Bukan Cinta Terencana (R3)

Bukan Cinta Terencana (R3)
.21-Tour Guide Handsome II


__ADS_3

📚.21-Tour Guide Handsome II.


Typo masih bertebaran!!



”Dimana pun engkau berada selalulah menjadi yang terbaik dan berikan yang terbaik dari yang bisa kita berikan,” - Bacharuddin Jusuf Habibie


****


"Makanlah,kamu pasti belum makan."


"Kamu juga?"


"Hm"


Lelaki tampan yang membawa nampan itu menghampiri sang istri. Menyimpan bawaanya diatas meja,lalu mendekat kearah gadis yang tengah melipat mukena berwarna pink tersebut.


"Kenapa?" Tanya Arsyad,saat melihat gadis dihadapanya itu kelihatantengah memikirkan sesuatu.


"Papih." Lirihnya.


"Kenapa?"


"Papih sulit dihubungi. Katanya papih lagi diluar negri,tapi kenapa gak ngabarin Kara?"


Arsyad mengerti arah pembicaraan gadis itu sekarang. Setelah tinggal disini,Tyoga memang menempatkan beberapa bodyguard untuk menjaga putrinya. Walaupun baru tinggal dua hari dimansion Radityan,Kara terlihat sudah mulai bisa beradabtasi dengan lingkungan barunya.


"Mungkin Papih sedang banyak pekerjaan. Jadi,belum sempat kasih kabar ke Kara."


Gadis itu mengangguk,lalu beranjak untuk menyimpan alat alat salatnya.


"Makan dulu. Ini,bunda juga membuat pie tadi."


Kara mengangguk,lalu mendekat kearah Arsyad. Dia memang belum terbiasa makan bersama keluarga besar Radityan. Untungnya,semua anggota keluarga Radityan memakluminya. Pasalnya anggota keluarga baru mereka ini sedikit sulit untuk berinteraksi dengan lingkungan barunya.


Keduanya makan dalam diam. Arsyad sebagai suami juga memilih untuk makan bersama Kara. Ia mengerti bagaimana sulitnya sang istri beradabdasi dengan lingkungan barunya.


"Ini buat Kara?" Tanya gadis tersebut.


"Hm. Bunda dan tante yang membuatnya." Ujar Arsyad sambil membenahi peralatan bekas makan merekà.



Gadis cantik yang mengenakan kaos putih itu menatap lama Pie dihadapanya. Potongan pie dengan topping buah buahan yang dipotong kecil kecil tersebut,memanglah nampak menggiurkan. Akan tetapi ada secuil ragu yang menghinggapinya.


"Cobalah. Pienya enak." Ujar Arsyad.


"Hm. Akan Kara coba." Ucapnya sambil tersenyum tipis.


Kara mengambil satu potong pie tersebut,lalu menggigitnya perlahan.


"Enak?"


"Hm,iya."


Arsyad tersenyum tipis. Jika dirumah begini,senyum tipisnya memang lebih banyak mengudara. Melihat Kara menikmati pie buatan bundanya saja entah mengapa bisa membuatnya tersenyum walaupun senyumanya itu terlihat samar.


"Mau lanjut tour lagi?"


"Kemana?"


"Ada. Selesaikan saja dulu makan pienya. Nanti kita keliling lagi."


Kara mengangguk sebagai jawaban. Mereka memang menyelesaikan tour hingga sore tadi. Sedangkan untuk tour didalam rumah,belum semuanya terselesaikan.


"Ini perpustakaan keluarga. Banyak buku buku yang tersimpan disini."


Kara menatap sekelilingnya takjub. Perpustakaan keluarga yang ditunjukkan oleh Arsyad tersebut memang luas. Dengan 4 rak besar dengan katalog berisi buku-buku dari berbagai dunia. Semuanya tersusun dengan rapih juga terjaga kebersihanya. Ada karpet berbulu dan tempat duduk yang nyaman dekat jendela yang difungsikan untuk bersantai ketika membaca.

__ADS_1



"Kalau itu apa? Kenapa banyak bendera disudut itu?" Tanya Kara penasaran.


Pada satu pojok dingding,ada puluhan bendera dari berbagai negara yang tertempel dengan rapih disana. Diameter benderanya kecil,dengan bingkai segi empat besàr diatas dingding.


"Itu berfungsi sebagai patokan."


"Patokan?"


"Hm. Setiap anak dikeluarga Radityan yang berhasil menguasai satu bahasa. Bisa menempelkan bendera dari negara bahasa itu berasal."


"Wah. Sungguh?"


"Iya."


Kara tersenyum sumringah. Benar saja,ada nama nama setiap anggota keluara Radityan disana.


"5 bendera. Berarti Arsyad menguasai lima bahasa?" Tanya Kara.


Arsyad mengangguk,ia memang menguasai lima bahasa. Diantaranya ialah Inggris,mandarin,bahasa Arab,dan bahasa Turki. Untuk bahasa Indonesia sendiri tidak dihitung,karena itu sudah bahasa baku yang digunakan sehari hari. Jika dihitung hitung dengan bahasa Indonesia,sunda dan beberapa bahasa daerah lain yang dikuasainya maka Arsyad memiliki lebih dari 5 bahasa yang dikuasai.


Setelah mengunjungi perpustakaan keluarga,Arsyad menunjukkan tempat lain untuk diperlihatkan kepada Kara. Tiba diruang bermain khusus untuk para Cucu Radityan,Arsyad berhenti sejenak saat melihat Kara tertinggal jauh dibelakangnya.


"Ada apa?"


"T-idak ada apa-apa."


"Yakin?" Tanya Arsyad meyakinkan.


Kara tersenyum tipis,lalu mengangguk.


