
📚.38-Aurora Borealis
"Ada ciptaan tuhan yang bisa menghilangkan kesadaran dan memanipulasi waktu, termasuk senyum cantikmu yang entah sejak kapan memanipulasi hati."-Arasyad An-nass Senopati Az-zzioi
****
Seorang gadis berdress coral lengkap dengan mantel putih dan juga syal tebal yang melilit lehernya, terlihat tengah berbicara serius dismartphone miliknya. Bibir mungilnya tak berhenti berbicara, ketika lawan bicaranya disebrang sana hanya mendengarkan dengan seksama.
"Ingat, Kara gak mau papih tahu kejadian tadi di bandara. Kamu harus hapus semua video, ataupun tutup mulut semua saksi." Ujarnya.
Ini bukan lagi gadis manja, yang hanya bisa menempeli suaminya. Ini, Atmariani Karamina Adriani yang dipersiapkan untuk melawan dunia dewasa nanti. Salah besar jika persepsi orang diluaran yang pertama kali melihat Kara, dan berpikir gadis cantik ini tidak bisa apa apa. Dia memiliki suami yang siap pasang badan untuknya memang, namun dibalik semua itu dia juga harus mandiri agar dunia yang kejam tak mencemoohnya sebagai tuan putri yang tidak bisa apa apa. Rapunzel saja bisa berani melawan penyihir yang selama ini membesarkanya. Dan Kara, jangan pikir visualnya hanya gadis lemah semata.
Dia memiliki suami seperti Arsyad An-nass Senopati Az-zzioi. Dia harus bisa mandiri dan juga bisa melindungi apa yang menjadi kepemilikanya kini. Maka tak ayal, didikan dari dua kubu membuat Kara tumbuh seperti bunga cantik yang nampak lemah namun kuat didalam. Karena tidak mungkin, ia selalu mengabaikan ancaman diluaran sana yang selalu mengintainya.
"Kara tutup dulu. Jangan lupa, apa yang Kara minta. Bayaranya, nanti onti Kiera yang transfer. Ok?"
"...."
"Kara?" Panggil suara dari ambang pintu, yang tentu membuat gadis itu menegang untuk sejenak.
"Yanda?" Panggilnya, dengan nada dan suara khas miliknya.
Raut wajah cantiknya sudah kembali rilex seperti biasa, saat menoleh dan mendapati sang suami disana.
"Kamu tadi telphone siapa?"
"Orang." Jawab Kara jujur.
"Iya. Orang gak tahu namanya." Lanjutnya.
Arsyad, pemuda tampan itu tersenyum tipis. Istrinya itu ada ada saja.
"Ayo. Kita harus pergi ke penginapan." Arsyad mengulurkan sebelah tanganya.
"Hm." Dengan senang hati, Kara menerima uluran tangan tersebut.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 22 sampai 2 jam, dari Jakarta ke Amerika.
Mereka juga langsung bertolak ke Alaska, Amerika. Tujuan mereka tentu hanya satu, melihat Aurora Borealis.
Aurora Borealis atau yang juga sering disebut dengan northern lights merupakan pantulan cahaya warna-warni yang muncul di langit Lingkar Arktik (wilayah paling utara bumi). Fenomena alam ini pertama kali “ditemukan” oleh astronom Galileo Galilei tahun 1619 silam.
Northern lights hanya muncul di wilayah dengan garis lintang antara 60-90 derajat ke utara, seperti Skandinavia Utara, Rusia Utara, Greenland, serta Alaska, Amerika Serikat.
Â
Fairbanks merupakan tempat yang sangat populer bagi para wisatawan yang berburu northern lights. Terletak dua derajat di bawah Kutub Utara, tempat ini menyajikan pemandangan Aurora Borealis yang begitu indah, magis, dan menawan.
Tentu saja melihat Aurora Borealis di Alaska bukan hal yang mudah, sebab cahaya langit ini tidak selalu muncul tiap malam. Nah, agar tak kecewa nantinya, ada beberapa hal penting yang harus di siapkan sebelum melancong ke Alaska untuk berburu si cantik Aurora.
Kemunculan Aurora Borealis sangat dipengaruhi oleh aktivitas matahari. Makin cerah sekaligus gelap langit malam, makin besar kemungkinan northern lights akan tampak. Geophysical Institute dari University of Alaska sendiri menyebut bahwa Aurora biasanya muncul antara awal September sampai pertengahan April.
Untuk itu, Kara juga sempat meminta Papihnya untuk meminta informasi apakan waktu keberangkatan mereka tepat untuk menyaksikan Aurora Borealis atau tidak. Jangan sampai, mereka jauh jauh datang kesini dan tidak mendapatkan apapun.
