
📚.37-Bandara dan Prahara
“Janganlah sekali-kali seorang perempuan bersafar kecuali bersama dengan mahramnya.” (HR. Bukhari 2844 dan Muslim 1341)
****
Cuti tahun baru dan liburan akhir semester, menjadi perbaduan yang pas bagi kalangan pelajar. Biasanya, dalam kurun waktu dua minggu yang dijadikan libur panjang di semester ganjil ini akan diisi dengan berbagai cara. Ada yang liburan bersama keluarga, camping, jalan-jalan, ataupun sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga. Rutinitas itu juga sering kali dilakoni oleh keluarga Radityan. Keluarga besar tersebut, biasanya bisa berkumpul bersama jika libur panjang begini. Namun untuk tahun ini, karena ada beberapa anggota keluarga yang tidak bisa hadir. Jadilah mansion Radityan tetap landai seperti biasanya.
Si sulung--Anzar dan keluarga kecilnya yang biasanya bertandang, tahun ini absen karena jadwal liburan mereka yang tahun ini berganti. Aksara--kakak Arkan, yang biasanya juga menyempatkan diri mampir saat liburan tahun baru, kini absen juga. Keluarga kecil Aksara tengah berada di Busan, Korea selatan saat ini. Jadi, mereka belum bisa bertandang. Sedangkan dua Pradipta bersaudara, juga ikut mangkir akhir tahun ini. Keduanya tidak bisa pergi dari New york tahun ini, karena pekerjaan yang amat banyak. Arkia Salfira Mubarak--wanita paruh baya itu mengerti dengan segala alasan anak anak juga kerabatnya.
Toh, mereka tidak bisa bertandang karena sibuk. Yang terpenting, semuanya sehat dan selalu berbahagia. Itu saja sudah cukup bagi seorang ibu, seperti dirinya.
"Bunda, anak anak mau berangkat." Intruksi seorang wanita berpenutup hijab.
"Sudah mau berangkat ya?"
"Iya. Mereka mau ke bandara. Penerbanganya sekitar 30 menit lagi."
Arkia mengangguk, lantas ia beranjak dari duduknya. Mendekati menantunya, juga putrinya tersebut. Aurra Putri Haidan--menantunya, seorang putri yang dulu pernah mengalami akibat dari peliknya hubungan para orang tuanya.
"Bunda kenapa, masih sakit ya?"
Arkia menggeleng, ia memang sempat merasakan sakit dan tidak nyaman pada tubuhnya beberapa hari belakangan.
"Tidak. Ayo, kita kebawah. Mereka pasti sudah menunggu."
"Iya." Jawab Aurra, sambil membantu sang mertua.
"Ra, apa istri bang Arsyad itu sudah bisa terbiasa dengan kehadiranmu?"
"Hm, iya. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit Kara sudah mulai terbiasa."
"Alhamdulillah." Arkia menjeda sejenak.
"Ra,"
"Iya, kenapa bunda?"
"Apa kamu pernah bertanya keadaan Arsyad? Dia kelihat biasa saja diluar, siapa tahu dia begitu tertekan batinya."
Aurra mengangguk samar, ia mengerti kemana arah pembicaraan ini.
"Bunda tahu, Arsyad itu seperti Van'ar. Hanya saja, Arsyad kita itu masih terlalu muda, Ra. Belum waktunya dia memikul beban sebanyak ini."
Arkia hanya khawatir, Aurra tahu itu. Arkia khawatir melihat cucu tertuanya itu diforsir karena keadaan. Bayangkan saja, karena menikah muda ia kehilangan kesempatan untuk meraih cita cita mulianya. Karena menikah muda, Arsyad kini memiliki tanggung jawab baru, yaitu Kara dan seluk beluk tanggung jawab yang harus dilakoninya. Bahkan Arkia tahu, diam diam cucunya itu mulai diforsir untuk melakoni pekerjaan dibidang bisnis yang bukan passionya sama sekali.