"Kalau begitu ayo." Ujar Arsyad sambil mengenggam tangan Kara.


Membawa gadis itu memasuki ruangan megah dimana para pandawa muda berkumpul disana.


Mendengar suara Davian,Arra juga ikut menoleh. Gadis yang sedang menggambar diatas layar ipad tersebut langsung berdiri menyambut keduanya.


"Abang?" Panggilnya antusias.


"Hm"


Arra tersenyum tipis,lalu menoleh kesamping. Menatap sosok cantik yang sedang menunduk disamping sang kakak.


"Hm,hallo kakak ipar." Sapa Arra kikuk.


"Em,H-allo." Cicitnya kecil.


"Ini Arrabella atau Arra. Kembaranku." Ucap Arsyad berinisiatif untuk memperkenalkan sang kembaran.


"Aku Arra,senang bertemu dengan kamu." Ujar Arra sambil mengulurkan tanganya.


Kara mendongrak,menatap Arsyad sejenak. Seolah-olah meminta persetujuan. Arsyad mengangguk,ketika melihat keraguan sang istri. Kara memang sudah tahu Arsyad memiliki kembaran,namun belum pernah berkenalan secara langsung.


"Kara juga senang bertemu denganmu,Arra." Cicitnya kecil sambil menjabat tangan Arra.


Arra tersenyum senang. Ternyata kakak iparnya ini cukup pemalu. Namun,terlepas dari itu ia juga mengakui kecantikan kakak ipàrnya tersebut. Wajahnya cantik dan manis bersamaan. Tubuhnya tinggi,namun tidak terlalu tinggi seperti gadis berbodygoals kebanyakan. Rambutnya hitam terawat,kulitnya putih dan bersih. Ditambah dengan iris hazelnutnya yang selalu cantik ketika ditatap.


"Jangan sungkan sungkan sama Arra. Disini Arra juga kesepian. Karena ada kakak,Arra gak bakal merasa kesepian lagi." Senyum Arra mengembang setelah mengucapkan kalimat tersebut.


Kara mengangguk,lalu menatap sang suami.


"Hm,itu Davin sama Aroon. Saudara kembarnya Davian."


"Hm,mereka yang adi divilla waktu itu?" Tanya Kara lirih.


"Iya."


"Bang?" Panggil suara dari samping Arsyad.

__ADS_1


"Apa?"


"Enggak,cuma mau kenal sama mbak baru." Kening Arsyad menyerngit binģung.


Tidak biasa biasanya adiknya itu mau berkenalan dengan orang baru. Tapi kali ini?


"Hallo mbak istrinya abang. Aku Arion,adiknya abang sama tetèh." Ujar bocah ganteng yang masih duduk dibangku SMP tersebut.


"Um,H-allo."


Arion tersenyum tipis,lalu tangannya yang tengah memegang kamus itu terangkat.


"Mbak itu putrinya Mr.Tyoga ya? Yang digadang-gadang sebagai calon mentri sosial tahun depan?"


Kara menatap sosok dihadapanya bingung. Mana tahu dia soal itu,yang dia ketahui papihnya itu seorang pembisnis yang suka bekerjakeras. Itu saja.


"Kalau menerut wartaparlemen sih ayahnya mbak itu-"


"Arion?!" Lerai Arra.


"Udah,belajar sana. Nganggu orang aja." Ketus Arra.


"Iya tèh. Adek pergi." Ujar remaja tersebut,sambil berlalu begitu saja.


"Hiraukan saja." Ujar Arsyad sambil berlalu membawa Kara bersamanya.


Arsyad berencana mengenalkan Kara kepada Davin dan Aroon yang sedang sibuk didepan monitor playstation. Namun,belum sempat tiba didekat mereka,genggaman tanganya tiba tiba mengendur. Ketika ia menoleh,tubuh sang ìstri sudah terlebih dahulu limbung kelantai. Menciptakan bunyi yang cukup nyaring,yang membuat keenamnya terkejut bukan main.


"Kara?!"


"Mbak kenapa bang?"


"Ya Allah Kapar?"


"Panggil dokter,cepat?!" Ujar Arsyad sambil mengangkat tubuh sang istri Ala bridal style.


Kara tiba tiba jatuh pingsan dan limbung kelantai. Sepanjang jalan menuju kamarnya,Arsyad berpikir keras. Kira kira apa yang membuat sang istri pingsan. Padahal ia sudah melaksanakan segala titah Tyoga mengenai apa yang tidak boleh dilakukan juga dimakan oleh Kara. Gadis ini tak boleh kelelahan,berdekatan dengan wanita berpakaian tertutup secara terpaksa,tidak boleh banyak tekanan,tidak boleh memakan stroberi dan,Arsyad ingat. Pikiranya kini tertuju pada satu jenis makanan yang dimakan oleh Kara.


"Pie?"


Pie buatan sang bunda dan Lunar dengan toping buah buahan. Apa pie itu berisu irisan stroberi juga?


****


TBC


BCT Update📣📣


Huahhh,Kara kenapa lagi hayo😯😯


Kenapa ya?? bikin dag dig dug serr aja bisanya.


Memurut readers part ini gimana??


Part BCT kali ini kalah panjang sm part GG yang nyampe 1700-an kata.


Fokoknya kemarin aku nulis lebih dari 7 part😖


Tangan sampe mati rasa ya Allah😂😂


Ok,jadi buat All readers semua jangan lupa komentarnya. Selamat datang juga November,selamat buat yang mau ultah bulan ini🤗🤗


Part ini sampai sini dulu,nanti dilanjut lagi. Salam dari Bang Arsyad yo😙😙


Kissu kissu💋



Sukabumi 02 November 2020

__ADS_1


__ADS_2