
📚.15-Gadis Vestifobia
اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن ..
// Allahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani…//
“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gundah gulana dan rasa sedih…” (HR. Bukhari dan Muslim).
****
Dunia dan seisinya adalah satu kesatuan yang penuh dengan kejutan. Setiap individu dilahirkan dengan keunikanya masing masing. Setiap individu lahir dengan keunikan dan perbedaanya masing masing. Hal itulah pula yang terkadang mebuat seseorang istimewa karena berbeda.
Perkembangan teknologi diera globalisasi ini,tak ayal banyak keaneh muncul sebagai dampak. Mulai dari global warning atau pemanasan global,perubahan prilaku hewan,hingga berbagai gangguan yang menyerang manusia. Dari jutaan umat penduduk bumi,segelintir dari sebagian kecil mengalami gangguan langka. Gangguan yang bisa terjadi karena genetika atau bawaan akan trauma dimasalalu.
"Putriku mengalami Vestifobia."
"Vestifobia?"
Beberapa detik telah berlalu,dan pria berseragam resmi itu masih menuntut jawaban dari lawan bicaranya. Vestifobia-agaknya kata kata itu masih awam dalam pendengaranya. Entah jenis apa gangguan/kelainan tersebut.
"Apa itu Vestifobia jika saya boleh tahu?"
Tyoga menghela nafasnya lemah,inilah salah satu alasan kenapa ia sangat protectif akan tumbuh kembang putrinya. Satu satunya alasan ia masih bisa berdiri hingga kini.
"Vestifobia adalah ketakutan irasional terhadap pakaian. Seseorang yang menderita kondisi ini, bisa mengalami kecemasan yang amat tinggi hanya dengan memikirkan pakaian, apalagi jika sampai mengenakannya." Ujar Tyoga Menuturkan.
"Jadi putri anda akan ketakutan jika melihat seorang wanita berpakaian tertutup?"
"Singkatnya begitu." Jawab Tyoga sambil menerawang gamblang.
Sebagian orang didunia ini memang memiliki rasa ketakutan yang berbeda-beda dan terkadang berlebihan, atau fobia terhadap sesuatu. Fobia ini bermacam-macam, ada yang takut terhadap laba-laba, ruang sempit, gelap, guntur hingga pakaian.
Seseorang sering kali dibuat repot oleh fobia yang dideritanya. Sebab kondisi ini dapat membuat penderitanya depresi, panik, sehingga hal ini akan mengganggu aktivitas harian mereka. Bahkan sering kali karena fhobia,seseorang bisa mengalami drepresi berat karena ketakutan berlebihanya.
Fobia sendiri sebenarnya termasuk ke dalam penyakit gangguan kecemasan. Penyebabnya bisa karena trauma masa lalu yang masih membekas. Sebagai akibatnya, timbul rasa takut pada benak seseorang saat menghadapi situasi tertentu.
Salah satu jenis fobia yang mungkin jarang terdengar adalah vestifobia, ketakutan irasional terhadap pakaian. Seseorang yang menderita kondisi ini, bisa mengalami kecemasan yang amat tinggi hanya dengan memikirkan pakaian, apalagi jika sampai mengenakannya.
Seseorang yang menderita vestifobia tak hanya berjuang melawan serangan panik, tapi juga peningkatan detak jantung serta laju pernapasan. Tekanan darah pun menjadi tinggi, otot menegang, gemetar hingga keringat yang mengucur deras. Penderita vestifobia sangat mungkin menolak untuk berpakaian karena fobia yang dialaminya.
"Didalam kasus putri saya,dia bukan hanya takut memakai pakaian tertutup,tapi melihat seseorang berpakaian tertutup juga akan sangat menganggu dirinya."
Gejala Vestifobia sendiri persis dengan semua jenis fobia yang ada, vestifobia juga memiliki gejala umum, seperti timbulnya kecemasan dari diri penderitanya. Kecemasan yang mereka alami bahkan bisa sangat ekstrem. Beberapa bahkan sampai harus mendapat perawatan di rumah sakit akibat kecemasannya itu.
Gejala-gejala vestifobia yang biasa dialami seseorang biasanya meliputi :
- Timbul kecemasan saat memikirkan pakaian
- Terus-menerus menghindari pakaian
- Tidak dapat mengatasi kecemasan mereka
- Mengalami ketegangan otot, gemetar, dan berkeringat
- Mengalami serangan panik
Tak ada penyebab pasti dari vestifobia. Namun demikian, genetika dan lingkungan seseorang dapat memainkan peran yang sangat signifikan dalam perkembangan kondisi ini. Misalnya, jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mental, terutama gangguan kecemasan atau fobia tertentu, maka mereka mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami vestifobia.
Dalam kasus Kara, vestifobia-nya muncul karena luka traumatik dimasalalu. Luka yang mengangguk fsikisnya secara mendalam hingga menimbulkan trauma pasca insiden tersebut. Peristiwa yang gadis itu anggap sebagai mimpi terburuk sepanjang hidupnya.
"Istriku meninggal karena dibunuh pengasuh Kara sendiri,didepan Kara yang masih kecil kala itu." Ungkap Tyoga lirih.