Makin ke utara, makin besar peluang menyaksikan keindahan northern lights—seperti namanya. Jika ingin melihat Aurora Borealis lebih dekat, pergilah ke sisi paling utara (sekaligus terpencil) di Alaska, seperti di Desa Coldfoot yang terletak di Yukon Territory, Prudhoe Bay, atau Barrow.
Tempat dimana akan mereka tuju saat ini.
Kebanyakan wisatawan mengira bahwa Aurora Borealis hanya akan muncul saat winter (musim dingin), padahal anggapan ini keliru. Northern lights sebetulnya bisa muncul sepanjang tahun—apa pun musimnya. Syaratnya hanya satu; kondisi langit benar-benar gelap. Karena pada saat itulah waktu yang tepat melihat cahaya cantik nan indah itu muncul.
Namun, dari 12 bulan dalam setahun, Aurora Borealis bisa dilihat dengan sangat jelas pada akhir Agustus sampai April. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Alaska bahkan mempunyai satelit khusus yang digunakan untuk memprediksi cuaca guna mengamati kemunculan northern lights secara lebih akurat.
__ADS_1
"Kamar Davin dan Davian yang paling ujung. Setelahnya, kamar Aroon dan Arsen. Lalu, kamar Arra. Arra gak papa sendirian kan?" Tanya Kara.
"Iya." Jawab Arra sambil tersenyum.
Arion--adik Arsyad dan Arra memang tidak ikut berlibur ke Alaska. Katanya, Arion lebih suka main ke Lembang ketimbang ke Alaska. Jadi, Arion lebih memilih ikut liburan bersama ayah dan bundanya ke Bandung. Kampung halaman sang bunda.
"Wetts, kalau tetèh kedinginan tinggal ketuk kamar kita. Nanti kita angetin deh." Kekeh Davian yang langsung diangguki oleh Davin.
"Angetin apaan coba, memangnya tèh Arra makanan. Harus banget di angetin." Sela Aroon.
"Yeh elu, masih polos. Mana ngerti."
"Lo aja yang otaknya gesrek." Timpal Arsen.
"Udah, udah. Masuk dulu, benar benah barang barang. Jangan ribut disini." Lerai Arra.
"Wokee, siap ibu negara." Hormat Davian.
"Ayo." Ajak Arsyad, sambil menggandeng sang istri.
"Iya."
"Ra, masuk. Jangan ladenin mereka." Titah Arsyad.
"Iya bang."
"Istirahat dulu. Nanti kita keluar cari makan malam."
"Hm. Ya udah, Arra masuk dulu." Arsyad mengangguk.
Sepeninggalan Arra, Arsyad juga memilih berlalu bersama sang istri tercinta.
"Orang udah halal mah bebas ya, bobok berdua dingin dingin gini." Davian gigit jari.
"Coba aja, kalau salah satu cewek gue dibawa kesini."
"Dia sih otaknya selangk*ngan." Sindir Arsen keras.
"Eh sorry, gue masih polos. Mainya masih diatas, belum tahu yang gituan." Kekeh Davian, sambil berlalu dan buru buru masuk ke dalam kamarnya.
"Eh apaan? Lo bilang apaan barusan bang?!" Panggil Aroon yang baru saja menangkap maksud dari ucapan sang kakak.
"Lupakan. Gue gak bilang apa apa barusan." Ralat Davian.
"Bohong. Bilangin mamah lo, anaknya udah berani grepe grèpe." Ancam Aroon.
"Elah, gue bohong ron. Suwer tak kewer kewer dah." Pemuda itu kembali muncul dibalik pintu.
"Serah. Pokoknya gue bilangin." Putus Davian.
"Punya adik kok suka dodoni ya?" Kesal Davian.
*Dodoni : istilah sunda untuk sebutan seseorang yang suka mengadu.
"Udah, sableg semua nih saudara gue." Pusing Davian, sambil berlalu memasuki kamarnya.
Di daerah Fairbanks, Alaska, terdapat banyak penginapan yang juga menawarkan jasa penyewaan alat untuk melihat Aurora Borealis. Di sini wisatawan bisa duduk di atas kereta salju yang ditarik anjing husky. Anda juga bisa berendam di kolam air hangat sambil menikmati indahnya northern lights yang menari-nari.
Masih di wilayah yang sama, Universitas Fairbanks juga membuka museum yang difungsikan khusus untuk mempelajari segala sesuatu tentang Aurora Borealis secara lebih komprehensif—termasuk soal mitos-mitos yang menegikutinya. Tentu saja siapa pun boleh masuk ke museum ini dengan didampingi guide.