"Insaallah, Arsyad tahu apa yang harus dia lakukan bunda. Arsyad jauh lebih dewasa dari apa yang kita perkirakan. Mas Van'ar juga tidak melepasnya begitu saja. Arsyad masih berada dibawah pengawasan ayahnya bun."
"Hm." Jeda Arkia, ketika ia sudah bisa melihat cucu cucunya dari atas sini.
"Bunda dengar, bang Arsyad ditawari kerja oleh Galaksi. Apa itu benar?"
"Iya bunda."
"Ra." Arkia berbalik, lantas mengenggam tangan sang menantu erat.
"Tolong, buat Arsyad berpikir ulang tetang tawaran tersebut."
Deg
"Bunda cuma tidak mau insiden Van'ar kembali terulang. Sudah cukup Van'ar, Galaksi, Gemintang dan juga Anzar yang pernah berurusan dengan dunia gelap juga penuh rintangan itu. Bunda tidak mau cucu bunda juga melakoni hal yang sama. Bunda cuma takut, Ra."
Iya, Arkia hanya takut insiden insiden buruk di masalalu kembali terulang. Sudah cukup dengan Van'ar yang menjadi tentara RI, Gemilak dengan dunia intelegenya, juga Anzar dengan kisah cinta segitiganya yang menyeret seorang gembong mafia. Arkia cuma tidak ingin semua itu menimpa ataupun dilakoni cucu cucunya. Namun tanpa sadar, Arsyad sudah ikut melakoni hal tersebut. Bagaimanapun juga, setelah menikahi Kara Arsyad telah resmi bergabung dalam dunia gelap yang selalu mengintai sang istri. Yakuza, mafia, spy, bahkan tingkatan pembunuh bayaran lainya pasti akan satu persatu menjadi ancaman baginya kelak.
****
"Wesstsop guys, kita comeback lagi dibandara. Huahaha." Gembira Davian, sambil memeluk bahu para kembaran.
"Rame bener ini bandara." Komentar Davin.
"Namanya juga bandara, gak ramai berarti gak ada aktivitas penerbangan." Komentar Aroon rasional.
__ADS_1
"Oh, iya. Lupa gue." Kekeh Davin.
Pagi ini, ketika saudara kembar itu akan pergi jalan jalan gratis sesuai musyawarah beberapa hari yang lalu. Tyoga-ayah Kara meng-iyakan keinginan sang putri untuk melihat Aurora borealis. Karena itu pula, kini ketiganya bersama Arra, Arsen dan tentu saja Arsyad dan Arra berada di bandara. Tujuan mereka kali ini adalah Alaska, Amerika Serikat. Walaupun masih banyak rekomendasi negara lain untuk melihat Aurora borealis, namun kali ini tujuan mereka jatuh ke Alaska.
"Bang Sen, udah nemu rekomendasi buat disana belum?" Tanya Aroon yang kini memisahkan diri dari dua kembaranya.
"Udah. Nih, kalau mau lihat."
"Dasar adik luknut. Punya adek kok gak sopan ye?" Ketus Davian.
"Hm. Dia mah ada Arsen ya gitu." Celetuk Davin.
"Ho'oh. Padahal kita loh, kakaknya." Ketus Davian, sambil melirik sengit sang adik yang tengah sibuk mengobrol dengan Arsen.
Ya, Arsen teman Arsyad juga Aroon kebagian kursi untuk liburan gratis kali ini. Padahal jika dipikir pikir, tiket untuk satu kali penerbangan ke AS itu tidak murah harganya.Tiket pesawat paling murah saja ke AmerikaSerikat dari Indonesia bisa sekitar bernilai Rp 5.177.806 untuk satu arah, dan Rp 11.632.826 pulang-pergi atau bisa saja lebih mahal.
Mereka juga akan menempuh perjalanan udara yang cukup panjang. Penerbangan dari Jakarta ke Amerika Serikat, rata-rata penerbangan memakan waktu 22 sampai 24 jam. Lama tempuh tersebut sudah termasuk dengan waktu yang dihabiskan untuk proses check-in, lama transit, dan mengurus security check.
"Iya. Nanti Arra bakal upload di instagram sama instagram story."