Dapat Van'ar lihat,ada perubahan ekspresi yang cukup signifikan pada wajah pria lawan bicaranya. Ada luka dalam yang tersirat lewat mata sayunya. Sebagai seorang pria bisa melihat jika relung hati lawan bicaranya itu nampak terluka saat mengemukakan fakta tersebut.
"Karena pengasuh Kara juga,kesehatan mental putriku sempat terganggu karena trauma yang dialaminya."
__ADS_1
"Trauma?"
"Hm. Fhobia itu akan sering timbul jika Kara merasa tertekan akan keberadaan seseorang yang pakaianya tertutup dan menyerupai pengasuhnya."
Van'ar terdiam dalam duduknya. Tuhan memang menurunkan penyakit beserta obatnya. Akan tetapi,masih ada beberapa hal yang masih belum bisa ditemukan solusinya. Jika begini,kiranya apa yang akan Van'ar lakukan demi menjaga istri putranya itu agar tetap merasa nyaman.
📚📚📚
"Iya bunda. Itu,abang pulang bawa perempuan."
"A-pa?"
Pemuda tampan itu mengela nafasnya sejenak. Akhiŕnya,apa yang ditakutkan olehnya terjadi juga.
"Bunda,itu-"
"Assalamualaikum." Uluk salam pria berseragam resmi tersebut menyela.
"Waalaikumsalam,Ayah." Jawab Arra sambil menghambur mencium punggung tangan Ayahnya.
Aurra tersenyum tipis dibalik penutup wajahnya. Dia beringsut,meraih punggung tangan suaminya untuk ia salami.
"Waalaikumsalam." Ujarnya sambil menatap sang suami ramah.
Cup
"Maaf tidak memberitahu tadi. Aku pergi menjemput Arsyad."
Aurra menggeleng tipis. Kecupan ringan dipucuk kepalanya cukup manjur untuk membuat hatinya tenang.
"Tidak apa apa mas." Jawab Aurra kecil.
"Memangnya ada apa,kenapa mas harus sampai menjemput Arsyad?" Tanya Aurra to the point.
"Kita bicara didalam ya bun,ada tamu. Tidak baik untuk membiarkan mereka tetap berada didepan rumah."
Aurra menganguk,lalu mempersilahkan mereka untuk memasuki ruang tamu. Menjamu tamunya dengan semestinya,tanpa melepaskan fokusnya pada sosok cantik yang nampak memeluk lengan putranya erat.
"Arra?"
"Iya,ada apa ayah?" Tanya sang putri yang masih menatap gadis disamping kembaranya lekat.
"Naik dulu keatas ya nak. Bantu Arion mengerjakan tugasnya."
"Tapi Ayah-"
"Arra?" Lirih sang ibu.
Gadis cantik berhijab syar'i itu mengangguk lemah. Dia masih penasaran dengan sosok disamping kembaranya tersebut. Hanya saja,sepertinya ada yang perlu orang tuanya bicarakan. Oleh karena itu ayahnya secara halus menyuruhnya untuk pergi sejenak.
"Abang hutang penjelasan sama Arra." Ketus gadis tersebut sebelum berlalu menaiki anak tangga.
Siempunya nama hanya menutup matanya sejenak. Meresapi kepelikan yang begitu banyak menimpa dirinya hari ini.
"Jadi,ada apa ini mas?" Tanya Aurra hati hati.
"Begini bunda," Jeda Van'ar sambil menatap Tyoga dan Arsyad bergantian.
"Tamu kita ini adalah istri putra kita." Ujar Van'ar to the point.
"A-stagfirullah haladzim. M-as bicara apa? M-as bohongkan?" Tanya Aurra terbata-bata saking terkejutnya.
Van'ar menggeleng,lalu meraih sebelah tangan sang istri untuk memberikan ketenangan. Ditatapnya manik jernih wanita yang amat dicintainya itu lembut.
"Putra kita sudah dewasa bunda. Dia sudah menikah."
Aurra tersentak dalam duduknya. Bibirnya yang tertutupi penutup wajah tak henti hentinya beristigfar. Taku takut apa yang didengarnya hanyalah sebuah kesalahan. Bagaimana mungkin putranya itu menikah,diusia yang masih amat muda. Belum lagi Aurra hafal betul,jika putranya ingin menjadi abdi negara seperti ayahnya.
__ADS_1
"T-api mas-" Pandangan wanita itu beralih kepada sang putra.
Menatap buah hatinya itu lekat-lekat. Seolah-olah mencari kedustaan dinetra putranya. Tapi,bukanya dusta yang didapatkan olehnya melainkan ungkapan maaf berikutnya.
"Maaf bunda."
Derai air mata mulai membasasi penutup wajah Aurra. Wanita itu menitihkan air matanya,ketika melihat tidak ada kebohongan sedikitpun dari apa yang dilihatnya. Dia shok,keterkejutan dari berita yang dibawa putranya itu seakan menjawab firasat firasat yang diterimanya sejak kemarin.