Setelah istirahat dan mengisi perut, mereka bertujuh bersama dua bodyguard Kara dan seorang tour guide yang menemani mereka selama disini, singgah ke beberapa tempat untuk sejenak. Mereka juga disambut ramah oleh para masyarakat sekitar.
"Dingin?" Kara mengangguk.
"Sini?" Gadis itu mendekat, kemudia ia mendongrak.
"Yanda mau apa?"
__ADS_1
"Biar gak dingin." Arsyad mengeratkan genggaman tangan keduanya.
Membawa tangan mungil sang istri dalam tautannya, yang tersimpan didalam saku mantel tebalnya.
Hari sudah mulai malam. Rasa letih selepas penerbangan, tak lagi terasa ketika antusiasme untuk melihat Aurora borealis lebih mendominasi. Bahkan, Davin dan Davian yang sempat jetlag saja kini terlihat sangat sumringah mengambil fotret melalui camera yang mereka bawa. Si kembar tiga itu nampak seiras, dengan balutan coat hitam dan mantel abu abu yang sama. Ada nama D3 sebagai brand kebanggaan dan ciri khas nama koleksi pakaian rancangan sang bunda. Ketiganya itu, sudah seperti model berjalan disetiap kesempatan. Pakaian, aksesoris, sepatu dan seperangkat barang yang melekat pada ketiganya dibuat secara limited oleh sang bunda.
"Ra, kamu kedinginan?" Si empunya nama mengangguk.
"Sini, pakai ini. Kenapa kamu gak pakai scraf sih? Kan disini dingin." Dengan telaten, Arsen melilitkan scraf miliknya diperpotongan leher Arra.
Gadis berhijab mocca itu tersenyum tipis. Rona merah nampak muncul menghiasi kedua pipinya. Duh, Arra melting diperhatikan seperti ini.
"Dingin banget ya? Wajahmu sapai merah gini?" Risau Arsen.
"Duh, itu namanya speecheless Sen. Salting gitu, tèh Arra." Goda Davian sambil menaik turunkan alisnya, jenaka.
"Ish. Kamu apaan sih Dadav. Arra gak suka." Ketus gadis cantik itu sambil berlalu tergesa-gesa.
"Aciee, tetèh salting." Goda Davian gencar.
Selepas berkeliling dan berfhoto, tuour guide mereka mengarahkan ketujuhnya menuju spot untuk melihat Aurora borealis. Menurut prediksi, Aurora borealis akan muncul malam ini. Namun, setelah menunggu cukup lama mereka belum juga melihat cahaya cahaya cantik itu di kegelapan malam.
"Subhanallah, itu Aurora borealisnya?" Tunjuk Arra terpukau.
"Subhanallah." Puji mereka bersamaan.
Syukur alhamdulillah, setelah lama menunggu dan menahan kedinginan. Akhirnya perjalanan jauh mereka terbayar. Rasa letih itu menghilang, ketika bisa melihat alunan cahaya indah can cantik yang nampak menari di atas langit yang gelap. Untung saja, mereka bisa melihat Aurora borealis tanpa alat bantu.
Kadang-kadang Aurora Borealis memang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, terutama jika berada di lokasi dengan polusi cahaya yang tinggi (dekat daerah perkotaan, misalnya). Meski begitu, ia ternyata masih bisa muncul saat purnama.
Spektrum warna Aurora Borealis bisa sangat luas. Selain hijau, merah, ungu, biru, kuning, dan warna terang lainnya, ia juga bisa muncul dalam wujud putih abu-abu. Jadi, jangan buru-buru kecewa jika tidak menemukan apa yang cari, sebab bisa saja northern lights sebenarnya sudah terlihat. Seperti tadi misalnya, tetapi kin cahaya cantik itu bisa mereka lihat. Cahaya indah memukai mata yang terus menerus membuat bibir memuji keindahan Ciptaan-Nya.
"Kamu suka?"
"Iya." Jawab Kara antusias.
Iris hazelnutnya tak beralih dari cahaya indah tersebut, barang sedikitpun.
Cup
"Syukurlah."
Satu kecupan ringan Arsyad jatuhkan dipucuk kepala sang istri. Ia senang, bisa melihat senyum lepas sang istri disaat begini. Setidaknya, semenjak menikahi Kara tujuanya hanya satu. Selalu mempertahankan senyum cantik itu dalam keadaan apapun. Arsyad berjanji, dan tentu akan berusaha.
****
TBC
Mau pesan apa ke Yanda??
Kara?
Arra?
Davin? Davian? Aroon?
atau Gean?
Jangan lupa tinghalkan kritik dan saranya.
ILYSM FOR ALL❤❤
__ADS_1
Sukabumi 18 Des 2020