"...."
"Iya onti. Beres pokoknya."
"...."
"Iya. Waalaikumsalam, onti." Tutup gadis bergamis soft pink tersebut.
Ketika tiga saudaranya sibuk bersama Arsen dan obrolanya, juga sibuk dengan persiapan penerbangan seperti Arsyad dan Kara yang sedang mengobrol dengan seorang pilot. Anak sultan mah beda, ngobrol saja bisa langsung dengan pilotnya.
Sedangkan Arra, gadis itu tengah sibuk menjawab panggilan dari sang onti. Wanita itu berpesan untuk jangan lupa memposting pakaian musim dingin yang didapatkan dari pihak ambassador. Menjadi BA atau Brand Ambbasador, terkadang membuat Arra harus rajin memposting dan rajin aktif menyapa para followers yang ikut bertanya-tanya.
BRUK
Ketika hendak berbalik, Arra yang masih fokus menyimpan smartphonenya tanpa sengaja menabrak sesuatu yang begitu kokoh.
"Astagfirullah, maaf." Kaget Arra, sambil buru buru mundur beberapa langkah.
"Eh, jodoh. Ketemu lagi?"
"Hey, ini gue. Lupa ya?" Arra mematung untuk sejenak. Menatap lawan bicaranya bingung, kemudian ia baru bisa mengingat sesuatu.
"Kita beneran jodoh nih. Udah tiga kali ketemu dibandara ini, patut diapresiasi." Kekeh pemuda tampan dengan senyuman menawan tersebut.
Arra terkesiap untuk seperkian detik berikutnya. Sebelum ia mengalihkan pandanganya. Zinah mata!
"Eh, gue disini loh. Kenapa lihatin kesana?" Tanyanya penasaran.
"Oh iya, udah tiga kali kita ketemu. Tapi, belum kenalan. Kenalin, gue-"
"Permisi, aku harus pergi. Maaf buat yang tadi." Sela Arra.
"Eh, mau kemana chèri? Gue belum selesai ngomong?!" Panggilnya, sambil menahan tangan Arra.
"Eh, lepasin. Tolong, lepas." Pinta Arra berontak.
Pemuda itu sudah lancang menyentuhnya. Arra itu pantang disentuh yang bukan mahromnya. Keluarganya saja mengerti itu, tapi kali ini tidak berlaku lagi. Sosok dengan antin anting ditelinganya itu berhasil mengindahkan satu kebiasaan yang sudah Arra terapkan sejak kecil.
"Tapi kita belum kenalan Chèri. Kali aja, pas ketemu lagi kita beneran jadi jodoh."
"Jangan ngawur. Kita itu gak kenal!"
"Makanya kenalan dong, chèri."
"Gak mau. Lepas! Lepasin tanganku?!"
"Kenalan dulu ya, masa gak mau sih? Gue ganteng gini loh, anak sultan juga. Jangan disia-siain."
"Lepas, Arra mau pergi."
"Eh, jadi namamu Arra ya Chèri?" Kekehnya senang, sedangkan Aurra beristigfat kecil karena kecerobohanya.
Naraess AlGean Hazka Dwiarga tersenyum penuh kemenangan, ketika takdir kembali mempertemukan ia dengan Chèri-nya. Satu satunya sosok yang berhasil membuat fokusnya buyar saat main game. Satu satunya gadis yang berhasil membuatnya sulit beristirahat pula dimalam hari. Arabelle Lumiera Humaira Rajapatni Az-zzioi. Sebenarnya ia sudah hafal nama gadis cantik ini, hanya saja ada rasa penasaran kala ingin mendengan nama indah itu agar terlantun dari bibir si empunya.
__ADS_1
"Arabelle Lumiera Humaira Rajapatni Az-zzioi, namamu bukan?" Ucapnya, sambil tersenyum.
"K-amu tahu namaku?"
"Iya dong. Dihafalin, biar mudah pas ijab qabul." Kekehnya jenaka.
"Astagfirullah." Arra terkesiap, lantas ia kembali mencoba melepas tautan tangan Gean.