"T-api kenapa bang? Abang berbuat dosa,iya? Kenapa abang sampai khilaf nak? Bunda tidak pernah mengajari abang untuk berbuat seperti itu!" Cecar Aurra dengan suara rendahnya.
Air mata penuh kekecewaan itu tentu menyakiti hati dua pria beda usia tersebut. Mereka sama-sama tak tega melihat wanita yang disayanginya menelan kekecewaan. Sedangkan Tyoga dan Kara-hanya bisa menjadi penonton disana. Kara saja sampai menunduk dalam saking takutnya berada dikeadaan tersebut.
"Bunda percaya sama putra kita?" Tanya sang suami.
"Tapi mas,Arsyad-"
"Sssttt,Arsyad sudah cukup dewasa untuk memutuskan mana pilihan yang benar dan yang bukan." Ujar suami menenangkan.
"Tapi mas,mimpi Arsyad bagaimana? Mas tahu sendirikan jika Arsyad sudah mempersiapkan dirinya dengan matang?"
Van'ar tak kuasa,melihat air mata wanitanya kembali berjatuhan. Diangkàt tangan kananya,guna menyeka air mata yang berjatuhan tersebut.
"Mimpinya mungkin sudah sukar untuk digapai. Tapi bunda,Allah selalu memiliki hikmah dibalik semua kehendak-Nya."
Aurra mendongrak,menatap sang suami dengan derai air mata. Ia memang kecewa juga shok mendengar kenyataan tersebut. Kini,maniknya melirik kearah sang putra. Jika ia sekecewasa dan seshok ini,apalagi dengan putranya. Buah hati yang ia ketahui sendiri bagaimana dia mempersiapkan dirinya secara matang demi meraih cita-cita mulianya.
"Bisa abang jelaskan sama bunda,apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Aurra lirih.
Lelaki tampan itu mendongrak,menatap wanita yang telah melahirkanya penuh sesal. Detik berikutnya,bibirnya berujar sedetail mungkin tentang apa yang menimpanya. Hingga kini dia pulang membawa status baru,juga tanggungjawab baru.
Isakan kecil masih mampir,ketika bibir itu terus melapalkan istigfar dibalik penutup wajahnya. Aurra sedih mendengarkan penuturan putra tampanya tersebut. Putranya yang selalu baik hati kepada siapapun,ternyata ada saja yang berniat buruk untuk menjebaknya. Karena ulah orang tak bertanggungjawab itu pula,kini masa depan putranya diambang kehancuran.
"J-adi,gadis ini istri abang?" Siempunya yang ditanya mengangguk.
Aurra beranjak,menghadap kearah sang putra lalu memeluknya. Menyalurkan kekuatan lewat pelukan eratnya. Dia tahu putranya itu tengah hancur saat ini. Hancur dalam artian yang sebenarnya. Ekspresinya mungkin bisa datar dan tabah namun hatinya tersayat juga berdarah. Siapa yang manu dinikahkan diusia dini hanya karena kesalahan yang tidak pernah sengaja dibuat olehnya.
"Putra bunda sudah dewasa. Kesabaran dan ketabahan abang sudah membuktikanya. Bunda ikut sedih,abang harus merelakan cita cita abang. Tapi,bunda juga bangga bisa melihat abang bertindak dewasa dengan mengambil tanggungjawab ini."
"Bunda bersyukur memiliki putra yang bertanggungjawab seperti abang."
Dalam 18 tahun hidupnya,Arsyad sudah lupa kapar terakhir kalinya dia menitihkan air matanya. Kecelakaan yang sempat membuat tanganya patah saja,tak sempat membuatnya menitihkan air matanya. Namun kini,ketika sang bunda berujar lirih sambil mengecup pucuk kepalanya,pertahanya gugur begitu saja. Air mata itu luruh seiring dengan hati gundahnya yang mulai terasa lega. Ayahnya benar,bundanya adalah wanita berhati mulia tak ada duanya. Wanita penyayang yang selalu bisa membuat siapun tenang karena tutur kata penuh sihirnya.
Arsyad bersyukur,setidaknya ibunya tidak lagi terluka lebih dalam karena keputusanya. Karena bagi Arsyad,surga ditelap kaki ibu itu bukan ujaran belaka. Ibunya adalah support terbesar dalam hidupnya selain sang ayah. Aurra-bundanya adalah wanita yang selalu bisa membuat buah hatinya merasa tenang juga penuh kenyamanan.
"Terimakasih bunda."
****
TBC
Met Malem readers BCT^^
Bang Arsyad Update lagi yo,mon maaf kalau sempat mandet up dua hari ini. Soalnya tugas lagi bejibun,diwttp saja aku blum update😥
Hayoo,komentarnya buat part ini gimana??
Jan lupa like dan komentarnyaaaaa kalau vote,buat yang ikhlas aja^^
Salam buat para fans VanRa nih😙😙
Bunda Aurra memang kek bunda Kia banget ya🤗🤗
Nah,kalau menurut readers. Nanti kira kira Kara bisa gak ya luluh sama kebaikan bunda Kia?
Cekidott,ditunggu aja😄
Kara💋
__ADS_1
Sukabumi 22 Okt 2020