersebut. Sesekali kecupan ringan juga ia berikan dipucuk kepala sang istri. Aktivitas yang hanya ia lakukan jika sang istri selalu bermanja-maja dipelukanya.
"Siapa yang akan tahan lama lama marah kepadamu, zaujatii. Rasanya, tidak akan mampu marah terlalu lama kepadamu." Lirih Arsyad kecil.
Iya, ada yang mulai terajut erat diantara keduanya. Terangkai indah juga manis diantara keduanya. Walaupun masih banyak proses yang perlu dilalui, ada banyak pondasi pendukung yang kelak akan menguatkan rumah tangga keduanya. Namun, semua itu kembali lagi kepada keduanya yang akan menjalaninya.
Kemalangan ataupun keberuntungan yang menyertai, nantinya tak boleh jadi pembagi. Perantara yang akan menjadi penyekat, apalagi pemisah. Keduanya sudah disatukan oleh takdir, dikukuhkan oleh lukisan benang takdir sang maha kuasa. Semua itu susah ada dalam suratannya, ini takdir. Bukanlah nasib yang agak sedikit banyaknya bisa diubah lewat usaha yang sungguh suguh. Karena ini takdir, ketetapan-ketetapan tuhan yang masuk kedalam golongan ketetapan yang sulit untuk dirubah.
Dibuang sial, menetap tak berarti memelihara kemalangan. Biarlah kini Arsyad merasakan sebuah rintangan besar dalam hidupnya, ketika dirinya mampu melampaui segalanya. Niscaya, ada kemenangan yang sesungguhnya yang tengah menunggu dimasa depan kelak.
****
TBC
Holla, BCT update lagi yo👐
Hayoo, yang nungguin update angkat tangan. Yang tadi terkejeot + penasaran juga cung👐
Kira kira, suprise apa yang bisa readers tebak dinovel BCT ini??
Cerita BCT ini akan memuat Arsyad, Kara, Arra, si Triple juga banyak anak muda-mudi lainya. Pluss tokoh sebrangan dari novelku yang sebelah. Bisa dari BSK, MAS, LOM, ataupun MSH. Tunggu saja, suprisenya. Tapi maaf kalau upnya jarang. Berhubung aku jg sedang banyak tugas. Semoga readers semua mengerti. Pokoknya ILYSM for All readers❤
Selalu support Yanda dan istri ya💋
Sukabumi 25 Nove 2020
__ADS_1