"Lepas, aku harus pergi."
"Pergi kemana? Kehatimu ya, ayok. Aku ikut!"
"Astagfitullah, kamu ini bisa tidak jangan ngawur. Lepasin tanganku, aku mau pergi."
Gean tersenyum tipis. "Boleh tapi ada syaratnya."
"Eh,"
"Kamu harus mau jadi-"
BUGH
Belum sempat Gean menyelesaikan ucapanya, sebuah pukulan telak sudah terlebih dahulu mampir diperut alotnya. Membuat tautan tanganya dan Arra terlepas, ketika ia terhuyung karena tak siap menerima pukulan.
"Sshh, pukulan yang kuat sekali." Kekeh Gean.
Bukanya marah, lelaki itu hanya tersenyum miring menatap si pelakunya. Sedangkan si pelaku, sudah menatap Gean tak bersahabat. Wajah rupawanya menatap datar juga menghunuskan tatapan tajamnya.
"Udah yanda, kita jadi pusat perhatian."
"Tahan bang. Kita bisa selesaikan secara baik baik."
"Hm." Jawab si empunya.
Arsyad--pelaku pukulan telak tersebut. Ia tentu naik darah, ketika ada orang asing menganggu kembaranya. Intuisi yang dimilikinya kuat, ia bisa merasakan apa yang kembaranya rasakan.
"Hallo, salam kenal calon kakak ipar?" Sapa Gean penuh penekanan, sambil mengusap sudut bibirnya terluka.
Seringai tipis muncul dibibir kissablenya, saat melihat respon dari lawan bicaranya. Tak peduli jika kini mereka menjadi bawan tontonan. Fokusnya kini hanya tertuju kepada Arsyad An-nass Senopati Az-zzioi, calon kakak ipar dari calon kekasihnya di masa depan.
"Salam kenal, gue Gean. Calon imamnya, kembaran lo." Ujar Gean berani, sambil menjulurkan tanganya.
"Ck. Gila, nih human." Komentar Davian sengit.
"Gayanya mau jadi calon imam, gak lihat Arra punya banyak pandawa?"
"Iya. Sok sokan lo, kenal juga gak?" Tinggal Davin berikutnya.
"Mimpimu tinggi banget. Tapi maaf, kita gak bakal ngizinin kamu deketih Arra." Kini giliran Aroon yang menengahi.
Lelaki itu dengan gantle menengahi dan membuat mereka tenang. Orang orang mulai menjadikan mereka pusat perhatian. Bagaimana tidak, yang Arsyad pukul itu lelaki berseragam pilot atau co-pilot. Belum lagi ini bandara, tempat dimana lautan manusia berlalu lalang.
"Pergi, sebelum kamu memantik perkara lebih dari ini." Ucap Arsen.
"Ayo. Kita harus pergi, pesawat kita mau flight." Lanjutnya, menggiring sahabat sahabatnya.
"Ayo yanda." Ajak Kara, sambil menarik lengan sang suami.
Tidak baik berlama lama disini, bisa jadi nanti berita ini sampai ketangan papihnya. Sedangkan Gean, lelaki itu hanya tersenyum miring melihat kepergian sang pujaan hati dengan para pandawanya. Bibirnya masih setia tersenyum, walaupun terluka. Calon jodohnya itu, banyak sekali kesatrianya. Tapi itu bukan berarti ia akan menyerah.
"Gue ramal, kita bakal ketemu lagi Chèri."
Ujarnya percaya diri.
****
TBC
BCT update, maaf kalau lama. Aku ada UAS, hari ini juga 6 mapel😢😢😢. Aku lagi gak bisa up buat beberapa hari kedepan. Karena aku sedang sibuk UAS. Mohon dimengerti ya🙏🙏
Jangan lupa komentarnya buat part ini, yang banyakkkk ya❤❤
Luv luv buat readers semua. Part ini, Yanda ama istri dikit aja. Giliran dulu sama Arra dan Gean yg mau lewatt👐
__ADS_1
Sukabumi 14/12/2020